
"Aku tidak ingin ada keributan dari masalah ini dan sampaikan pada mereka, mereka memiliki tugas ungkap siapa yang telah melakukan pemukulan kepada para murid" Bu Yuna.
"Siap Bu" Sayo.
Sayo bergegas ke ruangan klub.
Keadaan ruangan klub sebelum Sayo datang, setelah Mail melihat kepribadian Kevin yang sangar, Mail sudah tidak heran lagi ini adalah skill yang aktif dari Kevin tapi Kevin sendiri tidak menyadarinya karena ketika dia melihat Rey menghilang/berpindah tempat Kevin seperti kaget ples bersemangat untuk tau orang itu.
"Hey kamu yang tadi sebelah kamu itu siapa" Kevin bersemangat dan berganti kepribadian.
"Oh itu Rey" Mail.
"Dia kelas berapa" Kevin.
"Oh dia kelas 2 sama seperti ku, tapi sebelum kita berlanjut membahasnya kamu bukan Kevin yang sebenarnya ya" Mail serius.
"Kamu bicara apa sih" Kevin memalingkan pandangannya.
"Jawab jujur kamu tidak bisa membohongi penglihatan ku" Mail yang sudah menggunakan skill.
"Aku beneran Kevin" Kevin memalingkan pandangan ke arah yang sebaliknya.
"Coba tunjukan dada mu" Mail.
"Ini cuman perkiraan ku dia perempuan kalo dia benar perempuan berati dia tidak akan membuka baju" Mail dalam hati.
"Aappa yang kamu bicarakan kamu ingin berbuat mesum aku ini perempuan, UPS" Kevin sangat malu.
"Dah ketauan kamu jujur sebenarnya kamu siapa nya Kevin sih" Mail.
"Aku sebenarnya kakak kandung Kevin yang meninggal 2 tahun yang lal-" Kevin langsung seperti tersadar.
"Maaf tadi aku ketiduran" Kevin yang sebenarnya.
"Ga apa-apa, Kevin aku mau tanya dan ceritakan yang sejujurnya kamu memiliki kakak perempuan kan" Mail.
"Iya dan sebenarnya dia telah meninggal 2 tahun lalu akibat melindungiku dari kecelakaan maut" Kevin.
"Kalo boleh bisa ceritakan pada ku" Mail.
"Ok, begini ceritanya, sehari sebelum kejadian kakak ku pulang kerumah seperti habis berkelahi dengan seseorang, ibuku berkata kak kamu bisa ga bersikap seperti perempuan pada umumnya tetapi kakakku langsung ke kamar ku seperti biasa untuk menceritakan apa yang telah terjadi kerhadapnya" Kevin.
"Oh berati kakak kamu itu tipe perempuan tomboy ya" Mail.
"Bisa di sebut iya ketika waktu itu tidak sengaja dia masuk ketika aku sedang nonton drakor yang bercerita tentang seorang adik yang melindungi kakak nya yang sangat feminim dari gang mafia, setelah kakak ku melihat aku sedang menonton itu dia kembali ke kamarnya dan tiba-tiba mengajak aku pergi di esok harinya, pas di esok hari atau di hari dimana kakakku meninggal dia berpakean feminim sekali sampai-sampai sekeluarga kaget dengan tampilan kakakku, ketika pergi kakak ku tidak mengatakan kita akan kemana dan aku mengikutinya, ketika kita sampai di halte bus aku melihat sebuah mobil yang kehilangan kendali, kemudian kakakku mendorong ku sampai-sampai kepala ku terbentur tihang halte bus, sebelum aku pingsan ada seseorang yang keluar dari mobil dan mengatakan "seharusnya kamu yang mati bukan kakak mu aku mau lihat kakak mu menderita" setelah mendengar kata-kata itu aku pingsan dan terbangun di rumah sakit di kelilingi keluarga ku ketika aku menanyakan kakak di mana mereka tidak ada yang berani menjawab kecuali ibuku yang langsung memelukku dengan erat dan mengatakan "kakak telah tenang di sana" setelah mendengar itu aku merasa terpukul" Kevin.
Tapi tidak lama kemudian kepribadian Kevin berubah lagi/tubuhnya di kendalikan lagi oleh kakaknya.
"Tenang dari aku sangat khawatir dengan adik ku yang sering di bully" kakak Kevin didalam tubuh Kevin.
"Oh jadi kamu tidak tenang karena kamu masih menghawatirkan adik mu ini" Mail.
"Sebenarnya aku ketika mati sudah tenang karena bisa melindunginya di akhir hayat ku tapi aku masih punya keinginan ingin melihat masa-masa SMK adik ku dan ternyata dia menjadi bahan bully oleh anggota geng musuhku" kakak Kevin.
"Tapi kamu tidak ingin tau siapa yang membunuhmu" Mail.
"Sebenarnya mau tapi aku tau itu tidak akan mungkin jadi aku bodo amat yang penting bisa melihat adikku bahagia di masa sekolahnya" kakak Kevin.
"Berati kamu termasuk kategori kakak idaman, coba saja aku punya seperti kamu" Mail.
"Memangnya kamu ga punya kakak" kakak Kevin.
"Punya tapi kerjaannya membuat aku kesal saja" Mail.
"Oh, nama kamu siapa" kakak Kevin.
"Mail" Mail.
"Oh Mail, il kamu jangan bilang kesiapa-siapa terutama adik ku kalo aku sering menggunakan tubuhnya untuk melindunginya" kakak Kevin.
"Ok" Mail.
"Makasih il bye-bye sampai jumpa lagi" kakak Kevin yang langsung keluar dari tubuh Kevin.
"Maaf tadi aku ketiduran lagi" Kevin.
"Ngga apa-apa kok kamu bersyukur mempunyai kakak sebaik dia" Mail sembari memegang pundak Kevin.
Tidak lama anggota yang lain masuk ke ruangan klub berbarengan dengan Kevin yang keluar dari ruangan tersebut mereka semua penasaran dengan keperluan orang tadi(kevin) ke klub mereka lalu Rina menanyakan kepada Mail.
"Mail orang tadi kesini mau apa" Rina.
"Oh itu dia curhat akhir-akhir ini dia selalu pingsan tiba-tiba dan ingin kita membantu masalahnya" Mail.
"Oh" Rina.
Tidak lama tidak lama Sayo datang dan membawa pesan dari Bu Yuna. Yaitu misi untuk klub Mantuan.
"Semuanya ayo duduk kita mempunyai misi" Sayo.
"Misi apa kak kalo boleh tau" Yani dengan penuh semangat.
"Oh itu aku dapat pesan dari ibu aku kakek aku yang dari luar Jawa datang kerumah karena aku ingin sekali ketemu kakek jadi aku pulang duluan Tampa mengabari kalian, maaf semua" Rina.
"Oh jadi misinya apa kak" Asolani.
"Misinya kalian harus mengungkapkan kasus pelaku pemukulan para murid yang sedang rame itu" Sayo.
"Oh itu tapi kenapa kita dapet misi yang berbahaya seperti itu" Asolani.
"Nj(i)r gimana nih aku udah tau pelakunya, tapi pura-pura gatau ah kayanya akan seru" Mail dalam hati.
"Eh kalian liat a Rey ga" Ren.
"Oh tadi dia kabur karena tidak mau repot" Mail.
"Perginya udah lama" Ren.
"Iya sih udah lama dan seharusnya dia sudah kembali" Mail.
"Oh soal Rey tadi dia terburu-buru pulang" Sayo.
"Kok aa Rey tega ninggalin Ren" Ren.
"Ren Kan masih ada babang Mail nanti Abang mail anterin sampai rumah" Mail so keren.
"Ngga mau Ren ga mau dianter sama Mail" Ren.
Dan tidak lama Ren menangis karena di kiranya di tanggal beneran oleh Rey yang sebenarnya sedang berbaring di UKS.
"AHH AA REY KOK TEGA TINGALIN REN" Ren merengek.
"Iya nanti kita semua pulang bersama gimana" Asolani.
"Beneran" Ren mengusap air matanya.
"Iya bener" Asolani.
Ketika Ren merengek Mail mencurigai gerak-gerik Sayo seperti menyembunyikan sesuatu dan benar ketika Mail mengunakan skill analisa sempurnanya muka Sayo memperlihatkan 100% menyembunyikan sesuatu.
"Kak Sayo kakak menyembunyikan sesuatu ya dari kita" bisik Mail kepada Sayo.
"Eeengga kok Rey beneran pulang ga ada di UKS, ups" Sayo langsung menutup mulutnya.
"Tenang saja kak aku tidak akan beritahu yang lain soal ini" Mail berbisik kepada Sayo.
"Benar dan kenapa" Sayo berbisik kepada Mail
"Soalnya akan menarik" Mail sembari senyum jahat.
Tetapi Asolani bisa dengar percakapan Mail dan Sayo karena skill Asolani dari tadi sudah aktif yaitu skill setengah kucingnya(pendengaran kucing sangat sensitif) dan Asolani pun merahasiakannya juga untuk kepentingannya sendiri.
"Oh Rey ternyata ada di UKS, aku akan menyelinap sedikit demi sedikit agar bisa menunggu Rey siuman" Asolani dalam hati.
["Rey kamu sudah bangun" Asolani]
["Kamu menunggu aku berapa lama" Rey]
["Ga lama kok cuman 3 jam" Asolani ketawa kecil]
["Asolani bisa mendekat sebentar aku ingin melihat wajah indah mu" Rey]
[Asolani ni pun mendekat lalu muka Asolani di pegang oleh Rey]
["Ternyata muka mu lebih indah juga di pandang lebih dekat" Rey sembari mencium dahinya Asolani]
["Baka" Asolani tersipu malu]
"Asolani kenapa kamu bengong saja" Ren.
"Oh iya ada apa" Asolani yang langsung sadar.
"Cih ternyata yang tadi aku cuman membanyangkan saja" Asolani dalam hati.
"Pikir hal mesum ya ceritain juga dong ke kakak" Sayo.
"Kak Sayo jangan ngarang" Yami dan Yani melempar penghapus ke Sayo.
"Ayo kita fokus ke misi kita" Mail.
Setelah semuanya fokus mereka melanjutkan diskusi nya tentang bagaimana mana menjebak target Rina memberi usulan bagaimana kalo kita lihat dan gali informasi dari korban, ide tersebut di tanggapi oleh Mail ide yang lumayan bagus tapi memiliki resiko yang besar karena Mail mengetahui sang pelaku yaitu mendiang kakak nya Kevin yang mengendalikan tubuh Kevin, Yani bertanya kenapa memiliki resiko yang besar kan kita cuman mengalir informasi. Lalu di tanggapi lagi oleh Mail kalo kita menggali informasi dari korban takutnya salah satu dari kita menjadi korban.
Lalu Mail memiliki saran bagaimana kalo kita bagi tim menjadi 3 tim, yaitu tim pencari informasi, tim penyelidik dan tim kesimpulan. Sepontan mengundang pertanyaan yang lain karena nama timnya pada membingungkan, kemudian dijelaskan oleh Mail. Tim pencari informasi mencari informasi sebanyak-banyaknya, kemudian tim penyelidik selidiki tempat kejadian dan tim kesimpulan menyimpulkan informasi yang kita berikan dan temukan pelakunya. Setelah di jelaskan mereka semua paham.
"Ok aku dan Asolani akan menjadi tim pencari informasi" Rina karena Rina tau skill Asolani dan dia sendiri pandai berkomunikasi.
"Aku dan Yami akan menjadi tim penyimpul karena kita memiliki skill mengetahui pelaku asal informasi nya benar terjadi" Yani.
"Berati sisanya aku dan Mail, baik lah Mail kita lakukan dengan bersungguh-sungguh" Ren tersenyum manis.
"Nj(i)r kena demage bidadari" Mail dalam hati.