
Asolani menyarankan kenapa kita tidak membuat klub saja.
Saran Asolani direspon positif oleh yang lain, walaupun persyaratan anggota sudah terpenuhi tapi mereka semua kebingungan dengan tujuan klub dan nama klubnya. Tapi dari mereka semua yang sangat antusias adalah Rey karena dia akan mendapatkan ruangan untuk bobo ganteng dan Mail untuk Mabar, karena Rey sangat antusias Ren Dan Asolani berpikir keras untuk terwujudnya sebuah klub baru dan tujuan Ren dan Asolani berpikir keras untuk membuat klub agar bisa merebut hati Rey.
Motivasi Rina masuk ke klub barunya adalah agar bisa lebih dekat dengan orang yang di kasihinya/dicintainya. Untuk terwujudnya klub baru tersebut mereka cuman harus menentukan kegiatan dan nama klub nya karena masalah persetujuan mereka mempunyai orang dalam yang bisa mempermudah prosesnya yaitu Asolani yang menjabat sebagai wakil ketua OSIS di sekolah, mereka semua memutuskan untuk membahas ini setelah pulang sekolah.
Singkat cerita bel pulang sekolah berbunyi mereka semua sudah kumpul kecuali Ren yang di cegah oleh para cewe yang sekelas dengan Ren dan Rey. Dan untungnya Rina sedang berada di toilet dan tidak sengaja bertemu dengan Ren.
"Ren kamu mau kemana kamu kan udah janji mau ngebantu aku ngerjain tugas di kelas" Rina.
"Em Rina perasaan sekarang ga ada pr deh"cewe A mencegah agar Ren tidak ke kelas.
"Rina kamu jujur aja deh mau mempertemukan Ren dengan si laki-laki rendahan dan sampah masyarakat itu ya" cewe B memancing kemarahan Rina.
Ketika cewe B berbicara seperti itu Rina melihat raut wajah Ren yang sangat marah, kemudian tampa pikir panjang Rina menarik tangan Ren.
"Siapa juga yang ingin mempertemukan nya dia dengan laki-laki itu aku mau mengajak Ren untuk mengajar kan ku di perpus"Rina marah kepada cewe a dan b.
"Ya jangan marah marah juga dong Ren"cewe a Dan b.
"Ren hayu kita ke perpus"Rina
Ketika Rina menarik Ren menjauh dari ke dua cewe tersebut Rina melihat raut wajah Ren sangat marah sampai sampai ingin menangis karena tidak kuasa menahan amarah, kemudian Rina meminta maaf dan menjelaskan yang sesungguhnya.
"Ren aku minta maaf atas perkataan ku tadi tadi aku menarik dan berbicara seperti itu bukan semata-mata aku benci kepada Rey aku cuman mau memisahkan kamu dari 2 cewe tadi cuman itu doang kok dan tadi kalo aku tidak mengatakan seperti itu mereka berdua akan terus ngotot untuk memisahkan mu"Rina.
"Oh seperti itu, makasih ya Rina kalo ga ada kamu mungkin 2 cewe itu bisa senasib seperti Rizki"Ren lega.
"Hah Rizki kenapa gitu" Rina kebingungan.
"Oh, ga kenapa kenapa"Ren.
"Yuk kita ke kelas bareng"Rina.
"Yuk"
Mereka melanjutkan perjalanan ke kelas setibanya di kelas Rey, Mail, dan Asolani sedang asik bermain game.
"Assalamualaikum Ren kembali ke kelas"Ren semangat.
"Oh"Rey, Mail, dan Asolani.
"Loh kok pada main hp" Rina.
"Iya ih katanya mau ngebahas soal membuat klub"Ren cemberut.
"Kirain kamu udah pulang dan ke karokean" Asolani.
"Ngga lah aku kan cewe baik baik"Ren sombong.
"Oh" Asolani.
"Hah oh doang-" Ren kesal.
"Shittt Ren diam dulu sebentar kita lagi melawan stage boss" Mail.
Kemudian Ren mengambil kursi dan duduk di samping Rey sembari melihat game yang sedang di mainkan oleh mereka bertiga.
"Uh meni hese pisan ngalawan boss ie pertahanan na kuat" Rey.
(Uh susah sekali melawan bos ini pertahanannya kuat)
"Oh bos ini a serang bawah nya dengan skill mage terus Mail siap siap untuk menyerang kepalanya dan Asolani gunakan skill penambah MP ke Rey" Ren.
"Ok"Rey, Mail, dan Asolani.
Singkat cerita permainan mereka selesai dan mereka mendapatkan item yang sangat bagus tapi Mail masih bingung kenapa Ren bisa tau cara mengalahkan monster tersebut.
"Ren naha didinya bisa apal cara ngelehkeun mosterna sakilang kan didinya te boga hp"Mail kebingungan.
(Ren kenapa kamu bisa tau cara mengalahkan monsternya dan hp juga kamu ga punya)
"Kan aku berasal dari dunia--" mulut Ren Langsung di tutup Rey.
"Aaaaa....dia bisa tau cara ngelehkeun Monster na Karena Ren sering meminjam hp teteh urang"Rey sangat kaget.
(Aaaaa....dia bisa tau cara mengalahkan monsternya karena dia sering meminjam hp kakak perempuan ku)
"Ren kamu yakin mau memberi tau mereka soal kamu berasal dari mana"Rey membisikkannya kepada Ren.
"Oh iya benar aku sering meminjam barang teteh"Ren lega.
"Berhubung game nya udah beres kita bahas soal klub yang akan kita dirikan"Rina.
"Ok"
"Kita mau mendirikan klub apa harus jelas tujuannya kalo soal pengesahan biar jadi urusanku"Asolani.
Yang memberi usulan pertama adalah Mail dia mengusulkan untuk membuat klub game yang tujuannya untuk bermain game doang, Rina setuju tetapi Asolani tidak setuju karena dia tau kalo dia menyerahkan usulan ini ke ketua OSIS pasti langsung di tolak, usulan kedua dari Ren, Ren mengusulkan klub penggemar Rey ,dan di setujui oleh Ren dan Asolani tapi tidak di setujui oleh Rey. Usulan yang ke tiga dari Rina dia mengusulkan klub yang bertujuan untuk membantu sesama murid, guru dan pengurus sekolah, usulan itu di nilain positif oleh mereka berempat.
Tapi ada masalah nya Rina tidak tau harus menamakannya apa kemudian Rey mengusulkan bagaimana kalo nama klub nya klub mantuan. Tapi Mail tidak setuju karena namanya terlalu simpel, kemudian Mail mengusulkan bagaimana kalo namanya klub MYK, mereka semua menanyakan singkatan dari MYK, Mail menjawab singkatannya adalah Mantuan Yuah Klub.
"Sama aja bang bang" Rey, Ren, Asolani, dan Rina ngahashtag.
"Ini tuh samua nya setuju"Asolani.
"Setuju"
"Yess aku bisa lebih dekat dengan Rey" Ren dalam hati.
"Ini proposal gimana caranya harus sah agar aku bisa lebih dekat dengan Rey" Asolani dalam hati.
"Akhirnya bisa dekat dengan pujaan hati" Rina dalam hati.
"Yahoo dapat tempat untuk main game dengan tenang" Mail dalam hati.
"Akhirnya dapat tempat ngewibu dan aku bisa lebih dekat dengan Rina" Rey dalam hati.
Setelah itu mereka semua pulang terkecuali Asolani, dia harus mengantar proposal ini ke ruang OSIS, ke esokan hari pun tiba tanggal 23 November pukul 06.15 mereka semua telah tiba di sekolah hanya untuk membahas persetujuan klub di terima atau enggak.
"Asolani gimana di terima atau enggak"Rey.
"Diterima dong tapi dengan satu syarat kita harus membantu ketua OSIS untuk akrab dengan saudara kembarnya" Asolani.
"Kalo kita nolak gimana" Mail.
"Ga bisa di tolak dan kalo misi ini gagal proposal kita akan di batalkan langsung" Asolani.
"Tapi muka ketua OSIS juga kita ga tau, gimana kita harus mencari kembaran nya" Rey.
Kemudian Asolani melihat seseorang langsung dia tarik untuk di bawa ke kelas.
"Ya kira kira seperti ini"Asolani.
"Woy itu memang orang nya"Rey.
"Tapi kata ketua OSIS dia itu seorang wanita, dan dia seorang laki laki yang kebetulan mukanya mirip" Asolani.
"Woy memang itu orang nya" Rey, Mail, Ren,dan Rina.
"Kalian siapa sih, main narik narik saya ke kelas" adik kembar ketua OSIS.
"Kamu adik nya ketua OSIS" Asolani shock karena sangat mirip.
"Kalian punya urusan apa dengan kakak sialan itu" adik kembar ketua OSIS.
"Enggak kok cuman penasaran" Rey.
"Ya sudah kalo ga ada urusan nya dengan ku" Adik kembar ketua OSIS meninggalkan kelas.
"Ah sia mah Rey eta teh kesempatan satu satunya kita"Mail.
"Kalem Il urang boga rencana, mun tadi langsung mere nyaho maksud arurang engke si itu na bisa hese Jang di deketan"Rey.
(Tenang Il saya punya rencana, kalau tadi kita mengasih tau langsung maksud nanti dianya bisa susah untuk di dekati).
"Huuh kan arurang ge can nyaho bisa wae si ituna langsung akrab jeung lancek na" Mail.
(Iya kita kan belum atau bisa aja dianya langsung akrab dengan kakaknya).
"Moal mungkin Il dia itu ciga urang pisan jadi urang apal kudu kumaha"Rey.
(Enggak mungkin Il dia itu sama seperti aku sekali jadi saya tau harus berbuat apa).
"Teing aing mah kumaha sia weh"Mail marah.
(Ga tau aku mah gimana kamu aja deh).
"Huuh geus ie mah di urus na ku urang didinya mah uruskeun heula di Asolani si eta jigana shock berat"Rey.
(Iya udah ini biar aku yang urus kamu urusin itu Asolani dulu kayanya dia shock berat).
"Doppelganger, doppelganger, doppelganger" Asolani shock berat.
"Asolani itu emang kembarannya bukan doppelganger"Mail.
"Iya"Mail dan Rey.
Pelajaran pertama mereka pun dimulai singkat cerita bel istirahat berbunyi Rey tidak biasanya dia ke kantin. Secara kebetulan Rey dan adik kembar ketua OSIS bertemu dan duduk di tempat yang sama.
"Nama mu Rey ya" adik kembar ketua OSIS.
"Iya, terus kamu sendiri siapa"Rey menahan kaget.
"Yami. Aku tau kamu sebenarnya mempunyai urusan dengan ku tapi kamu menahannya kan" Yami.
"Engga juga" Rey memalingkan pandangannya.
"Jujur saja aku mempunyai kemampuan untuk mengetahui kebenaran seseorang"Yami serius.
"Ok kalo gitu aku ingin kamu akrab dengan kakak mu"Rey.
"Aku udah tau itu aku cuman ingin tau tujuan kalian semua membuat aku dan kakak sialan itu akrab kembali"Yami.
"Kenapa kamu menyebut kakak mu dengan sebutan kakak sialan" Rey penasaran.
"Ya sebenarnya aku memanggil dia kakak sialan kelakuan dia sudah kelewatan batas dia mempermalukan ku di hadapan laki-laki lain" Yami menangis karena dia juga tidak ingin bertengkar dengan kakaknya.
"Pasti soal harga dirimu yang jatuh"Rey.
"Kok kamu tau Rey" Yami.
"Aku juga pernah mengalaminya, bertengkar dengan kakak perempuan memang aku akui mereka semua itu egois mereka melakukan yang di anggap mereka benar tapi nyatanya disisi kita itu salah" Rey.
"Iya memang benar aku juga sependapat dengan mu Rey. Jujur aku masih bisa tahan dengan ke egoisan kakak kembarku yang suka mendadani ku seperti wanita tulen tapi aku ga tahan karena dia melindungiku ketika aku menghajar para laki-laki yang telah mengejek kakak kembarku dan posisi di situ aku kalah kakak sialan itu datang dan sok sok an melindungi aku" Yami kesal.
"Ya apa salahnya seorang kakak ingin melindungi adiknya"Rey.
"Itu udah sangat keterlaluan bang bang sampai sampai dia mendadani Yami seperti wanita tulen tapi kalo kawaii ga nolak" Rey dalam hati.
Setelah perbincangan tersebut sampai-sampai mereka berdua lupa tidak membeli apa apa Rey kembali ke kelas dengan keadaan perut kosong karena belum makan, sesampainya dikelas Rey ditanya oleh teman-temannya karena tidak biasanya dia ke kantin karena biasanya dia tidur.
"Bang Rey tumben kamu ke kantin"Asolani.
"Oh cuman ingin aja, Asolani muka kamu kenapa merah"Rey khawatir.
"Engga kenapa kanapa kok" Asolani memalingkan pandangannya.
Kemudian Rey menyentuhkan jidatnya ke jidat Asolani.
"Tunggu sebentar" Rey menempelkan jidatnya ke jidat Asolani.
"Rrrrreeeeyyyy apa yang kamu lakukan" Asolani malu setengah mati.
"Baka"dalam hati Asolani.
"Tuh kan kamu panas ayo aku anter ke UKS"Rey langsung menarik Asolani menuju UKS.
Kejadian itu di lihat oleh Ren tetapi Rey tidak peduli juga karena Asolani suhu tubuhnya sudah panas sekali Ren pun mengikuti Rey dan Asolani dari belakang. Ren pikir dia tidak akan ketahuan telah mengikuti Rey dan Asolani, tapi nyatanya Rey memang sudah tau dia sedang di ikuti oleh Ren sesampainya di UKS Rey membaringkan Asolani dan bergegas untuk keluar takut ada fitnah yang enggak-enggak.
"Ren itu kamu kan"Rey sudah menyadari Ren mengikuti mereka berdua.
"Meong, ini bukan Ren tapi kucing"Ren.
"Kucing mana bisa bicara woy"Rey ngegas.
"Ehm...benar juga, kalo gitu ini suara ulet bulu"Ren bersembunyi
"Ulat bulu mana mungkin bisa bicara" Rey menyentil jidat Ren.
"A Rey kamu itu jahat sekali kamu lebih peduli ke orang lain ke timbang ke pada ku"Ren kesal.
"Emang iya kamu siapa" Rey.
"AA mah baka baka baka dan ga peka"Ren memukul Rey.
"Nya nya nya herey hungkul" Rey.
(Iya iya iya bercanda)
"Tetep saja kamu engga peka a Rey"Ren kesal.
"Aku menolong Asolani bukan karena aku suka padanya aku cuman mau bayar hutang aja" Rey.
"Oh...aa Rey mulutnya jahat"Ren.
"Ya kenapa salah lagi, ah itu ga penting Ren aku mau tanya kamu pasti tau bahwa Yami mempunyai kekuatan sepertimu kan"Rey serius.
"Yami siapa, jangan jangan dia wanita simpanan mu aa Rey" Ren kaget.
"Mana ada dia itu adik ketua OSIS yang tadi kita bicarakan tadi pagi" Rey.
"Tapi kan dia cewe" Ren.
"Dia itu bukan cewe dia itu laki-laki tulen ,cuman saja sering di jadikan perempuan oleh kakaknya"Rey.
"Oh, HAH MASA DIA ITU LAKI-LAKI" Ren kaget.
"Iya, udah jangan bahas lagi aku mau nanya apa kah Yami itu memiliki kekuatan sepertimu" Rey serius.
"Iya dia itu mempunyai kekuatan sepertiku"Ren.
"Kenapa kamu rahasiakan Ren"Rey marah.
"Bukan nya aku mau merahasiakannya tapi aku tidak yakin di dunia ini ada lagi yang mempunyai kekuatan selain aku" Ren merenung.
Obrolan mereka terhenti karena Rey tidak tau harus menanyakan apa lagi. Kemudian Rey menyuruh Ren untuk kembali ke kelas karena Rey tidak mau sampai Ren ketinggalan mata pelajaran karena dia, tetapi Rey juga memiliki niatan tersendiri yaitu agar bisa membolos di pelajaran tersebut. Ren pun nurut apa yang dikatakan Rey, 15 menit setelah itu Rey di hampiri guru UKS.
"Rey sekarang gantian ya kamu menunggu Asolani" Bu Yuna.
"Iya Bu, cuman untuk ngelunasin hutang saya ke Asolani" Rey.
"Dasar laki-laki yang ga peka" Bu Yuna memukul kepala Rey dengan buku.
"Ih ibu kok mukul aku lagi dengan buku"Rey menahan rasa sakit.
"Rahasia" Bu Yuna
2 jam kemudian Asolani pun bangun dari tidurnya.
"Oh Asolani kamu udah bangun" Bu Yuna
"Iya Bu" Asolani.
"Cepet keluar ada yang sedang tertidur menunggu mu" Bu Yuna
" Siapa bu, Asolani penasaran" Asolani penasaran.
"Liat aja ke luar, tapi kamu harus semangat ambil hatinya dia" Bu Yuna.
"Ibu pasti mengasih tau dia soal aku suka kepadanya" Asolani.
"Mungkin" Bu Yuna.
"Ih ibu mah katanya janji akan menjadi rahasia kita berdua" Asolani kesal.
"Udah samperin dulu"Bu Yuna.
Ketika Asolani ke luar dia melihat Rey yang sedang tidur di kursi depan UKS dia pun ikut duduk dan memindahkan kepala Rey ke pahanya agar Rey tidurnya nyaman 5 menit setelah di pindahkan Rey pun terbangun.
"Bang Rey udah bangun" Asolani.
"Iya nih" Rey kembali ke posisi duduk.
"Ih kok bang Rey ga malu sih biasa di drakor si laki-laki pasti malu ketika bangun di pangkuan cewe" Asolani dalam hati.
"Asolani pulang yu aku sudah ngantuk berat" Rey sambil menguap.
"Yuk" Asolani.
"Akhirnya aku bisa pulang berduaan dengan bang Rey" Asolani dalam hati.
Baru berjalan beberapa menit Ren muncul dari belakang.
"A Rey hayu kita pulang" Ren.
(Kak Rey ayo kita pulang)
"Cih dasar pengganggu" Asolani dalam hati.
"Hahaha tidak akan ku biarkan kamu jalan bersama aa Rey" Ren dalam hati.
"Oh Ren aaaaahhhhh....yuk" Rey mengantuk.
Mereka bertiga pulang bersama ketika Asolani akan meninggalkan sekolah dia di tarik oleh ketua OSIS karena dia ada rapat OSIS.
"Asolani kamu mau ke mana" ketua OSIS.
"Ah ketua OSIS Rey, Ren tolong aku-"Asolani.