
Pukul 09.00 ketika istirahat, Rey sengaja menyembunyikan Aisah atau Aisah di perintahkan untuk sembunyi sampai jam istirahat beres. Rey menyuruh Aisah sembunyi karena Rey takut Aisah di ganggu oleh orang-orang yang pernah menghajar dia dan melecehkan Ren.
Ting tong ting waktunya istirahat
"Aisah kamu sembunyi dulu disini sampai jam istirahat selesai" Rey.
"Kenapa aku harus sembunyi" Aisah.
"Udah sembunyi aja" Rey.
"Jelaskan kepadaku kenapa aku harus sembunyi" Aisah.
"Sudah cepat nurut aja apa yang aku katakan" Rey.
"Sebelum kamu mengatakan maksudnya aku tidak akan sembunyi hmph hmph hmph" Aisah menggembungkan pipinya.
"Iya aku khawatir dengan keselamatan mu termasuk aku sangat khawatir dengan mentalmu" Rey.
"Deg deg deg ternyata Rey sekhawatir segitunya" Aisah dalam hati.
"Soalnya Ren pernah mengalaminya dan setelah itu dia shok berat" Rey.
"Ternyata realita dong" Aisah dalam hati dan prihatin.
"Terus Ren tidak apa apa" Aisah.
"Tidak apa-apa karena aku minta ke Yusha untuk menghilangkan ingatan nya" Rey.
"Iya ok ok aku kan sembunyi" Aisah.
"Tunggu sebelum aku tinggalkan kamu" Rey langsung memegang pundak Aisah.
"Skill penghilang keberadaan aktif skill transparan aktif" Rey.
Karena Aisah terlalu malu dan prihatin mendengar realita Ren dan takut sewaktu-waktu Ren akan mengingat memori itu Aisah sampai tidak mendengar apa skill yang di pakai Rey untuk menyembunyikan Aisah. Karena terasa aman Rey melanjutkan jalan ke kelasnya untuk melihat keadaan Ren dan Megumi apa mereka benar-benar keubah pikirannya atau tidak sedangkan Aisah mencari tempat sembunyi.
Sepanjang perjalanan Rey mendengar makian dari yang lain dan Rey terima makian itu karena ini semua adalah keinginan Rey untuk melindungi adik-adiknya ketika di pertengahan perjalanan Rey melihat ke 4 orang yang pernah menghajar dan melecehkan Ren karena Rey terlalu takut untuk bertemu mereka Rey langsung membalik badannya dan kabur secepat mungkin tetapi ke 4 orang itu mengejar Rey ketika Rey meliwati salah satu kelas boga(jurusan tata boga) dia di jahili oleh salah satu muridnya dengan sampah kulit pisang yang membuat Rey terpeleset dan lututnya kesakitan sampai-sampai Rey aga susah berdiri karena Rey terpeleset dia pun terkejar oleh 4 orang itu.
"Hah hah hah akhirnya kamu terkejar juga" orang 1.
"Kalian mau ngapain aku lagi aduh" Rey kesakitan bukan karena jatuh tapi dia lupa aturan yang telah tertulis di surat(yaitu Rey melanggar peraturan karena Rey memanggil 4 orang yang mengejarnya dengan panggilan kalian dan yang seharusnya Rey cuman di perbolehkan mengatakan tuan atau nyonya ke lawan bicaranya).
"Nj(i)r aku kok dasi ini mencekik ku" Rey dalam hati.
"Hah akhirnya terkejar lari mu cepat juga ya Rey walaupun pake rok seperti itu" orang 2.
"Kalian mau ngapain ehk" Rey semakin tercekik.
"Kok dasi ini terus mencekik ku" Rey dalam hati dan Rey teringat peraturan ke 3.
"Ehm aku baru ingat aku melanggar peraturan no.3 pantas saja dasi ini mencekik ku" Rey dalam hati.
"Woy kamu ga apa apa" orang 3.
"Kenapa kamu lemparkan kulit pisah ke arahnya dia punya salah ke padamu" orang 4 marah ke murid boga yang menjahili Rey.
"Tidak apa apa tuan terima kasih" Rey sekaligus dasinya melonggar kembali.
"Ah jangan panggil kita dengan sebutan itu" orang 2.
"Ini udah ketentuan dari hukumannya tuan" Rey.
"Sudah kubilang jangan panggil kita tu-" orang 2 langsung diam karena mendengar suara masuk langsung ke kepalanya.
"Kalo engga aing kecekek lagi go blok" Rey menggunakan skill telepati ke orang 2.
"Iya kamu jangan panggil kita" orang 3 berhenti bicara karena pundaknya di tepuk oleh orang 2.
"Kamu apa sih" orang 3.
"Udah kamu diem dan nurut aja kita mau di panggil apa karena kalo kita memaksa dia agar tidak di panggil tuan dia akan lebih kesakitan dari tadi" orang 2.
"Hah kok kamu bisa tau itu aku yang berbicara tadinya aku takut kamu berteriak atau memikirkan hal yang tadi" Rey menggunakan skill telepati ke orang 2.
"Kenapa kamu harus takut" orang 2 membalas omongan dari telepati Rey.
"Hah minimal kamu kaget gitu tiba tiba ada suara yang muncul di kepalamu" Rey telepati ke orang 2.
"Kenapa harus kaget soalnya aku mantan pengguna skill ini sebelum skill ini di curi oleh perempuan misterius tapi ngomong-ngomong kenapa kamu bisa mempunyai skill ini dan kamu pemilik skill apa" orang 2 membalas telepati Rey.
"Oh aku memiliki skill ini mengcopy dari seorang" Rey telepati ke orang 2.
"Oh tapi kamu tau orang yang menggunakan skill ini" orang 2 membalas telepati Rey.
"Em kurang tau soalnya skill ini di dapatkan ketika aku belum bisa menguasai skill ini dan kalo ketemu orangnya kamu mau ngapain" Rey telepati ke orang 2.
"Kirain kamu tau aku cuman mau berterimakasih kepada dia" orang 2 membalas telepati Rey.
"Oh" Rey.
"Hey Rey kenapa kamu diam aja dari tadi" orang 4.
"Tuan kok tau nama saya" Rey.
"Jelaslah kan itu ada nametag" orang 4.
"Oh iya saya lupa, terus tuan-tuan ada apa ngejar saya" Rey.
"Kami cuman ingin mengatakan"
"Hah pasti aku di bully lagi nih" Rey dalam hati.
"Kamu hebat sekali demi membela adik-adik mu sampai melakukan hal seperti ini maaf kan kami yang telah menghajar mu kita kira kamu orang nya rese dan kami juga aga kesal telah di bohongin dan di manfaatkan oleh si Guntur sialan itu" orang 1.
"Iya katanya dia itu suka di bully oleh mu dan ketika aku melihat kamu membela adik mu segitunya kami sepakat ternyata Guntur yang membohongi kita waktu itu, jadi sebagai penebusan dosa kami akan selalu di pihak mu dan kami juga akan selalu melindungi mu" orang 2.
"Tidak terimakasih tuan" Rey sepontan menjawab.
"Mereka pasti ada maksud tertentu dengan berusaha membantuku" Rey dalam hati.
"Kita semakin dilarang pasti akan semakin menjadi"
"Ehm ini bisa repot juga kalo aku tolak besok pasti mereka akan kembali kepadaku dan jika besok aku tolak lagi pasti lusa mereka akan datang kepadaku dan gitu seterusnya" Rey dalam hati.
"Ya sudah gimana tuan aja tapi aku berpesan jangan terlalu terang terangan mengawasi ku" Rey.
Setelah itu 4 orang yang menghampiri Rey membubarkan diri kecuali orang 2 dia diam dulu sebentar dan melanjutkan obrolan di telepati tadi.
"Aku mau diam di sini dulu sebentar kalian ke kelas duluan aja" orang ke 2.
"Oh iya udah kita ke kantin lagi ya"
"Ya nanti aku nyusul" orang 2.
"Kenapa tuan ga ikut mereka" Rey.
"Aku mau lanjutin obrolan yang tadi yang aku ingin berterimakasih kepada orang yang telah mencuri skill ku" orang 2.
"Tuan ga marah karena skill nya di curi" Rey.
"Tidak malah ketika skill ku di curi dari situ aku belajar tentang ikatan persahabatan sebenarnya, mereka bertiga saja yang ingin masih bersahabat dengan ku walaupun aku sudah tidak punya keistimewaan lagi, dan aku juga aga kesal ketika Guntur melihatku seperti sampah ketika dia tau aku sudah tidak punya skill itu lagi dan aku juga langsung di usir dari komunitas karena tidak punya skill lagi, cuman mereka bertiga yang masih mau bermain, bercanda, dan marahan bareng" orang 2.
"Waw kehidupannya sengsara juga dia" Rey dalam hati.
"Dan aku juga mau kamu bantu aku untuk balas dendam kepada Guntur karena dia adalah penyebab aku di usir dan di jauhi oleh teman-teman komunitas ku sangkilang aku yang mengajak dia dan setelah skill Guntur bangkit dia langsung berhianat" orang 2.
"Tuh kan dia ada maunya" Rey dalam hati.
"Ehm gatau ya tuan karena aku juga harus ada di sekolah sampai jam setengah 6 kalo aku pulang lebih awal tuan kan tau sendiri dasi ini dan lonceng ini akan menyiksaku" Rey.
"Kamu ga harus turun kelapangan/beraksi kamu mengawasi kami di belakang layar itu juga sudah cukup" orang 2.
"Iya Megumi kenapa kamu ga bantuin aja mereka" Kanzaki.
"Hah bapa, ah maksudnya tuan sejak kapan disini dan tuan juga siapa" Rey sempat tercekik karena menyebut bapa bukan tuan.
"Kamu nih jahat masa lupa" Kanzaki.
"Iya aku memang tidak tau tuan itu siapa yang aku tau tuan adalah mahasiswa yang sedang PPL" Rey.
"Ah jangan bercanda kamu Megumi kan aku udah janji akan membantumu" Kanzaki.
"Ehm maaf tuan mana ku Rey bukan Megumi, Megumi itu adalah adik ku tuan" Rey.
"Ah yang benar" Kanzaki.
Tidak lama Megumi memanggil kak Kanzaki.
"Kak Kanzaki di cari kak Sayo" Megumi sembari lari menghampiri Kanzaki.
"Eh Megumi ada dua" Kanzaki kaget.
"Oh ada kamu Rey pa kenalin ini kakak kembarku Muhamad Rey" Megumi.
"Eh ternyata kalian benar benar kembar" Kanzaki dan orang 2 kaget.
"Iya benar dan kalian juga tidak sedang mimpi kalo ingin bukti kalian ga mimpi kami siap sleding kalian berdua secara berbarengan" Rey dan Megumi mengatakan bersamaan.
"Iya kami percaya" Kanzaki dan orang 2.
"Jadi gimana Rey kamu mau bantu ga" orang 2.
"Kan aku udah aku pasti tidak bisa membantu tuan karena itu kan beresiko terhadap ku" Rey.
"Iya Rey kenapa kamu tidak bantu dia biar ga nolep nolep amat" Megumi.
"Ehm gelut yuk" Rey.
"Kalo aku bisa aku juga pasti akan membantu dia" Rey.
"Iya Rey tolong bantu adik ku" Kanzaki.
"Hah tunggu tunggu tunggu tunggu adik maksudnya dia itu adik kakak Kanzaki" Megumi.
"Yap aku belum memperkenalkan dia ya dia adalah adik tersayang ku nama dia adalah Yamada Hori" Kanzaki.
"Iya tuan kalo aku bisa juga aku akan bantu tapi kan jika aku keluar sekolah sebelum jam setengah 6 lonceng ini akan menyetrum ku sampai aku pingsan" Rey.
"Kenapa ga kamu lepas dulu" Kanzaki.
"Itu juga udah aku coba ketika aku ingin lepas lonceng ini malah dasinya akan mencekik ku dan jika aku mencoba melepas dasi ini malah loncengnya yang terus menyetrum ku" Rey.
"Duh gimana ya" Kanzaki bingung.
"Kak bukannya kakak dulu punya teman yang bisa memperbaiki segala sistem" Yamada.
"Ehm siapa ya kakak lupa lagi" Kanzaki.
"Dia juga pernah membimbing ku untuk mengaktifkan skill telepati" Yamada.
"Oh iya kakak ingat" Kanzaki.
"Terus kak teman kakak itu siapa" Megumi.
"Dia adalah"