YESS OR NO

YESS OR NO
TERANCAM BUBAR PART 20 DAN TEROR



"Sebenarnya kami di beri surat"


"Rey, Megumi, Ren ga akan sekolah" ibu Rey.


"Iya mah sebentar lagi mau berangkat" Rey.


"Iya kalian di kasih surat apa" Rey.


"Iya nanti aku kasih tau di jalan yuk kita pergi ke sekolah" Megumi.


Kemudian mereka bertiga pergi ketika di perjalanan Rey terus berfokus ke ekspresi muka Megumi dan Ren. Karena Rey yakin ada sesuatu yang mereka sembunyikan.


"Ada apa Rey kamu melihat aku seperti itu aku kawaii ya" Megumi.


"Berisik jadi kalian kemarin di kasih surat apa dan jangan coba-coba untuk menghindar lagi, karena aku tau pasti ada sesuatu yang kalian sembunyikan" Rey.


"Oh kita kemarin di kasih surat cinta" Megumi.


"Masa kalian di kasih surat cinta dari BK yang benar saja aku tau Megumi kamu sangat pintar menyembunyikan sesuatu karena itu juga adalah kemampuan mendasar dari diri kita tetapi Ren tidak bisa menyembunyikannya, jadi cepat kalian jujur kalian di kasih surat apa dari BK" Rey.


"Iya aa Rey kami di beri surat cinta" Ren.


"Aa ga percaya, mending ceritakan agar tidak menjadi beban ke kalian, aku juga akan melindungi kalian jika kalian dapat masalah dan aku juga akan berada di pihak kalian mau kalian salah atau benar aku akan berada di pihak kalian karena itu adalah tugas seorang kakak, jadi cepat ceritakan" Rey.


"Iya a itu benar kami di beri sura-" Ren.


"Ren sudah kita jujur saja Rey sebenarnya kita sekarang bingung karena kita sudah diharuskan memberikan surat ini ke BK. Nih suratnya" Megumi.


"Mana sini aku baca. HAH kalian di beri surat DO" Rey kaget.


Megumi dan Ren Langsung menganggukkan kepala mereka.


"Terus kalian sekarang gimana" Rey.


"Ya mau gimana lagi sih a, paling kita nanti di sekolah cuman berpisah dengan yang lain" Ren sedih.


"Tapi Rey kita juga mempunyai 3 pilihan" Megumi.


"Itu tuh 3 pilihan biar kalian bertahan di sekolah" Rey.


"Ehm bukan sih cuman 2 pilihan agar kita bertahan di sekolah tapi kedua pilihan itu mempunyai resiko resiko pertama kita bisa saja senasib seperti kakak Kanzaki yaitu di manfaatkan oleh guru BK itu dan Yani bisa saja senasib seperti kak Sayo" Megumi.


"Hah maksudnya Yani akan menjadi roh atau meninggal" Rey kaget.


"Ya" Megumi.


"Terus pilihan keduanya apa" Rey.


"Yang keduanya kita berdua akan mendapatkan cemoohan dari murid yang lainnya dan pasti kita berdua pasti di asingkan oleh murid-murid yang lain dan kami pasti di anggap tidak ada dikelas oleh para guru" Megumi.


"Tapi kamu kan udah biasa Megumi menghadapi situasi itu" Rey.


"Iya aku memang sudah biasa tapi Ren pasti tertekan" Megumi.


"Kemungkinan ketiganya pasti kalian pasrah mau di keluarkan atau tidak, aku benar tidak" Rey.


"Iya benar" Megumi dan Ren.


Dan tidak terasa mereka sudah sampai di tempat pemberhentian mereka setelah turun mereka melanjutkan pembicaraan sambil berjalan.


"Dari ketiga pilihan itu kemungkinan yang bisa dirubah cuman yang kedua itu juga jika aku memberanikan diri untuk mengajukan hukuman Megumi dan Ren di berikan kepadaku sebagai tanggung jawab seorang kakak" Rey dalam hati dan Rey juga menggunakan skill Mail yaitu presentase.


"Rey kenapa kamu melamun" Megumi.


"Aa kenapa ngelamun aja" Ren.


"Ehm engga Megumi Ren kalian bisa terhindar dari hukuman itu" Rey masih berusaha meningkatkan presentase Megumi dan Ren tidak dihukum.


"Aslina" Megumi.


(Seriusan).


"Asli tunggu aja nanti" Rey.


Ketika di tengah jalan Rey melihat murid-murid di sekitarnya, seperti berusaha menjauhkan Rey dari Ren dan Megumi. Sampai-sampai ada yang ingin mencelakakan Ren tetapi karena kepekaan Rey dan Megumi dengan lingkungan sekitar Ren terhindar dari segala bahaya yang ada. Sebelum mereka sampai Rey menggunakan skill telepati yang di tujukan kepada Ravael, Sri, Yami dan Aisah.


"Ravael, Sri, Yami, Aisah kalian mendengar suara ku" Rey menggunakan skill telepati.


"Ya" Ravael, Sri, Yami, dan Aisah telepati.


"apa kau bisa menitipkan Megumi dan Ren aku curiga mereka berdua akan diapa-apakan" Rey telepati.


"Memangnya kenapa Rey" Sri telepati.


"Nanti juga Kalian akan tau udah dulu aku mau ke ruang kepala sekolah" Rey telepati.


Karena Rey tidak memberi alasannya mereka berempat mengawasi Megumi dan Ren dari jauh, ketika mereka mencari alasan mengapa Rey meminta mereka melindungi Ren dan Megumi Megumi sudah terluka terkena pisau yang dibawa anak boga karena berusaha melindungi Ren. Dan mereka berempat juga melihat kejadian itu menang di sengaja oleh anak boga tadi. Yang menjadikan tim di bagi menjadi 2 yaitu Sri dan Ravael mengikuti anak boga yang memang sengaja menjatuhkan pisau di dekat Ren. Yami dan Aisah menghampiri Ren dan Megumi, mengajak mereka berdua ke UKS tetapi sebelum ke UKS Aisah menutup luka yang berada di bahu kanan Megumi menggunakan saputangannya.


"Ren Megumi kalian ga kenapa-napa" Yami.


"Teteh ga apa-apa" Ren khawatir.


"Engga kok ini cuman tergores doang" Megumi menahan rasa sakit.


"Megumi diam dulu sebentar" Aisah membalut luka Megumi menggunakan saputangannya.


"Sudah kubilang aku tidak kenapa kenapa, AAAAA SAKIT SASAKIT" Megumi.


"Makanya jangan sok jagoan kan bisa kamu tarik Ren ke pulukkan mu jadi bahumu tidak terluka seperti ini" Aisah.


"Dah hayu kita ke UKS agar kamu Megumi mendapatkan penanganan lebih lanjut" Yami.


"Ehm dari pada ke UKS mending kalian antar aku ke Yusha saja karena kalo aku ke UKS dan Bu Yuna atau kak Sayo melihatku seperti ini yang ada akan ribet" Megumi.


Ketika Megumi mengatakan itu Kanzaki kebetulan dekat situ dan melihat Megumi terluka seperti itu yang membuat Kanzaki berlari menghampiri mereka.


"Kamu kenapa Megumi sini kakak bawa kamu ke UKS" Kanzaki khawatir.


"Duh ni bakal ribet" Megumi dalam hati.


Cerita berpindah ke Sri dan Ravael yang mengikuti anak boga yang sengaja menjatuhkan pisau di dekat Megumi dan Ren.


"Yami Aisah kalian tolong Megumi dan Ren aku dan Sri akan mengikuti orang itu" Ravael.


"Ok" Yami dan Aisah.


"Ravael gimana kalo aku ikut mereka" Sri.


"Tidak Sri kamu ikut aku, aku butuh skill kamu untuk barang bukti" Ravael.


"Ehm ok" Sri.


Sembari mengikuti anak boga itu Ravael menggunakan skillnya untuk berubah menjadi perempuan agar tidak membuat masalah yang baru. Bodoh nya Ravael adalah dia lupa jika wujud perempuan nya itu sangat terkenal di sekolahan itu sebagai tuan putri klub drama.


"Ravael kenapa kamu berubah menjadi Hotaru Akane" Sri.


"Biar tidak terlalu mencolok" Ravael.


"Hah bukannya ket- ups maksudku Ravael sosok itulah yang sangat terkenal di sini" Sri.


"Ehm iya juga jadi aku harus gimana kalo ingin berubah lagi menjadi laki-laki aku harus menunggu selama 5 menit" Ravael.


"Ravael ternyata kamu bisa ceroboh juga ya" Sri tersenyum dan ketawa kecil.


"Berisik kamu ayo kita ikuti orang itu" Ravael.


Kemudian mereka terus mengikuti anak boga tersebut ketika sedang mengikutinya ada yang menyadari keberadaan mereka berdua karena sosok Hotaru Akane/nama lain Ravael Hotaru ketika menjadi perempuan. Karena sudah ketahuan Sri langsung menarik Ravael agar pergi dari tempat itu dan berhenti di depan target mereka berdua, dan tidak disangka-sangka target mereka itu sangat ngefans terhadap Hotaru Akane.


"Hah hah kita sudah jauh dari mereka" Sri.


"Eeeeee apa kamu benar kakak Hotaru Akane"


"Iya benar memangnya ada apa" Ravael.


"Aka" Sri terdiam.


"Sri kamu kenapa" Ravael.


"Dia itu target kita" Sri bisik-bisik kepada Ravael.


"Hah kamu benar juga jadi kita harus gimana kita sudah tertangkap basah" Ravael bisik-bisik ke Sri.


"Sudah kita ikuti alurnya" Sri bisik-bisik ke Ravael.


"Aku tidak mimpikan ini benar benar kamu"


"Iya kamu tidak mimpi dia adalah Hotaru Akane tuan putri klub drama" Sri.


"Aku fans berat kakak aku minta tanda tangan"


Kemudian Hotaru Akane (Ravael Hotaru) memberikan sebuah tanda tangan yang kemudian di berikan kepada anak boga dan sebuah pesan.


"Nih terus dukung aku ya" Akane.


"Dan sepulang sekolah kalo kamu ga ada kegiatan aku ingin bicara lebih banyak dengan kamu di tempat ini" Akane berbisik di dekat telinga anak boga tersebut sembari memberikan selembar kertas yang langsung ditaruh di sakunya anak boga tersebut.


"Iya aku akan datang kak"


Setelah itu mereka berdua berpisah dengan anak boga itu.


"Selamat bertemu lagi nanti sore" Akane.


"Sri ayo kita ke UKS palingan Megumi sudah di bawa ke sana" Akane.


"Ayo" Sri.


Di perjalanan Sri bingung karena Ravael malah mengajak ketemuan anak boga tersebut bukannya tadi langsung saja tegor siapa yang menyuruhnya.


"Akane kenapa kamu tidak langsung tegor saja itu anak" Sri.


"Kalo tadi aku langsung tegor aku tidak bisa menggali lebih dalam dan latar belakang dia mau melakukan hal itu" Akane.


"Otak mu masih saja encer ketua walaupun sipat ceroboh menyertai mu" Sri tersenyum.


"Berisik" Akane.


Sesampainya di UKS Akane(Ravael) langsung menanyakan keadaan Megumi ke Bu Yuna.


"Bu Yuna Megumi tidak apa apa" Akane.


"Tidak untung saja dia mendapatkan penanganan yang cepat dari Yusha yang kebetulan ada di sini dan dia sekarang lagi pemulihan" Bu Yuna.


"Oh syukurlah, terimakasih Yusha" Ravael.


"Bukan apa apa aku cuman membantu doang" Yusha.


"Kerja yang bagus junior ku" Sri sembari mengusap kepala Yusha.