
Cerita berpindah ke Rey yang sedang di dalam lemari.
"Aaaaaaa lepaskan aku" Rey sangat ketakutan.
Setelah itu Rey masuk ke lemari dan mengunci diri nya sendiri dari luar dan kuncinya di bawa menembus ke dalam.
"Jangan bicara kepada ku, kalian para guru kan belum puas menyiksa dan mempermalukan ku" Rey ketakutan dalam lemari.
"Bicara apa kamu ini Rey" Sayo.
"Aku mohon udah cukup kalian jangan mempermalukan ku lagi" Rey ketakutan.
"Sayo mending kita suruh Rey tenang dulu kalo dia sudah tenang baru kita ajak ngobrol" Bu Yuna.
Setelah Sayo dan Bu Yuna keluar Rey langsung keluar menggunakan skill menembusnya untuk ke luar dari lemari itu melelalui belakangnya dan menembus langsung sampai keluar ruangan UKS setelah itu Rey mengaktifkan skill tranparan dan skill penghilang keberadaan. Setelah itu Rey menuju ke ruangan klub untuk mengambil hp setelah sampai di ruang klub, dan Rey akan masuk ke dalam Rey aga ragu karena di dalam ada Mail dan Rina yang sedang berdua karena ketakutan Rey menunggu mereka keluar.
"Hah kkkokkk ada Mail dan Rina kalo aku masuk aku takut mereka akan membully dan menyuruhku yang tidak tidak, dan aku terpaksa menunggu mereka keluar saja untuk menghilangkan hp" Rey dalam hati dan menunggu di luar.
Di dalam ruang klub.
"Terus kamu memanggil ku kesini ada perlu apa" Mail.
"Sebenarnya aku mau mengatakan ini tapi kalo aku diamkan diriku bakal rusak" Rina Malu.
"Iya katakan saja santai ae" Mail.
"Benarnya kamu jangan mentertawakanku" Rina malu.
"Ehm tergantung apa yang kamu omongin" Mail.
"Kamu ini beneran jahat ih,hmph" Rina cemberut.
"Iya maaf, aku tidak akan mentertawakan mu" Mail.
"Sungguh" Rina.
"Iya" Mail.
"Sebenarnya aku ingin selalu bersama mu" Rina malu.
"Hah maksudmu kam-" Mail.
"Iya aku sangat suka kamu dari SMP aku sudah memperhatikan mu dari jauh" Rina.
"Seingat ku kamu bukan lulusan dari SMP ku dan ketika aku SMP aku tidak pernah melihatmu di lingkungan sekolah" Mail.
"Iya aku memang bukan lulusan dari SMP itu tapi aku selalu menunggu mu pulang dan aku selalu mengikuti mu dari jauh" Rina malu.
"Ehm boleh kasih aku waktu untuk memutuskannya" Mail.
"Iya" Rina lega.
"Sebenarnya kamu tuh adalah pahlawanku dari orangtua sialan itu yang tega telah menjual anaknya sendiri demi pangkat dan menyelamatkanku dari pelecehan dari laki-laki berhidung belang di tempat karaoke, jika waktu itu tidak ada kamu mungkin hidup ku sekarang sudah rusak" Rina dalam hati.
Setelah Rina mengutarakan perasaan nya ke Mail, Mail langsung ke luar ruangan klub dan Rina berteriak lega telah mengutarakan perasaannya. Dan semua itu terdengar oleh Rey yang berada di luar ruangan klub.
"Akhirnya aku bisa juga mengutarakan perasaan ku kepadanya" Rina lega dan bahagia.
Sedangkan di luar ruangan perasaan Rey sangat terpukul karena wanita idamannya menembak sahabatnya sendiri dan membuat Rey sangat sakit hati karena ia sudah kalah sebelum ke Medan perang.
"Ternyata wanita idaman ku menyukai sahabatku sendiri dan mungkin aku memang tidak pantas mendapatkannya, walaupun aku paksakan menembak dia, aku pasti sudah tau jawabannya" Rey merintihkan air mata.
Tidak lama kemudian Rina keluar ruangan dengan bahagia sedangkan Rey masuk ke ruangan klub dengan rasa kecewa, kesal, marah, dan sedih dan untuk membuka tas Rey seperti tidak punya tenaga. Setelah mengambil hp Rey langsung keluar ruangan kemudian Rey menuju markas Sri dan Yusha, ketika di tengah perjalanan menuju ke markas Rey melihat orang misterius yang langsung menawarkannya untuk bergabung dengan kelompoknya.
"Kamu sedang dalam masalah"
Karena Rey tau dia sedang menggunakan skill transparan dan penghilang keberadaan. Rey berpikir dia mungkin memanggil orang di belakangnya, Rey terus meneruskan perjalannya.
"Kamu bicara padaku" Rey tidak merasa sedang di aliri aura hitam di tangannya.
"Iya terus siapa lagi"
"Apa kamu bisa melihat dan merasakan keberadaan ku" Rey.
"Iya walau aga susah, apa kamu sekarang sedang marah dan kamu ingin membalasnya"
"Iya aku memang aga kesal dengan sahabatku sendiri" Rey.
Ketika orang misterius itu hampir selesai mempengaruhi Rey Yamada datang dan langsung menghajar orang yang misterius itu.
"Hei kamu lagi memberi Rey apa" Yamada langsung menghajar orang misterius tersebut.
"Cih, tinggal satu dorongan lagi aku akan berasil, kalo begitu bye" orang misterius langsung menghilang dengan kegelapan.
"Rey kamu tidak apa-apa" Yamada.
"Memang nya aku kenapa" Rey.
"Bukan apa apa, tapi ayo ikut aku" Yamada langsung menarik Rey.
Yamada mengajak Rey ke rooftop, sesampainya di rooftop Yamada menanyakan keadaan Rey karena Yamada tau Rey seperti orang yang sudah hancur dan emosinya tidak stabil karena kondisi yang kurang stabil Yamada takut Rey seperti tadi. Jika tadi Yamada telat 1 detik Rey bisa saja menjadi bagian dari mereka.
"Rey kamu lagi punya masalah ya" Yamada.
"Eeennnngggaaaaak kok" Rey memalingkan pandangannya.
"Udah jujur aja, sama kalo kamu ga mau jujur tidak apa juga, aku cuman mau mengatakan kalo kita punya masalah mending dihadapi ketimbang melarikan diri karena kalo kita melarikan diri dari masalah yang kita hadapi masalah itu akan terus mengejarmu" Yamada.
Setelah mendengar perkataan Yamada semangat dan keberanian Rey bertambah dan karena itu juga aura hitam yang susah ada di Rey semakin menjadi tidak lama orang misterius tadi kembali lagi melalui kegelapan.
"Akhirnya Rey milik ku seutuhnya, Hahahaha" orang misterius ketawa jahat.
"Rey sadar, Rey sadarrrr" Yamada.
Karena diri Rey yang penakut sudah tidak tahan dengan banyaknya cobaan yang telah ia hadapi dia merelakan diri dikendalikan oleh aura hitam tersebut.
"Rey tolong sadarlah" Yamada sembari memegang pundak Rey.
"Percuma saja dia sudah sepenuhnya dikendalikan aura hitam yang aku berikan" orang misterius.
"Rey Rey Reyyyy" Yamada memengang pundak Rey sembari berusaha menyadarkannya.
Tidak lama kesadaran Rey aga pulih dan dia cuman mengatakan.
"Yamada maafkan aku, aaaaaaaa" Rey kesakitan.
"Rey terus kamu pasti bisa" Yamada.
"Percobaan penyelamatan yang gagal Rey ayo sini" orang misterius.
"Baik tuan" Rey sembari mendorong Yamada.
Kemudian Rey ke sisi orang misterius itu.
"Rey kembali lah" Yamada.
"Percuma saja, Hahahahaha" orang misterius langsung menghilang bersamaan dengan Rey dengan aura hitam.
"Reyyyy" Yamada berteriak.
Setelah orang misterius dan Rey menghilang Yamada melihat ada sebuah tanda pengenal yang terjatuh dan itu adalah.