YESS OR NO

YESS OR NO
PENCULIKAN



11 Desember hari Selasa pukul 14.30 setelah bel pulang berbunyi Rey bergegas untuk mencari Ravael karena Rey masih belum tau alasan Ravael dibully dan cara Ravael menggunakan skillnya. karena kemungkinan yang Rey pikirkan adalah cara mengunakan skill yang di copynya adalah sama persis seperti penggunanya mengunakan skill tersebut. Setelah Rey mencari ke seisi sekolah Rey masih saja tidak menemukan Ravael. 15.30 selama sejam Rey juga masih belum menemukan Ravael karena pusing Rey memutuskan untuk istirahat dulu di markas ketika Rey memasuki markas ternyata Ravael berada di dalamnya dia sedang tertidur lelap.


"Aduh aku cari kemana-mana ternyata dia ada di sini lagi tidur, ngorok lagi" Rey.


"Rey bangunin sama kamu jug" Yusha.


"Kenapa ga sama kamu aja Yusharin" Rey.


"Jangan panggil aku Yusharin" Yusha.


"Ok Ok Hime-chan" Rey senyum jahat.


"Panggil nama ku aneh-aneh lagi kubunuh kau" Yusha kesal.


"Iya iya maaf" Rey ketakutan.


"Terus kenapa kamu tidak mau membangunkan Ravael" Rey.


"Karena aku pernah lihat seseorang membangunkan Ravael terus yang membangunkan Ravael malah pingsan dengan luka lebam di wajahnya tapi kalo dia tidak di bangunkan bisa jadi ruangan ini ancur" Yusha ketakutan.


"Loh kok jadi serba salah ya, tapi aku punya ide untuk membangunkan nya" Rey.


"Terus ide kamu apa Rey" Yusha.


"Liat saja" Rey.


"Oniichan ohayou" Rey membisikan pelan di dekat kuping Ravael tetapi tetap tidak bangun juga tetapi ekspresi wajahnya menjadi senang.


"Aduh ga bangun juga berati aku harus pake cara terakhir" Rey.


"Pas ti cara terakhirnya adalah menyiratkan air ke muka Ravael" Yusha.


"Tidak bukan itu" Rey.


"Shine darling" Rey membisikan ditelinga dan benar Ravael langsung bangun.


"Astaghfirullah mimpi ku yang indah seketika menjadi menyeramkan" Ravael.


"Loh kok berhasil" Yusha bingung.


"Ya iyalah karena kan tadi ketika aku panggil oniichan ekspedisi muka dia senang jadi aku coba mengunakan kata kata menyeramkan dan hasilnya dia bangun" Rey.


"Ya siapa yang ga bangun mendengar suara yandere seperti itu" Ravael.


"Hah yandere shine oniichan ohayou" Yusha bingung.


"Makanya nonton anime genre romen" Ravael dan Rey.


"Sini aku jelasin yandere adalah tipe cewe yang melakukan apa saja demi mendapatkan pujaan hatinya dan tipe ini adalah tipe berbahaya sekali saja si cowo selingkuh atau berpaling pandangan ke cewe lain dia tidak segan-segan membunuh cowo dan cewe selingkuhannya, tetapi tipe cewe yandere itu sangat setia terhadap pasangannya, terus shine artinya matilah, oniichan artinya kakak laki-laki, dan ohayou artinya selamat pagi" Rey.


Setelah Ravael bangun Rey langsung menanyakan alasan Ravael di bully ketika dia menanyakan Yusha langsung kaget karena dia baru tau.


"Hah ketu-eh maksudku Ravael apa benar yang dikatakan Shiro" Yusha.


"Iya" Ravael.


"Kenapa kamu tidak melawannya" Yusha.


"Aku sudah tanya itu semua katanya ini adalah pelajaran apa yang telah dia lakukan dan tangtangan yang harus di hadapinya" Rey.


"Siapa saja murid yang membully ketu-ah maksudku Ravael biar bisa di beri tindakan tegas" Yusha.


"Percuman mereka bukan murid sekolahan ini mereka dari luar dan mereka membully ku cuman ingin aku kembali ke jalan kegelapan itu" Ravael.


"Terus mereka masuk melalui mana" Yusha.


"Mereka masuk melalui pintu belakang" Ravael.


"Bukanya di pintu belakang ada penjaga bermuka seram" Yusha.


"Iya seram tapi kalah sama duit" Rey.


"Hah maksudmu penjaga itu di sogok" Yusha.


"Yap" Rey dan Ravael.


"Terimakasih Ravael Hotaru atas informasinya aku sebagai ketua komite keamanan sekolah akan meninjaklanjuti kasus ini" Yusha.


"Sejak kapan kamu ketua komite keamanan bukanya ketuanya adalah Sri" Ravael.


"Sejak tadi aku baru saja dia angkat dari wakil ketua menjadi ketua karena sebentar lagi Sri akan lulus" Yusha menangan sedih karena akan berpisah dengan Sri.


"Oh jangan nangis atuh" Rey.


"Aku ga nangis, cuman ke lilipan doang" Yusha.


"Ah jangan bohong" Ravael.


"Engga" Yusha.


Setelah Rey mengetahui sebab Ravael di bully Rey langsung keluar ruangan dan kemudian Rey akan ke ruangan klub untuk melaporkan apa yang dia dengar ketika dia baru keluar Rey Langsung di bekap mulut dan hidung oleh orang yang di ketahui kemudian Rey di bawa ke suatu tempat kemudian orang misterius tersebut menelepon.


"Lepaskan aku sekarang" Rey.


"Kamu di sini boleh berteriak sekeras apapun"


"Emm iya juga sih, tapikan ini penculikannya beda jadi kamu boleh teriak"


"Oh boleh ya,ok lah aku berteriak sekarang, tapi ngomong-ngomong aku harus teriak apa" Rey.


"Ya setelah elu lah"


"Ok, MATEMATIKA SOALNYA MUDAH BANGET" Rey teriak.


"Jangan teriak itu juga, jadi kesan-kesan di culiknya ga ada"


"Oh gaboleh gitu ya, TURUNKAN HARGA BATU BATA" Rey.


"Ya jangan gitu juga kalo turunkan harga sembako baru boleh"


"Oh itu ga boleh juga ya, TOLONG" Rey menyetop kata.


"Nah gitu baru bagu--"


"ANGKA KEMISKINAN DI NEGERI INI" Rey.


"Nah baru bagus tapi kenapa sekarang fill penculikannya jadi ga ada"


"Ok biar ada fill penculikannya aku akan teriak, TOLONG HAPUS ANGKA KORUPTOR DI NEGERI INI" Rey.


"Nah itu ada fill penculikan uang rakyatnya, tapi ga mungkin udah ah kamu malah ngelawak terus sekarang kamu diam"


Kemudian penculik tersebut mengambil telepon genggam nya dan videocall dengan seseorang.


"Hay Ravael Hotaru kalo ga datang kesini selama 15 menit ni cewe akan habis" penculik sembari memvideokan Rey sedang di ikat di meja.


"Woy lepaskan dia sekarang, kamu sekarang berada di mana" Ravael.


"Nah itu aku juga ga tau aku juga di suruh oleh seseorang dan sekarang aku juga tidak tau ini di mana"


"Njir penculik nub" Rey dalam hati.


"Tapi kalo kamu mau cewe ini selamat kamu datang ke tempat ini" penculik memberikan alamat tapi malah Sherlock.


Setelah itu video callnya di tutup.


"Hah tunggu lah kalian kakak kalian ini telah menyelamatkan mu" penculik ngomong dengan nada terdah tapi terdengar oleh Rey karena skill yang di copy Rey dari Asolani dan tidak sengaja aktif.


"Tunggu kamu tadi berkata menyelamatkan, jangan-jangan adik-adik mu sedang di sekap oleh seseorang" Rey yang tidak sengaja mengcopy skill Asolani dan aktif secara tiba-tiba.


"Dari siapa kamu mendengar itu"


"Tuh dari kakak mu yang tadi muncul secara tiba-tiba" Rey tidak menyadari bahwa itu arwah kakak penculik yang telah di bunuh oleh salah satu organisasi yang menginginkan Ravael.


"Hah jangan bercanda kamu"


"Engga tuh kakak mu ada di sampingmu" Rey.


"Diam kamu kakakku itu sudah meninggal, eh sejak kapan kamu cosplay"


"Hah memangnya kenapa" Rey masih tidak menyadarinya.


"Itu kamu pake nekomimi dan ekor kucing"


"Ah jangan bercanda" Rey.


"Asli"


"Eh beneran asli ini" Rey.


"Asli"


"Tolong lepaskan aku dulu 1 tangan juga ga apa-apa aku cuman ingin menyentuhnya" Rey.


Kemudian tali yang mengikat Rey di lepaskan walaupun cuman 1 tangan.


"Eh ternyata benar" Rey kaget.


"Nj(i)r kayanya aku tidak sengaja mengcopy skill Asolani" Rey dalam hati.


"Oh aku menjadi tau kenapa aku bisa melihat arwah kakak mu wahai penculik" Rey.


Ketika Rey menyebut kata-kata penculik kakak dari penculik itu raut wajahnya seperti marah dan mengomel kepada Rey.


"Kenapa kamu memanggil adik ku sebagai penculik"


"Emang kenyataannya begitu kalo aku ga di culik mengapa dia harus repot-repot mengikat kedua tangan dan kakiku" Rey marah balik.


"Woy kamu lagi ngomong sama siapa"


"Sama kakak lu lah sama siapa lagi" Rey.


"Jangan bercanda kamu"


"Mana mungkin aku bercanda kakak mu tidak bisa mati dengan tenang karena kau, dan ini adalah permintaan dari kakak mu dia ingin kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi" Rey marah.


"Em baik lah kalo itu keinginan kakakku dan kamu memaksaku untuk bercerita".