
Setelah mereka berbincang mereka semua memisahkan diri karena urusannya masing-masing. Diruang OSIS Yami berencana untuk mendekatkan kakaknya bersama Rey tetapi Yami bingung ingin menjelaskan rencananya kepada Yani karena di ruang OSIS ada Asolani yang pagi mengurusi berkas milik kepala sekolah sedangkan Yani dan Yami sedang mengurusi proposal perlombaan antar kelas. Tidak lama kemudian Asolani di panggil oleh guru bahasa Inggris untuk menghampirinya karena itu Asolani meninggalkan ruang OSIS dan memberikannya ke anggota OSIS yang lain.
"Asolani kamu dipanggil guru bahasa Inggris tuh untuk menghadap" anggota OSIS.
"Ketua aku ijin dulu" Asolani.
"Pasti remedial" Yami.
"Berisik" Asolani Langsung keluar.
Setelah Asolani keluar Yami langsung mengajak kakaknya ke luar ruangan sebentar.
"Teh ikut Yami dulu sebentar" Yami.
"Mau apa" Yani.
"Ikut aja dulu" Yami.
Kemudian Yani mengikuti Yami keluar ruang OSIS setelah keluar Yami langsung memberikan tawaran kepada Yani atau kakaknya.
"Teh mau ga teteh menjalankan rencana Yami" Yami.
"Rencana apa" Yani bingung.
"Mau apa enggak" Yami memaksa.
"Iya apa dulu rencananya" Yani.
"YESS OR NO" Yami memaksa.
"YESS ajalah karena aku percaya sama adik aku" Yani.
"Rencana untuk mendekatkan teteh sama Rey dengan modus membantu kerjaan OSIS" Yami.
"Hah kamu bener mau mendekatkan aku sama Rey" Yani tersipu malu.
"Iya" Yami.
Kemudian Yami menjelaskan rencananya. Dilain cerita ketika Asolani keluar ruangan OSIS untuk menghadap guru bahasa Inggris sesampainya di ruang guru Asolani bertanya ke guru yang ada di sana kemana guru bahasa Inggris dan salah satu guru menjawab 'guru bahasa Inggris sedang ada di ruang praktek boga. Setelah itu Asolani menuju ruang praktek boga ketika di tengah jalan Asolani bertemu Rey yang akan menuju ruang guru.
"Rey mau kemana" Asolani.
"Bisa lah ke ruang guru nyari guru bahasa Inggris" Rey.
"Oh kebetulan tujuan kita sama. Aku tadi sudah ke ruang guru guru bahasa Inggris nya katanya ada di ruang praktek boga" Asolani.
"Ya udah hayu kesana" Rey langsung menarik tangan Asolani.
Karena tangan Asolani di tarik muka Asolani langsung memerah karena malu, dan ketika berjalan Asolani berharap perjalan ke ruang praktek sangat jauh jadi Asolani bisa berlama-lama berjalan samping Rey.
"Semoga perjalanan kita sangat jauh" Rey.
"Eh ternyata Rey juga ingin berlama-lama berjalan denganku ternyata" Asolani dalam hati dan tersipu malu.
"Karena aku tau jika kita sampai pasti kita di suruh mengerjakan remedial" Rey suram.
"Iya juga dan ternyata dia ingin lari dari kenyataan" Asolani dalam hati.
Dan karena ruangan praktek boga sangat dekat Rey dan Asolani Sampai.
"Pa Salman manggil kita" Asolani.
"Iya sini masuk" pa Salman.
"Bapa ada apa manggil kita" Rey.
"Oh bapa dengar-dengar kalian hebat soal masakan" pa Salman.
"Hehe ga juga sih pa masih lebih hebat anak boga" Rey.
"Iya pa kita cuman buat asal doang ketika itu" Asolani.
"Engga juga sih soalnya bapa sudah mencicipi makanan kalian terutama makanan kalian berdua bapa sangat tertarik dan karena itu bapa ingin mengikutsertakan kalian untuk lomba masak antar sekolah Minggu depan" pa Salman.
"Iya pa kemampuan kita ketinggalan jauh sama anak boga" Asolani.
"Sebenarnya yang harus nya ikut acara ini adalah Ima tapi sampai sekarang dia masih belum ada kabar" pa Salman.
"Hah pasti Ima sudah pindah sekolah" Rey dalam hati.
"Padahal sayang sekali Ima itu murid yang jenius di bidang masak dari kelas satu aja Ima sudah memenangkan 15 piagam tapi dia ingin di rahasiakan" pa Lasut.
"Oh pa berati orang misterius yang telah memenangkan kan 15 piagam itu Ima" Asolani kagum.
"Iya dan ada rumor Ima itu sudah bosan dengan perlombaan memasak karena sampai sekarang masih tidak ada yang bisa mengalahkannya, bapa curiga dia kabur karena tau akan di ikut sertakan lomba ini" pa Salman.
"Tapi maaf pa sebenarnya Ima itu pindah sekolah dan penyebab nya adalah pa Lasut" Rey.
"Hah pa Lasut. Pa Lasut itu siapa" pa Salman dan Asolani.
"Mereka tidak tau pa Lasut" Rey dalam hati.
"Eeeee maksud ku itu loh guru BK" Rey.
"Hah ngomong apa kamu ini Rey posisi guru BK sudah lama tidak ada yang nempatin" pa Salman.
"Oh berati orang-orang yang memiliki skill kalo mati orang sekitarnya seperti lupa ingatan sama seperti peristiwa teteh Ros ketika waktu itu dan mengingatkannya pagi harus ada pemicu" Rey dalam hati.
"Tadi Rey kamu bilang Ima pindah sekolah" pa Salman.
"Oh iya pa aku tau Ima pindah sekolah dari Aisah katanya orang tuanya harus pindah kota jadi mau tidak mau Ima harus ikut" Rey.
"Oh, jadi gimana Rey, Asolani mau ikut serta lomba ini apa tidak tapi tenang saja kalian juga akan di seleksi lagi atau di uji lagi karena kalian akan masak bertindak dan di 1 tim ada 5 orang" pa Salman.
"Gimana ya pa, bapa boleh kasih kamu waktu untuk memikirkan ini" Rey.
"Iya beri kami waktu untuk memikirkan ini" Asolani.
"Boleh kalian akan bapa kasih waktu untuk berpikir sampai besok pagi" pa Salman.
"Ok siap pa" Rey dan Asolani.
Kemudian Rey dan Asolani keluar ruangan praktek boga ketika sudah di luar Rey dan Asolani berbincang-bincang soal lomba masak yang di jelaskan oleh pa Salman.
"Bang Rey gimana kamu mau ikut apa engga" Asolani.
"Kurang tau juga soalnya aku aga males untuk ikut acara seperti itu" Rey.
"Jadi gimana bang Rey kemungkinan ikut atau engga" Asolani.
"Kayanya sih engga sih karena aku ingin malas-malasan" Rey.
"Ah pasti kamu besok berubah pikiran lagi" Asolani.
"Bisa jadi sih" Rey.
"Ya udah aku tunggu kepastian kamu bang Rey mau ikut apa engga paling lambat besok" Asolani.
"Eeeeehhhhhh tapi ngomong-ngomong kamu akan ikut lomba itu" Rey.
"Eeeee kalo kamu ikut aku pasti ikut" Asolani suara samar-samar.
"Hmm kamu bilang apa tadi" Rey.
"Eeeeengga apa-apa kok" Asolani tersipu malau lalu berlari menjauhi Rey.
Ketika Asolani pergi Yami datang dan meminta Rey untuk membatu pekerjaan OSIS karena mereka kurang orang. Dan tentu saja Rey langsung menolak tapi sebelum mendengar penolakan Rey Yami langsung menarik Rey untuk ikut bersama nya. Setelah sampai Yami langsung menyuruh Rey untuk membantu Yani ketika Rey baru saja ingin masuk Rey melihat barang-barang diatas Yani hampir terjatuh dengan reflek Rey langsung berlari menyelamatkan Yani dengan memasangkan badannya agar barang-barang itu tidak menimpah Yani.
"Yani awas" Rey melindungi Yani dengan memeluk nya dari belakang.
"Rey kamu tidak apa-apa" Yani.
"Tidak paling cuman memar doang" Rey.
"Bukan paling memar doang kamu harus memastikan nya di UKS aku tidak mau kamu kenapa-napa" Yani langsung menarik Rey menuju UKS.