YESS OR NO

YESS OR NO
TERANCAM BUBAR PART 14 DAN KETIDAK ADILLAN



"Aku menangis karena" Megumi.


"Iya kamu menangis karena apa" Yani.


Ketika Shiro Megumi akan mengatakannya Shiro Megumi dan Ren di panggil oleh guru BK untuk menjelaskan mengapa tadi mereka berdua tidak upacara tadi.


"Karena-" Megumi.



"Nj(i)r ngegas" Yani, Megumi dan Ren.


"Maaf Yani aku ga bisa menceritakannya sekarang karena aku dan Ren harus segera pergi ke ruang BK" Megumi dan Ren keluar ruangan dengan ekspresi wajah Ren yang senang.


Setelah keluar ruangan Ren bingung yang melihat wajah Megumi seperti senang kemudian Ren menghentikan lari dari Megumi karena Ren ingin menanyakan kenapa kakak perempuan nya atau Megumi terlihat senang.


"Teh kenapa teteh terlihat senang" Ren.


"Karena teteh senang melihat Yani di garis takdir ini hidup dengan sehat dan bahagia" Megumi bahagia.


"Loh terus di garis dunia teteh Yani kenapa" Ren.


"Di garis dunia ku Yani sudah" Megumi.



"Nj(i)r ga sabaran banget" Ren dan Megumi.


"Ayo Ren ke ruangan BK keburu nanti guru bekanya teriak teriak" Megumi.


"Tapi pertanyaan Ren belum terjawab" Ren kecewa.


"Cerita mah bisa nanti di lanjut yang penting sekarang ayo kita ke ruang BK dari pada nanti kita dapat surat peringatan nanti yang susah siapa" Megumi.


"Mama sama papah" Ren.


"Iya itu tau ayo cepetan" Megumi.


Kemudian mereka berlari sekuat tenaga ke ruangan BK sesampainya di Megumi dan Ren Langsung di ceramahi oleh guru BK.


"Assalamualaikum, ada apa bu pa" Megumi.


"Kenapa kalian tadi ga upacara"


"Karena kita tadi bantu-bantu di ruangan kepala sekolah" Megumi.


"Jangan banyak alesan bilang aja kalian malas"


"Iya sih sebenarnya aku malas untuk upacara" Megumi dalam hati.


"Bapa kalo ga percaya tanyain saja langsung ke Yani" Ren.


"Kenapa bapa harus nanyain ke Yani"


"Iya pa kan harus nya Yani juga di panggil ke sini karena dia juga ga upacara" Megumi.


"Ehm, KALIAN KALO UDAH SALAH JANGAN LEMPAR MASALAH KE ORANG LAIN KALO SALAH YAUDAH SALAH"


"Nj(i)r rasis kemurid biasa melanggar peraturan langsung di ceramahi kok ke murid spesial ga di panggil sih" Megumi dan Ren dalam hati.


"Iya ih pa kenapa aku juga ga dipanggil jelas-jelas aku kan melakukan pelanggaran yang sama seperti mereka dan jangan mentang-mentang aku anak kepala sekolah sekaligus pemilik sekolahan ini aku di perlakukan spesial aku dan Yami juga ingin di perlakukan seperti murid pada umumnya" Yani menerobos masuk dan langsung marah.


"Eh Yani apa benar mereka berdua membantu membantu mu membereskan ruangan kepala sekolah" guru tersebut dengan nada bicara yang rendah.


"Tuh kan di bilang ga percaya" Megumi dan Ren.


"UDAH KALIAN DIEM BISA SAJA YANI DI BAYAR OLEH KALIAN SETELAH INI" guru tersebut membentak Megumi dan Ren.


"Mana mungkin aku melakukan tindakan serendah itu" Yani.


"BERATI KALIAN MENGANCAM NYA YA JUJUR SAJA KALIAN"


"Pa sudah kubilang mereka berdua tadi membantuku membereskan ruangan ayah ku" Yani.


"Yani kamu diam dulu ya" guru tersebut dengan nada rendah.


"SUDAH SEKARANG SEBAGAI HUKUMANNYA KALIAN BERSIHKAN SEMUA KAMAR MANDI YANG ADA DI SEKOLAH INI"


"Tapi kan pa" Megumi dan Ren.


"KARENA KALIAN MEMBANTAH,BAPA TAMBAHIN TUGAS KALIAN YAITU MEMBERSIHKAN SEISI SEKOLAH DAN KALIAN DI LARANG PULANG SEBELUM SEMUA RUANGAN BERSIH DAN SATU LAGI KALO BESOK BAPA LIAT MASIH ADA DEBU KALIAN SIAP SIAP UNTUK ANGKAT KAKI DARI SEKOLAH INI"


"Tapi kan pa aku udah katakan yang sebenarnya" Yani.


"Nj(i)r pedah te upacara sakali di hukum sebanyak ini dan di ancam di keluarkan dari sekolah" Megumi dan Ren dalam hati.


"Apa boleh buat Ren Megumi ayo kita semangat untuk menjalankan hukuman ini" Yani.


"Oh iya kecuali kamu Yani kamu hormat bendera di bawah selama 1 menit kalo sudah kamu boleh ke kelas"


"Berati kita juga cuman hormat bendera boleh kan pa" Megumi.


"KALIAN GA DENGAR KATA BAPA HORMAT BENDERA KHUSUS YANI KALO KALIAN TUGAS YANG DI BERIKAN BAPA TADI KALO KALIAN GA SETUJU KALIAN BOLEH MENANDATANGANI SURAT KALIAN DI (DO) SEKATANG JUGA"


"Loh kok aku masih saja di beda-" Yani yang terhenti bicara karena langsung di tarik oleh Megumi dan Ren.


Setelah keluar dari ruang BK dan menjauh dari ruangan itu Yani langsung marah kepada mereka berdua kerena mereka tidak melakukan pembelaan. Sedangkan Ren Langsung menangis karena bisa saja hari ini adalah hari terakhirnya bersekolah di sekolahan itu.


"Udah udah Ren jangan nangis lagi mungkin ini udah jalannya" Megumi langsung memeluk Ren dengan erat.


"Kenapa kalian tadi tidak melakukan pembelaan" Yani marah ke mereka berdua.


"Percuma saja Yani kita para murid biasa tidak akan bisa bersuara dengan kata lain mulut kita seperti sudah di lakban oleh para petinggi di sekolah ini jadi kalo aku membantah yang ada malah lebih di tambah kan hukumannya" Megumi lebih tegar karena kejadian ini sudah pernah terjadi di garis takdirnya dan yang menyebabkan Megumi di hukum adalah Yami yang berbohong kepada guru BK.


"Ya kalo kalian bersikeras dengan keyakinan kalian itu aku juga akan membantu kalian jadi tenang aja" Yani.


"Ya makasih ya Yani" Megumi.


"Aku juga akan membantu kalian" Sayo.


"Hah ka Sayo datang dari mana" Megumi, Ren, dan Yani kaget.


"Ehm ketika kalian lari dari ruangan BK dan aku melihat Ren menangis jadi aku curiga kalian terlibat masalah lagi dan kakak merasa masalah kali ini pasti sangat berat, dan benar saja kecurigaan kakak" Sayo.


"Ya iya lah kak bagaimana ga berat kami bertiga akan melakukan pelanggaran yang sama tapi hukum nya beda aku cuman di suruh hormat bendera sedangkan mereka di suruh membersihkan sekolah ini dan sebelum mereka selesai dengan tugasnya mereka dilarang pulang dan ke besokannya guru itu akan memeriksa nya dan jika masih ada debu mereka berdua akan langsung di DO dari sekolah ini" Yani.


"Ih kok kejadiannya sama seperti kakak ketika kakak seumuran kalian dan kakak juga menjadi roh seperti sekarang ini karena ulah seseorang yang waktu itu melakukan pelanggaran yang sama seperti kakak tapi hukumannya beda" Sayo.


"Terus kakak oleh orang itu di bunuh atau gimana" Yani.


"Udah sama kakak ceritakan dari awal saja nanti setelah pulang sekolah di ruangan klub ok" Sayo.


"Ok kak"