
Sebelum sampai di kelas Rey melihat orang murid yang kemarin memukuli nya ketika Rey berjalan dan melewatinya. Rey melihat muka murid tersebut seperti menyimpan dendam tetapi Rey masih saja tidak peduli karena bukan urusannya, sesampainya di kelas Rey yang tadinya di jauhi sekarang makin di jauhi karena pikir mereka Rey memiliki hubungan spesial dengan Sri atau murid perempuan yang mendorong dan mengancam salah satu murid yang sekelas dengan Rey ke tembok.
Rey sangat bersyukur karena pikir Rey karena kejadian tadi dia tidak akan di jahili dan dibully lagi karena Rey melihat seisi kelasnya sangat ketakutan oleh nya.
"Hmm muka kalian seperti ketakutan dan akhirnya tidur nyenyak aku datang" Rey dalam hati.
Ketika Rey ingin menutup matanya Rey di kagetkan oleh Asolani.
"Ah akhirnya bisa tidur" Rey.
"WAW" Asolani mengagetkan Rey.
"Nj(i)r rewas bangsat oh Asolani, oyasumi" Rey kaget.
"Jangan tidur lagi bang Rey" Asolani marah.
"Emangnya kenapa sih ada yang mau di obrolin atau tidak" Rey.
"Mmm apa ya" Asolani.
"Kalo ga ada oyasumi-nasai" Rey.
"Woy kora, bangun bang Rey" Asolani.
Dan Rey tidak peduli dan melanjutkan tidurnya tetapi dia masih memimpikan kejadian kemarin dan dia bangun kembali berbarengan dengan guru pelajaran yang masuk ke kelas. Guru tersebut memberi tugas kelompok yang kelompoknya di bagi oleh guru mereka. Setelah di bentuk kelompok, murid-murid yang sekelompok dengan Rey meminta untuk pindah kelompok tetapi guru mereka melarangnya.
"Pa boleh ga kita semua terkecuali Muhamad Rey pindah kelompok" salah satu anggota kelompok Rey.
"Ga boleh" Pa guru.
"Pa boleh ga salah satu dari mereka tekeran dengan saya" Rina.
"Rina sudah lah aku berterimakasih kepada mu sudah mau pindah ke kelompok ku tapi aku tidak mau menambah lebih masalah jika kamu pindah ke kelompok ku" Rey.
Karena Rina tidak ingin membuat masalah lebih banyak dia memilih diam.
"Pa boleh ga aku pindah kelompok ke kelompok nya Rey dan para murid rendahan itu mereka semua bertukar dengan kelompok ku saja" Asolani.
"Ren juga Ren juga ingin pindah ke kelompok nya Rey" Ren.
Ketika Ren mengatakan ingin pindah anggota perempuan dari kelompok Ren mempersilahkan tetapi anggota laki-laki nya menentang keputusan para perempuan dengan mengejek Rey. Omongan para laki-laki itu membuat Ren sangat marah sekali sampai-sampai Ren membentak para laki-laki itu dengan sekali napas dan membuat mereka terdiam. Tapi sama saja Rey menolaknya karena dia tidak ingin masalah yang lebih panjang.
"Asolani, Ren kalian juga jangan keluar dari kelompok kalian aku ingin mengerjakan tugas dengan tenang" Rey.
"Aku tidak peduli kalo kamu di musuhi oleh sekelas aku akan ada di sisimu dan di pihaknya" Asolani dan Ren secara bersamaan.
"Aku juga akan di kelompok Rey" Yani.
"Lah ketua OSIS ngapain kamu di sini keluar ini bukan kelas kamu" Pa guru.
"Baik pak" Yani.
Setelah itu kelompok di bagi lagi tapi sebelum pembagian kelompok Rina mengatakan dia juga ingin pindah ke kelompoknya Rey dan di setujui oleh guru tersebut, dan menjadi kelompok Rey 4 orang dan 4 kelompok lagi berisi anggota 7 orang. Setelah itu guru tersebut memberikan tugas. Setelah itu Rey, Asolani, Ren dan Rina membagi tugas masing-masing, setelah mereka membagi tugas mereka bukannya mengerjakan tugas yang di berikan mereka malah mengobrol tentang orang yang di temui Rey tadi.
"Rey orang yang tadi membawamu itu siapa" Rina.
"Iya ih bang Rey aku penasaran" Asolani.
"Ren juga penasaran" Ren.
"Oh yang tadi nama nya Sri dia ketua dari geng yang kemarin di pukuli oleh orang misterius dan anak buahnya menyangka kalo aku yang memukuli mereka jadi aku juga di pu-" Rey.
"Di pulang kan" Asolani yang langsung menutup mulut Rey.
"Rey aku di kasih amanah oleh Bu Yuna untuk tidak memberitahu kasus kamu yang menjadi salah satu korbannya" Asolani bisik-bisik ke Rey.
"Oh seperti itu ok lah aku akan menjaga rahasia ini serapat mungkin" Rey bisik-bisik ke Asolani.
"Oh jadi kamu ke tempat kejadiannya ya a Rey" Ren.
"Iya dan ketua geng itu meminta aku untuk membalaskan dendam nya, walau aku sebenarnya males sih" Rey.
"Kita juga di beri misi untuk mengungkapkan kasus tersebut Rey" Rina.
"Hah yang benar kamu ga bercanda kan" Rey.
"Engga asli kapan aku bohong" Rina.
"Hmm bakal jadi asik dong" Rey.
"Kok Mail tidak ikut ke kelompok kita ya" Asolani.
"Mungkin dia ingin melindungi kita semua kalo engga pasti ada yang di sembunyikan oleh dia" Rina.
"Em mungkin saja, bagaimana kalo kita interogasi dia ketika di ruang klub" Ren.
Ketika mereka ke asikkan mengobrol pelajaran tadi pun telah usai.
"Ok anak-anak pelajaran hari ini selesai jangan lupa di pelajaran selanjutnya tugas kalian harus udah beres" Pa guru.
"Ok pa" semua murid.
Singkat waktu bel pulang berbunyi Asolani, Rey, Ren, dan Rina bergegas ke ruang klub. Tetapi ketika di tengah jalan Rey di tarik oleh seseorang dan di bawa ke daerah yang sepi.
"Viks aku akan di pukuli lagi oleh orang yang kemarin" Rey dalam hati dan pasrah.
Ketika orang yang menarik Rey menemukan tempat yang sepi Rey langsung di lempar ke tembok dan ternyata yang menarik dia adalah salah satu murid yang sekelas dengan Rey dan di tempat itu telah menunggu murid-murid lainnya yang sekelas dengan Rey.
"Lu jangan sosoan di depan para cewe tadi"
"Lah memangnya kenapa gua bilang memang benar fakta" Rey.
"Berisik kau Rey" mereka semua langsung mengeroyok Rey secara bergantian.
Ketika orang ke 5 ingin memukul Rey datang orang yang telah memukuli Rey sampai pingsan kemarin dia membantai mereka-mereka yang sudah memukul Rey. Setelah itu sisanya yang ingin memukul Rey kabur terbirit-birit, dan yang sudah memukul Rey di buat TKO oleh orang yang telah memukul Rey sehari sebelumnya, kemuadian orang itu membawa Rey ke suatu tempat. Sesampainya di tempat yang telah di tentukan Rey di tidurkan di sebuah meja.
"Masa laki-laki tidak bisa melindungi dirinya sendiri" Sri.
"Berisik aku cuman tidak suka memperpanjang masalah" Rey.
"Oh pantas saja kamu kemari aku pukuli tidak membalas"
"Oh ternyata kamu yang telah memukuli ku kemari" Rey.
"Hehe iya"
"Hehe jidat mu, tapi sih aku ga peduli juga dan aku tau alasan nya juga jadi kalo aku di posisimu aku juga pasti akan melakukan hal yang sama tapi lebih cantik lagi" Rey.
"Maaf Rey aku kemarin terbawa emosi, nama aku Hime Yushari dan panggil aku Yusha" Yusha.
"Tunggu-tunggu kamu ini trap atau kamu memang laki-laki" Rey bingung.
"Oh nama dia Hime Yushari karena orang tua di mendambakan anak perempuan tapi yang lahir laki-laki dengan wajah wanita" Sri.
"Ketua jangan asal menyeritakan nya" Yusha sebal.
"Tidak apalah Hime" Sri.
"Jangan panggil aku Hime" Yusha sebal.
"Njir kawaii" Rey dalam hati.
"Terimakasih sudah menolongku yusha" Rey tersenyum.
"Kata ketua kamu mau bantu balas dendam" Yusha.
"Boleh aja tapi aku bantu sebisa mungkin boleh" Rey.
"Mungkin aku bisa menggali informasi lebih dari dua orang ini" Rey dalam hati.
"Tapi sebelum itu kamu akan kami latih bela diri"Sri.
"Lah kenapa" Rey.
"Soalnya tadi kemampuan fight kamu masih lemah dan kita juga tidak akan bisa melindungi kamu terus Rey" Yusha.
"Terserah kalian" Rey.
"Ok kita mulai besok dan setiap setelah pulang sekolah kamu Rey harus ke ruangan ini dulu jangan pulang dulu" Yusha.
"Dan satu pesan lagi jangan ada yang tau kamu kesini kalo bisa tutup rahasia ini serapat mungkin" Sri.
Sebelum Rey meninggalkan ruangan Rey di perintah oleh Yusha untuk duduk dulu dan tutup mata.
"Rey duduk dulu bentar" Yusha.
"Ada apa gitu Yusha" Rey.
"Sudah duduk dulu saja" Yusha.
"Ok" Rey.
"Heal" Yusha sembari menyentuh punggung Rey.
"Dah buka matamu dan segeralah pergi ke ruangan klub mu" Yusha.
Setelah itu Rey berlari ke ruangan klub, sesampainya di ruangan klub Rey kaget karena anggota yang lain sudah tidak ada di ruangan.
"Lah yang lain mana bodo amat lah pulang ah" Rey langsung meninggalkan ruangan klub.