
"jadi gini pa Lasut jahat sama aku dan aisah bukan kemauannya melainkan dia sedang di ancam oleh Guntur karena kalo pa Lasut tidak menjalankan perintah dari Guntur pa Lasut akan langsung tewas" Rey.
"Terus pa Lasut sekarang di mana" Asolani.
"Eee dia sudah meninggal" Rey.
"Lah kalo sudah meninggal kenapa kita harus repot" Aisah.
"Nah itu masalah nya pa Lasut terus melaksanakan perintah dari Guntur pa Lasut cuman ingin mencari orang yang tepat untuk diberikan semua skill yang pa Lasut ambil paksa ketika kerja di lab" Rey.
"Berati pa Lasut yang menyelamatkan kak Sayo, Yani, dan Yami" Aisah.
"50% benar dan 50% salah" Rey.
"Bang Rey kok benarnya cuman setengah" Asolani.
"Iya soalnya yang menculik kak Sayo adalah pa Lasut dan besar kemungkinan juga Yani dan Yami di culik juga oleh pa Lasut ketika masih kecil" Rey.
"Berati pa Lasut itu jahat dong kenapa kamu ngurusin orang jahat sih Rey" Aisah marah.
"Jangan marah dulu dengerin sampai beres" Rey takut.
"Iya Aisah kita dengar dulu cerita dari bang Rey" Asolani.
"Cerita lengkapnya gimana Rey cepat ceritakan pada kami" Yani tiba-tiba muncul.
"Hey kalian sedang apa" Sri tiba-tiba datang.
"Yani, Sri sejak kapan kalian di sini" Rey kaget.
"Ehm Yani di sini udah dari tadi ketika Asolani beralasan" Yani.
"Aku kebetulan saja lihat nona sedang mengintip obrolan kalian dari tadi karena penasaran aku pun datang" Sri.
Karena obrolan Rey, Aisah dan Asolani sudah di ketahui oleh Yani dan Sri. Rey langsung menggunakan skill tranparan untuk bisa melarikan diri tapi pundak Rey sudah di pegang oleh Sri yang membuat Rey sudah tidak bisa ke mana-mana lagi.
"Aduh Rey mau kemana" Sri tersenyum.
"Eeeeee aku mau ke kamar mandi dulu" Rey ketakutan.
"Bisa kamu ceritakan sekarang semuanya pada kami" Sri tatapan serius.
"Oke" Rey sudah ketakutan.
Kemudian Rey menceritakan semuanya mulai dari keluarga pa Lasut yang di sekap, pa Lasut di bohongin, tentang penculikan Sayo, pengambilan paksa skill dari anak-anak yang mempunyai skill dan juga Rey menceritakan cloning Aisah sebenarnya telah di kendalikan sepenuhnya oleh Guntur. Tetapi Rey tidak menceritakan bahwa skill-skill itu di wariskan kepadanya bersama jiwa-jiwa pemilik skill.
"Ya kalo cloning aku yang di culik itu bukan masalah tinggal di hilangkan" Aisah.
"Iya mending sekarang cloning Kamu hilangkan Aisah" Yani.
"Akan aku hilangkan cloningan ku" Aisah.
"tunggu jangan dulu di hilangkan, aku mau cloning Kamu biarkan saja dulu karena aku sudah punya rencana untuk menghancurkan Guntur" Rey.
"Tapi kalo di biarkan nanti akan jadi masalah" Aisah.
"Engga malah menjadi ke untungkan untuk kita" Rey.
"Loh bukannya ke untungan untuk Guntur dia akan memiliki banyak skill dari cloning Aisah" Sri.
"Iya Rey karena skill aku juga bisa di gunakan untuk memberikan skill yang sudah aku ambil" Aisah.
"Iya juga sih" Aisah.
"Kalian tau skill Aisah dapat memberikan skill dari siapa" Rey bingung.
"Kan kamu yang mengatakan nya Rey ketika ulangan" Yani.
"Sialan Rey 1" Rey dalam hati.
Setelah itu hp Rey, Aisah, Asolani, Yani, dan Sri mendapat notifikasi pesan dari Sayo yang menanyakan mereka ada dimana karena notifikasi itu Rey, Aisah, Asolani, Yani dan Sri segera kembali ke cafe. Sesampainya di cafe Rey, Aisah, Asolani, Yani, dan Sri mereka semua di ceramahi oleh Yami dan Sayo. Setelah selesai merayakan perayaan klub mereka tidak bubar Sri langsung menarik Rey dan membawa Rey ke suatu tempat.
"Rey ikut aku dulu sebentar" Sri langsung menarik Rey.
Sesampainya di suatu tempat.
"Rey kamu masih menutupi hal yang penting ya" Sri.
"Engga aku sudah menceritakan semuanya" Rey.
"Jangan berbohong padaku" Sri.
"Engga aku ga berbohong" Rey.
"Baik kalo gitu Rey lawan aku sekarang kalo kamu memang aku tidak akan memaksa mu untuk menceritakan tapi kalo aku menang kamu harus menceritakan semuanya ples besok kamu harus kencan bersama ku" Sri serius.
"Boleh menggunakan skill apa tidak nih" Rey.
"Itu terserah kamu" Sri.
Kemudian Sri menyerang Rey secara cepat karena kecepatan yang Sri tunjukan ke Rey. Rey pun langsung kaget dan hampir saja kena pukulan cepat Sri. Kemudian Sri terus menyerang Rey dan terus memancing amarah Rey dengan merendahkan dia dan mengejek adik-adiknya Rey karena adik-adiknya nya di ejek amarah Rey menjadi menjadi dan ketika amarah Rey terpancing Sri mengambil kesempatan untuk menjatuhkan Rey.
"Kamu kalah, kamu harus diberi banyak latihan karena kamu tidak bisa mengontrol emosi mu sendiri dan percuma saja rencana sebagus apa yang akan kamu jalankan jika kamu tidak bisa mengendalikan emosi mu itu akan menjadi percuma saja" Sri.
Karena perkataan Sri memang ada benarnya Rey pun terdiam.
"Jadi besok kita akan kencan dan sekarang kamu ceritakan semuanya" Sri.
"Iya aku juga tau. Ok akan ku ceritakan yang aku sembunyikan dari yang lain sebenarnya aku mendapatkan banyak skill dari pa Lasut dan jiwa-jiwa pemilik skill itu tapi yang sudah tewas dan semua itu ada 1000 jiwa dan 1002 skill" Rey.
"Oh berati pa Lasut sudah menewaskan sebanyak 1000 anak pemilik skill tapi ada yang aneh kan harusnya 1002 jiwa karena skillnya ada segitu" Sri bingung.
"Oh itu 2 skill lagi adalah skill yang di miliki pa Lasut dan satu lagi aku tidak tau skill siapa" Rey.
"Skill yang kamu tidak tau pemiliknya itu skill apa" Sri.
"Oh itu skill ilusi" Rey.
"Terus kamu akan mengembalikan skill itu" Sri.
"Ya kaya nya engga sih aku takut skill ini digunakan oleh orang jahat tapi yang pasti aku akan mengembalikan skill ini. Exkalibur muncul lah" Rey menggunakan skill pemuncul senjata legendaris.
"Waw itu skill bagus juga kenapa kamu ingin mengembalikannya" Sri.
"Soalnya skill ini punya saudara ku yang sedang koma dan dari informasi dari pa Lasut saudara ku bisa sadar dari komanya jika aku mengembalikan skillnya tapi aku tidak tau akan berhasil apa engga" Rey.
"Ya sudah coba mungkin aja pa Lasut tidak berbohong" Sri.
Setelah itu Rey mengantar pulang Sri setelah mengantar Sri pulang. Rey mampir dulu ke toko bunga untuk membeli bunga setelah membeli bunga Rey menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Esa yusna.
"Esa aku berjanji akan menyelamatkan mu"