
"aku harus cepat memberitahu berita ini ke yang lain" Rey dari markas bergegas ke ruangan klub.
Setelah sampai di ruangan klub. Rey langsung bukan pintu.
"Woy kalian, kalian harus tau klub yang ga punya prestasi akan di bubarkan" Rey panik.
"Masuk kesini bukannya salam dulu malah ngancurin pintu" Sayo.
"Oh maaf aku ulang ya" Rey menyesal.
"Assalamualaikum" Rey masuk.
"Walaikumsalam"
"Katanya klub yang ga punya prestasi sampai akhir semester 1 akan di bubarkan" Rey panik kembali.
"Iya kami sudah tau, dan ni orang yang membuat peraturan tersebut" semuanya menunjuk Yani.
"Maaf ya bagaimana lagi kalo aku ga membuat peraturan seperti itu klub sekolah ga akan menarik, kamu ga marah kan Rey." Yani menyesal.
"Iya, iya engga kok kita cuman harus memiliki prestasi doangkan bagaimana kalo kita cari informasi turnamen atau kejuaraan bebas mau apa saja 3 orang minimal 1 lomba bagaimana" Rey.
"Ehm engga buruk juga tuh ide, anggota resmi disini kan ada 7 orang jadi kita bagi menjadi 3-4 kelompok" Sayo.
"Jadi maksud kakak kalo jadi 3 kelompok 2 kelompok berisi 3 orang dan 1 kelompok cuman 2 orang dan kalo 4 kelompok 3 kelompok berisi 2 orang dan satu kelompok berisi 1 orang begitu ya kak" Rina.
"Yap jadi kalian memilih yang berapa kelompok" Sayo.
Ren, Asolani dan Yani menginginkan 4 kelompok karena memang kesempatan memenangkan lomba akan makin besar dan ke 3 orang itu juga menyembunyikan tujuan sebenarnya sedang kan Rina, Rey dan Yami menginginkan 3 kelompok karena ketiga orang ini tidak ingin memaksakan diri karena mereka tau mereka semua akan menghadapi ujian akhir semester 1.
Setelah perdebatan yang lama kemudian mereka setuju untuk membuat 4 kelompok, dan pembagian kelompoknya mengunakan sistem kocok angka jadi siapa saja yang dapat angka yang sama mereka akan 1 kelompok, dan mereka semua setuju yang mengambil angka pertama adalah Rey/Shiro Megumi, kedua Ren, ketiga Mail, ke empat Rina, kelima Asolani, keenam Yani dan Yami secara bersamaan mengambil angka.
"Bismilah" Rey mengambil nomor.
"Rey ayo bukalah kamu menang no berapa" Rina.
"Rahasia, kalo aku buka ga seru dong" Rey.
"Semoga sekelompok dengan Rey, semoga sekelompok dengan Rey" Yani, Ren, dan Asolani dalam hati.
"Semuanya sudah mengambil" Sayo.
"Sudah kak"
"Baik sekarang buka"Sayo.
Mereka semua membuka nomor yang di pegang masing-masing dan hasilnya Ren dan Asolani, Yani dan Yami, Rina dan Mail, Rey sendiri.
"Nj(i)r hal merepotkan dimulai lagi" Rey dalam hati.
"Yah ga sekelompok dengan Rey" Ren, Asolani, dan Yani dalam hati.
"Yang sendiri angkat tangan" Sayo.
"Saya kak" Rey angkat tangan.
"Kamu ga apa-apa sendiri" Sayo.
"Engga kak tenang saja" Rey.
"Kalian semua deal kan dengan ini" Sayo.
"Iya kak"
"Kakak mau kalian temui orang yang namanya ada di kertas ini" Sayo memberikan kertasnya.
"Kenapa kak, kita harus mencari orang ini" Yami.
"Karena yang kakak tau orang ini mempunyai skill mengetahui lomba atau kejuaraan dan orang ini juga bisa mengetahui kalo kalian mengikuti perlombaan itu kalian akan juara apa tidak" Sayo.
"Kemampuan seperti itu juga ada ya" Rey.
"Tapi kakak gatau skill orang itu masih berguna atau tidak karena umur dia seumuran dengan kakak dan kebanyakan yang umurnya sudah seumuran kakak skill mereka menghilang" Sayo.
"Hah Deting, kak Sayo ini nama panggilannya ya" Yani.
"Ya nama aslinya adalah Ro-"Sayo.
Omongan Sayo tertimpah oleh suara pengumuman.
"Bu Sayo segera datang ke UKS sekarang"
Sayo langsung bergegas untuk datang ke UKS.
"Kak nama aslinya siapa" Rey.
"Yah kak Sayo nya udah pergi" Mail sengaja tidak mengejar karena akan menimbulkan sesuatu yang menarik.
"Bang Mail bukannya kejar malah santai" Asolani.
"Udah lah biarin mungkin di UKS sedang membutuhkan bantuan tambahan" Mail.
"Udah itu tidak penting sekarang kita harus mencari orang ini" Yami.
"Deting apa artinya" Rina.
"Deting, Deting, Deting. Dewi tikung mungkin" Asolani sembari ketawa kecil.
"Ehm mungkin saja" Yani.
Ketika Asolani mengatakan Dewi tikung Rey seperti sering membaca buku kakak Ros secara sembunyi-sembunyi, dan rata-rata buku tersebut menceritakan tentang pertikungan cinta. Dan Rey seketika berpikir bahwa orangnya adalah kakak Ros tapi dugaan itu juga belum pasti jadi Rey diam dan merahasiakannya.
"Rey kenapa kamu diam saja" Yani.
"Oh engga kenapa kanapa kok" Rey.
"Ehm bang Rey pasti menyembunyikan sesuatu" Asolani.
"Eeeeee tidak juga" Rey mengalihkan pandangan.
"Ayolah jujur a jangan bohong" Ren.
"Beneran ga ada yang aku sembunyikan" Rey.
Karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan dari yang lain Rey langsung keluar ruangan dan beralasan ingin ke kamar mandi. Tetapi Mail tidak bisa di bohongin dengan mudah karena Mail sudah sangat mengetahui Rey. Ketika Rey keluar Mail sengaja mengikutinya keluar dan mencegat di pertengahan jalan agar terlihat keren karena Rey juga tau bagaimana Mail tidak bisa di bohongin dengan mudah Rey langsung mengaktifkan skill presentase milik Mail agar mengetahui Mail menunggunya dimana. Setelah mengaktifkan nya Rey melihat presentase Mail telah berdiri di dekat WC kemudian Rey mengubah tujuannya ke ruang UKS ketika Rey hampir sampai di UKS dia melihat presentase akan bertemu Mail sangat besar juga disana kemudian dia mengubah lagi tujuannya ke kantin dan ketika dia ingin pindah tujuan Rey melihat presentasenya semakin besar kemudian Rey berjalan ke tempat yang sangat sepi Kartika Rey berjalan ke tempat yang sepi dia melihat Mail sedang mengikutinya di belakang jadi Rey berpikir jika dia menggunakan skill teleport tidak akan mungkin karena skill teleport membutuhkan waktu 45 detik untuk bisa berguna. Kemudian Rey memutuskan menggunakan skill tranparan dan skill tembus temboknya agar bisa lebih menjauh dari Mail.
"Sial kok aku kehilangan jejak nya" Mail.