
29 Desember hari Sabtu pukul 07.00 Mail meminta ke semua anggota Mantuan untuk kumpul semua karena mereka semua mempunyai masalah yang lumayan besar. Mail meminta mereka kumpul pukul 09.00 di ruang klub singkatnya mereka semua sudah berkumpul di sekolah tepatnya di ruangan klub.
"Terus ada apa il kamu panggil kita" Rey.
"Tunggu-tunggu ini bang Rey yang jahat yang ikut Kamui atau bang Rey yang nyebelin kita semua" Asolani.
"Ini Rey yang asli yang sifatnya lebih nyebelin dari 2 Rey yang sebelumnya" Megumi.
"Kamu juga Rey" Rey
"Nah ini fiks Rey asli" Yani.
"Mail mana sih katanya dia menyuruh kita kumpul tapi dia sendiri ngaret" Aisah.
"Udah tunggu dulu aja mungkin dia ada urusan penting" Rina.
"Iya sih tumben sekali kalo Mail telat" Rey dan Megumi mengatakan secara bersamaan.
"Ternyata kalian benar adalah doppelganger" Yami dan Yani mengatakan secara bersamaan.
"Ternyata kalian juga" Rey dan Megumi mengatakan secara bersamaan.
"Kami kembar woy" Yani dan Yami.
15 menit berlalu Mail belum datang juga perasaan mereka yang di ruang klub sudah tidak enak semua karena tumben-tumbenan Mail terlambat selama ini 30 menit berlalu mereka semua memutuskan untuk menyusul Mail ke rumah nya dan jika tidak ada mereka semua akan cari Mail karena mereka takut Mail kenapa-kenapa. Ketika mereka akan keluar Mail datang dengan tergesa-gesa.
"Udah setengah jam lebih loh kok bang Mail belum muncul juga?" Asolani bingung.
"Ayo kita cari aku takut Mail kenapa-kenapa" Rina gelisah.
"Iya hayu tumben-tumbenan dia telat selama ini" Rey.
"Iya hayu".
"Hey kalian katanya klub kita tidak kena pembubaran" Mail tiba-tiba datang.
"Wey assalamualaikum dulu ke, ada apa dengan kamu Il" Yami.
"Klub kita tidak akan di bubarkan" Mail.
"Jangan bercanda kamu Mail" Rey.
"Iya aku ga bercanda aku lama ke sini karena ada suatu alasan" Mail.
Kemudian Mail duduk dan menceritakan semua yang ia baru saja dengar.
"Sebenarnya aku menyuruh kalian kumpul untuk membahas masalah klub kita yang terancam bubar jika tidak punya prestasi di sekolah ini nah pas aku baru saja masuk ke sekolah aku melihat kak Sayo dan Bu Yuna datang ke ruang kepala sekolahkarena penasaran aku ikuti mereka, setelah sampai di ruangan kepala sekolah kak Sayo dan Bu Yuna langsung di suruh masuk oleh pa Agus mereka berdua di suruh bersaksi sebenar-benarnya tentang kekejaman pa Lasut ketika memberikan hukuman kemudian aku lihat kak Sayo dan Bu Yuna seperti di kendalikan oleh seseorang karena dari pandangan mereka seperti ikan mati dan nada bicara mereka yang lancar sekali mereka mengatakan bahwa hukuman itu sudah masuk akal tapi pa Agus tidak percaya karena pa Agus sudah mempunyai bukti entah dari mana tapi kak Sayo mengatakan bahwa bukti itu sudah di palsukan oleh klub Mantuan dan ketika kak Sayo mengatakan itu kak Sayo dan Bu Yuna langsung sadar dan tidak tau apa yang sudah terjadi kemudian pa Agus langsung tau mereka sedang di kendalikan" Mail.
"Sip kita ternyata tidak telat Rey" Aisah.
"Iya" Rey.
"Hah memangnya apa yang kamu lakukan Rey, Aisah" Mail.
"Oh 15 menit yang lalu aku sengaja ingin menghubungi kamu pake skill telepati tapi malah tersamabung ke Bu Yuna dan kak Sayo mereka berdua minta tolong pada ku bahwa mereka sudah di kendalikan pa Lasut dari jarak jauh karena itu aku meminta ke Aisah untuk membuat cloning untuk menangkap pa Lasut dan cloning untuk mengalihkan perhatian kalian semua agar aku bisa menyelamatkan Bu Yuna dan kak Sayo" Rey.
"Iya itu semua rencana Rey sama sebenarnya aku juga kurang yakin bahwa itu rencana akan berasil tapi benar saja rencana itu mulus lancar jaya" Aisah.
"Tapi Rey kamukan ga punya skill yang bisa mengembalikan mereka" Rina.
"Ya aku dapat skill itu dari diriku yang pernah menjadi penjahat di sini" Rey.
"Sebenarnya ini adalah pelindung mutlak yang di beri Rey target" Rey dalam hati.
"Oh jadi Rey target memiliki skill itu" Aisah.
"Yap" Rey.
Setelah melihat kak Sayo dan Bu Yuna di kendalikan seperti itu Rey curiga yang mengendalikan pasukan orang-orang yang memiliki skill adalah pa Lasut sendiri dan bisa saja lebih buruk pa Lasut adalah pemimpin dari eksperimen anak-anak yang memiliki skill. Karena sangat curiga Rey langsung mencari cloning Aisah yang sedang menangkap pa Lasut dengan skill pencarian setalah di cari Rey mendapatkan koordinat cloning Aisah kemudian Rey langsung berlari ke koordinat tersebut setelah sampai Rey langsung di serang oleh cloning Aisah yang sudah di kendalikan pa Lasut karena itu sebuah cloning Rey segaja menerima semua serangan dan Rey juga ingin tau seberapa hebat pertahanan mutlak nya dan seberapa hebat counter mutlak yang di dapatkan dengan mengorbankan 50 jiwa pemberian Rey target. Serangan cloning Aisah sangat membabi buta sampai-sampai Rey susah untuk bergerak bebas kalo bukan karena pertahan mutlak yang di miliki Rey mungkin Rey sudah terluka parah dan bisa sampai mati.
Karena sudah bosan Rey sengaja memancing amarah pa Lasut agar keluar. Karena sudah kesal pa Lasut memberikan sebuah katana terlarang ke cloning Aisah dan ketika pa Lasut mengeluarkan senjata cloning Rey yang sudah Rey simpan di belakang pa Lasut untuk mengcopy apa saja. Dan benar saja cloning Rey tidak sengaja melihat cara pa Lasut mengeluarkan senjata dan rupanya pa Lasut mengeluarkan senjatanya dari sebuah gelang yang di pakai di tangan kanannya. Ketika pa Lasut menggunakan skill itu sekilas melihat saudaranya yang sedang koma karena saudara Rey adalah salah satu korban selamat dari lab selain Yani dan Yami.
Tetapi Rey masih tenang dan berpikir mungkin itu sebuah kebetulan, dan Rey mengganggap bahwa itu adalah sebuah kebetulan Rey menggunakan skill itu untuk mengimbangi Aisah yang terus menyerang nya dan untuk membuat pa Lasut lebih marah agar pa Lasut bisa masuk ke jebakan Rey. Karena rencana Rey cuman ingin membuat marah pa Lasut agar pa Lasut tidak bisa berpikir jernih, mengalihkan pikirannya untuk mengalahkan Rey agar pa Lasut tidak kabur, Rey bisa menunggu bantuan dari yang lain, dan Rey juga ingin mengetahui apa benar pa Lasut ini pimpinan nya atau bukan.
Karena Rey sudah sangat kewalahan menghindari semua tebasan dari cloning Aisah. Rey memutuskan untuk menggunakan kekuatan yang ia baru sabar.
"Aku sudah sangat kelelahan untuk mengimbangi seni berpedang Aisah ya walaupun aku punya pertahanan mutlak tapi aku tidak mau seperti ini aku terpaksa harus menggunakan skill yang baru aku lihat dari cloning yang aku sengaja untuk mencari pa Lasut dan memperhatikan dia dan mungkin saja ini bisa menjadi jawaban penyebab komanya Esa yusna" Rey dalam hati.
"Skill senjata legendaris aktif" Rey.
Kemudian senjata exkalibur langsung berada di kedua tangan Rey karena itu pa Lasut sangat shock dan ketakutan melihat kemampuan perfect copy yang Rey miliki tetapi pa Lasut yakin menang karena dia mengendalikan Aisah yaitu si pencuri skill dia pun menyuruh cloning Aisah yang pa Lasut pikir bahwa itu adalah Aisah yang asli untuk mencuri skill Rey yaitu perfect copy. Karena kekuatan cloning Aisah kurang kuat dari yang aslinya cloning Aisah pun Langsung menjadi partikel cahaya dan karena kejadian itu pa Lasut langsung shock karena dia sudah kalah telak dari Rey. Karena kekalahan itu pa Lasut langsung marah dan mengeluarkan semua senjata dan skill yang iya miliki dan benar saja semua skill itu adalah skill orang lain yang di ambil paksa oleh pa Lasut.
Karena ke adaan marah pa Lasut tidak bisa mengendalikan semua skill yang ia gunakan dengan baik dan karena itu kesadaran pa Lasut langsung hilang dan tubuh pa Lasut langsung di ambil alih oleh Guntur yang langsung menghancurkan tubuh pa Lasut di hadapan Rey. Sebelum tubuh pa Lasut hancur Rey seperti terbawa ke suatu ruangan buatan dan ruangan itu adalah skill sebenarnya yang di miliki pa Lasut ketika di ruangan itu pa Lasut memberikan semua skill yang ia ambil paksa dari anak-anak di lab yang sudah hancur/lab yang menjadi tempat eksperimen anak-anak yang mempunyai skill. Dan pa Lasut juga mengatakan bahwa yang tadi dia lihat sebenarnya adalah skill asli milik Esa yusna.