
"Aku sengaja, aaahhh itu ga penting yang penting aku butuh bantuan kalian untuk menjebak Rey yang sekarang untuk di masukan kembali ke alam bawah sadar kita dan kalo kita bisa menjebaknya sisanya aku akan urus" Megumi.
"Tapi gimana caranya kita menjebak Rey sedangkan kita tidak tau Rey ada di mana" Rina.
"Benar juga apa yang kamu katakan Rina ga salah aku pernah menyukai mu" Megumi.
"Hah kamu bilang apa?" Rina penasaran.
"Eeeeengga apa apa kok kamu salah dengar doang" Megumi.
"Huh untung yang dengar cuman Rina" Megumi dalam hati.
Tetapi yang mendengar perkataan Rey ternyata bukan Rina saja melainkan hampir semua kecuali Sayo dan Mail.
"Hah ternyata Rey menyukai Rina" Asolani, Aisah, dan Ren dalam hati.
"Tapi aku tidak akan menyerah untuk meluluhkan hati Rey" Asolani, Aisah, dan Ren dalam hati.
Karena sudah sangat kebingungan mereka semua menanyakannya ke Sayo dan Mail. Ternyata Sayo sedang tidur pulas sedangkan Mail sedang serius memikirkan bagaimana cara menemukan sahabat sejatinya yaitu Rey.
"Kak Sayo, Mail jadi kita harus gimana" Megumi.
"Aaaaahhhhh" kak Sayo menguap.
"Eh ada apa maaf-maaf aku terlalu serius memikirkan rencana dan kemungkinan Rey dapat ditemukan" Mail mengunakan skillnya dan terlalu serius jadi dia tidak mendengar apa yang sedang di bicarakan.
"Kak Sayo dari tadi kakak tidur" Ren.
"Iya maaf soalnya kemarin kakak bergadang membantu Bu Yuna jadi ada apa?" Sayo.
"Kak kami kebingungan bagaimana cara menemukan dan menjebak Rey" Aisah.
"Bang Mail bagaimana sudah dapat kemungkinan Rey ada di mana" Asolani.
"Eeehhh masih belum tunggu aku sebentar lagi" Mail masih menganalisa kemungkinan.
"Memangnya kenapa kita harus menjebak Rey" Sayo.
"Soalnya Rey yang hilang bukan Rey yang sebenarnya melainkan Rey dari garis takdir yang lain jadi aku mau menyeret dia ke dunia alam bawah sadar dan menukarnya dengan Rey yang asli" Megumi.
"Oh Rey yang ini bukan Rey yang asli" Sayo kaget.
"Iya terus kakak punya rencana untuk menemukan Rey" Megumi.
"Eee kalo Rey sebenarnya kakak sudah tau dia ada di mana" Sayo.
"Kak Sayo kenapa tidak bilang dari tadi" Ren.
"Terus Rey sekarang ada di mana kak" Megumi.
"Dia ada di teman lama kakak dan orang misterius yang kalian sedang cari sebenarnya itu adalah Rey" Sayo.
Karena mereka sudah tau bahwa orang misterius yang sedang mereka cari itu Rey. Asolani langsung menghubungi Yani, Yami, Sri, dan yusha untuk memberitahunya bahwa bahwa orang misterius yang sedang dicari itu adalah Rey setelah memberitahu Yani, dan Yami langsung keruangan klub karena mereka ingin tau cerita lengkapnya. Sedang Sri dan Yusha mereka di perintahkan untuk mencari informasi lebih dalam soal masalah ini. Sesampainya di ruangan klub Yani dan Yami langsung menanyakan mengapa sayo merahasikan masalah ini dari yang lain.
"Kak kenapa kakak merahasiakan ini dari adik-adik kakak" Yani.
"Soalnya itu adalah syarat dari teman kakak untuk melindungi Rey dari kekejaman pa x. Karena kakak sendiri sudah tidak tahan harus melihat Rey terus di hukum seperti itu dan kakak juga takut tragedi itu bisa terulang kembali" Sayo.
"Tragedi apa kak" Yani penasaran.
"Tragedi seperti merasakan dinginnya laboratorium" Sayo.
Ketika mendengar laboratorium Yani dan Yami langsung ketakutan.
"Kakak dan teman kakak sebisa mungkin melindungi anak-anak yang memiliki kekuatan atau skill seperti kita agar tidak di culik oleh laboratorium dan organisasi jahat" Sayo.
"Terus kak Sayo tau keberadaan Rey sekarang" Megumi.
"Kalo itu kakak tidak tau karena karena ada dalam kesepakatan kakak dengan teman kakak bahwa kakak tidak boleh menghubunginya" Sayo.
"Terus kak Sayo tau keadaan Rey bagaimana" Ren.
Tidak lama hp Yani berdering.
"Maaf hp aku bunyi aku keluar dulu ya" Yani.
Kemudian Yani keluar ruangan untuk menjawab panggilan.
[Ini siapa] Yani.
[Maaf nona ini Sri cuman mau menyampaikan sesuatu] Sri.
[Iya apa yang ingin kamu laporkan] Yani.
[Sepertinya Rey dan kelompoknya akan beraksi lagi di rumah dewan kepolisian yang baru saja mengelapkan dana] Sri.
[Terus mereka akan beraksi jam berapa?] Yani.
[Dari apa yang aku dengar dan beberapa informasi dari Yusha mereka akan beraksi jam 10 malam] Sri.
[Makasih untuk informasinya sama kalian mending sekarang istirahat dulu saja aku tidak mau kalian sakit karena memaksakan diri kalian] Yani.
Kemuadian Yani masuk kembali dan menyampaikan semua informasi yang dia dapatkan dari Sri dan Yusha. Ketika semua sudah mendengar kemudian Mail menyarankan hanya laki-laki saja yang akan melakukan operasi penjebakan dan penangkapan Rey. Tetapi hal itu ditentang oleh Asolani, Aisah, Megumi, dan Ren.
Alasan 4 perempuan ini menentang karena Asolani dia berhutang kepada Rey, Aisah dia berpikir kemampuan atau skillnya sangat berguna, Megumi menentangnya karena dia adalah Rey yang tidak bisa kembali lagi menjadi laki-laki dengan kata lain dia masih memiliki mental seperti laki-laki, dan sedangkan Ren dia adalah kunci atau cuman Ren saja yang dapat membawa Rey ke alam bawah sadar, kenapa Rina dan Yani tidak ikut menentang keputusan dari Mail karena perintah yang di berikan Mail adalah perintah mutlak untuk Rina sedangkan Yani sudah tau dia pasti tidak akan di beri ijin oleh pa Agus atau orang tua angkatnya dan Yani lebih mempercayakannya kepada Yami, lebih memilih menunggu kabar dari Yami ketimbang ikut terlibat.
Tetapi Mail tetap melarang mereka untuk ikut karena 3 alasan utama.
Mail tidak mau para perempuan ikut karena operasinya akan di mulai malam hari.
Mail tidak mau citra mereka di masyarakat menjadi buruk.
Mail tau orang tua mereka pasti melarang mereka dan untuk menetralisir itu Mail lebih melarang mereka ikut
Walaupun dia tau bahwa jika para perempuan tidak ikut dalam operasi ini presentase keberhasilan nya akan menurun 20% yang tadinya presentase keberhasilannya 90% menurun menjadi 70% karena Mail sudah percaya diri bisa menangkap Rey tampa bantuan para perempuan Mail langsung membuat rencana untuk nanti malam dan menghiraukan perkataan para perempuan yang tidak terima. Karena pendapatnya tidak di dengar para perempuan kesal dan memutuskan untuk pulang.
"Terserah kau saja Mail kita semua akan pulang tapi jangan harap kamu bisa dapat bantuan jika operasi kali ini gagal" Aisah.
Aisah, Megumi, Asolani, dan Ren pulang dengan keadaan marah.
"Mail aku pulang dulu tapi tenang saja aku akan membantumu jika kamu perlu bantuan" Rina sembari mencium pipi Mail.
"Iiyyyaa Mail jangan ragu aku juga akan siap membantumu" Yani menahan malu karena melihat situasi yang tidak harusnya dia lihat.
Kemudian Rina yang sangat senang dan Yani yang menahan malu mereka berdua pulang. Setelah mereka pulang Mail seperti membeku sementara karena dia kaget dengan apa yang Rina lakukan setelah kembali normal Mail menjelaskan rencana yang telah ia buat setelah semua setuju Mail, Yami, dan Yamada memutuskan untuk pulang terlebih dahulu untuk membawa peralatan dan persiapan untuk operasi nanti malam.
Sedangkan Mail, Yami dan Yamada pulang Kanzaki masih ada di ruangan klub dia penasaran tentang temannya Sayo karena Kanzaki yakin teman yang dimaksud oleh Sayo adalah Kamui Ucok.
"Loh kok kamu masih ada di sini Kanzaki kamu ga ikut sama adik mu" Sayo.
"Engga aku mau istirahat dulu sebentar" Kanzaki.
"Oh kalo ya sudah nikmati istirahat mu sebelum nanti malam memulai operasi" Sayo.
"Iya makasih senior Sayo sudah mau meminjamkan ruangannya" Kanzaki.
"Sama-sama kalo gitu aku pergi dulu" Sayo.
"Ehm kok ada yang lupa ya tapi apa ya. Hmm oh iya aku ingin bertanya kepada senior Sayo apa teman nya itu bernama Kamui Ucok" Kanzaki dalam hati.
"Senior bisa ngobrol sebentar" Kanzaki.
"Hmm, boleh memangnya ada apa" Sayo.
"Aku cuman mau tanya apakah teman senior itu adalah Kamui Ucok?" Kanzaki.