YESS OR NO

YESS OR NO
SOSOK DI BALIK SEMUA KEJADIAN PART 9 DAN MEMBANTU RAS SLIME PART 5



1 hari sebelum misi di mulai/ memasuki negara Malio Rey dan Maou menuju ke toko senjata untuk mengambil senjata yang mereka pesan. Ketika di tengah jalan tiba-tiba Maou terjatuh dan pingsan.


Brakkk


"Maou kamu kenapa. Maou, Maou, Maou!" Rey panik.


Tidak lama Maou terbangun dan langsung menikam Rey, untungnya Rey sudah memprediksi Maou akan menyerangnya jadi Rey bisa menghindarinya.


"Maou kamu kenapa?" Rey sudah posisi siaga.


"Reinkarnator harus di basmi" Maou.


"Hah reinkarnator maksudnya apa" Rey dalam hati.


"Aku bukan reinkarnator" Rey.


"Berisik kamu harus mati sekarang juga" Maou.


Karena pertarungan Rey dan Maou sampai-sampai semua sosok penting di desa slime turun untuk menghentikan pertarungan Rey dan Maou.


"Rey sebenarnya apa yang terjadi" Gre.


"Aku juga tidak tau yang aku tau Maou sudah seperti itu" Rey.


"Jangan-jangan sekarang Maou sedang di rasuki oleh pendahulunya" Rad Slime (sosok slime penting berwarna merah dan menguasai sihir elemen api).


"Kemungkinan terburuknya bisa saja benar apa yang dikatakan Rad" Gre.


"Itu kemungkinan terburuknya tapi bisa saja Maou sebenarnya sedang di kendalikan dan jika benar Maou sedang di kendalikan rencana kita semua untuk menyerang ke desa Malio bisa berantakan" Mesli.


Karena tidak ada yang tau kebenarannya Rey menggunakan skill mata dewanya untuk melihat kebenaran.


"Skill mata dewa aktif" Rey.


Setelah mengaktifkan skill Rey kaget dengan apa yang dia liat. Rey melihat seperti ada aura berwarna hitam mirip seperti rantai yang merantai leher Maou dan ketika di lihat lebih jauh lagi rantai itu tersamabung ke salah satu istana.


"Ini gawat sebenarnya Maou sedang tidak sadar dan dia sedang di kendalikan oleh seseorang yang berada di sebuah kastil" Rey.


"Berati benar dia sedang di kendalikan"


"Eh tidak salah kau" Gre kaget.


"Eeeeee kok Hislim ada disini" Rad kaget juga.


"Iya aku kesini karena aku sangat tertarik dengan sosok pahlawan kita di bisa mengetahui Maou sedang di kendalikan dan aku menjadi lebih penasaran dengan kemampuannya yang bisa mengetahui pengendalinya. Kebetulan sekali rumahku hancur oleh kekuatan Maou" Hislim aga marah.


Untuk meredam kekuatan yang terus keluar dari Maou akibat di kendalikan Hislim langsung membungkus leher Maou ketika di bungkus oleh Hislim Maou langsung tersadar dan kebingungan dengan yang sudah terjadi.


"Hey pahlawan sekarang kamu lihat lagi rantai yang membelenggu Maou masih ada atau tidak" Hislim.


Ketika Rey melihat lagi ternyata rantai yang asalnya terbalut aura hitam sekarang berubah menjadi aura warna putih dan sekarang rantai itu seperti di pegang oleh Hislim.


"Iya rantai itu sudah tidak membelenggu leher Maou tapi aku masih bingung dengan rantai itu kok tidak menghilang?" Rey kebingungan.


"Oh ini sekarang aku yang sedang mengendalikan balik si bajingan yang mengendalikan Maou. Maou kamu ingin apakan orang yang mengendalikanmu?" Hislim.


"Oh jadi aku sudah terbebas" Maou meneteskan air mata.


Kemudian Maou menutupkan matanya dan tiba-tiba rantai yang di pegang oleh Hislim perlahan berubah menjadi warna merah terang seperti besi yang sangat panas, kemudian warnanya berubah kembali menjadi warna merah darah karena itu semua sosok penting yang berada di sana menjadi heran termasuk Rey dengan apa yang sudah mereka lihat.


"Eeeee bisa di jelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi?" Gre.


"Rahasia saja karena akan lebih baik jika hal tadi dirahasiakan" Hislim.


Karena Hislim merahasiakan semuanya dan Hislim dikenal oleh penduduk desa Slime sebagai Slime yang sangat menakutkan sampai-sampai kekuatannya hampir menyamai Vealdan dan Kireru. Karena masalah sudah selesai mereka semua bubar tetapi sebelum bubar Mesli langsung memberikan senjata yang Rey dan Maou inginkan setelah keduanya menerima kedua senjata itu Mesli meminta Rey untuk membuka salah satu pedangnya setelah di buka Mesli langsung melempar sebuah besi di atas mata pisau katana yang Rey pegang betapa kagetnya ketika besi yang di jatuhkan oleh Mesli terbelah menjadi 2 bagian.


"Kok pedangku tidak ada?" Maou.


"Sengaja aku buat seperti itu" Mesli.


"Apa jangan-jangan ini pedang sihir?" Maou.


"Yap tapi sebenarnya itu pedang memang ada tapi ketika di pegang oleh orang yang memiliki mana yang besar pedang itu akan sangat tajam dan akan sangat tranparan jadi seperti pedang itu tidak ada depannya" Mesli.


"Oh keren juga ini pedang" Maou.


"Rey sekarang kamu coba buka katana yang kecilnya" Mesli.


"Ok" Rey.


Kemudian Rey membuka katana yang kecilnya dan Mesli juga mengatakan bahwa katana kecil Rey bisa memanjang atau memendek tergantung kemauan Rey. Setelah memberikan senjata untuk Rey dan Maou, Meslipun mengundurkan diri. Setelah itu Maou mengajak Rey untuk leveling dan tentu saja Rey aga tidak paham soal leveling karena di dunia asli Rey tidak ada sistem pendidikan level.


"Nj(i)r leveling curiga dunia yang aku injak ini adalah dunia game" Rey dalam hati.


"Kenapa aku harus leveling?" Rey.


"Soalnya aku melihat levelku sangat rendah" Maou.


"Memangnya serendah apa?" Rey.


"Kamu kan bisa lihat sendiri" Maou.


"Lihat di mana?" Rey.


"Jangan bercanda lah" Maou.


"Engga aku ga bercanda" Rey.


"Sekarang kamu lihat kepada ku kamu melihat angka di atas ku tidak?" Maou.


"Aku tidak melihat apa-apa" Rey.


"Berati Rey kamu bukan reinkarnator biasa, malahan reinkarnator seperti mu ini sangat a" Maou.


"Iyalah aku cuman kesasar saja karena skill teleport ku terganggu oleh sesuatu dan kalo aku reinkarnator aku pasti sudah mati di dunia ku sebelumnya. Eh bisa saja aku memang sudah mati di dunia ku yang sebenarnya tapi biar lebih pasti nanti aku akan menghubungi Mail lewat telepati jika telepatiku tidak ada jawaban berati aku sudah mati dan jika ada jawaban berati skill teleportku benar-benar terganggu oleh suatu hal" Rey dalam hati.


"Rey apa kamu baik-baik saja Rey, Rey" Maou.


"Oh iya ada apa" Rey.


"Hayu Kita leveling aku tidak mau tubuh mu terbebani oleh status yang sangat tinggi itu" Maou.


Sebenarnya Maou mengajak Rey leveling karena takut tubuh Rey hancur/tewas karena status yang sangat besar itu. Yang dapat melihat level Rey yang sebenarnya adalah Maou karena Maou memiliki skill yang dapat melihat apa saja bisa di belang tingkat max dari skill mata dewa yang Rey punya. Level sebenarnya dari Rey adalah 10 sedangkan Maou dia memiliki level 200 dan level 200 itu masih di bilang kecil untuk seorang demon lord di dunia itu. Setelah berbincang Rey dan Maou menuju hutan yang sebelumnya Rey kunjungi ketika memasuki hutan itu Rey dan Maou langsung di sambut oleh monster katak dan monster itu meludahkan sebuah racun yang mematikan.


"Rey itu musuh mu yang pertama" Maou.


"Enggak, enggak, enggak aku tidak mungkin bisa mengalahkannya" Rey.


"Ini cuman monster lemah kok" Maou.


"Lemah dari mana nj(i)r biasanya dalam game Slime lah yang paling lemah tapi disini kenyataan nya kebalik Slime di dunia ini adalah sosok yang kuat" Rey dalam hati.


Kemudian Rey menggunakan skill analisa untuk menganalisa katak tersebut. Setelah di analisa ternyata katak tersebut mempunyai racun yang sangat mematikan. Karena Rey aga lama menganalisa racun katak sampai-sampai Rey terkenal racun dari katak tersebut ketika Rey terkena racun katak itu Rey baru ingat bahwa pertahanannya melebihi rata-rata manusia di dunia tersebut.


"Rey kamu tidak apa-apa?" Maou khawatir.


"Aman, aman, aman. Aku lupa aku mempunyai pertahanan melebihi rata-rata" Rey.