
Cerita berfokus ke Kanzaki Hori sehari sebelumnya. Kanzaki Hori adalah seorang mahasiswa semester 4 Kanzaki Hori sudah tidak sabar menunggu hari esok karena hari esok adalah PKM nya di sebuah sekolah negeri, sampai-sampai Kanzaki Hori berlatih bicara di depan cermin. Karena dia tidak sabar Kanzaki Hori memutuskan untuk mendatangi sekolah yang akan menjadi tempat PKM nya dia setelah sampai di sekolah di stop oleh Yani atau ketua OSIS yang sedang memilih ruangan mana saja yang cocok dijadikan tempat untuk ulangan karena tidak semua kelas dipake.
"Kak stop kakak mau kemana" Yani.
"Oh saya ingin melihat lihat tempat PKM saya" Kanzaki.
"Ehm jadi kakak akan jadi guru mangang di sekolah ini" Yani.
"Yap karena tidak sabar jadi kakak memutuskan untuk datang ke sini" Kanzaki.
"Ya sudah kakak mau saya teman ni mengelilingi sekolah" Yani.
"Ya udah hayu" Kanzaki.
Setelah itu Yani mengajak Kanzaki untuk berkeliling ketika dan pertama Yani membawa Kanzaki ke ruang guru, setelah mengunjungi ruang guru Yani membawa Kanzaki untuk ke ruangan praktek para murid dimulai dari ruangan praktek tata boga terus di lanjut ke ruang praktek tata busana terus ke ruang praktek perhotelan dan terakhir keruangan praktek jurusan perkantoran dan multimedia yang tempatnya sangat berdekatan setelah Yani mengajak melihat lihat ruang praktek Yani mengajak Kanzaki untuk melihat masjid atau madrasah yang di punyai sekolah tersebut setelah menunjukan masjid atau madrasah Yani melanjutkan untuk mengajak Kanzaki melihat kelas.
Setelah melihat lihat Yani mengajukan pertanyaan.
"Nah jadi ruangan nya cuman segitu" Yani.
"Kamu ga apa-apa Nemani kakak berkeliling" Kanzaki.
"Engga masalah sih kak soalnya aku juga memang bertujuan untuk melihat kelas atau ruangan praktek yang kemungkinan bisa jadi ruang untuk UAS" Yani.
"Oh yaudah syukur lah terus kakak mau tau ruangan kepala sekolahnya di mana" Kanzaki.
"Oh iya Yani lupa ayo kak kita kesana" Yani.
Setelah sampai di ruang kepala sekolah Yani mengajak Kanzaki untuk masuk ke dalam tetapi Kanzaki menolaknya karena tujuan dia datang cuman untuk melihat-lihat saja. Tetapi Kanzaki penasaran saja dengan keadaan di dalam ruangan kepala sekolah jadi dia memutuskan untuk mengintip dari jendela ketika Kanzaki mengintip mereka berdua langsung ketauan oleh pa Agus.
"Hey yang diluar mending masuk aja" pa Agus.
"Tuh kak kepala sekolah menyuruh kita masuk" Yani.
"Duh gimana aku kan cuman niat untuk melihat-lihat saja" Kanzaki dalam hati.
"Hayu kak masuk malah bengong aja" Yani langsung menarik Kanzaki.
"Eh iya, iya" Kanzaki.
Setelah masuk karena terpaksa Kanzaki kaget melihat kepala sekolah nya itu adalah orang tua dari teman nya ketika sekolah dan 1 orang lagi yaitu guru BK.
"Assalamualaikum" Kanzaki.
"Iya walaikumsalam ayo sini duduk, mau minum apa" pa Agus.
"Engga pa terimakasih" Kanzaki.
"Sok aja bilang mau minum apa" pa Agus.
"Iya kak nanti Yani buatin" Yani.
"Oh ya udah apa sajalah bebas" Kanzaki.
"Ok kak" Yani langsung ke dapur membuat minum untuk Kanzaki.
"Ehm kamu Kanzaki ya yang pernah sekolah di SMK swasta 2"
"Iya pa ehm bapa guru BK yang ngehukum saya ga kira kira ya waktu itu" Kanzaki.
"Eh pa Lasut kenal sama dia" pa Agus.
"Iya pa waktu saya masih mengajar di SMK swasta 2" pa Lasut.
"Oh ngomong ngomong kamu kan alumni dari SMK swasta 2 kamu kenal ga Sayo Najwa" pa Agus.
"Ehm oh iya yang waktu itu dihukum bersama oleh pa Lasut ada apa gitu pa" Kanzaki.
"Engga kenapa kenapa, kamu berteman baik dengannya" pa Agus.
"Bisa di bilang iya sih pa sebelum tragedi itu terjadi" Kanzaki.
"Hah tragedi apa" pa Agus.
"Terus dia sekarang dimana pa" Kanzaki.
"Pa Agus maaf aku tidak bisa mengatakan yang sesungguhnya karena aku lah yang telah menyebabkan Sayo mati" Kanzaki dalam hati.
"Oh dia ada di UKS" pa Agus.
"Hah bapa ga bercanda kan" Kanzaki.
"Engga kalo ga percaya kamu liat aja sendiri ke sana" pa Agus.
"Baik pa aku akan liat ke sana" Kanzaki.
"Hei tunggu bisa ceritakan soal tragedi itu" pa Agus.
"Maaf pa itu bisa nanti saya ceritakan yang penting saya mau liat Sayo dengan mata kepala saya sendiri" Kanzaki langsung berlari keluar ruang kepala sekolah dan menuju ruang UKS.
Sesampainya di ruang UKS Kanzaki langsung membuka pintu dan betapa tidak percayanya dia karena melihat Sayo masih hidup(ctt sebenarnya Sayo memang sudah mati karena eksperimen dokter gila).
"Kamu Sayo kan" Kanzaki.
"Iya aku Sayo kenapa gitu" Sayo.
"Tolong siapa saja buktikan kalo ini semua nyata" Kanzaki sedih.
Dan kemudian Sayo mencubit pipi Kanzaki.
"Ehm kamu Kanzaki Hori kan" Sayo.
"Kakak masih ingat dengan ku" Kanzaki.
"Masa aku lupa sama adik kelas lucu ku, tapi sekarang kamu udah keren" Sayo.
Setelah itu Kanzaki menangis sekeras-kerasnya karena dia tidak percaya apa yang dia lihat.
"Sudah dong jangan nangis" Sayo.
"Kakak maafkan aku andai saja waktu itu aku bisa meredam amarah balas dendam ku mungkin kakak tidak seperti ini" Kanzaki menangis.
"Iya kakak juga tidak akan menyalahkan mu karena yang membuat ku seperti ini bukan kamu tapi pa la" Sayo langsung sakit kepala luar biasa.
"Sayo ada apa kok dari tadi ibu mendengar suara tangis yang kedengaran sampai luar" Bu Yuna.
"Kak Sayo kakak kenapa" Kanzaki.
"Sayo kamu kenapa, hey kamu cepat ambil obat pereda sakit kepala di lemari" Bu Yuna.
"Ok dek" Kanzaki langsung mengambil obat.
"Sayo minum ini" Bu Yuna.
Kemudian Sayo meminum obat yang diberikan setelah meminumnya Sayo seperti aga mendingan kemudian Sayo meminta selembar kertas kepada Bu Yuna dan Sayo menuliskan Lasut. Karena tulisan itu Bu Yuna dan Kanzaki merasa aneh apa maksudnya tulisan ini.
"Kak Sayo maksudnya ini apa" Kanzaki.
"Iya Sayo apa maksudnya kamu menulis Lasut" Bu Yuna.
"Itu adalah pelaku sebenarnya yang membuatku seperti ini" Sayo yang langsung tertidur.
"Hah pelaku membuat mu menjadi seperti sekarang, ngomong-ngomong nama mu siapa" Bu Yuna.
"Kok kamu ga sopan banget sih dek" Kanzaki.
"Bentar bentar bentar BENTAR tadi kamu bilang apa" Bu Yuna.
"Ade" Kanzaki.
"Ulurkan tangan mu" Bu Yuna.
"Nih" Kanzaki mengulurkan tangan.
Setelah Kanzaki mengulurkan tangan tangan Kanzaki Langsung di gigit oleh Bu yuna.
"Aku bukan anak anak aku sudah dewasa" Bu Yuna.
"Jangan bohong dek ga baik" Kanzaki.
Ketika Kanzaki dan Bu Yuna sedang debat Sayo terbangun dan mengatakan.
"Kanzaki Bu Yuna ini 5 tahun lebih tua dari ku" Sayo yang langsung tertidur lagi.
"Eee apa itu benar" Kanzaki.
"Iya" Bu Yuna.
"Ibu aku minta maaf, aku Kanzaki Hori mahasiswa yang akan melakukan PKM di sekolah ini mulai besok, aku benar benar benar minta maaf" Kanzaki merasa bersalah.
"Ya udah aku maafin tapi dengan syarat apa maksud dari tulisan ini" Bu Yuna.
"Oh maksud tulisan itu kata kakak Sayo aku bukan pelaku sebenarnya yang menyebabkan kak Sayo seperti ini, melainkan ini nama pelaku sebenarnya" Kanzaki.
"Maksud kamu gimana aku ga ngerti" Bu Yuna bingung dengan penjelasan Kanzaki.
"Udah gini aja biar ibu paham, aku kira yang menyebabkan kak Sayo seperti ini adalah aku jadi ketika aku disini dan tau kak Sayo masih hidup aku sangat bahagia sampai-sampai aku menangis bahagia, Tah dari situ aku tidak percaya kan jelas jelas aku yang menyebabkan kak Sayo di culik oleh organisasi itu tapi ketika ingin meminta maaf karena kesalahanku kak Sayo malah menjawab aku tau bukan kamu kok penyebab aku menjadi sekarang yang menyebabkan aku seperti sekarang kemungkinan orang yang namanya di tulis oleh kak Sayo itu" Kanzaki.
"Oh jadi seperti itu tapi yang ibu tau Lasut ini nama guru BK di sekolah kita" Bu Yuna.
"Ya bisa jadi juga Bu tapi kalo benar berati selama ini aku telah terjebak oleh perangkap yang di buat oleh pa Lasut" Kanzaki.
"Hah maksudmu apa" Bu Yuna.
"Maksud ku aku pernah di hukum oleh pa Lasut membersihkan kan semua ruang kelas semasa SMK karena aku bolos dengan kak Sayo. Tetapi yang hukumannya berat adalah aku, aku di suruh pa Lasut untuk membersihkan kan semua kelas yang ada ples ancaman DO dari sekolah itu kalo aku tidak berhasil melaksanakan tugasnya, sedang kan kak Sayo cuman hormat bendera selama 30detik, tapi Bu sebenarnya ini rahasia" Kanzaki.
"Kenapa kamu sampai mau ngebongkar rahasianya" Bu Yuna.
"Ya karena aku sudah tidak sekolah lagi si SMK itu malahan aku kan sekarang udah menjadi mahasiswa" Kanzaki.
"Terus apa sebabnya kamu sampai menyimpan rahasia itu sampai sekarang" Bu Yuna.
"Karena itu adalah kesepakatan aku dengan pa Lasut jika masih ingin sekolah di sana yaitu kan aku tidak berhasil melaksanakan tugas dari pa Lasut terus aku di minta untuk menandatangani surat pengunduran diri dari sekolah dengan paksaan, kan di situ saya sangat marah dengan kak Sayo karena masa cuma saya yang mendapatkan hukuman itu harusnya kan kak Sayo juga di hukum seperti itu, karena waktu itu aku tidak bisa berbuat apa-apa jadi aku menandatangani surat pengunduran diri tersebut dengan perasaan jengkel dan ingin balas dendam ketika saya pulang saya di ikuti oleh orang yang berpakean misterius dia menawarkan pekerjaan kepada ku untuk aku bisa melanjutkan sekolah lagi" Kanzaki.
"Terus kamu menerimanya" Bu Yuna.
"Ya iyalah Bu karena nanggung 1 bulan lagi aku bisa lulus dari sekolah itu, terus orang misterius itu memberikan ku pekerjaan untuk menjebak kak Sayo dengan jaminan aku bisa melanjutkan lagi sekolah ples aku di kasih uang jajan yang lumayan" Kanzaki.
"Kalo boleh tau uanga jajan nya berapa" Bu Yuna.
"Ehm kalo dibandingkan dengan uang sekarang waktu itu aku mendapat uang jajan sebesar 100jt" Kanzaki.
"Terus kamu berhasil menjebak Sayo" Bu Yuna.
"Ya iya Bu kalo tidak kak Sayo tidak akan seperti sekarang" Kanzaki.
"Ehm iya juga sih, tapi apa alasan mu melakukan semua ini" Bu Yuna.
"Alasan kesatu memang karena saya nya yang gabisa nahan emosi yang kedua kenapa aku menerima keluarga saya waktu itu sedang terdesak sekali ekonominya jadi mau tidak mau aku harus lanjut dan menjadi yang paling baik agar dapat beasiswa" Kanzaki.
"Oh ibu mengerti tapi kalo iya pelaku yang sebenarnya adalah pa Lasut, sudah kita laporkan saja langsung kalo soal anaknya pa kepala sekolah langsung sigap" Bu Yuna.
"Iya Bu tau beberapa orang tua pasti sigap kalo anaknya kena masalah, tapi kita juga tidak bisa menuduh sembarangan kita harus cari bukti yang falid dulu baru bisa membuktikan bahwa pa Lasut adalah pelaku yang sebenarnya, dan bisa saja kalo kita main nuduh aja bisa saja tuduhan itu malah berbalik pada kita" Kanzaki.
"Ehm bener juga katamu, jadi rencana kamu gimana" Bu Yuna.
"Ya paling mengikuti alur dulu sih Bu tapi nanti kalo aku dapat rencana nanti kita obrolin" Kanzaki.
"Ya udah kalo gitu tapi kamu janji ya akan beraksi bersama ibu" Bu Yuna.
"Ibu mau ngambil kesempatannya untuk naik pangkat" Kanzaki menggoda.
"Ya engga lah ibu cuman merasa bakal seru aja seperti percintaan kedua anak muda yang sedang berlangsung" Bu Yuna.
"Di mana serunya Bu itukan sudah wajar di kalangan anak jaman sekarang" Kanzaki.
"Bagian dari serunya penciptaan mereka si doi nya ga peka" Bu Yuna.
"Ah masa Bu" Kanzaki.
"Besok juga kalo kamu sudah ngajar apa lagi ngajarnya di 11 multimedia 2 kamu akan tau sendiri ke seruannya" Bu Yuna.
"Huh jadi tidak sabar nunggu hari esok" Kanzaki.
Keesokannya di hari waktu kejadian ketiadilan di lingkungan sekolah terjadi dan tragedi lainnya di eps sebelumnya.
Kanzaki sudah tidak sabar untuk mengajar jadi dia datang paling awal sebelum guru dan para mahasiswa PKM yang lain datang Kanzaki sudah berada di sana untuk mengawasi siapa saja yang terlambat. Setelah jam masuk sekolah Kanzaki di panggil kepala sekolah di ruangan BK karena pa kepala sekolah akan memperkenalkan nya dengan Bu Shinta yaitu guru matematika sekaligus Bu Shinta ini adalah pengawas untuk Kanzaki selama mangang di SMK negeri 3 ini.
"Kanzaki kenalin Bu Shinta dia akan menjadi pengawas mu selama masa magang" pa Agus.
"Oh iya kenalin Bu Kanzaki Hori dan mohon kerjasamanya" Kanzaki.
"Iya ibu juga mohon kerjasamanya aja" Bu Shinta.
"Bu dia itu asalnya murid yang bandel tapi setelah aku beri hukuman dia menjadi anak yang paling top atau terpintar di masa SMK nya loh Bu itu semua kan hasil kerja saya membingbing dia" pa Lasut.
"Sombong amat nj(i)r" Kanzaki dan Bu Shinta.
Tidak lama panggilan untuk guru yang bertugas sebagai pembina upacara dan yang tidak ada bingbingan di suruh kebawa untuk mengikuti upacara.
"Tuh ada panggilan pa Lasut cepat kesana" Bu Shinta.
"Oh iya kami Kanzaki ayo ikut kelapang bersama saya" pa Lasut.
"Tapi maaf pa Kanzaki akan ikut saya untuk memperkenalkan ke kelas yang saya wali kelasin" Bu Shinta.
"Oh gitu ya udah saya kebawah dulu" pa Lasut.
"Tumben Bu ga keras kepala tuh guru" Kanzaki.
"Kenapa kamu tau dia keras kepala" Bu Shinta.
"Kan Bu saya sudah sering menghadapinya 3 tahun ketika SMK" Kanzaki.
"Oh iya ibu lupa" Bu Shinta.
"Ibu ngewali kelasin kelas apa Bu" Kanzaki.
"11 MM 2" Bu Shinta.
"Oh hayu atuh Bu kita sesana" Kanzaki.
"Kenapa kamu sangat bersemangat" Bu Shinta.
"Engga Bu cuman penasaran" Kanzaki.
"Tapi itu tidak mungkin" Bu Shinta.
"Kenapa Bu"Kanzaki.
"Soalnya mereka upacara dan nanti sudah upacara baru ibu kenalkan kamu dengan semua murid yang ibu ajar sekarang" Bu Shinta.
Setelah upacara nya selesai Bu Sinta langsung mengajak Kanzaki untuk berkenalan dengan kelas yang ia ajar setelah perkenalan kecuali 11 MM 2 karena mereka lagi sibuk praktek, Kanzaki kembali ke ruang guru di ruang guru Kanzaki mendengar suara pa Lasut yang sedang menggila murid yang terkena pelanggaran.
"Nada ini ngangenin banget" Kanzaki.
"Hah ngangenin kenapa bisa ngangenin Kanzaki" Bu Shinta.
"Soalnya saya juga pernah di panggil seperti ini waktu itu karena saya tidak upacara karena suatu alasan" Kanzaki.
"Oh ya udah ibu tinggal dulu ya ibu, ibu ada urusan dengan kepala sekolah" Bu Shinta.
"Oh iya Bu" Kanzaki.
"Untung aku tadi masing perekam di ruangan BK jadi aku bakal tau apa sangsi yang akan di berikan" Kanzaki dalam hati dan langsung masang headset.
Ketika mendengar pa Lasut memberikan sangsi Kanzaki langsung terdiam sejenak karena hukuman dan kejadian nya hampir sama yang pernah ia alami sebelumnya. Setelah murid itu di beri hukuman Kanzaki langsung mempunyai tujuan untuk menghampiri orang yang di beri hukuman berat itu(ctt yang di beri hukuman berat sebenarnya adalah Megumi dan Ren). Dan ketemunya malah ketika Ren berhenti menangis dan Sayo berkata akan membatu, dan dari situ Kanzaki mempunyai inisiatif untuk membantu mereka diam-diam.