
"Semoga kamu tidak gagal lagi kalo kamu gagal kembali terima saja akibatnya"
"Iya" Aisah.
Kemudian orang misterius itu meninggalkan tempat itu.
"Shiro Megumi kamu tidak apa-apa" Aisah.
"Aku pastikan aku akan membalasnya 10 kali lipat ketimbang apa yang dia lakukan kepada ku" Rey.
Setelah itu Rey diberi jaket oleh Aisah karena dia merasa itu adalah kesalahannya tetapi Rey malah membalikan jaket itu dan kemudian dia merobek bajunya untuk mengompres luka memar di muka Aisah dan tidak memperdulikan luka memar di perutnya.
"Nih pake biar ga kedinginan" Aisah.
"Ga kamu aja yang pake" Rey sembari merobek bajunya yang sudah terlanjur sobek untuk mengompres muka Aisah.
"Hah kamu ngapain Shiro merobek bajumu" Aisah bingung.
"Aku tidak mau nanti ketika kamu ketemu dengan keluarga mu dengan wajah memar seperti itu" Rey.
"Tapi nanti kamu akan lebih kedinginan, tapi jangan salah paham aku cuman terpaksa nolong kamu" Aisah.
"Nj(i)r sipat tsunderenya keluar lagi" Rey dalam hati.
"Iya aku paham" Rey.
"Tapi kalo kamu ini laki-laki aku mungkin sudah jatuh hati padamu Shiro Megumi" Aisah dalam hati.
"Shiro Megumi aku kesini ingin membawakan baju hangat untuk kalian berdua dan selimut agar kalian ga kedinginan" Sri.
"Oh makasih" Rey.
"APA, apa yang telah terjadi terhadapmu Rey ups maksudku Shiro Megumi" Sri.
"Tunggu-tunggu tadi kamu bilang Rey sebenarnya dia ini siapa sih" Aisah.
"Dia Shiro Megumi siapa lagi" Sri.
"Katakan yang sebenarnya" Aisah.
"Iya aku mengatakan yang sebenarnya" Sri.
"Tidak kamu pasti berbohong aku juga melihat kejanggalannya tadi masa ada seorang wanita bisa tahan menerima pukulan sekeras itu" Aisah.
"Ok aku akan jujur sebenarnya aku ini laki-laki yang tidak sengaja mengcopy skill Ravael yang menjadi target kamu tetapi aku tidak tau caranya kembali menjadi laki-laki karena itu aku selalu mengikuti Ravael Hotaru kemana iya pergi karena cuman ingin tau caranya kembali lagi menjadi laki-laki. Tapi kamu bisa menyimpan rahasia ini" Rey.
"Tapi jika kamu sudah tau caranya apakah kamu akan meninggalkan dia seperti itu saja" Aisah.
"Tidak akan aku paling jika sudah tau caranya aku akan terus berpura-pura menjadi Shiro Megumi selama 1 bulan lebih dan akan berpisah dengan Ravael seperti layaknya seorang murid pindahan. Karena aku juga tidak mau menyakiti hati dia" Rey.
"Sudah diam dulu tadi kamu bilang Rey di pukul oleh orang itu Aisah" Sri.
Kemudian Rey memberi tanda kepada Aisah memohon dia agar berbohong soal yang tadi, tetapi Aisah menolak karena dia sedikit senang mengetahui bahwa Shiro Megumi adalah seorang laki-laki.
"Yap" Aisah dengan muka senang.
"Awas saja kau Aisah" Rey dalam hati.
"Jadi itu benar Rey kamu sudah dipukul" Sri.
"Kata siapa" Rey mengelak.
"Jangan berbohong" Sri sembari menekan memar di perut Rey.
"Aaaaa sakit tau" Rey.
"Kamu mau jujur atau aku tambah lagi" Sri mengancam.
"Iya aku tadi dipukul oleh orang itu" Rey ketakutan.
"Sekarang kirim rekaman mu ketika kamu di pukul oleh orang itu" Sri.
Setelah di kirim Aisah kebingungan karena Rey tidak memegang hp tetapi dia bisa merekam karena penasaran Aisah menanyakan kepada Sri dan Rey bagaimana cara mereka mendapatkan rekaman tersebut kemudian Sri mengatakan ini adalah skill nya yang tidak sengaja Rey copy setelah mengetahui skill itu Aisah menjadi semakin yakin bahwa keluarganya akan bisa di selamatkan. Kemudian Sri meninggalkan mereka kemudian Rey mengompres luka memar di mukanya Aisah dengan air yang di bawa oleh Sri sebelum mengkompresnya Aisah meminta tahan dulu karena dia ingin mendinginkan air tersebut.
"Kamu juga pengguna skill seperti aku" Rey.
"Ya maaf aku baru mengatakannya karena aku tidak tau bahwa kalian juga para pengguna skill" Aisah.(cct para pengguna skill ini menyembunyikan skill nya).
"Ya itu tadi" Aisah.
"Pengendali elemen es" Rey.
"Lebih tepatnya aku bisa mengendalikan air dan angin ditambah skill-skill yang lain yang tiba tiba muncul" Aisah.
"Hah tiba-tiba muncul" Rey.
"Aku punya pirasat yang tidak enak" Rey dalam hati.
"Iya contohnya seperti skill ini" Aisah langsung menghilang atau lebih tepatnya berpindah tempat(teleport).
"Aku curiga orang ini adalah pemilik asli dari skill teleport" perkiraan Rey dalam hati.
"Apa kamu pernah liat seseorang yang menggunakan skill teleport" Rey.
"Pernah ketika aku di sekap bersama orang tuaku tetapi orang yang menggunakan skill itu sampai sekarang tidak terlihat dan aku dengar orang itu sudah di tangkap pihak berwajib" Aisah.
"Tapi ketika kamu melihat itu kamu merasakan apa atau ada yang aneh" Rey.
"Kalo itu aku kurang tau karena ketika waktu itu aku sangat marah besar kepada orang itu karena dialah yang telah membunuh kakakku di hadapan ku" Aisah.
"Oh berati skill mu bangkit karena kemarahannya" Rey.
"Kenapa kamu menanyakan pertanyaan seperti itu" Aisah.
"Aku curiga skill mu dengan skill ku sama" Rey.
"Ah masa" Aisah.
"Iya ni ya aku buktikan" Rey menggunakan skill teleport.
Setelah melihat Rey melakukan hal yang sama seperti Aisah, Aisah kaget bukan main karena dia pikir tidak mungkin ada orang lain yang memiliki skill yang sama.
"Hah" Aisah kaget.
"Tuh kan aku juga bisa melakukan skill yang kamu lakukan tadi" Rey.
"Terus skill mu apa" Aisah.
"Oh skill ku adalah perfect copy" Rey.
"Hah perfect copy itu skill apa" Aisah penasaran.
"Oh skill ini adalah skill yang bisa meniru skill orang lain tetapi aku tidak tau cara menggunakan skill ini" Rey.
"Lah kok tidak tau bagaimana ceritanya" Aisah.
"Iya aku juga tidak menyangka bahwa skill ku adalah perfect copy, karena yang aku tau skill ku adalah teleport karena ketika aku bisa mengaktifkan skill ini aku tidak merasa apa apa beda tidak seperti sahabatku, sahabatku sampai kesakitan di bagian mata karena skillnya yaitu presentase" Rey.
"Terus kamu tau skillmu itu copy dari siapa" Aisah.
"Ada seseorang yang memberi tau bahwa skill ku yang sebenarnya adalah perfect copy bukan teleport tetapi ketika aku ingin bertanya bagaimana cara pakainya dia kata cari tau sendiri" Rey.
"Oh, mungkin bisa jadi juga skill ku sama seperti skill mu" Aisah.
Setelah itu Rey mencoba untuk lebih mendinginkan air kompresan yang tadi iya pakai dan ternyata Rey bisa juga melakukannya.
"Waw Rey kamu juga bisa mengendalikan skill elemen es seperti aku" Aisah.
"Jangan panggil aku Rey dulu kalo Ravael tau aku adalah Rey dan dia tau jenis kelamin ku yang ada rencana untuk menyelamatkan keluargamu bisa gagal" Rey.
"Terus aku harus panggilmu siapa" Aisah.
"Panggil saja Shiro atau Megumi juga tidak apa apa asal jangan panggil Rey" Rey.
"Ok" Aisah.
Setelah percakapan itu Aisah menunjukan lagi skill nya karena Aisah ingin tau cara menggunakan skill nya.
"Rey perhatikan" Aisah.
Aisah pun mengeluarkan skill menembus tembok dan tranparan setelah Rey melihat itu kemudian Rey menggunakan skill itu dan ternyata bisa melakukan kedua skill tersebut. Kemudian Aisah menarik kesimpulan bahwa cara menggunakan skill Rey adalah dengan memperhatikan atau melihat cara musuh atau lawannya menggunakan skill tersebut. Karena itu Rey menjadi tau cara menggunakan skillnya. Kemudian Rey berterimakasih kepada Aisah dan Rey berjanji kepada Aisah akan menyelamatkan keluarganya walaupun nyawa menjadi taruhannya.