YESS OR NO

YESS OR NO
JANGAN TINGGALKAN KU



Rey baru saja Bangun dari tempat tidur dia kaget karena disampingnya ada seorang gadis yang sedang tidur lelap.


"Ah apa yang telah aku lakukan semalam sampai sampai ada seorang wanita tidur di samping ku"Rey.


Tak lama kemudian wanita tersebut bangun.


[Celamat pagi Rey].


"Selamat pagi jidat mu kamu siapa"Rey tiba tiba ngegas.


[bukannya kemarin kamu menuntunku ke sini].


"Berati kemarin bukan mimpi tapi kenyataan"Rey memikirkan kejadian kemarin.


[Benar sekali].


"Oh, ok kalo memang begitu terus nama mu siapa?"Rey.


[Hmm benar juga aku ga punya nama]


"Lah terus aku harus memanggil kamu siapa"Rey kebingungan.


[Ya sudah kamu aja yang membuat nama untuk ku].


"Hah memangnya aku bapakmu"Rey marah.


[Bukan bapak lebih tepatnya kamu yang memanggil ku ke dunia ini jadi kamu harus bertanggung jawab atas permintaan mu]


"Perasaan aku jawab no"Rey.


[Ok sekarang kamu harus memberi aku nama]


"Ngomongan ku tidak didengar"Rey dalam hati.


[Muhamad Rey cepat lah]


"Huh ok ok ok nama kamu Ren gimana mau ga"Rey.


[Ren tidak buruk juga ok aku terima dan sekarang aku akan memanggil kamu aa Rey(kakak Rey)]


"Hah memangnya kamu adik ku"Rey marah.


[Iya memang aku bukan adik mu tapi biar tidak menimbulkan keributan nanti di sekolah kalo, ya masa nanti di sekolah aku harus menyebutmu papa]Ren.


"Ok, kamu akan ku anggap sebagai adik ku"Rey pasrah.


Setelah perdebatan mereka berdua bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Di perjalanan menuju ke sekolah Rey yang seorang nolep/no-life merasa canggung untuk mengajak bicara selama perjalanan Rey terus memikirkan bahan pembicaraan agar di jalan tidak terlalu canggung tetapi Rey belum juga menemukan bahan pembicaraan sampai mereka berdua menaiki angkot, ketika di angkot Rey melihat gerak gerik mencurigakan yang duduk di sebelah Ren dan benar saja orang yang di samping Ren menodongkan pisau ke perut Ren.


Rey yang sebelumnya bodoamat dengan keadaan sekitar tiba-tiba dia menarik tangan Ren dan memeluknya dan penjahat tersebut diketahui kedok kejahatannya oleh penumpang lain, penjahat ditamkap oleh penumpang lain dan di serahkan ke pihak berwajib.


"Ren kamu tidak apa-apa"Rey menghawatirkan Ren.


"Aku baik-baik aja a(kakak)"Ren ketakutan dan memeluk erat Rey.


"Tenang saja aku akan melindungimu"Rey.


"Em...anu...ano...terimakasih a Rey"Ren tersipu malu.


"Sekarang lepaskan pelukan mu aku malu tau, dan sekarang kondisinya sudah aman"Rey datar.


"Biarkan dulu aku seperti ini a Rey"Ren.


"Malu sekali cu"Rey dalam hati.


"Ok kalo itu mau mu"Rey.


Setelah beberapa lama kemudian Ren duduk sebelah Rey, tetapi Rey masih sangat susah untuk mencari bahan pembicaraan dengan Ren. Sesampai di sekolah Rey dan Ren terlambat masuk ke sekolah mereka berdua mau tidak mau harus menerima hukuman. Ketika guru BK menjelaskan hukuman yang mereka terima datang Rina Dwi yang datang terlambat juga, Rina Dwi adalah perempuan yang dicintai Rey tapi Rey tidak berani untuk mengutarakan perasaannya.


"A ningalikeun saha"Ren.


(Kak lagi ngeliatin siapa).


"Teningali sasaha"Rey tersipu malu.


(Ga liat siapa-siapa)


"Ah jangan bohong"Ren memaksa Rey buka mulut.


"Engga"Rey malu.


"Oh Rey kirain siapa kamu terlambat juga"Rina.


"Emm...anu...iya nih kamu Rina kenapa terlambat"Rey malu malu.


"Nyun nyun nyun oh itu cewe yang kamu taksir a"Ren tersenyum jahat.


"Berisik kamu Ren"Rey malu.


"Jujur aja a nanti aku bantu kok"Ren.


"Beneran kamu mau bantu"Rey.


"Iya engke pas istirahat Ren jelasin rencananya"Ren.


(Iya nanti ketika istirahat Ren jelaskan rencananya)


"Asli nya Ren"Rey semangat.


"Asli a"Ren.


Guru BK telah memutuskan apa hukumannya para guru BK setuju untuk memberikan hukuman membersihkan kantin dan halaman sekolah seusai semua pelajaran beres/pulang sekolah kemudian Rey dan Rina kelas sedangkan Ren ke ruang kepala sekolah untuk mengurus surat surat. Ketika pelajaran wali kelas guru tersebut membawa seorang murid baru.


"Anak anak ayo duduk dulu ada yang mau ibu sampaikan".


"Siap Bu"seluruh murid.


"Silahkan masuk"


Murid baru itu kemudian masuk ke kelas ternyata murid baru itu permpuan serentak semua laki-laki di kelas merapihkan rembut mereka terkecuali Rey.


"Rey naha didinya te meresan rambut jeung baju"Mail sibuk membenarkan baju dan rambut.


(Rey kenapa kamu tidak merapihkan rambut)


"Te ah palingan murid baru itu ngajauh ti urang"Rey karena sedang malas-malasan dia tidak sadar ternyata murid barunya Ren.


(Ga ah palingan murid baru itu menjauh dari aku)


"Perkenalkan namaku Ren"Ren.


"Salam kenal Ren"serentak semua laki-laki yang ada di kelas kecuali Rey karena sedang malas-malasan.


"Eh ternyata ada aa Rey"Ren memeluk tangan Rey.


"Ehhhh........"semua murid karena tidak percaya.


"Ehm Ren perkenalkan dirimu dengan benar"wali kelas


"Oh iya juga, perkenalkan namaku Ren dan adalah adik Rey"Ren.


"Hah...."semua murid kaget.


"Rey naha didinya te mere beja awewe nu urang taksir eta adi didinya"Mail marah marah.


(Rey kenapa kamu ga ngasih tau perempuan yang aku taksir ternyata adik didinya).


"Huuh caritana panjang, engke ku urang caritakeun"Rey.


(Iya ceritanya panjang, nanti aku ceritakan).


Semua laki-laki di kelas kecuali Rey berebut untuk duduk samping Ren.


"Bu aku duduknya boleh pinggir Rey"Ren penuh semangat.


"Boleh aja, untuk tempat duduk Ren akan duduk di bangku yang kosong sebelah Rey"wali kelas.


"Yess bisa duduk di samping Rey"Ren


Dan Ren pun duduk di samping Rey, kemudian pelajaran dimulai singkat cerita pelajaran wali kelas selesai dan akan memasuki pelajaran selanjutnya Rey di hampiri oleh Rizki murid yang paling tampan di kelas


"Rey kamu tidak pantas untuk duduk di sini karena kamu adalah orang payah, tidak berguna, sekarang juga kamu pindah tempat duduk ke belakang kalo tidak liat saja pulang sekolah"Rizki berbicara di dekat telinga Rey.


"Iya aku akan pindah"Rey yang cuman mengambil aman saja.


"Nya temenang kitu atuh Ki sia kan nu ngajorong jorong Rey untuk duduk di paling depan, kenapa kamu sekarang yang ngotot meminta Rey pindah kebelakang"Mail marah sekali.


(Ya ga boleh gitu dong Ki kamu kan yang mendorong dorong Rey untuk duduk di paling depan, kenapa kamu sekarang ngotot meminta Rey pindah kebelakang)


"Il engges tong di perpanjang urang embung Aya keributan di kelas"Rey yang meredam kemarahan Mail.


(Il udah jangan di perpanjang aku gamau sampai ada keributan di kelas)


"Asli na Rey te nanaon"Mail yang masih kesal.


(Asiknya Rey ga apa-apa).


"Iya"Rey.


"Nya ari ka hayang didinya kitumah urang ge rek pindah ka tukang"Mail.


(Ya kalo gitu mau mu aku juga akan pindah ke belakang)


"Nuhun Il, tapi mending ga usah mending kamu berusaha untuk mendapatkan hatinya Ren dulu, aku ga apa kok duduk di belakang sendirian"Rey.


(Terimakasih Il,tapi mending ga usah mending kamu berusaha untuk mendapatkan hatinya Ren dulu, aku ga apa kok duduk di belakang sendirian)


"Rey kamu mau kemana membawa tas mu"Ren.


"Aku mau duduk di belakang tukeran sama Rizki"Rey.


Ketika Rey mentakan itu Ren langsung memeluk Rey dan menangis.


"Rey jangan tinggalkan ku sendiri kamu kan udah janji mau melindungiku dan kalo aku di apa-apain oleh dia gimana"Ren menangis.


"Udah udah, tenang aja Mail sahabat ku pasti melindungi mu dan kamu mending berhenti menangis kalo tidak aku akan habis oleh Rizki dan gengnya"Rey yang berusaha menenangkan Ren.


Ren pun melepaskan pelukannya dari Rey ketika Rey pindah Asolani mengikutinya dan duduk di samping Rey.


"Asolani kenapa kamu juga pindah tempat duduk kesini"Rey.


"Ya ga apa-apa mau aja"Asolani.


"Bang Rey kenapa ga seperti biasanya"Asolani heran.


"Ga kenapa kenapa"Rey.


"Ah jangan bohong"Asolani.


"Beneran ga kenapa kenapa"Rey.


"Oh iya dari pada kamu galau aja mending temenin aku maen ini game"Asolani menyemangati.


"Hah Asolani sejak kapan kamu maen game ini"Rey mulai ceria.


"Oh baru baru kok"Asolani.


"Syukur lah Rey kembali semangat"Asolani dalam hati.


"Baru berapa lama kamu main ini game"Rey bersemangat.


"Ya bisa di bilang aku main dari kemarin malam tapi aku ga ngerti gimana memasang itemnya"Asolani.


"Ok sini aku kasih tau"Rey.


Ketika Rey dan Asolani asik membahas game, Ren membawa tasnya dan menghampiri Rey dan Asolani kemudian Ren duduk di antara mereka berdua.


"Kamu jangan dekat dekat sama aa Rey (kakak Rey)"Ren memeluk tangan Rey.


"Hah kamu siapa"Asolani marah.


"Aku adalah adik Rey dan istri masa depannya"Ren.


"Hah istri masa depan Rey kamu udah ngapain aja dengan dia"Asolani marah.


"Ga boleh di biarkan nih aku harus ambil inisiatif"Asolani dalam hati.


"Tentu saja kita sudah tidur baren-"Ren .


"Itukan kamu yang menyusup ke kamar"Rey memukul kepala Ren dengan buku.


"Ya habisnya aku ketuk pintu kamu ga bangun juga ya udah aku ikut tidur disampingmu"Ren.


"Kok ikut tidur sih bukanya bangunin"Rey marah.


"Tunggu tunggu Rey bukannya kamu itu anak terakhir"Asolani.


"Eeehhhmmm gimana ngejelasinnya ya, ya pokonya dia itu adik baru ku"Rey.


"Moga aja Asolani mengerti"Rey dalam hati.


"Oh berati dia adalah adik ipar masa depanku jadi aku harus mengambil hatimu dulu"Asolani.


Kemudian Asolani memeluk Ren.


"Berati kamu adalah rivalku mulai sekarang kita berperang mempertaruhkan cinta kita Ren"Asolani berbicara di dekat telinga Ren.


"Menarik juga oke kita buktikan siapa yang akan menang"Ren berbicara dekat telinga Asolani.


"Mohon karja samanya untuk meluluhkan hati Rey"Asolani dan Ren berjabat tangan


"Loh kok tiba tiba pada salaman"Rey heran.


"Oh bukan apa apa cuman rahasia sesama wanita laki laki tidak udah tau"Ren dan Asolani tersenyum indah.


"Oh syukurlah kalian bisa akrab"Rey.


"Tapi Ren kalo kamu pindah kesini aku bisa dapat masalah besar"Rey khawatir.


"Kalem Rey si Rizki moal wani deui ka didinya"Mail yang ikut juga pindah ke belakang.


(Tenang Rey Rizki tidak akan berani lagi ke kamu)


"Naha kunaon kitu il"Rey heran.


(Kenapa gitu il)


"Nya pas didinya asik ngobrol jeung Asolani si Rizki biasa tebar pesona ke Ren, Langsung ku si Ren ditatap mata na dan kemudian Rizki jadi seperti itu"Mail.


(Ya pas kamu asik ngobrol sama Asolani Rizki biasa tebar pesona ke Ren,Langsung oleh Ren mata Rizki ditatap dan kemudian dia seperti itu)


[Note Rizki dengan raut wajah ketakutan dia terus berbicara maafkan aku, aku mohon]


"Mental na down, Ren kamu apai Rizki"Rey menatap serius.


"Ehm aku cuman kasih dia pelajaran"Ren.


"Pelajaran seperti apa kamu ajar dia soal UN"Rey.


"Bukan pelajaran itu aku cuman memperlihatkan kepada dia jika dia di posisimu dengan kekuatan ku itu aja kok dan itu cuman 30% saja dari kehidupan mu" Ren.


"Baru 30% aja gimana kalo 100%"Asolani dan Mail.


"Woy kora jadi saria nganggap hirup urang teh sengsara"Rey marah.


(Woy kalian jadi kalian menganggap hidup aku itu sengsara)


"Tapi itu memang kenyataan nya kan Rey"Mail.


"Iya juga"Rey Pundung.


"semangat Rey, kamukan mampu melewati semua itu"Asolani memberi semangat.


Ketika asik ngobrol guru piket masuk ke kelas mereka dan memberikan tugas pelajaran sejarah, karena guru sejarah itu tidak bisa hadir karena harus menghadiri acara keluarganya, guru piket tersebut juga mengatakan yang tugasnya selesai boleh langsung istirahat kemuadian guru piket meninggalkan kelas. Ketika Rey ingin mengajak bicara Ren, Ren Langsung di tarik oleh para cewe di kelas dan maksud cewe cewe di kelas menarik Ren agar Ren tidak dekat dekat dengan Rey.


Tetapi Rey tidak terlalu memikirkan masalah tersebut dan Rey juga tidak mau sampai Ren di jauhi teman sekelas, tetapi di sisi lain Ren berusaha untuk menghindari para cewe cewe di kelas nya karena Ren sudah tau maksud para cewe di kelasnya agar bisa menjauhkan Rey dengan nya tetapi Ren juga sudah mengetahui alasan Rey. Dari jam istirahat sampai jam pulang Ren tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan Rey.


Ren memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Rey cuman ketika mereka melaksanakan hukuman karena mereka telat.


"Ah akhirnya aku bisa berbicara dengan mu Rey"Ren.


"Kamu mau bicara apa Ren?"Rey.


"Tadinya aku mau menjelaskan rencana agar kamu bis--"Ren.


Kemudian Rina datang dan tidak sengaja memotong omongan Rey.


"Selamat sore Rey, Ren"Rina.


"Sseelamat ssoorree juga Rina"Rey gugup.


"Ayo kita selesaikan hukuman agar dapat cepat cepat pulang"Rina.


"Ok aku membersihkan WC kalian berdua bersih kan halaman ok"Ren.


"Ren apa yang kamu katakan aku belum siap"Rey mengatakan dekat Ren.


"A ini rencananya siap atau engga aa harus berjuang"Ren.


"Ok kalo gitu aku membersihkan WC dulu ya, semoga berhasil"Ren berlari menjauh dari mereka berdua.


"Rey ayo kita juga bergegas ke halaman"Rina tersenyum.


"Oookkk aayyoo kita halaman"Rey gugup.


"Rey kamu ga kenapa-napa"Rina.


"Engga kenapa-napa kok"Rey gugup.


"Kok kamu bawa sikat WC"Rina ketawa kecil.


"Oh iya aku salah bawa"Rey malu.


Singkat nya hukuman mereka selesai Rey dan Rina membereskan tas mereka masing-masing, setelah selesai Rey duduk dihalaman yang telah mereka berdua bereskan sembari menunggu Ren selesai


"Rey kok ga pulang"Rina.


"Oh iya aku lagi menunggu Ren selesai"Rey.


"Oleh aku menemani mu Rey"Rina.


"Oh boleh"Rey.


Kemudian Rey mengeluarkan buku matematika dan Rey mengerjakan PR yang tadi di berikan sembari menunggu Ren selesai.


"Rey kamu buka buku apa"Rina.


"Oh buku matematika aku mau mengerjakan nya dulu sembari menunggu Ren beres"Rey.


Ketika Rey sedang mengerjakan Rey tersendat oleh 1 pertanyaan yang lumayan sulit.


"Rey kanapa"Rina heran.


"Oh ini no 7 susah aku ga ngerti sama sekali"Rey.


"Oh mana, oh yang ini pertanyaan ini kamu tulis dulu bilangan nya terus tarik garis miring di angka angka tersebut kalo kamu tarik dari bawah ke atas itu di kali kalo ke bawah di bagi setelah itu kamu jumlahkan dan itu hasilnya"Rina.


"Oh iya juga jadi lebih gampang terimakasih Rina"Rey.


"Ya sama-sama"Rina.


Tidak lama kemudian Ren selesai.


"A lama nunggu"Ren.


"Oh ngega juga"Rey.


"Kak Rina terimakasih udah menemani kakakku"Ren.


"Oh iya sama-sama, yuk pulang"Rina.


Mereka bertiga pulang setelah Rey dan Ren berpisah dengan Rina, Ren menanyakan apa yang mereka bicarakan.


"A udah berasil menembaknya"Ren.


"Ya sabar dulu cinta itu tidak perlu terburu-buru"Rey


Ke esokan nya di sekolah Ren masih saja susah untuk berbicara dengan Rey, dan terus sampai 2 Minggu. Ren masih susah untuk berbicara dengan Rey


Senin di Minggu yang ke 3 Ren, Rey, Mail, Asolani, dan Rina kebetulan mendapat kan kelompok yang sama dan Ren mengatakan kepada mereka ingin tempat untuk berkumpul dan berbincang sepulang sekolah, dan kemudian Asolani menyarankan kenapa kita tidak membuat klub saja.