YESS OR NO

YESS OR NO
KASUS MEREPOTKAN BAGIAN 5



5 Desember hari Rabu pukul 07.30 setelah semua murid kelas Rey masuk suasana kelas terhadap Rey menjadi lebih dingin dari biasanya. Dan Mail yang bisanya bercanda ria dengan Rey sebelum dimulainya kelas dia bersikap dingin juga, tapi Mail bersikap dingin terhadap Rey ia ingin sahabatnya itu aman-aman saja karena kalo dia mendekati atau melakukan rutinitas biasanya Rey, Rey akan menerima akibat yang fatal. Walaupun semua orang yang di kelas Rey dingin tapi dia masih mempunyai orang yang selalu menghiburnya yaitu Ren saja karena Asolani dan Rina di ancam oleh teman sekelas Rey untuk tidak dekat-dekat dengan Rey.


Sebenarnya Ren juga sudah dia ancam oleh para perempuan yang ada di kelasnya tapi dia tidak peduli dengan ancaman dan jika ancaman nya itu di lancarkan Ren akan melindungi Rey. Tetapi Ren mendekati Rey karena dia ingin mengambil hatinya Rey lebih dulu sebelum Asolani melakukannya terlebih dahulu.


"Kok kelas ga seperti biasanya, terasa lebih dingin" Rey dalam hati.


"Pagi il" Rey.


"Kok Mail juga tidak seperti biasanya dan dia kok duduknya menjadi menjauh" Rey dalam hati.


"A Rey boleh liat pr ga, soalnya kemarin Ren kelupaan" Ren.


"Tuh kan kebiasaan, nih" Rey memberi buku.


"Ren salin dulu ya" Ren.


"Terserah" Rey.


"A Rey kenapa kemarin aa ga ke ruangan klub" Ren.


"Kemarin aa udah ke ruang klub walaupun telat karena ada urusan" Rey.


"Sebenarnya bukan urusan tapi dikeroyok dulu dan berurusan dengan preman sekolah" Rey dalam hati.


"Urusan apa a" Ren.


"Ra ha si a" Rey.


"Jangan main rahasia-rahasian dong a" Ren memelas Rey.


"Iya-iya aa kasih tau tapi sebelum itu, kasih tau aa dulu perkembangan kasus udah sampai mana" Rey.


"Oh kasus itu kita kemarin menemukan TKP pengeroyokan dan yang hebatnya pengeroyokan nya terjadi 1 jam sebelumnya tapi Ren masih penasaran siapa korbannya" Ren bingung.


Kemudian Rey menunjuk dirinya sendiri.


"Nih korbannya" Rey datar.


"A Rey jangan bercanda" Ren ketawa kecil.


"Beneran ini korbannya depan mata kamu" Rey datar.


"Sungguh" Ren.


"Iya" Rey.


"Beneran" Ren.


"Hah iya" Rey.


"Hhaahh beneran a Rey kor" Ren yang mulutnya langsung di tutup oleh Rey.


"Aahh koran kemarin lucu banget ya Ren" Rey menutum mulut dan kemudian memeluk Ren.


"Sshhtt jangan kaget sekarang nanti aa jelaskan ketika istirahat dan kamu diam dan ikuti saja aa" Rey bisik-bisik ke Ren.


"Hahaha iya a kemarin koran tentang korupsi lucu banget" Ren.


15 menit kemudian pelajaran pun dimulai pelajaran pertama tidak ada masalah tapi ketika jam pelajaran kedua masalah mulai muncul ketika Rey membacakan soal dan menjawabnya ketika guru tersebut ingin pindah ke nomor selanjutnya ada seorang murid yang mengatakan.


"Bu kok soal no.9 kok di lewat"


"Bukannya tadi udah bibacakan dan di jawab oleh Muhamad Rey"


"Hah Muhamad Rey itu siapa Bu di sini ga ada murid yang namanya Muhamad Rey"


"Kalian jangan membully teman sekelas kalian itu yang duduk di sebelah Ren itu ada Rey"


"Ibu ini pelawak atau gimana sih di sebelah Ren ga ada yang duduk"


"Ih kalian semua jahat sejahat-jahatnya koruptor ga sejahat kalian" Ren.


"Berisik kamu boneka mainan 18 tahun ke atas"


Ketika salah satu orang mengatakan itu Rey langsung menghampiri orang yang mengatakan Ren adalah boneka main 18 tahun ke atas. Kemudian Rey menarik bajunya dan mengatakan.


"Sia boleh menghina aing sehina-hinanya dan memukul aing sampai masuk rumah sakit tapi kalo ada yang berani menghina Ren sampai-sampai merendahkannya aku akan membuat orang itu menarik ucapannya" Rey murka dan membanting orang yang menghina Ren lantai.


"Ren hayu ikut aa kelas ini sudah tidak menginginkan kita lagi" Rey marah dan menarik Ren yang sedang menangis ke luar.


Kemudian Rey membawa Ren ke markas rahasia dia, Yusha dan Sri.


"Aa ini kita di mana" Ren sembari mengusap air mata.


"Ini tempat yang ingin ku tunjukkan dan orang-orang di ruangan ini yang kemarin menolongku kemarin" Rey.


"Tapi a kenapa tidak di ruang klub saja" Ren.


"Oh tapi Ren juga ingin ikut terlibat karena karena Ren sudah terlanjur datang ke sini" Ren.


"Terserah kamu saja" Rey.


Tetapi Rey bingung kenapa seorang berandalan ga bolos, setelah itu Rey menunggu Yusha dan Sri sembari bermain game di hp nya. Ketika Rey login ke game nya Rey mendapat pesan dari Asolani yang isinya (Rey maaf aku tidak bisa menemani mu karena kalo aku menemani mu kamu akan habis di habisi mereka) setelah membaca pesan itu Rey tidak heran lagi kenapa tadi pagi mereka semua bersikap dingin terhadapnya.


Rey bersyukur memiliki teman seperti mereka ketika Rey asik bermain game dan Ren mengacak-acak atau mencari benda rahasia yang ada di ruangan itu tidak lama kemudian Ren menemukan sebuah kartu Remi, monopoli, kartu Uno dan lain-lain yang berhubungan dengan game yang dimainkan oleh 2 orang lebih. Kemudian Ren mengajak Rey untuk main kucing-kucingan dengan kartu Remi (permainan ini dimainkan dengan menyisakan 1 kartu dan pasangan dari kartu itu adalah joker atau biang dari kekalahan, permainan ini cukup mudah setiap pemain cukup menebak kartu dan mengambil kartu yang di pegang lawan dan mencocokan setiap angka sampai kartu abis dan yang pertama kali habis dia pemenangnya).


Setelah di jelaskan aturan permainannya Ren dan Rey memulai permainan sembari menunggu Sri dan Yusha datang. Ketika sedang asik datang lah Sri keruangan tersebut.


"Hime, Rey udah lama nunggu" Sri.


"Sri maaf aku menggunakan ruangan ini sebelum kamu masuk" Rey.


"Engga apa-apa KOK REY KAMU BAWA CEWE DARI MANA DAN KAMU UDAH NGELAKUIN APA PADANYA SAMPAI-SAMPAI SEPERTI ORANG YANG SUDAH MENANGIS" Sri.


"Oh ini dia adik ku kok dan kenapa aku bawa dia kesini karena aku ingin mencari tempat yang tenang dan kalo aku bawa ke ruangan klub ku nanti yang ada heboh 1 sekolah" Rey.


"Kenapa bisa heboh" Sri bingung.


"Karena guru pembina ruang klub kami adalah anak kepala sekolah yang asli" Rey.


"Terus ketua OSIS dan adik kembarnya siapanya kepala sekolah" Sri kaget.


"Oh mereka adalah anak angkatnya" Rey.


"Oh anak angkat HAH" Sri shock.


"Terus nama adik mu ini siapa" Sri.


"Nama dia Ren, dan Ren ini Sri salah satu dari penyelamatku kemarin" Rey.


"Sri mohon kerja samanya" Sri.


"Ren mohon kerja samanya" Ren.


Setelah itu Rey di rakul oleh Sri dan di tanya kenapa dia membawa adik nya yang tidak tau apa-apa kemudian Rey menceritakan apa yang tadi terjadi setelah mendengar itu Sri menangis dan memegang pundaknya Rey.


"Rey aku salut dengan keberanianmu terus lindungi adik mu ini walaupun kamu tidak bisa gelut" Sri.


"Sri aku mau tanya kenapa kamu tidak bolos karena dari anime yang aku tonton tipe cewe berandalan sepertimu akan bolos pelajaran" Rey.


"Enak saja mengatakan aku berandalan aku ini adalah pengawal dari ketua o-" Sri yang mulutnya di tutup oleh Yusha.


"Ketua kita jangan membongkar rahasia ini kita Karus melindungi Yani dan yami dari jauh dan dengan peran sebagai berandalan adalah hal yang bagus karena kita bisa sedikit dekat dengan mereka berdua" Yusha yang baru datang langsung menutup mulut Sri dan berbisik kepada Sri.


"Ya walaupun kita anak berandalan tapi kita juga tidak ingin bodoh Rey kamu bawa siapa ini" Yusha.


"Oh dia adikku namanya Ren" Rey.


"Aa Rey ternyata kemarin enak-enak dengan 2 cewe sedang kan kami semua kemarin sibuk memecahkan misteri" Ren sebal.


"Woy gua laki-laki" Yusha.


"Hahaha adik Rey juga mengagap mu perempuan" Sri.


"Jangan ketawa ketua" Yusha marah.


"A namanya siapa kok kawaii" Ren.


"Nama dia Hime Yushari panggil aja dia Hime" Sri menahan tawa.


"Ketua aku benci ketua" Yusha kesal.


"Njir kawaii" Rey dan Ren dalam hati.


Kemudian Yusha melontarkan pertanyaan yang sama kenapa dia membawa adik nya kemari, kemudian Rey menceritakan apa yang terjadi setelah mendengar itu Yusha terharu.


"Udah Hime jangan di tangis lagi" Rey.


"Rey tadi kamu mengatakan apa" Yusha.


"Ups" Rey langsung menutup mulut.


"Dia mengatakan Hime" Ren.


"Nj(i)r lamun lain adik urang ku urang geus di smackdown" Rey dalam hati.


"Kamu memanggil aku Hime lagi, kubunuh kau" Yusha serius.


"Iya iya maaf kan aku" Rey ketakutan.


"Gimana Ren kamu mau ikut terlibat atau tidak" Sri.


"Iya aku mau asalkan bareng aa Rey" Ren.