YESS OR NO

YESS OR NO
HARI PERTAMA MENJADI PEREMPUAN



7 Desember hari Jumat jam 07.00 Rey berada di ruangan OSIS karena sehari sebelumnya sebelum mereka pulang Rey di suruh Yani untuk datang ke ruangan OSIS. Ketika di ruang OSIS Rey aga canggung karena di ruangan OSIS itu Rey tidak melihat Yani, Yami, dan Asolani. Tidak lama Yani datang, kedatangan Yani membuat lega Rey.


"Ketua dia siapa" anggota OSIS yang lain.


"Oh dia, dia adalah murid pindahan dari luar negeri" Yani senyum jahat.


"Nj(i)r mentang-mentang aing tebisa bahasa Inggris" Rey dalam hati.


"Saya sudah lama di Indonesia jadi kalian jangan canggung" Rey.


"Ketua terus nama dia siapa" anggota OSIS.


"Aku juga ga tau coba kamu tanya sendiri" Yani.


"Bangsat masa aku harus mikir nama baru lagi sih" Rey dalam hati.


"Hey hey what is your name" anggota OSIS.


"Bahasa Indonesia aja saya paham kok, nama saya Shiro Megumi yoroshiku" Rey.


"Nj(i)r kelepasan jadi nama orang jepang, bodo amat ah palingan ga ada yang mengerti" Rey dalam hati.


"Hah yoroshiku artinya apa Shiro" anggota OSIS.


"Oh itu artinya mohon kerja sama nya" Yani.


"Wow murid pindahan kita dari Korea" anggota OSIS.


"Jepang kampret" Rey dan Yani dalam hati.


Pukul 07.45 Rey di bawa ke kelas barunya, dan Yani berpesan kepada Rey dia harus pura-pura menjadi orang lain Dan bukan menjadi diri dia sendiri. Ternyata kelas barunya Rey adalah kelas 11 MM 2 yaitu kelasnya sendiri. Karena di kelas 11 MM 2 muridnya sedikit.


"Anak-anak ibu ingin memperkenalkan murid baru dari luar negeri" Bu Shinta wali kelas 11 MM 2.


"Wah murid baru semoga dia perempuan cantik" harapan laki-laki.


"Wah murid baru semoga dia seperti oppa oppa Korea" harapan perempuan.


"Kalian diam dulu dia adalah perempuan" Bu Shinta.


"Yess" harapan laki-laki terkabul.


"Ok untuk murid baru silahkan masuk" Bu Shinta.


Kemudian Rey masuk ke kelasnya untuk memperkenalkan diri ketika ingin memperkenalkan diri Rey melihat ekspresi muka Mail, Asolani, Rina, dan Ren seperti menahan tawa.


"Perkenalan nama ku Shiro Megumi aku murid pindahan dari Jepang" Rey.


"Mail, Asolani, Rina dan Ren pasti mentertawakan ku, tuh kan benar awas saja kalian ketika di ruangan klub" Rey dalam hati.


"Ok kamu sekarang duduk di samping Ren" Bu Shinta.


Setelah itu Rey duduk di bangku samping Ren.


"Nama mu Ren yoroshiku" Rey.


"Aa nih ap" Ren mulutnya langsung di tutup oleh Rey.


"Kamu ikutin aja alur nya jangan coba-coba membongkar rahasia ini" Rey menutup mulut Ren.


"Eh ya mohon kerjasamanya juga Megumi" Ren.


Singkat cerita ketika istirahat para lelaki dan perempuan bercengkrama dengan Rey.


"Megumi kamu pulang sekolah ada acara ga" laki-laki A.


"Megumi kamu mau ikut ekskul bareng aku" perempuan A.


Dan banyak lagi pertanyaan yang di lontarkan ketika Rey di tanya-tanya seperti itu Rey mulai mengerti kenapa orang itu memilih menjadi perempuan ketimbang laki-laki. Karena Rey juga merasa ketika dia menjadi laki-laki dia diperlakukan seperti hantu dan ketika dia menjadi perempuan dia merasa menjadi idol dadakan. Sampai sampai dia tidak ingin kembali menjadi laki-laki. Setelah itu Rey sengaja menanyakan ke salah satu laki-laki menanyakan orang yang duduk di bangku Rey yang asli kemana orangnya terus laki-laki itu menjawab mungkin dia mabal. Setelah mendengar kata-kata itu Rey menjadi aga terharu karena sekarang teman sekelasnya mengagap dia ada belum puas dengan orang tadi Rey juga menanyakan hal yang sama kepada salah satu perempuan dan perempuan itu menjawab mungkin dia lagi sakit, sama seperti halnya tadi Rey juga merasa terharu karena dia sudah di anggap ada oleh yang lain.


Ketika jam 12.00


"A Rey inget Kamu sekarang adalah seorang wanita Kade bisi jumatan" Ren.


"Iya aku juga tau" Rey.


"Huh hampir saja aku ikut keluar sama yang lain" Rey dalam hati.


12.45 ketika para laki-laki selesai melakukan shalat Jum'at Rey (Shiro Megumi), Ren, Asolani, dan Rina melaksanakan shalat Dzuhur. Singkat cerita ketika bel pulang berbunyi Rey menemukan surat cinta di dalam mejanya, kemudian surat itu di simpan oleh Rey di sakunya ketika Rey di ajak ketua kelas untuk berkeliling sekolah dan melihat-lihat kegiatan klub yang ada di sekolah itu ketika Rey melihat-lihat Rey tidak menyangkan melihat orang yang kemarin atau orang yang di misi dia sekarang ketika itu Rey menanyakan kepada ketua kelas itu ekskul apa ketua kelas menjawab itu ekskul teater dan dia adalah tuan putri klub tersebut dan dia juga memiliki julukan yaitu perendah harga diri laki-laki.


Julukan itu mengundang pertanyaan yang lebih dari Rey.


"Kenapa dia punya julukan seperti itu" Rey.


"Oh" Rey.


"Apakah kamu sudah memutuskan mau masuk klub apa" ketua kelas.


"Sudah aku ingin masuk klub Mantuan sepertinya klub itu menarik" Rey.


"Beneran mau masuk klub itu" ketua kelas.


"Yap" Rey.


Setelah itu ketua kelas membawa Rey ke ruangan klub mantuan, setalah sampai di ruang klub Rey merasa melupakan sesuatu yang penting.


"Shiro kamu lagi mikir apa" ketua kelas.


"Engga lagi mikir apa apa" Rey.


"Aku merasa melupakan hal yang penting" Rey dalam hati.


"Ini ruangan klub Mantuan, tapi maaf aku gabisa menemani kamu masuk karena ekskul ku akan di mulai" ketua kelas.


"Ga apa apa kok" Rey.


"Aku duluan takut terlambat" ketua kelas.


"Ya" Rey.


Setelah itu Rey masuk ke ruangan klub dan ternyata anggota klub Mantuan yang lain tidak ada di sana yang ada di sana adalah Sri dan Yusha yang sedang menunggu Rey.


"Selamat datang di klub Mantuan tapi mohon maaf jika kamu mencari anggota yang lain mereka semua sedang keluar" Yusha.


"Iya aku tunggu" Rey.


"Eee kamu bukankah orang kemari yang bersama Ren" Yusha.


"Hehehe iya nama ku Shiro Megumi" Rey.


"Kemana sih Rey tumben belum datang ke ruangan klubnya sendiri" Yusha.


"Iya ada apa cari aku ups keceplosan" Rey.


"Hah kamu siapa sebenarnya" Sri.


"Bicara apa kamu ini aku murid pindahan yang baru pindah sekarang" Rey.


Tidak lama datang lah Yani dan Yami.


"Ost apa kabar kalian, ara kok baru ada kamu Rey" Yani.


"Hah Rey dia di mana" Yusha kesal.


"Yani sssttt" Rey.


"Oh ternyata itu kalian Sri, Hime" Yami.


"Tuan aku mohon jangan panggil aku Hime" Yusha.


"Hah tuan aku punya pirasat yang ga enak tentang ini" Rey dalam hati.


"Nyonya kamu tadi sebut Rey dia di mana" Sri.


"Tuh" Yani menunjuk Shiro Megumi (Rey).


"Nj(i)r jangan di bongkar Napa" Rey dalam hati.


"Beraninya kamu Rey menyamar menjadi perempuan untuk mengklabui kami" Yusha.


"Dan sebenarnya dia itu perempuan seutuh nya bukan lagi menyamar" Yami.


"Bangsat duo kembar sialan" Rey dalam hati.


"Tunggu-tunggu sekarang giliran aku bertanya Yani Yami kalian kenal dengan mereka" Rey.


"Iya mereka itu bodyguard kami" Yani.


"Eeeeee" Rey shock.


Kemudian Yani menanyakan perkembangan kasus yang sekarang sudah sampai dimana karena Yani mengetahui yang akan bisa menyelesaikan kasus ini adalah Rey seorang karena Yani telah menggunakan kekuatan nya, dan sebenarnya cara menyelesaikan kasus ini juga sudah di ketahui oleh Yami dengan menggunakan skill nya. Tetapi agar lebih menarik Yami sengaja tidak memberi tahu Rey.


"Sebenarnya aku dan Ren kemarin liat orang ini ke suatu tempat karena gerak gerik nya mencurigakan aku dan Ren mengikuti dia dan benar saja dia menggunakan skill nya di tempat yang sepi yang semula dia laki-laki dia langsung berubah menjadi perempuan karena penasaran aku menunggu dan terus melihat gerak-gerik dia dan ternyata dia berubah menjadi perempuan cuman untuk"