
Ketika aura hitam memasuki tubuh dari Asolani, Asolani langsung teriak ke sakitan karena efek dari makanan tersebut sangat kuat. ketika Asolani teriak kesakitan Ucok, Kimi, dan Febby langsung kaget karena tidak biasanya efek pengaruh bisa sekuat itu Ucok, Kimi, dan Febby heran karena Rey tidak panik sedikit pun.
"Rey kamu kenapa tidak panik" Febby.
"Oh ga tau juga sih kenapa aku tidak panik" Rey.
"Loh kamu sendiri tidak tau penyebab kamu sangat tenang" Kimi heran.
"Wah nih manusia langka sekali" Ucok.
"Apa maksud dari omongan mu" Rey.
"Maksud tuan hanya 0,00001% orang di dunia ini yang akan tenang-tenang saja dalam menghadapi kondisi apa pun jadi dari kemungkinan 0,00001% orang yang memiliki sifat itu ternyata adalah kamu Rey" Kimi.
"Oh aku tenang juga soalnya yang faktor kesatu adalah sipat yang di wariskan kepada ku dari ibuku, faktor kedua adalah aku percaya bahwa ada sebab pasti ada penyelesaian dan faktor terakhir karena aku percaya Asolani cuman acting kesakitan" Rey.
Karena kedok Asolani sudah terbongkar Asolani pun langsung jujur ke mereka semua.
"Hehehe iya sebenarnya aku cuman akting kesakitan maaf semua soalnya aku sudah bosan" Asolani.
Sebenarnya Asolani bukan bosan melainkan dia sudah tidak ingin di tempat itu(sudah tidak nyaman berada di sana) karena Asolani dari pertama naik kapal/perahu mewah skill dia sudah aktif dan ketika dia mencicipi makan dia itu penasaran dengan efek pengaruh dari makanan tersebut dan ingin mengetahui apakah kalo dia mencicipi makanan buatan Aisah dia dapat berkomunikasi dengan Aisah apa tidak dengan kata lain Asolani sudah tau racun dari makanan yang di buat Aisah. Semua kemungkinan itu di ceritakan oleh Asolani kepada yang lain.
"Terus gimana kamu bisa berkomunikasi dengan Aisah" Febby.
"Bisa tapi perkataan dia seperti sinyal 3g patah patah atau lemot" Asolani.
"haaaah dari awal dia tidak di kendalikan" Rey dalam hati sebenarnnya Rey sudah mengetahui bahwa Aisah itu pura-pura di kendalikan karena dia ingin menghancurkan organisasi Guntur dari dalam.
"Terus apa yang dia katakan" Ucok penasaran.
"Dia mengatakan 'sebenya atidi kenlikan oltur akcu mau mengkandaskan orsasi di rilam' itu yang dia katakan tapi aku tidak tau apa maksudnya" Asolani.
Kemudian mereka semua memikirkan maksud dari perkataan Asolani tadi ketika mereka sedang berpikir salah satu orang yang di belakang Ucok meminta maaf sembari membuka topengnya.
"Anak-anak maafkan anak ibu ya"
"Eh ibu nya Aisah ibu sedang apa di sini" Asolani bingung.
"Sebelum aku kesini aku sudah memprediksi bahwa ibu ini dan 2 anaknya akan diculik oleh Guntur dan sebelum Guntur menculik mereka aku aman kan mereka terlebih dahulu, benar saja beberapa menit kemudian rumah ibu ini sudah hancur berkeping-keping" Ucok.
"Waw kejam juga mereka" Febby.
"Berati ada kemungkinan Aisah sebenarnya melakukan semua ini karena terpaksa" Rey.
"Hah maksudnya".
"Iya jadi gini sebenarnya Aisah itu tidak dikendalikan dengan kata lain dia cuman pura-pura dikendalikan oleh Guntur agar bisa menghancurkan organisasi Guntur dari dalam terus sepertinya dia keta" Rey terhenti bicara karena pertanyaan dari Asolani.
"Tunggu Rey jadi selama ini Aisah tidak di kendalikan oleh Guntur" Asolani aga marah.
"Ups ketahuan sebenarna Aisah ingin aku merahasiakan semua ini jadi bukan salah ku dong dan kenapa raut wajah kalian seperti akan marah" Rey sudah aga ketakutan.
"Memangnya mau apa" Rey sudah ketakutan.
"Sudah nurut aja" Asolani.
Kemudian Rey menggunakan skill Asolani setelah dia menggunakan skill itu dia berbalik ke belakang ketika berbalik Rey langsung dihajar oleh roh atau arwah misterius di bagian perutnya setelah di hajar Rey langsung kesakitan dan terjatuh, yang melakukan semua itu adalah Khodijah Arum atau kakak Aisah. Khodijah sangat khawatir soal adiknya yang ia pikir dia di kendalikan oleh Guntur sama seperti dirinya yang dahulu Khodijah sebenarnya tewas bukan karena organisasi yang menyekap ibu dan adik-adiknya melainkan dia tewas di kendalikan oleh Guntur dan di sisi lain Khodijah bersyukur karena adiknya tidak di kendalikan.
Ketika Rey terjatuh Febby, Ucok, Kimi, ibu Aisah, dan adik Aisah yang pertama kaget karena tiba-tiba terjatuh tanpa sebab kemudian Asolani menjelaskan apa yang terjadi ketika sudah di jelaskan ibu Aisah memaksa ingin berkomunikasi dengan Khodijah bagaimanapun caranya. Karena terus memaksa Asolani pun memberi sebuah pulpen kepada Khodijah.
"Kak Khodijah kakak bisa tuliskan 1 atau 2 kalimat untuk orang tua kakak" Asolani meminta dengan sangat.
"Duh gimana udah lama ga nulis" Khodijah.
"Tulis apa aja kak yang penting ibu kakak tenang" Asolani.
Karena terpaksa Khodijah menuliskan sesuatu ketika Khodijah menuliskan sesuatu pulpen yang di pegang Khodijah seolah olah gerak sendiri itu membuat adik ke2 dari Aisah teriak ketakutan tapi karena terikan itu skill adik kedua Aisah aktif dan adik kedua Aisah itu memiliki skill pemuncul Jadi skill itu bisa memunculkan sesuatu yang tidak terlihat oleh mata manusia normal sejauh radius 10 meter karena skill itu masih sangat lemah dan karena itu sosok arwah/roh Khodijah langsung terlihat karena itu ibu Aisah langsung refleks memeluk Khodijah ketika ingin memeluk nya badan Khodijah tembus/tidak bisa di sentuh karena itu ibu Aisah langsung sedih.
Di sisi lain ketika Khodijah di peluk oleh ibunya dia tidak sadar bahwa tubuh nya sekarang sudah terlihat karena skill adik yang bungsu dari Khodijah.
"Oh jadi ini wajah dan seluruh tubuh kakak Khodijah" Siti.
"Iya aku kakakm..Eeeeeeee kamu bisa lihat kakak" Khodijah.
"Iya sangat jelas" Siti.
"Eh ibu mana?" Khodijah penasaran.
"Tuh di pojokan dia sedang Pundung" Siti.
"Memangnya kenapa ibu bisa Pundung seperti itu?" Khodijah bingung.
"haaaaah dasar kakak bego tadi dia tuh ingin memeluk mu tapi tidak bisa" Siti.
"Kamu itu benar Siti?" Khodijah.
"Iya aku Siti masalah" Siti sembari membuka topeng.
"Engga cuman beda sekali sifat mu ketika waktu kecil" Khodijah.
"Sudah berisik aku tidak mau mengingat masa kecilku" Siti aga marah.
Karena aga marah Khodijah tidak melanjutkan pembicaraan dia langsung menanyakan kepada Rey pesan yang di berikan oleh Aisah kepada Asolani.
"Hey kamu jadi apa maksud dari perkataan Aisah itu?" Khodijah.
"Yang dia katakan kemungkinan 'aku sebenarnya tidak di kendalikan aku ingin menghancurkan organisasi Guntur dari dalam' kemungkinan itu sih. Aku curiga Guntur sudah mengetahui itu semua kemuadian dia memerintahkan orang yang sudah di kendalikan untuk membunuh ibu dan adik-adiknya Aisah dan kemudian Guntur akan menggunakan kesempatan itu untuk mengancam Aisah dan setelah perintahnya terlaksana dia akan memberi tau yang sebenarnya kepada Aisah dan aku yakin kalo rencana Guntur itu berjalan mulus Aisah akan sangat marah dan karena emosi Aisah yang tidak stabil digunakan oleh Guntur untuk memperalatnya kembali tapi itu cuman kemungkinan aku saja" Rey.
"Tapi Rey kemungkinan itu mungkin saja terjadi karena aku adalah salah satu korban dari kekejian Guntur" Khodijah.