
ketika di tengah jalan Rey merasa di ikuti.
"Bu Yuna mengikuti ku kan" Rey.
"Eh ketahuan ya" Bu Yuna.
"Eh ternyata benar ibu mengikutimu" Rey.
"Lah memangnya kamu ga tau" Bu Yuna.
"Engga" Rey.
"Udah udah yang penting sekarang kamu ke masuk ke sana" Bu Yuna.
"Ga mau ah. Pasti nanti merepotkan" Rey.
"Udah cepet" Bu Yuna.
Setelah itu Rey masuk ke dalam ruangan klub Rey Langsung di rempuk oleh Ren, Asolani, Yani dan Aisah dengan dipeluk. Tetapi bukannya senang tapi malah tertekan karena hawa perang dunia antara mereka dan tidak lama datang Yami ke ruangan itu yang membuat mereka bubar dan pada diem karena malu. Setelah itu Yani melihat jam dan terlihat telah pukul setengah 3.
"Hey semua sekarang hampir setengah tiga" Yani.
"Oh iya yuk kita ke sana" Rey.
"Iya hayu" Ren.
"Tapi nanti aku mau ngabarin dulu kak Sayo" Rey.
"Iya kami duluan ya" Asolani.
Kemudian Rey ke UKS untuk mengajak kak Sayo setelah berada di UKS Rey tidak melihat ada kak Sayo.
"Duh kak Sayo kemana ya" Rey.
"Kamu cari Sayo Rey" Bu Yuna.
"Eh Bu Yuna udah balik lagi" Rey.
"Iya Rey soalnya ga menarik di sana" Bu Yuna.
"Nah kan makannya jangan so ngaduin" Rey.
"Iya tapi kalo kamu cari Sayo dia ada di ruangan kepala sekolah" Bu Yuna.
"Oh kak Sayo di sana ya, makasih Bu Rey ke ruang kepala sekolah dulu" Rey.
"Eh kamu cari Sayo mau apa" Bu Yuna.
"Ibu kepo" Rey
Setelah itu Rey ke ruangan kepala sekolah untuk mencari kak Sayo. Sebelum sampai ke ruangan kepala sekolah Rey kebetulan bertemu Sayo di tengah jalan dan langsung Rey mengajak kak Sayo untuk pergi ketemuan sama teteh Ros.
"Kak Sayo ayo kita pergi sekarang" Rey.
"Iya hayu" Sayo.
Rey Langsung menghubungi para anggota klub menggunakan skill telepati. Ketika dihubungi ternyata mereka sudah ada di cafe dan sudah bersama teteh Ros. Setelah tau itu Rey dan Sayo langsung otw ke cafe dekat sekolah sesampainya di cafe tersebut Sayo dan teteh langsung selebrasi ketemuan. Setelah mereka semua ketemuan mereka langsung menyebutkan tujuan mereka langsung.
"Kakak Rey kami langsung saja ke intinya aja" Yani.
"Basa-basi Dulu ni(i)r" Rey dalam hati.
"Oh Ros perkenalkan ini kedua adik angkatku yang dulu sewaktu aku hidup aku pernah cerita" Sayo.
"Oh Yani dan Yami" Rey.
"Ok kamu mau bilang apa" Ros.
"Nj(i)r kok bisa langsung sih kalo aku harus basa basi dulu" Rey dalam hati.
"Kakaknya Rey kami mau tanya lomba yang kemungkinan kita dapat juara" Yani.
"Teteh Ros aja" Ros.
"Iya teteh Ros kami mau tanya soal yang tadi" Yani.
"Tapi kamu mencari lomba untuk apa" Ros.
"Buat mempertahankan klub kita" Yami.
"Iya teteh Ros kita cari 4 lomba" Asolani.
"Kenapa harus empat, anggota kalian ada berapa" Ros.
"Hmm ada 7 kalo" Ren
"8 teh" Aisah.
"Loh kamu mau masuk ke klub ga jelas kamu" Rey.
"Iya aku akan masuk ke klub ini sekarang" Aisah.
"Yang bener kamu" Rey.
"Iya" Aisah.
"Alhamdulillah kesempatan menang akan lebih besar" Rey dalam hati.
"Beneran Aisah kamu mau ikut" Sayo.
"Yap Bu" Aisah.
"Hah tunggu tunggu tunggu tunggu TUNGGU tadi kamu bilang apa" Sayo.
"B-" Aisah langsung menghentikan katanya karena Rey menghubunginya dengan telepati.
"Aisah jangan panggil dia ibu kalo kamu panggil dia ibu kamu akan tau akibatnya" Rey melalui telepati.
"Terus aku panggilnya apa kakak, teteh atau kak Sayo" Aisah melalui telepati.
"Bebas antara ketiga panggilan itu" Rey melalui telepati.
"Woy kenapa kamu bengong tadi kamu panggilku apa" Sayo.
"Oh iya teh ada apa" Aisah.
"Ehm ga jadi" Sayo.
"Oh" Aisah.
"Berati kakak akan 1 kelompok kan mu dengan Rey ok" Sayo.
"B-ups teteh ga bercanda kan" Aisah senang dan sekaligus Asolani, Ren, dan Yani melihat tajam Rey dan Aisah.
"Iya" Sayo.
Setelah itu di putus kan perang dingin dimulai seketika antara Aisah, Asolani, Ren dan Yani untuk memperebutkan Rey.