
Dihari yang sama ketika Rey berpisah dengan Megumi dan Ren. Rey segera menuju ruang kepala sekolah untuk memberi laporan atau penjelasan soal Rey yang menjadi 2(cct sebenarnya pa Agus atau kepala sekolah tidak tau cerita lengkap mengapa bisa ada Megumi atau diri Rey dari garis dunia yang berbeda)ketika di perjalanan ke ruang kepala sekolah Rey tidak sengaja mendengar pembicaraan guru tentang Megumi dan Ren.
"Ih Bu ibu tau ga Megumi dan Ren katanya bakal di jadikan contoh buruk untuk semua murid yang melanggar peraturan"
"Hah bukannya mereka berdua udah di kasih hukuman yang cukup berat"
"Iya tapi mereka gagal menyelesaikannya"
"Ya wajar mereka berdua di suruh membersihkan seisi sekolah ini kalo aku jadi Megumi atau Ren aku mending langsung pindah sekolah"
"Ehm apa Ren dan Megumi terlibat masalah ini, tapi aku sudah membulatkan tekat untuk menerima segala hukuman yang akan di berikan oleh guru BK itu, karena aku cuman ingin melihat Megumi dan Ren hidup damai" Rey dalam hati sembari jalan menuju ke ruangan kepala sekolah.
Sesampainya di ruangan kepala sekolah Rey tiba-tiba dibentak dan di marahin oleh guru yang baru keluar dari ruangan kepala sekolah.
"MEGUMI KAMU NGAPAI MEMAKAI BAJU YANG TIDAK SESUAI KAMU KAN PEREMPUAN KENAPA KAMU PAKE BAJU LAKI-LAKI SINI IKUT BAPA KAMU BENAR-BENAR MEMBUAT TENSI BAPA NAIK"
"Tapi pa aku bukan Megumi" Rey kaget+ketakutan.
"BERISIK KAMU AYO CEPAT IKUT BAPA"
Kemudian Rey di suruh tunggu di ruangan gudang samping ruangan kepala sekolah karena guru tersebut akan ke ruang praktek busana untuk meminjam baju seragam perempuan. Setelah sudah meminjam seragam ke ruang praktek busana guru tersebut kembali menemui Rey.
"Nih kamu pake seragam, lejing dan rambut palsu ini kamu tuh ngapain sampai di cukup segala kamu tidak bisa menghindar dari bapa"
"Tapi pa aku bukan Megu" Rey ingin memberikan penjelasan.
"UDAH BERISIK KAMU MALAH NGELAWAN BAPA CEPAT PAKE SEMUA ITU KALO TIDAK BAPA AKAN TARIK IJIN KLUB YANG KAMU IKUTIN"
"Iya pa" Rey.
"Yang terpaksa aku harus pake kalo tidak klub yang susah payah aku dan yang lain bangun akan di cabut ijinnya" Rey dalam hati.
Setelah seragam, lejing dan rambut palsu di pakai Rey langsung ke ruang kepala sekolah karena tujuan Rey adalah menceritakan tentang Megumi dari garis dunia lain bisa pindah ke garis dunia yang Rey jalani sekarang. Ketika keluar dari ruang itu ternyata guru yang menyuruh Rey ganti baju masih ada di situ guru itu meminta baju Rey gunakan tadi dari rumah karena terpaksa Rey memberikannya kepada guru tersebut. Setelah itu Rey ingin masuk ke ruang kepala sekolah dia malah di cegah oleh guru tersebut tadi karena guru tersebut menyangka Rey adalah Megumi.
"KAMU MAU NGAPAI KERUANGAN KEPALA SEKOLAH"
"Karena pa Agus manggil saya" Rey.
"JANGAN BOHONG KAMU AYO KAMU KEKELAS SEKARANG"
"Tapi pa bener saya di panggil pa Agus untuk menghadap" Rey.
"AH KAMU NGELAWAN AJA AYO CEPAT KEKELAS SEKARANG"
"Ada apa sih ribut-ribut" pa Agus keluar dari ruangan nya.
"Engga pa ini murid maksa ingin ketemu bapa sedangkan hukuman aja yang kemarin dia gagal tuntaskan"
"Oh yang ga upacara sama anak saya itu ya" pa Agus.
"Iya anak bapa menyelesaikan tugas yang di berikan dengan baik sampai-sampai dia ikut membantu menyelesaikan tugas dia"
"Tapi pa Lasut itu bukan Megumi itu Muhamad Rey" pa Agus.
"Ah bapa jangan bercanda udah jelas jelas dia Shiro Megumi" pa Lasut.
"Engga pa Lasut dia Muhamad Rey yang ga jadi belajar di Jepang karena dokumennya kurang" pa Agus.
"Oh jadi dia murid yang menerima pertukaran pelajar dengan Megumi" pa Lasut.
"Terus Megumi akan ke Jepang lagi" pa Lasut.
"Kalo itu beda masalahnya Megumi akan belajar disini sampai dia lulus" pa Agus.
"Oh jadi seperti itu ya, Rey maaf kan bapa ya, bapa kira kamu Megumi soalnya muka kamu sangat mirip" pa Lasut.
"Iya pa" Rey tatapan kosong.
Ketika pa Lasut meminta maaf Rey merasakan hawa seseorang yang memendam rasa ingin balas dendam karena tidak peduli Rey pun langsung mengganti baju dan kemudian Rey masuk ke ruangan kepala sekolah. Setelah di ruangan kepala sekolah Rey di suruh duduk oleh pa Agus.
"Rey bisssa kamu ceritakan aaappa yang tadi terjadi" pa Agus sembari nahan tawa.
"Bapa pasti lagi mentertawakan ku kan karena kejadian tadi" Rey.
"Ennngga kok" pa Agus masih menahan tertawa.
"Ga dari mana itu jelas terlihat anda lagi menahan tawa" Rey dalam hati.
"Udah pa itu ga penting yang penting aku akan ceritakan awal mula Megumi ada" Rey.
Kemudian Rey menceritakan dari mimpinya yang bertemu 15 diri sendiri yang berbeda ke pribadian dan latar belakang sampai masalah Megumi dan Ren dapat surat DO. Setelah menceritakan semuanya Rey Langsung meminta kepada pa Agus untuk tidak ikut dalam masalah ini dan Rey juga minta pa Agus cuman boleh mengawasi dan menyaksikan saja apa yang akan terjadi. Karena Rey tidak ingin menjadi manja apa apa di bantu oleh orang yang dewasa. Dan permintaan itu di setujui oleh pa Agus.
Setelah mengobrol Rey kemudian menuju ruang kelasnya sebelum sampai di ruang kelas Rey di hentikan oleh Sri yang langsung meminta maaf Tampa menjelaskan apa yang terjadi.
"Rey aku cari-cari dari tadi kamu kemana" Sri.
"Ehm tadi aku ke ruangan kepala sekolah" Rey.
"Kenapa lama" Sri.
"Ehm aku harus membereskan masalah tambahan juga sih jadi aku aga lama" Rey.
"Itu tidak penting aku minta maaf telah gagal melindungi Megumi dan Ren" Sri langsung membungkukkan badan.
"Hah maksudmu Megumi dan Ren terjadi apa apa" Rey.
"Iya ayo cepat ikut aku ke UKS" Sri.
"Iya iya tapi nanti aku nyimpen dulu tas ke kelas" Rey.
"Iya sok aku tunggu" Sri.
Setelah menyimpan tas Rey dan Sri bergegas ke UKS untuk melihat keadaan mereka berdua setelah sampai di ruangan UKS Rey langsung menanyakan ke adaan mereka berdua dan Bu Yuna memberitahu kepada Rey untuk tenang mereka berdua sedang masa pemulihan. Setelah mendengar itu Rey merasa lega.
"Rey kamu tidak marah kepadaku" Sri.
"Ehm buat apa marah kamu kan udah berusaha yang terbaik, jadi aku bangga mempunyai teman seperti mu" Rey.
"Tapi aku juga akan cari tau motif pelaku melakukan hal ini" Sri.
"Ehm boleh aja kalo itu tidak merepotkan mu Sri" Rey.
"Tentu saja tidak" Sri.
"Ok lah kalo gitu aku mengandalkan mu Sri" Rey.