
"Aisah Rey ada di mana" Megumi panik karena melihat Aisah seorang diri.
Setelah melihat Rey tidak ada di dalam Ren, Megumi, Aisah, Asolani, Rina, dan Mail langsung keluar ruangan UKS, dan berpencar untuk mencari Rey karena mereka telah mengetahui Rey bersembunyi karena perubahan kepribadian yang asalnya sangat santai menjadi sangat ketakutan, dan Aisah menginginkan Rey segera di temukan sebelum Rey menemukan skill yang merepotkan karena Aisah tau betul Rey pasti menggunakan beberapa skill yang pasti merepotkan mereka dan sebelum berpencar Aisah menyuruh mereka semua untuk berkumpul.
"Kita harus segera menemukan Rey" Aisah panik.
"Iya kita juga tau tapi kita harus cari dia kemana" Mail.
"Mencari dia pasti akan sangat susah karena dia pasti menggunakan skill tranparan dan penghilang keberadaan jadi kebanyakan orang aga susah menyadari keberadaan nya" Megumi.
"Dan bisa saja lebih buruk karena Rey sudah mengcopy skill perubah pikiran dan pelebar jarak" Aisah.
"Hah perubah pikiran dan pelebar jarak maksudmu apa Aisah" Rina.
"Akan ku ceritakan yang sebenarnya terjadi" Aisah.
Kemudian Ren, Megumi, Aisah, Asolani, Rina, Mail, Sayo dan Bu Yuna masuk ke ruangan UKS dan kemudian Aisah menjelaskan apa yang terjadi.
"Sebenarnya kalian semua yang ada disini atau yang berada di area sekolah ini sudah terkena skill perubah pikiran yang dipasang Rey tadi pagi sebelum kalian semua masuk sekolah" Aisah.
"Oh pantas saja tadi aa Rey pergi sekolah ga seperti biasanya dia pagi sekali sudah pergi" Ren.
"Pantas saja dari tadi aku merasa ada yang janggal" Mail.
"Dan dalam kasus ini yang tidak terpengaruh cuman kak Sayo, Bu yuna, dan beberapa orang yang tidak pulang karena sesuatu alasan, karena mereka ada di dalam area sekolah" Aisah.
"Oh jadi itu penyebab kalian bersikap seperti tidak terjadi apa-apa" Sayo.
"Yap, jadi ayo kita segera cari Rey, sebelum dia mengganti perintahnya" Aisah.
"Kalo dia tidak di temukan sekarang gimana" Rina.
"Ya mau tidak mau kita harus menginap karena kalo kalian pulang atau meninggalkan area sekolah jika kalian masuk lagi nanti kalian bisa saja lupa diri kalian masing-masing" Aisah.
"Ya ga selebai itu" Megumi menyentil jidat Aisah.
"Aw" Aisah.
"Tidak akan seburuk itu kok palingan Rey cuman mengubah perintahnya yang sepele, misal palingan dia mengubah perintahnya untuk melupakan tentang dirinya saja jadi kalo kalian masuk kalian seperti tidak pernah bertemu atau berkenalan dengan Rey, palingan cuman itu" Megumi.
"Iya walaupun cuman sepele gitu tapi aku tidak mau sampai melupakan Rey" Asolani.
"Ya sudah kalo tidak mau kita cari dia sampai ketemu" Megumi.
Setelah itu mereka langsung berpencar dan melanjutkan pencarian ketika mereka ingin berpencar Yani dan Yami datang ke ruang UKS karena ada beberapa urusan dengan kak Sayo. Karena melihat klub Mantuan aga terburu buru Yani dan Yami menanyakan ke Bu Yuna.
"Bu ada apa dengan mereka semua" Yani.
"Kebetulan kalian ada di sini kalian bantu dulu mereka" Bu Yuna.
"Memangnya kenapa Bu" Yami.
"Rey menghilang dan belum di temui" Bu Yuna.
"Hah bagaimana bisa hilang bagaimana ceritanya" Yani khawatir.
"Siap Bu, ayo Yami" Yani sembari menarik tangan Yami.
Yani pun menarik Yami untuk mencari Rey tidak lama Yami menghentikan tarikan Yani.
"Teh sebentar" Yami.
"Ada apa lagi ayo kita cari Rey" Yani.
"Iya sebentar teh, Yami tau teteh sangat khawatir dengan Rey karena dia adalah cinta pertama teteh kan" Yami.
"Eeeeengga kok, kamu bicara apa sih" Yani memalingkan pandangan dan pipinya merah merona.
"Udah jangan berbohong soalnya Yami juga udah tau, teteh bisa merebut hatinya sekarang karena ada seseorang yang sedang sangat ketakutan dan Yami curiga itu Rey, nah rencana Yami adalah teteh harus menemukan dan memberi dia semangat jadi dia akan berhutang ke teteh dan bisa saja di suatu hari nanti Rey bisa saja menyukai teteh" Yami.
"Ehm licik juga ya cara mu Yami" Yani.
"Ya iya lah teh soalnya kalo kita perang licik tuh udah hal biasa" Yami.
"Perang? Maksudmu" Yani.
"Hah dasar teteh yang tidak tau apa-apa soal cinta" Yami dalam hati.
"Maksudnya cinta itu seperti perang siapa yang mengungkapkan perasaan duluan dialah yang kalah, yang kalah harus siapa di manfaatkan" Yami.
"Ehm rumit juga ya soal percintaan seperti love is war" Yani.
"Memang iya dan Yami tidak mau lihat teteh yang kalah, dan rencana Yami yang ini bisa saja menjadi serangan yang bagus jadi bagaimana teh ingin mengikuti rencana Yami atau gimana" Yami.
"Ya sudah Yani ikut aja" Yani.
Kemudian Yami menggunakan skill nya untuk menemukan Rey, tidak lama Yami menemukan keberadaan orang yang sangat ketakutan.
"Teh Yami menemukan orang yang sedang sangat ketakutan dia berada di ruangan, hmm tunggu itu seperti ruangan komputer yang tidak terpakai, dia sangat ketakutan di leher nya dia menggunakan sebuah kalung untuk hewan anjing rantainya terikat di ruangan itu dan rantai tersebut terkunci jadi orang itu tidak bisa kemana-mana" Yami melepaskan skill nya dengan terpaksa karena Yami melihat ada orang misterius yang terus menyiksa orang yang sedang ketakutan itu.
"Yami kamu kenapa" Yani khawatir.
"Yami melihat orang itu seperti di siksa karena itu Yami tidak kuat lihatnya" Yami langsung muntah.
"Yami kamu tidak apa-apa" Yani sangat khawatir ke Yami dan menyuruhnya untuk berhenti tetapi Yami menolaknya.
"Tidak teh sebagai anggota OSIS Yami harus menyelesaikan masalah itu" Yami.
Karena melihat kesungguhan Yami hati Yanipun tergerak untuk membantu saudara kembarnya.
"Kalo itu yang kamu mau akan ku bantu" Yani.
Kemudian mereka berdua menggunakan skill mereka dengan berpegangan kedua tangan dan menyatukan jidat mereka karena dengan cara itu Yami dan Yani dapat melihat semuanya dengan jelas.
"Skill kisi-kisi aktif" Yami.
"Skill jawaban aktif" Yani.
Setelah itu mereka melihat orang yang menggunakan costum cosplay seperti Aisah tetapi bedanya dia menggunakan costum anjing bukan kucing dan orang itu seperti di sengat listrik di lehernya karena orang yang sedang si siksa itu menggunakan wig panjang dan make up yang anti air yang membuat Yani dan Yami tidak bisa melihat nya dengan jelas itu siapa, tapi tidak lama kemudian Yani dan Yami melihat seseorang yang masuk ke ruangan itu dengan menggunakan baju Maid dan langsung menghajar orang yang sedang menyiksa orang yang menggunakan costum anjing tersebut, kemudian orang yang menggunakan baju Maid itu menghancurkan rantainya dan mengajak orang yang sedang menggunakan costum anjing itu pergi dari ruangan tersebut dan meninggalkan orang biadab yang telah menyiksanya dan ketika yani dan Yami melihat pelakunya mereka berdua kaget dan membuat keduanya pingsan secara bersamaan karena mereka tidak percaya apa yang mereka lihat.