
"Ren hayu ikut aa kelas ini sudah tidak menginginkan kita lagi" Rey marah dan menarik Ren yang sedang menangis ke luar.
Keadaan di kelas Rey seketika hening karena hentakan Rey ketika Rey menghentak seisi kelas sang guru sengaja tidak mengejar atau menegur Rey dan Ren karena guru itu tau betul dia harus memberikan waktu kepada 2 muridnya untuk mendinginkan kepalanya masing-masing ketika sang guru membiarkan para murid langsung berdebat karena penghinaan tadi memang melebihi batas.
"Yah Ren bisa berdua dengan Rey dia telah satu langkah di depanku dan ini juga salah ku karena aku tidak membelanya tapi kalo aku tadi Rey bela mungkin nanti Rey bisa dapat masalah maafkan aku Rey yang tidak bisa apa-apa" Asolani dalam hati.
"Kamu sih terlalu berlebihan"
"Terus apa salah ku dia memang pantas mendapatkannya"
"Ya kalo kita dendam ke kakak nya kita jangan sampai menghina adiknya kalo seperti itu lu sama saja seperti mereka, eh bukan malahan kamu lebih rendah dari sampah DPR"
"Ya kamu kalo mau berteman bersama kita kamu harus meminta maaf kepada mereka berdua"
"Ih males aku harus minta maaf"
"Ya sudah kamu jangan menyebut kita semua sebagai teman mu lagi sampai Ren dan Rey memaafkan mu"
Setelah di pojokan orang yang menghina Ren terpaksa untuk meminta maaf setelah mereka datang dan pelajaran dilanjut sampai selesai pelajaran mereka semua bingung karena semarah-marahnya Rey tidak akan meninggalkan kelas sampai-sampai dia kalo marah belum pernah ke luar kelas apa lagi bolos pelajaran, berita Rey dan Ren yang sedang marah dan membolos terdengar oleh ketua OSIS yaitu Yani, kemudian Yani memberi pesan ke anggota klub untuk berkumpul sekarang juga.
Setelah melihat pesan itu Rina, Asolani, Mail, dan Yami, bergegas ke ruang klub dan cuman Rey saja yang tidak membaca pesannya. Setelah itu mereka semua berkumpul kecuali Rey dan Ren
"Asolani apa benar tadi Rey sangat marah dan dia mengajak Ren keluar kelas dan membolos" Yani.
"Ya tapi ini juga salah kami yang tidak bisa melindungi Rey dan Ren" Asolani.
"Loh kok melindungi" Yami.
"Iya aku Asolani, Mail, dan Ren sebenarnya di ancam oleh teman sekelas untuk tidak dekat-dekat dengan Rey tetapi Ren tidak menghiraukan ancaman itu sampai-sampai dia juga bertekad untuk melindungi kakaknya apa pun yang terjadi" Rina.
"Iya tapi kenapa kalian tidak melawan ancaman itu seperti Ren" Yami.
"Aku tidak mau sahabatku di hajar habis-habisan oleh mereka karena kita melanggar ancaman itu dan nanti malah sebaliknya Rey akan benci kepada kita semua, karena aku tau betul sifat Rey yang ga mau repot dan ga mau terlibat lebih dalam masalah orang lain" Mail.
"Lah kenapa aku baru il" Asolani.
"Iya dia tidak suka menunjukan sipat aslinya di kehidupan real life melainkan dia menunjukan sipat aslinya di game" Mail.
"Pantas saja ketika aku bermain game bareng Rey, dia selalu membeli item yang sudah level max" Asolani.
"Nah itu baru salah satu kebiasaan buruk Rey yang ga mau repot" Mail.
"Terus kita harus bagaimana agar dia mau kesini dan dia bisa meredam kemarahannya" Yami bingung.
"Oh kalo soal amarah pasti dia sekarang sudah seperti biasa coba Yami kamu kirim pesan ke Rey" Mail.
"Ok" Yami.
"Kok ga dibaca ya il aku udah ngirim pesan 10 tapi masih belum di baca" Yami.
"Oh kalo gitu berati dia sekarang sedang bermain game, aduh aku ga bawa hp lagi" Mail.
"Tenang Il aku bawa hp kok" Asolani.
"Cepat kamu login game dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan tanyakan dia ada di mana sekarang" Mail.
"Ok" Asolani.
Setelah login dan menjelaskan apa yang terjadi kepada Rey di dunia game, Asolani dan yang lain merasa tenang ketika ingin menanyakan Rey ada di mana Rey keburu log out dari game nya(sebabnya di eps sebelumnya di ajak bermain kartu oleh Ren).
"Terus apa yang dia katakan" Mail.
"Katanya tidak apa-apa kok aku juga sudah tidak marah lagi, tapi pas aku mau tanya dia di mana dia keburu log out dari game jadi kita tidak tau dia berada di mana" Asolani.
"Sekarang kalian kembali lagi ke kelas masing-masing masalah Rey sudah tuntas juga dan tunggu sampai jam istirahat pertama kalo mereka berdua belum kunjung kembali kita cari" Yani.
"Ok"
Mereka semua kembali ke kelas masing-masing ketika jam istirahat pertama dimulai Rey dan Ren belum kunjung kembali, seperti kesepakatan tadi mereka semua mencari Rey. Mereka berpencar untuk mencarinya mereka terus mencari sampai bel selesainya istirahat berbunyi tapi mereka tidak menemukan Rey dan Ren. Setelah itu mereka semua kembali ke kelas masing-masing dengan ke adaan yang lapar karena mereka sampai lupa untuk jajan, kecuali Yami dan Yani mereka ketika mencari mereka memakan cemilan yang dapat mengganjal perut agar tidak lapar.
Ketika Asolani, Mail dan Rina kembali ke kelas mereka kaget karena Ren dan Rey yang sedang mereka cari sudah ada di kelas.
"Hah Mail Rina ternyata mereka ada di kelas" Asolani kaget.
"Sudah ku duga seharusnya aku tadi jajan aja" Mail dalam hati.
"Syukurlah mereka berdua kembali" Rina.
"Rey aku khawatir kepada mu" Asolani langsung memeluk Rey.
"Hey hey kamu apa-apaan, nih kalian belum makan kan kebetulan aku kebanyakan beli jajanan" Rey malu.
"Il Rina kenapa kalian diam saja ayo cepat makan keburu guru datang" Asolani.
"Terimakasih kasih Rey" Rina membisik kepada Rey.
"Ngomong-ngomong mereka semua sudah minta maaf ke pada kamu dan Ren" Rina.
"Oh sudah-sudah mereka sudah minta maaf kepada ku kok" Rey.(sebenarnya Rey berbohong karena dia tidak mau masalah ini menjadi lebih panjang)
"Oh syukurlah" Asolani.
Singkat waktu Ren dan Rey buru-buru keluar kelas karena mereka berdua akan ke markas rahasia. Dan berkata kepada Asolani, Rina, dan Mail "kalian duluan saja ke ruangan klub kita ada urusan bentaran saja kok nanti kita menyusul" Mail dan Rina berpikir mereka akan ke ruangan guru untuk menjelaskan apa yang tadi terjadi jadi mereka berdua ke ruangan klub duluan, berbeda dengan Asolani dia diam-diam mengaktifkan skill nya dan bertanya ke pada roh baik di sana tentang pergerakan Rey dan Ren yang mencurigakan. Asolani pun memutuskan untuk mengikuti mereka.
Rey merasa ada yang mengikuti mereka berdua kemudian Rey mengajaknya ketempat yang sepi untuk menggunakan skill teleport agar orang yang mengikutinya kehilangan jejak setelah ketemu tempat yang sepi Rey ketika ingin mengunakan skill nya dia telah ditunggu oleh murid kelas Rey yang telah menghina Ren dia seperti sengaja menunggu di sana bersama teman-temannya yang beda kelas. Kemudian mereka menarik Ren dan mendorong Rey sampai dia jatuh setelah Rey jatuh dia di pukuli oleh mereka semua dan murid yang telah menghina Ren memegangi Ren agar Ren melihat sang kakaknya di pukuli.
"Sudah cukup aa ku ga punya salah malahan dia malahan melindungi kamu dengan mengatakan kamu telah meminta maaf" Ren menangis karena melihat Rey di pukuli oleh 4 orang.
"Ini belum seberapa dengan apa yang aku alami tadi ketika kalian keluar kelas"
Setelah dirasa Rey tidak bisa berbuat apa-apa mereka bertiga langsung melakukan pelecehan terhadap Ren dengan memegang bagian badan atas Ren dan bagian bawah Ren sampai-sampai mereka menyobek baju dan rok yang di pakai Ren, dan memaksa Rey untuk melihat perlakuan bejat mereka terhadap adiknya dengan 2 orang memegang Rey agar tidak memberontak.
"Seperti ini lah seharusnya kamu di perlakukan"
"Lepas kan Ren sekarang juga" Rey.
"Kalo aku ga mau kamu mau apa" salah satu orang sembari memukul perut Rey.
"Aku berjanji kamu akan menyesal apa yang telah kamu perbuat sekarang" Rey marah.
"Aa tolong Ren" Ren merengek minta tolong.
"Cepat lepaskan aku sekarang" Rey.
"Kubilang saksikan dengan tenang" salah satu orang yang menendang perut Rey.
Salah satu dari orang yang sedang melecehkan Ren tiba tiba melepaskan pegangan nya karena melihat pandangan Rey yang seakan-akan auranya berubah seperti pembunuh.
"Lu kenapa sampai melepaskan pegangan mu ayo kita berpesta"
"Ga gua merasakan aura ingin membunuh orang itu yang sangat tinggi kalo kita lanjutkan"
"Bodo amat ni cewe akan gua santap sekarang" murid sekelas yang menghina Ren membuka celana.
Sebelum dia melakukannya datanglah Kevin menghajar mereka semua dengan membabi buta(yang sebenarnya dia itu Dewi yang menggunakan tubuh Kevin). Dengan pertama Dewi memukul orang yang memegang Rey agar dia bisa lepas. Setelah itu dia menghajar orang yang sedang melecehkan Ren dengan menyisakan salah satu orang yang telah membuka celananya agar dilihat oleh Ren. Ketika Ren menangis dia langsung di peluk dengan erat oleh Rey.
"Sudah tidak apa kamu aman bersama ku dan maaf sebab aku lemah aku tidak dapat melindungi mu" Rey.
"Woy kalian terutama kau yang cewe liat anak ini akan menerima akibat nya" Dewi yang sedang berada di tubuh Kevin.
Kemudian Dewi pun menendang alat kelamin orang yang akan menodai Ren dengan sangat kencang setelah itu bukan nya sudah Dewi terus saja memukul mereka yang masih memiliki kesadaran sampai pingsan ketika itu Yusha yang sedang mencari Rey datang dan mencegah Dewi karena dia rasa sudah berlebihan.
"Woy sudah hentikan kamu memukul mereka berlebihan" Yusha.
"Berisik kau, orang-orang seperti mereka sudah sewajarnya aku hajar minimal masuk rumah sakit" Dewi.
"Sudah kubilang hentikan kalo atau harus ku hentikan dengan kekerasan juga" Yusha.
"Iya iya aku berhenti karena kalo aku menghajar seorang wanita di sini nanti yang ada derajat adik ku pasti turun" Dewi.
"Tunggu kamu tadi bilang apa" Yusha.
"Kalo aku menghajar seorang wanita" Dewi.
"Cukup cukup alasan ku untuk menghajarmu" Yusha.
Ketika Yusha ingin menghajar Dewi dia di tahan oleh Rey.
"Sudah Yusha kalo kamu lanjut yang ada jadi tambah riweh" Rey bisik-bisik ke Yusha.
"Dia kenapa" Dewi.
"Oh dia tidak apa-apa" Rey.
Setelah itu Rey pingsan seketika kemudian Yusha membawa Rey dan Dewi membawa Ren untuk ke markas rahasia. Walaupun di tempat kejadian ada Asolani dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia sangat ketakutan sampai-sampai kakinya sulit bergerak dan dia cuman bisa melihat temannya di hajar habis-habisan dan di lecehkan. Tetapi Asolani lega ketika Dewi/Kevin datang di waktu yang sangat tepat.
Sesampainya di ruang rahasia/markas rahasia Dewi/kevin kaget karena di sana ada salah satu korban pemukulan yang di lakukan Dewi/Kevin yaitu Sri. Kemudian Yusha melihat muka Dewi/Kevin sangat ketakutan karena dia mengakui kesalahan nya dan dia langsung meminta maaf terhadap Sri, dan Sri pun memaafkannya karena dia tau bukan salahnya dan Sri juga tau betul sebab Dewi membabi buta para pembully waktu itu dan ketika Sri ingin menghentikan perkelahian itu dia menjadi korban karena pasti Dewi sangka Sri karena Sri waktu itu menggunakan baju laki-laki adalah komplotan dari mereka dan di sana juga pertemuan Rey dan Sri.
"Ketua kenapa waktu itu menggunakan baju laki-laki" Yusha.
"Karena"