YESS OR NO

YESS OR NO
KELASMIT PART 15 DAN KEKALAHAN ASOLANI



"Febby kamu ambil apa" juri satu.


"Timbangan chef" Febby.


"Kamu Asolani mengambil apa" juri satu.


"Parutan keju Chet" Asolani.


Dan pertandingan pun di mulai pertandingan lumayan sengit dan aga berisik karena taktik Febby yaitu merusak konsentrasi lawan. Walaupun kondisi aga berisik tapi para penonton di suguhkan dengan aksi saling membantu. Tidak lama para juri menghampiri base mereka.


"Febby bagaimana kondisi masakan mu dan apa yang sedang kamu buat" juri satu.


"Kondisi nya sih semua aman dan aku membuat cheese cake" Febby.


"Terus kamu marut kejunya menggunakan apa" juri satu.


"Ya aku pinjam" Febby.


"Loh kok pinjam kenapa tadi ga mengambil parutan keju" juri satu.


"Karena aku tau kak Asolani akan memilih parutan keju dan di peraturannya kan ga ada yang melarang kita untuk saling pinjam meminjam" Febby.


"Iya juga baru kali ini ada kontestan yang teliti soal peraturan yang diberikan" juri dua memberi tepuk tangan.


Kemudian juri satu menghampiri base Asolani.


"Asolani kamu bikin apa" juri satu.


"Spon cake" Asolani.


"Spon cake doang atau ada kejutannya seperti kontestan Rey" juri satu.


"Ehm ya paling sebelas dua belas lah dengan masakan Rey tunggu saja" Asolani.


Kemudian mereka fokus dengan masakan mereka masing-masing. singkatnya waktu mereka memasak sudah habis kemudian juri memanggil Asolani dulu kemudian Asolani membawa hidangannya ke depan meja juri.


"Yummy bisa kamu jelaskan apa yang kamu buat Asolani" juri tiga sembari mencicipi masakan Asolani.


"Spon cake cheese saus" Asolani.


"Spon cake nya ini rasa apa" juri dua.


"Kalo di kasih tau ga surprise dong" Asolani.


"Oh jadi surprise nya ada di spon cake nya" juri dua sembari mencicipi masakan Asolani.


"Ok Asolani aku kira suprise nya di cheese saus nya ternyata di spon cake nya" juri satu sembari mencicipi masakan Asolani.


Setelah semua juri mencicipi masakan Asolani, Asolani di suruh kembali ke base nya kemudian juri memanggil Febby untuk membawa hidangannya ke depan juri.


"Febby bisa kamu jelaskan kamu buat apa" juri dua.


"Oh itu cheese cake soft krim" Febby.


"Oh ok saya coba ya" juri satu mencicipi masakan Febby.


"Krim nya rasa apa nih" juri satu.


"Krim nya sih rasa yang klasik yaitu rasa vanila tapi ada bahan spesial yang saya tambahkan di krim itu" Febby.


"Ehm menarik juga saya coba" juri satu mencicipi masakan febby.


"Ok ini cheese cake nya ada yang spesial" juri tiga.


"Ya paling aga lebih lembut dari cheese cake pada umumnya" Febby.


"Menarik saya coba" juri tiga mencicipi masakan Febby.


Setelah para juri mencicipi makanan Febby, Asolani di panggil kedepan untuk memberi komentar masing-masing masakan dan mengumumkan pemenangnya.


"Kita akan memberikan komentar keseluruhan dari masakan kalian. Sebenarnya kami kebingungan untuk menentukan pemenang tapi yang namanya kompetisi harus ada pemenangnya adalah Febby" juri tiga.


"Kalo saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi keduanya sangat nikmat dan mempunyai ciri khas nya tersendiri" juri satu.


Setelah pertandingan itu selesai Asolani menghampiri Febby dan memberi selamat kepadanya.


"Febby selamat ternyata masakanku belum bisa mengalahkan murid jurusan boga" Asolani sembari menahan tangis.


"Kakak juga baru pertama kali aku melawan amatir masak seperti kakak sampai seserius gini" Febby memberi semangat ke Asolani.


"Febby yuk kita ke bangku penonton lagi kita menonton pertandingan selanjutnya" Asolani sembari menahan tangis.


"Hayu kak" Febby mengiyakan ajakan Asolani.


Kemudian mereka berdua meninggalkan tempat itu dengan tepuk tangan yang sangat meriah dari penonton. Ketika akan kelorong ternyata mereka sudah di tunggu oleh yang lain.


"Eh kalian kok pada nunggu disini" Asolani menahan tangis.


"Iya-iyalah kan aku ingin memberi selamat kepada junior-junior ku" Albert.


"Asolani kalo mau nangis mending nangisin jangan di tahan-tahan" Rey sembari melentangkan tangan.


"Bang Rey maaf kan aku. Aku tidak bisa menang di ronde kali ini" Asolani langsung memeluk Rey dengan erat sambil menangis.


Ketika melihat Asolani memeluk Rey, Albert, Lisna dan Febby langsung meninggalkan mereka berdua karena mereka bertiga sudah mengetahui bahwa Asolani mencintai Rey.


"Iya tidak apa guru-guru, teman-teman kita pasti bangga kepada mu Asolani kamu sudah berhasil menyingkirkan beratus-ratus orang" Rey sembari mengusap kepala Asolani.


"Rey bisa ga kamu lebih lama mengusap kepalaku atau sampai aku membaik" Asolani.


"Iya-iya" Rey terus mengusap kepala Asolani.


Setelah puas di usap Asolani mengatakan kejadian yang akan terjadi kalo dia tadi memenangkan pertandingan itu.


"Rey aku ingin bicara serius dan aku kamu kita mengobrol nya di ruang Tampa batas itu" Asolani mendadak serius.


"Kenapa harus di sana?" Rey bingung.


"Sudah ikuti mau ku" Asolani serius.


Karena muka Asolani sangat serius mau tidak mau Rey mengikuti permintaan Asolani.


"Ok baik lah skill ruang Tampa batas aktif" Rey.


Rey dan Asolani langsung berpindah tempat.


"Sekarang kamu akan bicara apa" Rey.


"Rey tadi kalo aku menang bisa aja gawat" Asolani.


"Oh jadi tadi kamu mengalah kepada Febby" Rey.


"Tidak-tidak aku malahan serius dengan masakan ku" Asolani.


"Oh jadi kamu tadi nangis bukan acting?" Rey.


"Bukan lah aku memang aga kesal dan sedih karena masakan ku kalah tipis dengan Febby" Asolani.


"Ke inti cerita kalo tadi mengatakan kalo kamu menang akan terjadi kejadian yang gawat maksud nya apa" Rey mulai serius.


"Oh iya tadi ketika penjurian ada sosok roh bilang kepadaku kalo kamu menang akan ada nyawa yang melayang tapi aku tidak tau maksudnya" Asolani.


"Kalo kemungkinan ku nyawa yang akan melayang itu adalah nyawa dari Febby kerena kalo Febby kalah kewaspadaan nya akan berkurang karena emosi kesal dan bisa jadi ketika kamu dan Febby bertanding di bangku penonton ada Guntur yang sedang mengawasi Febby" Rey.


"Terus hubungannya apa emosi Febby yang labil dan Guntur yang sedang mengawasi" Asolani.


"Hubungannya adalah kalo Febby tadi kalah emosi dia bisa aja aga goyang dan karena emosi Febby goyang ada kemungkinan Guntur akan mengendalikan lagi tubuh Febby atau bisa lebih buruk yaitu Guntur langsung menghabisi nyawa nya Febby tapi itu kemungkinan ku saja" Rey.


Tidak lama ruang Tampa batas Rey seperti memudar karena ada gangguan dari luar walaupun Rey mempertahankan skill ya sekuat tenaga masih saja Rey dan Asolani dipaksa keluar dari ruang itu dan mau tidak mau Rey juga harus membatalkan skill ruang Tampa batas ketika Rey dan Asolani kembali ke dunia nyata Rey langsung di serang oleh orang misterius.