
Di tempat lain ketika Rey di culik. Ren, Asolani, dan Rina berlari ke ruangan klub ketika mereka sampai di ruangan klub mereka kaget karena Rey tidak ada bersama mereka.
"Eee ada yang liat aa Rey ga" Ren bingung.
"Dia ada di belakang ku, HAAH dia ga ada" Asolani kaget.
"Terus dia kemana" Rina.
"Mungkin dia jajan" Ren.
"Oh" Rina dan Asolani lega.
Setelah itu mereka bertiga menunggu Mail ke ruangan klub 5 menit kemudian Mail ke ruangan klub dan dia sudah di tunggu oleh Ren, Asolani, dan Rina untuk di interogasi.
""Assalamualaikum" Mail.
"Walaikumsalam" Ren, Asolani, dan Rina.
"Mail bisa jelaskan kenapa kamu tidak pindah kelompok juga" Rina.
"Rahasia" Mail.
"KATAKAN SAJA" Asolani marah.
"Ga ini rahasia" Mail.
"Mail bisa kah kamu katakan pada ku kenapa kamu ga pindah kelompok kalo engga aku akan benci Mail" Ren dengan nada mengancam.
"Iya iya aku katakan" Mail.
"Iya alasan mu apa" Asolani.
"Alasan ku rahasia" Mail.
"Cepengan aing, cepengan" Asolani marah.
(Tahan aku, tahan).{(sebenarnya translate cepengan \= pegang)(dan autdor ganti dengan kata tahan agar masuk ke cerita)}
"Hus hus sana kalo ingin mukulin dia mah" Ren.
"Ah lu mah ga asik" Asolani.
"Alasan yang sebenarnya aku ga pindah aku di ancam oleh salah satu anggota kelompok itu kalo aku pindah Rey yang akan kena batunya, tapi kalian rahasiakan ini kepada Rey" Mail.
"Asiap"
"Ngomong ngomong Rey kok ga kelihatan ya" Mail.
"Mungkin dia lagi jajan, tapi aneh juga kenapa dia jajan belum balik" Asolani.
"Kita cari yu sembari mencari informasi tentang kasus pemukulan itu" Mail.
"Tapi lebih baik kita tunggu Yani dan Yami" Ren.
"Tidak buruk juga lebih banyak orang lebih cepat ketemunya" Rina.
Setelah itu mereka menunggu Yami dan Yani, agar tidak bosan Rina menyarankan bagaimana kalo kita membuat game agar tidak bosan usulan itu di respon positif oleh yang lain tapi mereka bingung akan memainkan game apa, Asolani usul bagaimana kalo kita bermain permainan sambung cerita.
"Agar kita tidak bosan bagaimana kalo kita bermain game" Rina.
"Setuju tapi kita akan memainkan game apa yang bisa di mainkan 4 orang" Mail.
"Bagaimana kalo kita bermain sambung cerita" Asolani.
"Terus aturannya bagaimana" Ren.
"Sangat mudah kita secara bergantian untuk melanjutkan cerita yang sudah di buat oleh orang sebelum setiap pemain di perbolehkan menulis cerita 1 paragraf, dan di perbolehkan untuk mengubah alur cerita" Asolani.
"Tidak buruk juga" Sayo.
"Kak Sayo kapan kakak kesini" Mail.
"Ketika Asolani menjelaskan aturan permainan, maaf sampai mengagetkan kalian" Sayo.
"Ya ga apa apa, terus cerita ini genre nya mau apa" Asolani.
"Bagaimana kalo fantasi biar kita bisa ubah alur cerita sesuai keinginan" Rina.
"Em boleh juga ok kita hompimpa siapa yang duluan" Asolani.
Setelah hompimpa orang pertama yang membuat cerita adalah Mail, Mail membuat pembukaan dengan cerita dengan sangat bagus dan pemain kedua adalah kak Sayo dia mengubah alur nya menjadi ke cerita 18+ pemain ke tiga mau tidak mau dia harus mengubah lagi alur cerita setelah alur ceritanya stabil lagi pemain ke empat meneruskan cerita dengan sangat berbobot, dan pemain terakhir menamatkan ceritanya dengan cerita sad ending dan orang itu adalah Ren.
Tidak lama Yani dan Yami datang.
"Eh kenapa kalian pada nangis" Yami.
"Nih baca sendiri" Rina menangis.
"Teh kok mereka semua bisa nangis ya ini kan cerita aga aneh alur pindah tiba-tiba dan cerita ini terkesan jumping, eeh teteh kenapa nangis juga" Yami.
"Baca paragraf terahirnya" Yani.
"Sedih dari mana nya teh ini cerita cuman 1 orang yang akan menghilang" Yami.
Ketika Yami mengatakan itu dia seperti melihat kenyataan tapi dia tidak tau orangnya dia melihat akan banyak tangis dan kehilangan. Dan Yani melihat akan ada masalah pada Ren tapi Yani tidak tau sebab dan kapan.
"Teh boleh ikut Yami dulu ga" Yami.
"Ok tapi kita mau kemana" Yani.
"Hayu teteh ikut saja" Yami menarik Yani.
"Teman teman maaf aku ada keperluan di ruangan OSIS jadi bye aku pergi dulu" Yani.
"Iya ga apa-apa" Asolani.
"Bagaimana kalo kita memulai menyelidikinya" Mail.
Rina dan Asolani mencari informasi dengan bantuan skill Asolani yang dapat mendengar suara lebih jauh dan dapat berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata. Sedangkan Mail dan Ren ke tempat TKP yang kemungkinan akan menjadi tempat sang pelaku melancarkan aksinya dengan menggunakan skill kemungkinan yang Mail miliki. Setelah itu Asolani dan Rina di arah kan oleh roh penunggu di sana ke tempat di mana Rey di pukuli oleh teman sekelasnya. Karena roh yang di tanya oleh Asolani melihat perkelahian di tempat itu, Mail dan Ren juga mengarah ke tempat di mana Rey di pukuli oleh teman sekelasnya.
"Rina di sini kata roh penunggu baru saja terjadi pengeroyokan" Asolani.
"Berati kita bisa cari informasi tentang siapa pelaku nya dengan bertanya orang sekitar tapi di sini terlalu sepi" Rina.
"Tapi menurutku di sini sangat ramai roh jahat, jadi tidak aneh jika terjadi di sini" Asolani.
"Loh kok Asolani dan Rina kamu ada di sini" Mail.
"Oh jadi kalian pelakunya" Ren senyum jahat.
"Ya engga lah kami juga di tuntun oleh roh baik ke sini dan kata roh disini tadi ada pengeroyokan 7 vs 1 tapi yang satu tidak melawan sampai datang orang misterius yang memukuli 5 sampai pingsan dan 2 lagi kabur terbirit-birit dan orang misterius itu membawa korban, itulah yang dikatakan dia" Asolani.
"Cih berati kita telat" Mail.
"Ok aku akan menanyakan masalah ini kepada Kevin apakah dia melakukan itu semua atau tidak" Mail dalam hati.
"Ren, Asolani dan Rina maaf aku duluan ada seseorang yang harus aku temui jadi aku duluan" Mail langsung lari menjauh.
Sembari lari Mail menelepon Kevin untuk mengajaknya ketemuan secepat mungkin.
"Kevin ini Mail bisa ketemuan sebentar ada yang ingin aku bicarakan" Mail.
"Ok aku tunggu di tukang batagor" Kevin.
"Aku kesana sekarang" Mail.
"Aku tunggu" Kevin.
Mail mempercepat larinya ketika ingin sampai Mail merasa seperti ada yang mengikutinya lalu Mail menghentikan larinya dan melihat kebelakang dan menggunakan skill nya untuk mengetahui ada yang mengikutinya apa tidak dan benar ternyata ada Mail menggunakan skillnya untuk melihat kemungkinan dia bisa lolos dari mereka bertiga, setelah menemukan kemunginan agar lolos dari Ren, Asolani, Dan Rina dia menjalani kemungkinan tersebut dengan masuk ke WC perempuan kemudian melompati jendelanya. Setelah dia lolos dia bergegas menemui Kevin.
"Mail belah sini" Kevin.
"Vin nama kakak mu siapa?" Mail.
"Dewi kenapa gitu kamu menanyakan nama kakak ku" Kevin.
"Oh makasih, kak Dewi ada yang aku ingin bicarakan denganmu" Mail.
"Apa yang ingin kamu katakan" Dewi kakak Kevin yang mengunakan tubuh Kevin.
"Kak Dewi hari ini kakak beraksi lagi" Mail.
"Engga tuh aku dari pagi baru kali ini menggunakan tubuhnya Kevin" Dewi.
"Kalo bukan kak Dewi terus siapa karena dia tersangka utamanya" Mail dalam hati.
"Ada apa gitu kamu menanyakan itu" Dewi.
"Engga kalo gitu saya pergi dulu makasih kak sudah memberi informasi" Mail.
Cerita berpindah ke Yami dan Yani yang tadi meninggalkan ruangan secara mendadak, Yami dan Yani ke ruangan OSIS untuk membahas yang mereka lihat ketika membaca cerita abrak dari klub Mantuan.
"Teh tadi aku ketika membaca cerita abrak itu paragraf terakhir seperti akan terjadi di kehidupan nyata tapi aku tidak tau dari mereka semua siapa yang akan meninggalkan kita" Yami.
"Teteh juga ketika membaca paragraf terakhir teteh langsung melihat Ren yang tersenyum bahagia tapi teteh tidak tau Ren melakukan apa sampai-sampai dia tersenyum bahagia gitu" Yani.