YESS OR NO

YESS OR NO
TERANCAM BUBAR PART 15 DAN KESALAH PAHAMAN



Ketika sudah di kelas Ren, dan Megumi sangat penasaran sampai-sampai mereka berdua tidak sabar ingin segera pulang. Dan ketika di kelas Mail melihat muka Ren yang seperti sudah nangis karena penasaran Mail menanyakannya langsung ke Ren.


"Megumi timana wae Naha karak ka kelas" Mail.


(Megumi kemana aja kenapa baru ke kelas)


"Iya ih kalian ga upacara ya" Asolani.


"Iya aku sama Ren ga upacara karena ada alasannya" Megumi.


"Terus Megumi adik aku kenapa kaya yang udah nangis" Rina.


"Iya ih kamu kenapa Ren" Asolani.


"Engga kenapa-kenapa cuman kelilipan aja" Ren.


"Ren liat mataku dan jawab dengan jujur kamu kenapa nangis" Mail.


"Udah di bilang Ren ga nangis cuman kelilipan" Ren bersikeras.


"Jawab dengan jujur mataku tidak bisa di bohongin" Mail.


"Iya aku jujur sebenarnya aku habis di-" Ren mulutnya langsung ditutup oleh tangan Megumi.


"Kalo ingin tau tunggu ketika kegiatan klub" Megumi.


"Teteh kenapa mencegah aku memberi tau mereka" Ren.


"Teteh ingin mereka penasaran doang" Megumi.


Karena jawaban Megumi menjadikan mereka penasaran semua singkat waktu jam pelajaran pun selesai. Meguni, Ren, Mail, Asolani dan Rina langsung ke ruangan klub. Karena Asolani dan Rina sangat penasaran mereka berdua berlari ke ruangan klub setelah sampai di ruangan klub asolani dan Rina langsung kaget karena melihat Rey, Sayo, Bu Yuna dan Yani sedang asik bercerita.


"Loh kok ada Megumil versi cowok" Asolani.


"Woy aku Rey yang semula" Rey.


"Hah bukannya tadi kamu ada di belakang kita" Rina.


Tidak lama kemudian Megumi, Ren dan Mail sampai.


"Kenapa pada diem di pintu sih awas awas" Mail.


"Soalnya kita melihat doppelganger nya Rey" Asolani datar.


"Mana ada doppelganger nya re, ADA ternyata" Mail kaget.


"Hah Rey ada dua" Yani, Sayo, Rey dan Bu Yuna.


"Kenapa kamu ikut kaget Rey" Sayo.


"Memangnya ga boleh Megumi juga kaget" Rey.


"Teteh dan aa kenapa sama-sama kaget" Ren.


"Terus Rey gimana ceritanya Ren bisa nangis" Mail.


"Lah kok malah tanya urang sih memangnya aku tau Ren mengis" Rey.


"Bukanya kamu janji akan menceritakannya" Rina.


"Iya ih bukannya kamu ingin menceritakannya" Asolani.


"Mail Asolani Rina kan yang janji akan menceritakan ini adalah teteh Megu, EHH teteh Megumi hilang a teteh Megu, EHH aa Rey juga ikut hilang" Ren kaget.


"Ren Ayo cepat ceritakan kepada kami kenapa kamu menangis"


Di sisi lain Megumi dan Rey yang berasil kabur karena skill teleport. Di sisi Megumi dia terteleport ke markas sedang kan Rey terteleport ke kantin. Rey teleport kekantin dia langsung berpindah tempat samping Aisah. Sedangkan Megumi terteleport ke markas dia langsung bertemu dengan Ravael..


"Hah lebih baik dan tidak usah menjelaskan ke mereka" Megumi.


"Hah kamu Megumi berani beraninya memperlihatkan wajah mu di hadapanku" Ravael marah.


"Loh kok kamu kenapa Ravael" Megumi bingung.


"Loh kok kamu berubah" Megumi.


"Berisik kamu" Ravael langsung mengarahkan kepalan tangan ke buka Megumi.


"Kamu kenapa sih Ravael aku tidak tau permasalahannya" Megumi yang langsung menghindar.


"Berisik kamu" Ravael yang terus melancarkan pukulan.


"Ravael kamu bisa tentang dulu tidak aku sungguh tidak tau permasalahannya" Megumi yang terus merusaha menenangkan Ravael sembari menghindari pukulannya.


Setelah itu terjadi pertarungan yang sangat sengit di luar ruangan markas dan tidak lama datang Sri dan Yusha.


"Sudah ku bilang kamu tenang dulu Ravael" Megumi.


"Berisik kau" Ravael.


"Hey kalian kenapa" Sri dan Yusha langsung berlari untuk memisahkan mereka tetapi usah mereka sia sia mereka berdua langsung terhempas ketanah karena berusaha menahan Ravael.


Karena mereka berdua susah di pisahkan dan amarah Ravael juga susah untuk mereka Megumi berusaha melakukan perlawanan dengan membalasnya dengan pukulan. Karena mereka berdua sama kuat pertarungan sampai sangat sulit untuk di pisahkan. Puncak pertarungan mereka berdua hampir saling melumpuhkan dengan senjata stangun yang untungnya Rey datang tepat waktu dan berasil membuat stangun Ravael dan Megumi. Berpindah tempat dan membuat mereka berdua cuman mendapatkan luka memar saja.


"Hentikan" Rey yang langsung menteleport senjata yang di gunakan Megumi dan Ravael ke dalam markas.


"Hah Rey kenapa ada dua" Sri dan Yusha kaget.


"Hah Megumi kok menjadi dua" Ravael langsung pingsan karena kaget dan terlalu banyak menggunakan energi.


"Loh kok dia pingsan" Rey kaget.


"Loh kok kamu bisa menjadi dua Rey" Aisah dan Yusha.


"Udah jangan banyak tanya dulu ayo angkat dia ke dalam" Sri.


Kemudian Ravael dia bawa oleh mereka ke dalam setelah dia dalam Yusha menyuruh Aisah untuk tutup pintu. Setelah menutup pintu Sri, Yusha, dan Aisah mengintrogasi Rey dan Megumi. Dan kemudian Rey menceritakan nya dari awal kejadian setelah di ceritakan mereka semua paham.


"Oh jadi dia adalah dirimu yang dari garis di lain dan dia tidak bisa jadi kembali ke semual yakamu mengajaknya ke garis dunia mu untuk memperbaiki hidupnya" Sri.


"Yap" Rey dan Megumi.


"Jadi dengan kata lain kalian menjadi sodara kembar gitu" Aisah.


"Benar sekali ini juga berkat Ren dan teteh kami" Megumi.


"Oh"


"Terus Rey bisa jelaskan kenapa Ravael tiba-tiba menyerang ku" Megumi menahan marah.


"Nah itu aku juga ga tau itu kenapa yang aku tau Ravael cuman ngajak aku ketemuan sehabis jam pelajaran abis" Rey polos.


"Terus kenapa kamu tidak temui dia" Megumi marah.


"Kan udah di wakili kamu jadi tidak masalah" Rey.


"Ya hasilnya aku jadi lebab gini" Megumi.


"Kamu juga kan harus menjelaskan banyak hal dulu pertama kenapa Ren menangis terus kenapa kamu melempar masalahnya harus menjelaskan nya kepada ku te-" Rey.


"Sssttt udah aku paham jangan di lanjut kembali" Megumi.


"Ngomong ngomong kenapa kamu bisa tepat datang nya Rey" Yusha.


"Ehm cuman perasaan saja diriku yang lain sedang mendapatkan masalah jadi aku buru-buru ke sini" Rey.


"Oh iya Rey dan aku kan orang yang sama" Megumi dalam hati.


"Aku bisa merasakan Megumi dalam masalah adalah suatu kebetulan doang sih" Rey dalam hati.


"Rey kalo kamu katakan itu Megumi pasti marah" Aisah.


"Oh ternyata itu semua kebetulan kesini kau Rey" Megumi langsung mengejar Rey.


"Aku minta maaf" Rey langsung berlari keluar.