
"UCOK"
Ketika tertusuk Ucok langsung pingsan kemudian Rey langsung mencabut katana dari tubuh Ucok kemudian Rey meminta Aisah untuk menggunakan skill analisa.
"Aisah aktifkan skill analisa sekarang kemudian liat luka Ucok dan katana itu aku curiga katana itu beracun" Rey.
"Ok skill analisa aktif. Rey ternyata benar katana ini memiliki racun yang sangat berbahaya" Aisah panik.
Ketika Aisah menggunakan skill analisa diam-diam Rey mengcopy lagi skill itu setelah Rey menganalisa luka dan katana itu Rey sudah mengetahui racun jenis apa yang ada di pedang itu ketika Rey akan menyembuhkan Ucok dengan skill Heal Rey tidak sengaja melihat analisa Guntur di culik ternyata Guntur akan di culik lagi dalam 3 detik dari sekarang kemudian Rey reflek meminta tolong.
"Siapa saja tolong Guntur" Rey.
Tidak lama datang orang misterius berpakaian serba hitam di belakang Guntur dan orang itu menusukkan jarum kecil ke leher Guntur yang membuat Guntur pingsan lalu kemudian di culik kembali oleh orang misterius itu tapi sebelum pergi orang misterius itu mengatakan.
"Kenapa selalu kamu yang menghalangi semua rencana ku" orang misterius itu berkata kepada Rey sembari menghilang.
Ketika orang misterius itu berbicara Rey seperti pernah mendengar suaranya tapi Rey lupa di mana nya yang Rey tau suara itu tidak asing baginya. Karena kondisi Ucok yang semakin gawat Rey tidak memikirkan lagi suara orang misterius itu. Karena hal yang terpenting ya itu menyelamatkan Ucok terlebih dahulu. Setelah semua racun keluar dari tubuh Ucok Rey sengaja menyayat kecil di tangan nya karena Rey melakukan hal itu Rey langsung pingsan selama 2 menit ketika Rey bangun Rey di gampar oleh Aisah.
"Hah aku sudah tau Oba" Rey di gampar oleh Aisah.
Plakkk
"Kamu ini apa-apa Rey udah tau katana itu beracun kenapa kamu melukai tangan mu dengan katana itu" Aisah cemas.
"Kenapa kamu kamu menggamparku" Rey.
"Aku sangat khawatir dengan mu" Aisah menangis.
"Iya iya maaf aku tidak akan melakukannya lagi kok" Rey menenangkan Aisah dengan cara di peluk.
Peristiwa itu terlihat sangat jelas oleh Asolani karena itu Asolani kesal karena Asolani merasa sudah tertinggal oleh yang lain dan Asolani juga berpikir hubungan dia dengan Rey seperti tidak ada yang berubah. Tidak lama Rey langsung menulis sebuah catatan setelah selesai Rey menyuruh walaupun Kimi sempat menolak permintaan dari rey. Ketika Rey mengatakan kata-kata mengancam Kimi akhirnya mau mencari bahan-bahan yang Rey tulis.
"Kimi kamu mau aku suruh" Rey.
"Ga. Buat apa aku mengikuti perintahmu kamu bukan tuanku" Kimi.
"Ya sudah tuanmu akan aku biarkan koma selamanya" Rey.
"Iya-iya aku akan cari" Kimi terpaksa lalu kemudian dia pergi mencari bahan-bahan.
Setelah Kimi pergi Aisah juga pergi dari sana untuk menemui keluarganya, betapa kagetnya dia karena di sana juga ada kakak tercintanya walaupun kakaknya berbentuk roh. Walaupun seperti itu Aisah tetap bahagian karena semua keluarga nya bisa kumpul. Tidak lama Aisah penasaran tentang keberadaan ayahnya karena yang Aisah tau ayahnya sudah meninggal dan seharusnya ayah juga berada di samping mereka.
"Kak Khodijah apa benar itu kakak" Aisah tidak percaya yang ia lihat.
"Iya Aisah" Khodijah.
"Ibu meneran ini kakak Bu ini kakak" Aisah bahagia walaupun cuman dapat dilihat saja tidak bisa di sentuh dan di rasakan.
"Iya kami juga tau" ibu Zumaidah.
"Kakak terus ayah mana kalo kakak di sini berati seharusnya ayah juga ada" Aisah.
"Oh kalo ayah dia masih hidup malahan ayah selalu mengikutimu ketika kamu di sekolah" Khodijah.
"Engga kakak ga bercanda" Khodijah.
"Sumpah kak ga lucu" Aisah mulai takut.
"Kakak ga akan pernah bercanda kalo soal ginian" Khodijah.
"Hah ternyata Sandi masih hidup" ibu Zumaidah kaget ples bahagia.
"Iya tapi setelah insiden aku meninggal ayah mengganti namanya" Khodijah.
"Terus kamu tau ayah menggantinya menjadi apa" ibu Zumaidah sangat senang.
"Kalo itu maaf Bu Khodijah tidak tau dan ketika ada seseorang memanggil ayah suara mereka mendadak menjadi tidak ada tapi cuman sekedar nama" Khodijah.
"Terus bagaimana kita mencarinya" ibu Zumaidah.
"Tenang aja Bu tadi kakak bilang ayah selalu dengan dengan ku di sekolah jadi cepat atau lambat aku akan menemukan ayah" Aisah.
"Iya semoga saja" ibu Zumaidah.
Tidak lama Kimi datang menyerahkan semua bahan yang Rey suruh dan kebetulan semua bahan itu ada di kapal/perahu mewah tersebut. Setelah Kimi datang Rey langsung mengolah bahan-bahan yang Kimi bawa. Karena penasaran Aisah pun ikut menghampiri Rey dan bertanya.
"Rey kamu sedang apa" Aisah penasaran.
"Aku sedang membuat anti racun" Rey.
"Bukannya semua racun sudah kamu keluarkan Rey" Kimi bingung.
"Iya memang tapi ada racun yang sudah sangat berefek kepada Ucok" Rey.
"Racun apa yang sudah berefek" Kimi.
"Jadi gini khusus nya kamu Kimi jangan kaget kalo nanti ketika Ucok bangun dia tidak tau apa-apa dengan kata lain dia akan lupa ingatan" Rey.
"Terus bahan-bahan yang aku kumpulkan buat apa" Kimi.
"Itu untuk meringankan hilang ingatannya jika tidak aku tangani dengan cepat bisa saja fatal dia bisa-bisa lupa cara bernapas" Rey.
"Lah sebegitu parahnya racun itu" Aisah.
"Yap" Rey.
Setelah Rey selesai menyembuhkan Ucok Rey meminta kepada Kimi untuk mencari Ima Tampa menolak dulu Kimi langsung mencari Ima setelah Ima di bawa ke hadapan Rey. Rey meminta ke semua yang terlibat untuk berkumpul dan saling bergandeng tangan setelag itu orang Rey meminta Aisah untuk menyentuh salah satu dari mereka setelah itu Rey meminta Aisah untuk menteleport mereka semua ke tempat yang mereka inginkan. Dan tidak lupa Rey mengcopy skill teleport tersebut.
"Ok semua sudah di teleport oleh Aisah sekarang aku bisa beraksi mencari pelaku sesungguhnya" Rey.
"Bang Rey jangan lupakan aku" Asolani.
"Iya nih kok mau seru-seruan ga ngajak-ngajak" Kimi.
Karena mendengar itu Rey kaget karena mereka berdua tidak ikut dengan Aisah.