YESS OR NO

YESS OR NO
TIDAK JADI BUBAR DAN ALASAN PA LASUT



"hah aku ada dimana" Rey.


"Kamu ada di ruang yang bapa buat" pa Lasut.


"Hah pa Lasut apa tujuan bapa sebenarnya" Rey bersiap.


"Udah udah duduk dulu aja karena ketika kita keluar dari sini bapa di pastikan akan tewas" pa Lasut.


Kemudian Rey pun duduk.


"Rey kamu adalah orang yang bapa cari dan yang bisa di percayai untuk membawa semua kemampuan yang bapa pernah ambil paksa dari anak-anak yang menjadi bahan eksperimen di tempat kerja bapa dulu" pa Lasut.


"Memangnya dulu pa Lasut kerja di mana" Rey.


"Di lab rahasia" pa Lasut.


"Maksud bapa lab yang didalamnya pernah ada kak Sayo, Yani, dan Yami" Rey.


"Iya" pa Lasut.


"Berati bapa yang telah membunuh kak Sayo" Rey sangat marah.


"Kalo itu engga malahan bapa yang membiarkan dia untuk kabur dan mempertemukannya dengan Kamui agar dia aman" pa Lasut.


"Oh jadi bapa yang menyelamatkan kak Sayo" Rey.


"Iya tapi bapa juga yang membawa paksa Sayo kesana dulu, karena waktu itu keluarga bapa di sekap oleh pihak lab dan kalo bapa tidak dapat membawa Sayo keluarga bapa akan di musnah kan semua" pa Lasut.


"Pa Lasut kenapa tidak melawan" Rey.


"Karena waktu itu bapa sangat bodoh dan memakan semua kebohongan mereka" pa Lasut kesal dengan dirinya sendiri.


"Terus keluarga pa Lasut kemana" Rey.


"Ga ada" pa Lasut.


"Maksud bapa, bapa di bohongin" Rey kaget.


"Iya ketika bapa sudah membawa Sayo. Bapa langsung berlari pulang kerumah untuk melihat keadaan keluarga kecil bapa, ketika bapa sampai semua keluarga bapa tidak ada yang bernapas satu pun dan di sebelah istri bapa ada sepucuk surat dari lab yang telah memaksa bapa menculik Sayo anak dari sahabat bapa sendiri" pa Lasut.


"Tunggu tunggu tunggu pa Lasut sama pa Agus sebenarnya sahabatan" Rey.


"Iya, itu kenapa pa Agus waktu itu bisa masuk ke lab itu dengan mudah" pa Lasut.


"Oh pantas saja, terus bapa ga balas dendam ke mereka" Rey.


"Iya ini dengan mengambil paksa skill mereka Tampa sepengetahuan orang-orang lab" pa Lasut.


"Bapa melakukan hal seperti itu untuk apa" Rey.


"Ya bapa juga tau melakukan hal itu adalah hal bodoh karena bapa tau raga bapa tidak akan kuat, tetapi bapa sengaja melakukannya supaya mereka semua kapok meneliti orang yang salah" pa Lasut.


"Tapi kan pa kasian ke anak-anak itu" Rey.


"Bapa tidak peduli dengan anak-anak itu yang penting bapa bisa bertambah kuat dan hal seperti ini tidak akan terjadi, karena tujuan tidak akan tercapai tampa pengorbanan" pa Lasut.


Ketika Rey akan menanyakan pertanyaan lebih lanjut ruangan yang di buat pa Lasut tiba-tiba seperti aga menghilang dan karena itu pa Lasut langsung memberikan nasihat kepada Rey dengan aga terburu-buru.


"Hah ada apa dengan ruangan yang aku buat, Rey dengarkan pesan terakhir dari bapa kamu harus menjadi kuat, jangan mudah percaya kepada orang lain, dan orang-orang yang lebih jahat dari bapa di luar sana sangat banyak jadi berhati-hatilah, satu lagi skill yang kamu copy barusan itu sebenarnya skill Esa yusna yang sekarang lagi koma kalo kamu ingin dia sadar kembalikan skill itu ke pamiliknya" pa Lasut.


Setelah memberi nasehat itu ruang yang di buat pa Lasut menghilang dan Rey kembali kedunianya setelah kembali kedunianya Rey langsung melihat tubuh pa Lasut hancur berkeping-keping kemudian tubuh pa Lasut langsung berubah menjadi kegelapan. Kegelapan tersebut langsung merasuk ke tubuh Rey dan dari kegelapan itu Rey mendapatkan 1000 jiwa dan 1000 skill yang telah di dapatkan oleh pa Lasut.


Tidak lama muncul Guntur dengan keadaan sangat marah di samping cloning Aisah.


"Bangs*t semua skill itu harusnya milik ku tapi tidak apa aku masih punya Aisah di sisiku, ingat saja Rey aku akan mengambil semua skill mu secara perlahan mengunakan Aisah" Guntur.


Setelah cloning Rey keluar Rey langsung menyerap cloningannya agar mendapat beberapa informasi yang tadi di obrolkan oleh para anggota yang lain. Setelah cloningnya di serap Rey langsung Rey masuk kembali ke ruang klub ketika Rey baru saja ingin masuk yang lain malah keluar karena mereka semua ingin merayakannya.


"Eh kalian mau ke mana" Rey.


"Ya kan kita mau merayakan klub kita ga jadi bubar" Sayo.


"Oh iya aku lupa yu" Rey.


Kemudian mereka berangkat ketika di tengah jalan Rey menarik Aisah dan mengatakan.


"Aisah mulai sekarang kamu harus berada di sampingku" Rey.


"Coba katakan sekali lagi" Aisah dengan malu-malu.


"Aisah mulai sekarang kamu harus berada di sampingku" Rey.


"Aku tidak salah dengar" Aisah tersipu malu.


"Ga, memangnya aku tadi salah ngomong" Rey bingung.


"Tadi kamu mengatakan Aisah mulai sekarang kamu harus berada di sampingku" Aisah menahan malu.


"Memang nya tadi aku mengatakan itu" Rey.


"Iya tadi kamu bilang seperti itu" Aisah senang.


"Oh jadi gimana kamu mau ga" Rey.


"Jadi kamu ceritanya menyatakan cinta padaku" Aisah sangat senang.


"Eh bukan aku cuman mau melindungi mu agar tidak di culik oleh Guntur karena aku tidak mau kamu bernasib seperti pa Lasut" Rey.


"Terus kamu kasian ke pa Lasut yang telah memperlakukan kita seperti budak" Aisah kecewa dan marah.


"Nanti setelah perayaan ini kalo kamu punya waktu akan aku ceritakan yuk kita susuk mereka udah ketinggalan jauh kita" Rey.


Setelah itu Rey dan Aisah berlari menyusul yang lain, sesampai di tempat tujuan mereka. Mail, Ren, Yani, Yami, Sri, Yusha dan Sayo mereka masuk duluan karena Asolani mendadak membuat alasan agar bisa pergi dengan Rey dan Aisah.


"Eeee semua maaf aku ada urusan sama Rey dan Aisah" Asolani.


"Memangnya aku punya urusan dengan kamu Asolani" Rey.


"Sssttt jangan banyak tanya ayo bang Rey, Aisah ikut aku" Asolani langsung menarik Rey dan Aisah.


Asolani membawa Rey dan Aisah ke warkop di samping cafe mereka mengadakan pesta


"Bang Rey aku mau tau apa yang terhadap pa Lasut" Asolani.


"Memangnya pa Lasut kenapa" Rey.


"Jangan pura-pura ga tau tadi aku jelas mendengar obrolan kalian" Asolani.


"Kamu pake skill kamu ya Asolani" Aisah.


"Iya karena aku tau kalian pasti akan membicarakan sesuatu yang penting" Asolani.


"Sebenarnya tadi aku sangat kesal karena aku kira tadi Rey mengutarakan perasaan nya terhadap Aisah untung saja bukan" Asolani dalam hati.


"Iya akan ku ceritakan ke kalian berdua tapi kalian harus janji rahasiakan semua ini ke yang lain" Rey.


"Iya kami janji" Aisah dan Asolani.