
Setelah mereka berpelukan mereka kembali serius untuk menyelesaikan masalah dan untuk membujuk Ravael agar mau membantunya untuk membantu menemukan Rey melalui Ima mereka memikirkan nya sampai mereka lupa waktu tidak terasa waktu menunjukan pukul 17.00 tidak lama telepon Sayo berdering yang membuat semua yang ada di dalam ruangan kaget karena mereka semua masih sibuk memikirkan cara meluluhkan hati Ravael agar mau membantu. Kemudian Sayo keluar ruangan untuk mengangkat telepon dari seseorang tidak lama Sayo kembali lagi ke ruangan dan dia berkata.
"Kalian lanjutkan lagi besok karena ini sudah waktu nya kalian pulang" Sayo.
"Tapi kak kita belum menemukan cara untuk membujuk Ravael supaya mau ikut dalam operasi ini" Mail.
"Udah kalian pulang aja biar urusan itu kakak yang pikirkan kakak tidak mau orang tua kalian khawatir" Sayo.
Karena mereka mendengar perkataan semuanya akan di urus oleh Sayo mereka memutuskan untuk membubarkan diri dan pulang kerumah masing-masing.
Ke esokan harinya tanggal 21 Desember hari Jumat sepulang sekolah pukul 14.25. Yani dan Yami di hampiri oleh Sri dan Yusha di ruangan OSIS.
"Nona, tuan kami punya informasi tentang pelayan yang pernah nona dan tuan bicarakan" Sri berbisik-bisik.
"Baik rapat kali ini kita akhiri sekarang" Yani.
"Tapi ketua kita belum mendapatkan solusi untuk ruangan terakhir yang akan di gunakan untuk ujian"
"Eeee itu akan aku bicarakan lagi sama kepala sekolah" Yani.
Setelah itu semua anggota OSIS keluar dari ruangan OSIS dan di dalam tinggal Yani, Yami, Sri, Yusha dan Asolani.
"Sudah kubilang Sri panggil kami dengan nama aja jangan nona dan tuan malu tau" Yani memerah.
"Maaf itu udah kebiasaan" Sri.
"Iya ga apa-apa terus kalian punya informasi apa" Yami.
"Oh iya kami akan melaporkan tapi pertama-tama buka dulu YouTube dan buka link yang aku kasih" Sri.
"Mana link woy" Yani, Yami, dan Asolani.
"Oh belum dikirim ya maaf-maaf nih aku udah kirim" Sri.
"Aahh Sri kamu mau promosi" Yani, Yami, dan Asolani.
"Eh maaf yang tadi aku kirim link channel ku nih yang benar" Sri mengirim ulang pesannya.
Kemudian Yani, Yami, dan Asolani membuka link yang diberikan oleh Sri setelah mereka membuka dan melihat video tersebut mereka kaget karena.
"Hah ini bukan kah kasus korupsi yang baru-baru ini terungkap kenapa kamu memberi kita video ini" Yani.
"Liat sampai akhir nanti kalo sudah akan ku jelaskan karena aku ada di tempat kejadian" Yusha.
Kemudian Yani, Yami, dan Asolani menontonnya sampai selesai setelah selesai mereka kebingungan karena dari video itu barang buktinya tidak ada tapi bukti transaksi nya ada.
"Ada yang aneh ga dari video itu" Sri.
"Iya ih kenapa dia bisa ketahuan sedangkan barang buktinya aja ga ad, yang ada adalah bukti transaksi nya aja" Asolani.
"Nah kalo itu aku akan jelaskan soalanya aku berada di tempat kejadian" Yusha.
"Kok kamu bisa ada di tempat kejadian Yusha pasti karena pekerjaan" Yami.
"Iya aku juga tidak tau yang aku jagain itu adalah uang hasil korupsi" Yusha.
"Kok kamu tidak terlibat" Yani.
"Aku juga tidak tau yang aku tau cuman ada orang misterius yang memberikan sebuah kertas ke salah satu anggota komisi pemberantasan korupsi" Yusha.
"Mungkin juga tapi aku tidak tau orang itu karena dia menggunakan baju rapih dan topeng kucing biar lebih jelas ketua tolong gunakan skill mu ke diriku agar semua bisa tau rupa orang misterius itu" Yusha.
"Oh oke skill perekam aktif visualisasi pikiran aktif transfer ke hp yang aku pegang" Sri menggunakan skillnya.
"Nah ini orang nya" Yusha.
"Coba liat teh bukanya ini orang yang kita lihat juga ketika kita menyatukan skill kita" Yami.
"Coba liat oh iya dia sama persis pakean dan topeng dia sama persis" Yani kaget.
"Hah jadi kasus yang baru itu kita harus menemukan orang ini" Asolani kaget.
"Yap soalnya dia bisa jadi kunci dari kekejian dari pa x dan aku juga curiga Rey hilang karena pa x karena sebelum Rey menghilang kamu juga kan tau Asolani sifat Rey yang tiba-tiba berubah di ruang UKS" Yani.
"Oh iya yang kemudian bang Rey mengunci dirinya di lemari dan ketika di cek dia sudah tidak ada di dalam" Asolani.
"Hah jadi selama ini Rey hilang gatau kemana kenapa tidak ada yang memberi tauku" Sri marah.
"Kami bukanya tidak memberitahu kalian kami tidak ingin merepotkan kalian karena masalah ini dan ketika Rey hilang kami pikir juga dia pulang kerumah karena kan kita juga tau sipat Rey yang bodo amat atau ga peduli sama ke keadaan sekitar jadi kita juga ga terlalu khawatir" Yami.
"Dan kami juga sudah sepakat akan meminta bantuan mu untuk membujuk Ravael agar mau membantu kita tapi itu semua dilarang oleh kak Sayo dan kak Sayo juga mengirim pesan jangan khawatir soal Rey soalnya dia sudah ada di tangan yang tepat" Yani.
"Iya kalian tega sekali aku baru tau sekarang hmph" Sri sebal.
"Ah itu tidak penting informasi terakhir sebelum mental Rey berubah adalah dia dihukum dengan berat oleh pa guru x itu yang di katakan oleh Bu Yuna" Yani.
"Pa x pa guru x itu siapa sih lebih cepat kita tanyakan langsung ke Bu Yuna siap si x ini" Yusha.
"Iya itu kan lebih mudah" Sri.
"Bu Yuna cuman memberitahu inisial namanya saja karena Bu Yuna ga mau asal nuduh" Yami.
"Terus inisialnya apa?" Sri.
"Adalah pa L itu yang di sebutkan oleh Bu Yuna" Yani.
"Sebenarnya semua sudah tau siapa pa L itu aku tidak akan memberi tau mereka berdua khususnya Sri karena aku tau Sri itu orang nya bisa sangat percaya diri dan tiba-tiba bisa menjadi merasa bersalah jika bukti yang kita kumpulkan hilang" Yani, dan Yami dalam hati.
Setelah itu Sri dan Yusha mereka di perintahkan oleh Yani dan Yami untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang keberadaan orang misterius itu. Sedangkan Asolani diperintahkan oleh Yani dan Yami langsung ke ruang klub untuk memberitahu semua anggota klub Mantuan tentang informasi yang baru saja di sampaikan oleh Sri dan Yusha. Sedangkan Yani dan Yami mereka berdua langsung menyelesaikan tugas OSIS yang tertunda yaitu mencari kelas terakhir untuk menjadi ruangan UAS semester 1.
Sesampainya di ruang klub Asolani langsung menyampaikan informasi yang ia dapat di ruang OSIS, di ruang klub sendiri ada Mail, Rina, Ren, Megumi, Kanzaki, Yamada, Aisah, dan Sayo mereka semua menunggu Asolani datang ke ruangan klub dan setelah mereka mengetahuinya. Megumi langsung berdiri dari mejanya dan dia mengatakan bahwa Rey yang mereka cari bukan Rey yang mereka kenal.
"Jadi seperti itu ceritanya" Asolani.
"Oh jadi kita cuman harus mencari keberadaan orang ini" Mail.
"Yap" Asolani.
"Tapi sebelum itu ada yang ingin aku katakan Rey yang waktu itu dia bukan Rey yang kita kenal melainkan dia adalah kepribadian Rey yang lain yang salah masuk tubuh seharusnya nya dia masuk tubuh A tapi karena dia ketakutan dia jadi masuk tubuh B" Megumi tiba-tiba berdiri.
"Hah maksudnya kok lama-lama kamu seperti Rey" Mail.
"Iya kan aku memang Rey dari garis takdir yang berbeda aku di bawa Rey di garis dunia ini untuk menikmati hidup" Megumi.
"Oh iya kita semua lupa kamu kan memang doppelgangernya Rey habisnya sifat kamu 180° terbalik dengan Rey yang asli" Mail.
"Aku sengaja, aaahhh itu ga penting yang penting aku butuh bantuan kalian untuk menjebak Rey yang sekarang untuk di masukan kembali ke alam bawah sadar kita dan kalo kita bisa menjebaknya sisanya aku akan urus" Megumi.