YESS OR NO

YESS OR NO
LATIHAN KENCAN



8 Desember hari Sabtu jam 09.00 Rey tiba-tiba mengajak Ren untuk jalan-jalan keluar, tetapi sebelum keluar Rey menyuruh untuk Ren mendandani nya. Setalah semua selesai Rey membuat ilusi lagi terhadap keluarga nya Rey yaitu pekean yang di pake Rey seperti normal di mata mereka(cct sebelum nya Ren sudah meng ilusi mereka supaya Rey di mata mereka adalah laki-laki agar tidak terjadi keributan) setelah itu Rey dan Ren meminta ijin untuk keluar ketika ingin keluar Ren di beri uang tambahan oleh teteh nya Rey karena teteh Rey tau bahwa Ren mencintai Rey sebagai laki-laki bukan sebagai kakak. Sebalik nya Rey menyayangi Ren bukan sebagai lawan jenis melainkan karena dia adalah adik nya.


"Ren tunggu, nih uang tambahan semoga kamu mendapatkan hatinya Rey" teteh Ros.


Ketika dijalan Ren menanyakan Rey mengajaknya ajakan jalan dalam rangka apa kemudian Rey menjawab anggap saja ini kencan. Setelah mendengar itu Ren Langsung tersipu malu.


"Ren muka mu merah apa kamu sekarang sedang demam" Rey.


"Engga Ren baik-baik saja" Ren.


"Siapa sangka yang aku inginkan terwujud juga" Ren dalam hati.


"Kok mukamu menjadi lebih merah apa kamu, tutup mata mu sebentar Ren" Rey langsung menempelkan jidatnya ke jidat Ren.


"Suhu tubuh mu nolmal terus kamu kenapa" Rey.


Ketika jidat Rey di tempelkan ke jidatnya Ren, Ren tidak bisa berkata apa-apa sangking malunya. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan, ketika di tengah jalan Rey melihat ada sebuah pot dari sebuah rumah yang tidak sengaja tersenggol oleh pemilik nya dan akan jatuh ke Ren. Kemudian Rey langsung berlari untuk melindungi Ren dengan memeluk nya dan untung pot yang jatuh tersebut tidak menimpah mereka berdua. Kemudian perjalanan di lanjutkan dengan keadaan Ren tersipu malu karena tadi Rey memeluk Ren untuk melindunginya.


Kemudian Rey mengajak Ren untuk makan di sebuah kafe di pinggir jalan, untuk makan siang dan bukan hanya itu Rey juga ingin melihat tata cara makan layaknya seorang perempuan.


"Aa Rey kenapa ga makan" Ren.


"Sok aja Ren duluan" Rey.


Setelah itu Rey terus memperhatikan Ren makan sampai-sampai Ren aga canggung untuk makan.


"Aa Rey cepet makan Ren malu di liatin seperti itu" Ren.


"Jangan pedulikan aa kamu makan aja yang lahap" Rey masih melihatin Ren makan.


"Aa cepet makan" Ren marah.


"Baiklah" Rey langsung nurut.


Setelah perut mereka terisi mereka melanjutkan perjalanan dan tujuan selanjutnya mereka ingin ke toko baju untuk lihat-liat setelah mereka puas melihat-lihat Ren kemudian mengajak Rey untuk ke taman dengan harapan Rey menembak Ren.


"Ren sebenarna aku suka pada mu dari pertama kita bertemu" Rey.


"Ren juga" Ren.


"Mau kah kamu jadi pacarku" Rey.


"Tapikan kita adik kakak" Ren.


"Aku ga peduli terus apa jawabanmu" Rey.


"Iya Ren mau" Ren.


Kemudian mereka berdua ciuman dan ternyata itu hanya ada di bayangan Ren saja.


Dan yang sebenarnya terjadi Rey langsung tidur di pundaknya Ren karena dia sangat kelelahan.


"Oh tadi ternyata cuman pikiran ku saja" Ren.


"Ren aku boleh pinjam pundakmu sebentar" Rey yang kemudian tidur di pundaknya Ren.


Kemudian muka Ren sangat merah karena malu.


"Walaupun yang ada di pikiran ku tidak nyata tapi seperti ini tidak buruk juga" Ren.


Ketika Ren merasan senang kepala Rey langsung jatuh ke paha Ren, ketika kejadian itu Ren Langsung sangat bahagia tetapi kebahagiaan Ren tidak bertahan lama karena paha Ren Langsung keram dan kesemutan. Tetapi Ren masih senang dan tidak ingin membangunkan Rey yang sedang kelelahan tetapi tidak lama dari itu paha Ren seperti mati rasa dan langsung membangunkan Rey karena sudah tidak tahan.


"Aa Rey bangun dong" Ren menahan.


"Memangnya kenapa" Rey.


"Paha Ren sudah mati rasa" Ren.


"Oh maaf" Rey bangun langsung malu karena rasa-rasanya dia tidur di pundak nya Ren bukan di pahanya Ren.


Dan tidak terasa sudah sore lagi kemudian Ren mengajak Rey ke game center karena Ren tau apa yang di sukai Rey ketika ada di dalam game canter Ren menginginkan boneka di mesin pengait kepada Rey sebagai seorang gamers Rey merasa tertantang walaupun dia belum pernah memainkannya, tapi Rey di tolong oleh skill Mail yang dari awal sudah dia copy jadi Rey dapat mengetahui mana barang yang berpotensi dapat, setelah Rey mengetahui barang yang akan di dapatnya Rey langsung mengail benda tersebut dan benar dia memenangkan boneka tersebut yang langsung di berikan kepada Ren walaupun cuman gantungan.


"Ren maaf aku cuman bisa dapat ini" Rey.


"Tidak apa-apa kok a aku senang dapat hadiah pertama dari aa rey" Ren tersenyum sangat manis.


"Ren tunggu aa mau coba 1 permainan" Rey.


Kemudian Rey ke tempat salah satu permainan yang iya inginkan yaitu pengail tapi di dalamnya terdapat action figure dari game yang sering Rey mainkan.


"Nah ini game yang aa inginkan" Rey.


"Oh aa ingin berbie" Ren.


"Ini bukan berbie tapi action figure game yang aa mainkan dan semoga aja aa mendapat waifu aa dalam game" Rey.


"Sini serahkan pada Ren, Ren juga ingin memberi hadiah ke aa Rey" Ren.


Setelah itu Ren mencoba tetapi gagal terus dan oleh Rey di biarkan karena Rey sengaja karena presentase menang hadiah yang Rey inginkan terus meningkat karena kegagalan Ren.


"Ah Ren menyerah udah cape" Ren telah 10x mencoba.


"Sudah biar aa yang main" Rey yang langsung dapat karena melihat presentase 100% menang.


"Aa maaf ga bisa mendapatkan barang yang aa inginkan" Ren sedih.


"Tidak apa-apa kok Ren aa sudah senang melihat perjuangan mu" Rey.


Dan seketika muka Ren merah merona karena malu. Setelah itu mereka berdua pulang dengan perasaan senang ketika sampai di depan rumah dan Ren berencana untuk menembak Rey ketika Ren ingin menembak teteh Rey memanggil mereka berdua karena teteh Ros sudah tau mereka ada di depan rumah.


"Aa Rey ada yang ingin aku sampaikan" Ren.


"Iya apa" Rey.


"Aku sebenarnya suka ke aa Rey dari pertama kita bertemu" dan suara Ren tersebut tidak terdengar karena teteh Ros memanggil mereka berdua.


"Rey, Ren cepat masuk dan cepat kalian makan dulu"suara teteh Ros yang menutupi suara Ren.


"Iya nanti bentar" Rey juga menutupi suara Ren yang hasilnya suara Ren yang menembak Rey tidak terdengar.


"Maaf Ren bisa di ulang kembali tadi tidak terdengar kamu mengatakan apa" Rey.


"Oh bbbukaan apa-apa, yuk cepat masuk Ren takut teteh marah" Ren malu sekali.


"Huh untung tidak terdengar oleh aa Rey, aku juga belum siap tertolak duluan" Ren dalam hati.


Walaupun Ren sangat senang tapi Rey tidak mengaggap tadi itu sebagai kencan Rey cuman mau belajar bagaimana tingkah perempuan jika berkencan. Setelah masuk Ren di cegat dulu oleh teteh Ros karena teteh Ros penasaran dengan ceritanya.


"Ren tadi jadinya gimana" teteh Ros.


"Tadi Ren hampir saja di tolak karena Ren tau aa Rey belum mengagapku sebagai lawan jenisnya dia masih mengagap ku sebagai adik nya" Ren.


"Tapi kamu sudah menembaknya" teteh Ros.


"Sudah tadi ketika ingin masuk kerumah tapi untungnya ada suara teteh Ros" Ren.


"Oh gara gara teteh Rey tidak mendengar pernyataan cinta kamu" teteh Ros.


"Iya" Ren.


"Kalo gitu maaf teteh ga sengaja" teteh Ros.


"Ga apa kok teh yang ada justru bagus karena Ren tadi belum siap di tolak oleh aa Rey dan nanti takutnya aa Rey malah menjauh" Ren.


"Oh yaudah syukur kalo begitu kejadiannya" teteh Ros.