YESS OR NO

YESS OR NO
KELASMIT PART 6 DAN IDENTITAS SI PENGGUNA TOPENG



"Peserta Asolani bisa anda jelaskan kenapa anda membuat ini" Juri kedua.


"Itu adalah makanan penutup karena aku tau. Aku akan dipanggil belakangan jadi aku sengaja membuat makanan penutup" Asolani.


"Ehm bagus juga konsepnya" juri pertama.


Kemudian para juri langsung mencoba makanan yang di buat Asolani baru saja mencicipi 1 kali para juri Langsung memberikan nilai sempurna yaitu 100 jadi total nilai Asolani adalah 300 dan itu adalah nilai yang sangat sempurna.


"Aku dulu yang memberi komentar makan Asolani itu seperti ibarat film lagi itu adalah happy ending yang selama ini para penonton cari" juri pertama.


"Makanan ini tuh memiliki kehangatan seperti kehangatan seorang ibu ke pada anak-anak nya" juri ketiga.


"Terus komentar diri mu apa juri dua" juri satu.


Ketika di tanya juri dua meneteskan air mata itu juga menjadi suatu hal yang langka karena juri kedua ini adalah guru paling killer di jurusan boga dan guru yang pintar sekali menyembunyikan perasaan tetapi sekarang guru tersebut menangis.


"Makanan ini mengingatkan saya ke masakan almarhum ibuku, dan saya cuman mau mengatakan satu hal kamu mending pindah saja ke jurusan boga" juri dua.


"Kalo itu maaf pa gabisa" Asolani.


Setelah itu dinyatakan pemenang dari grup 10 adalah Asolani kemudian Rara memberikan selamat kepada Asolani dan Rara Yae langsung mendekati Albert Park dan Rara langsung menyatakan cintanya kepada Albert Park. Kita flashback sebelum mereka mulai memasak ketika Rara mengambil bahan-bahan Rara menghampiri Asolani dan mengatakan.


"Asolani bagaimana agar pertandingan kita menarik kita buat sebuah game tapi cuman kita berdua saja" Rara.


"Kakak ga salah mengajak ku" Asolani.


"Tidak malahan aku ingin sekali mengalahkan mu karena aku tau kemampuan mu sangat hebat gampang kok permainan nya" Rara.


"Ehm ok kalo begitu" Asolani.


"Jadi jika ada dari salah satu dari kita gagal menuju babak selanjutnya dia harus menyatakan perasaannya kepada orang yang di cintai gimana mudah kan" Rara.


"Mmmmmeeeenyyyyaaaattaaakan ccciinnnta" Asolani tersipu malu.


"Yap berani tidak" Rara.


"Oookkk kalo gitu peraturannya aku akan berjuang" Asolani.


Kita kembali ke waktu di mana Rara menyatakan cintanya ke Albert Park.


"Albert selama ini aku sangat mencintaimu tolong jadi pacarku" Rara.


"Eh aku tidak salah dengar" Albert.


"Engga mau apa tidak" Rara menahan malu.


"Maaf" Albert.


Ketika mendengar kata maaf Rara langsung bererai air mata.


"Maaf aku terima karena aku juga mencintaimu dari pertama kita bertemu" Albert tersenyum bahagia.


"Eh berati aku di terima" Rara.


"Iya aku terima" Albert.


Kemudian Albert Park dan Rara Yae berpelukan dengan bahagia ketika mereka berpelukan seisi kelas terharus melihat pemandangan yang baru mereka lihat. Setelah itu para juri membubarkan mereka semua dan memberi tau bahwa pertandingan 10 besarnya akan di laksanakan besok. Kemudian Rey dan Asolani pergi ke UKS untuk bercerita ke pada Bu Yuna tentang pertandingan yang tadi sebelum ke UKS Rey sangat penasaran soal Aisah karena dari Rey bertanding dia tidak melihat Aisah di mana-mana.


Sesampainya di UKS Rey dan Asolani langsung masuk dan menceritakan semua kepada Bu Yuna setelah mereka menceritakannya mereka di beri pujian oleh Bu Yuna karena Rey seperti orang yang penasaran Bu Yuna menegur Rey.


"Rey kamu lagi memikirkan apa" Bu Yuna.


"Engga apa-apa kok Bu ga penting juga" Rey.


"Iya ih bang Rey ga biasanya kamu sering bengong seperti ini" Asolani.


"Ceritain aja Rey ada apa" Bu Yuna.


"Ga ada apa-apa kok Bu cuman penasaran kok Aisah tidak terlihat sampai sekarang biasanya dia suka mencuri-curi kesempatan untuk bertemu atau berpapasan dengan ku" Rey penasaran.


Setelah mendengar itu baju Asolani langsung di tarik oleh Bu Yuna.


"Ibu mau ngapain narik bajuku" Asolani berbisik ke Bu Yuna.


"Sudah ayo ikut ibu dulu sebentar" Bu Yuna.


Kemudian Asolani di bawa keluar ruangan oleh Bu Yuna setelah di luar Bu Yuna langsung berbicara aga serius dengan Asolani.


"Asolani kenapa kamu tidak tebar pesona ketika tadi memasak kayanya si Rey itu sudah mulai aga tertarik dengan Aisah" Bu Yuna.


"Maksud ibu" Asolani bingung.


"Dasar lemot kamu mau Rey di ambil oleh Aisah atau perempuan lain" Bu Yuna.


"Ya engga dong Bu kenapa ibu berpikiran seolah-olah Rey akan di rebut oleh orang lain" Asolani aga kesal.


"Engga apa-apa soalnya tumben Rey menghawatirkan seseorang biasanya kan dia bodo amat" Bu Yuna.


"Eh iya juga ya" Asolani.


"Tuh liat sekarang dia bengong pasti lagi memikirkan sesuatu" Bu Yuna.


"Ga bisa di biarkan ini Bu Asolani harus mengambil hati Rey dengan segera" Asolani.


Kemudian Asolani dan Bu Yuna masuk lagi.


"Urusan kalian sudah selesai" Rey.


"Iya sudah" Bu Yuna.


"Bang Rey kita maen game yu" Asolani.


"Engga ah Aku aga khawatir soal Aisah" Rey.


"Hah jangan-jangan kata Bu Yuna bisa saja jadi kenyataan kalo aku tidak ambil kesempatan seharusnya tadi aku mengalah saja agar aku dapat menyatakan perasaanku pada Rey" Asolani dalam hati.


"Mail, Rina, Ren, Megumi, Yani, Yami, Sri, Yusha, dan kak Sayo soalnya dari tadi aku belum bertemu dengan mereka" Rey.


"Woy ternyata kamu khawatir ke semua tapi syukurlah hidup mu yang sekarang tidak nolep-nolep amat" Asolani dan Bu Yuna.


"Oh kalo kamu khawatir mereka semua ada di ruang klub" Bu Yuna.


"Asolani ayo kita keruang klub" Rey langsung menarik Asolani.


Sesampainya di ruang klub.


"Bang Rey kenapa kamu ga masuk" Asolani.


"Eeee aku aga malu karena tidak biasa aku ingin bertemu mereka" Rey.


"Sudah ayo masuk" Asolani.


Ketika baru saja membuka pintu Rey dan Asolani langsung di beri kejutan.


"Satu, dua, tiga, Rey, Asolani, Aisah selamat karena kalian masuk sepuluh besar kontestan yang akan mewakilkan sekolah kita di MCI" kak Sayo.


"Tunggu-tunggu kak kakak bilang Aisah kan yang ikutan itu cuman aku dan bang Rey" Asolani.


"Tidak dia sudah ada di samping kalian berdua" Mail menggunakan skill.


"Eh ternyata kamu sosok yang menggunakan topeng tadi" Rey kaget.


"Iya" Aisah membuka topeng.


"Asolani jangan harap kamu bisa berduaan dengan Rey karena ingat aku juga salah satu rival mu" Aisah berbisik ke Asolani.


"Sialan ni anak" Asolani dalam hati.


Kemuadian mereka bertiga diminta duduk oleh yang lain untuk menceritakan acara yang tadi.