
1 Desember hari Sabtu Rey, Ren, dan Sayo bergegas untuk ke sekolah untuk memperbaiki ruang klub yang hancur sehari sebelumnya. Kondisi Rey seperti orang kelelahan sekaligus suhu badannya aga tinggi, mereka bertiga bergegas menuju ke sekolah, sesampainya di sekolah Rey, Ren dan Sayo sudah di tunggu yang lain, Mail pun sudah membawa perkakas seperti pisau dapur, garpuh, dan sendok, (ya ga gitu autdor cuman bercanda) Mail membawa barang seperti palu, gergaji, kayu, dan linggis/pencabut paku.
Dan mereka pun melanjutkan perjalanan ke ruangan klub ketika mereka sampai di ruang klub mereka kaget dan shok sampai-sampai mereka pingsan(ya ga selebai itu juga kali) mereka semua sampai-sampai tidak bisa berkata apa apa lagi kemudian mereka semua masuk ke ruangan tersebut ternyata di dalam sangat berantakan, kotor sekaligus temboknya belum di cat setelah itu mereka semua menyimpan tas masing-masing, dan mereka semua membagi tugas laki-laki di tugaskan untuk membeli cat ke toko material terdekat cewe bertugas menunggu kepastian.
Cewe tugasnya yaitu membereskan barang barang yang berantakan di dalam ruangan. Ketika Rey dan Mail ingin pergi Rey memanggil Ren untuk ikut bersama.
"Rey cau indit" Mail.
(Rey hayu pergi).
"Hayu tapi kela, Ren rek milu moal" Rey.
(Hayu tapi bentar, Ren mau ikut engga).
"Ga ah Ren ingin di sini nunggu" Ren.
Setelah percakapan itu Rey dan Mail pergi untuk membeli cat, ketika di perjalanan Mail bertanya.
"Rey tumben ngajak si Ren biasa na bodo amat" Mail.
"Aku di suruh oleh kakak untuk jagain Ren jangan sampai dia kenapa-kenapa" Rey.
"Oh" Mail.
"Hah oh doang" Rey.
"Ya terus aku harus menghafal algoritma" Mail.
Dan di perjalanan mereka berdua berdebat, ketika di tengah perjalanan Rey merasa aga kurang enak dengan orang yang baru melewati mereka ketika Rey berbalik untuk melihat orang tadi di penglihatan Rey seperti ada angka persentase dan disamping angka tersebut ada kalimat menculik Ren 70% cuman lewat depan sekolah 30%.(sebenarnya Rey tidak sengaja mengcopy skill Mail tapi tidak di sadari oleh Rey sendiri).
"Il kamu liat orang itu coba dan gunakan skill mu aku punya pirasat tidak enak soal orang itu" Rey sangat khawatir karena dia tidak sengaja mengcopy skill Mail Tampa iya sadari dan menyebutnya pirasat doang.
"Oh orang itu" Mail.
Mail pun menggunakan skill nya dan benar saja presentasi nya melonjak naik menjadi menculik Ren 80% dan cuman lewat 20%, Mail pun tampa berpikir panjang langsung menarik Rey untuk bersembunyi dan mengikutinya diam-diam, tetapi di situ Rey tidak tau apa yang terjadi cuman ngikut aja, orang yang mencurigakan itu terus di ikuti oleh Rey dan Mail. Ketika hampir sampai di sekolah Mail seperti ingin keluar dari persembunyiannya.
"Il kamu kenapa" Rey.
"Rey lepaskan aku sekarang aku tidak mau Ren sampai di culik oleh orang itu" Mail khawatir.
"Iya kamu tenang dulu" Rey coba menenangkan Mail.
"Rek tenang kumaha ie presentasi Ren di culiknya sudah hampir mencapai 90%" Mail sangat khawatir.
(Mau tenang gimana ini presentasi Ren di culik sudah hampir mencapai90%)
"Iya aku minta kamu tenang dulu kalo kamu sekarang keluar bisa saja kamu tidak akan selamat" Rey.
"Oh ternyata skill ku sama seperti Mail" pikir Rey dan sebenarnya skill dia lebih hebat ketimbang itu.
"Kamu tau dari siapa dia itu orang berbahaya" Mail.
"Orang itu aing curiga nu nuturkeun urang jeung Ren kamari peting" Rey.
(Orang itu aku curiga yang mengikuti aku dan Ren kemarin malam)
"Ya terus kamu mau dia aja gitu melihat Ren di culik aku lebih baik mati ketimbang melihat Ren di culik" Mail.
"Iya sia tenang heula il urang ningali presentasi maneh hirup mun keluar dari persembunyian ini adalah 100% kamu akan mati" Rey marah.
"Woy itu siapa yang mengikuti ku cepat keluar" orang misterius.
"Rey urang ge ningali presentasi maneh hirup cuman 2 menit lagi" Mail sangat takut.
Ketika orang misterius dalam perjalan mendekati Mail dan Rey. Muka Mail sangat panik dan muka Rey kebalikannya muka Rey sangat tenang ketika orang misterius itu hampir mendekati tiba-tiba Rey dan Mail sudah sampai di depan ruang klub, Rey bingung kenapa dia bisa sampai di ruang klub dan Mail masih tidak bisa mengatakan apa-apa tetapi dia menyadari telah terteleport ke ruang klub. Tidak lama kemudian Yami dan Yani sampai di ruangan klub dan melihat Rey dan Mail terduduk di depan ruang klub.
"Rey Mail oss" Yani menyapa mereka.
"Mail kamu kenapa" Yami.
Dan Mail masih belum bisa mengatakan sepatah kata pun. Dan kemudian Yami dan Yani berdiskusi.
"Teh sepertinya ada yang akan meneror seseorang dari kita" Yami mengetahuinya karena skill klu/kisi-kisi.
"Iya pelakunya orang lab dan target Rin" Yani mengetahui orang nya karena skill jawaban.
"Rey kamu harus lindungi Rin karena dia akan di teror oleh orang misterius di depan gerbang,tapi tenang saja selama Rin berada di sekolah dia akan aman, karena pelindung dari ayah kami" Yami.
"Iya aku juga tau tadi orang di sana emang memiliki niat jahat" Rey.
Tidak lama kemudian Mail dapat mengucapkan beberapa kata sebelum dia benar benar pingsan.
"Rey skill sia semala ini ternyata adalah teleport"Mail dan kemudian Mail pingsan.
"Hah kalian kesini teleport" Yani.
"Ehm aku juga kurang tau sih tadi kita berada di semak-semak dan tiba-tiba kita di sini" Rey aga bingung.
"Rey tadi kamu ketika di semak-semak membayangi tempat ini tidak" Yami.
"Sempat sih" Rey.
"Rey coba kamu bayangkan kelas kamu" Yami menggenggam tangan kanan Rey.
"Yani ga mau kalah" Yani memeluk tangan kiri Rey.
Rey langsung menutup mata dan membayangkan kelas 11MM2 dan memang benar mereka bertiga berpindah tempat dengan cepat. Betapa kagetnya Yami dan Yani yang mengalami kejadian itu lalu kemudian Rey membuka matanya secara perlahan, tetapi reaksi Rey masih datar Rey kemudian melihat sekeliling menyentuh sekeliling, mendobrak pintu kelas, menggeser kan meja guru mengganti bangku guru menjadi bangku murid, perilaku itu dibuatnya karena Rey pikir itu mimpi kemudian Rey di cubit pipinya oleh Yami dan Yani kiri kanan.
"Reeyy ini bukan mimpi ini kenyataan kita bertiga memang pindah tempat" Yami dan Yani mencubit pipinya Rey.
"Oh ini benar kenyataan" Rey masih bingung.
"Iya" Yami dan Yani.
"Ya cepat sekarang kamu bereskan semua ini" Yani.
"Oh aku ada perlu aku lupa harus beli cat tembok, bye" Rey bermaksud menggunakan skill teleport tetapi tidak bisa karena skill teleport itu memiliki jarak waktu untuk menggunakannya.
"Hah kok aing te pindah tempat sih" Rey dalam hati.
(Hah kok aku ga pindah tempat sih)
"Muhamad Rey cepat bereskan ini" Yani marah.
"Haik" Rey.
"Tenang Rey aku akan bantu" Yami.
"Makasih Yami tapi ga perlu sih karena ini aku yang berantakin jadi aku sendiri yang harus membersihkannya" Rey menolak tawaran Yami.
"Kalo gitu apa yang bisa aku lakukan" Yami.
"Oh kamu mending bawa Mail ke ruang UKS kasian tadikan dia pingsan masa orang pingsan bisa jalan ke UKS sendiri" Rey.
"Ya udah aku bantu Mail dulu yang sudah terjebur di selokan" Yami.
"Pingsan woy" Rey ngegas.
"Bercanda aku kesana dulu ya hayu teh sekalian kan teteh juga mau ketemu teh Sayo" Yami mengajak Yani.
"Ya udah hayu"
Yami dan Yani pun meninggalkan Rey.
-Disisi Mail yang di tinggal pingsan sendiri
Ketika mereka bertiga menguji skill Rey Mail ditinggal tergeletak ti lantai tapi tidak lama kemudian Bu Yuna melihat Mail yang tergeletak ingin hati menggendong Mail tapi apa kuasa badan Mail lebih besar ketimbang Bu Yuna. Bu Yuna terus memikirkan bagaimana cara membawanya tidak lama kebelulan ada seorang murid yang membawa roda galon kemudian Bu Yuna memanggil dia untuk meminjam roda galon tersebut tetapi gerobak galon itu tidak dipinjamkan ke Bu Yuna karena dia tau tidak akan berasil jadi murid yang tadi mengendong mail ke UKS.
-Kembali lagi ke cerita Yami dan Yani yang akan membawa Mail ke UKS
Setelah itu Yami dan Yani meninggalkan Rey, mereka kaget dan balik lagi ke kelas tadi.
"Rey Mail ilang" Yami dan Yani.
"Oh paling ada yang udah bawa dia ke UKS" Rey.
Tidak lama kemudian pengumuman pun berbunyi.
"Ting nong ting nong der, eee guru kesehatan ni mau mengabarkan Muhammad Mail telah kami aman kan di UKS kepada anda anda yang merasa kehilangan teman, mantan, pacar, suami, calon ayah segera datang ke UKS sebelum sama ibu di kawinin" pengumuman.
"Nj(i)r si ibu masih aja jomblo" Yami.
"Hah ibu Yuna di umur dia sekarang belum punya suami" Rey.
"Hey itu yang bawa bawa umur bisa ga gausah bawa umur" Bu Yuna di pengumuman.
"Nj(i)r telinganya sensitif" Rey.
Kemudian Rina dan Sayo ke UKS segera, sedangkan Asolani dan Ren mencari Rey, setelah sesampainya Rina dan Sayo ke UKS mereka kaget karena karena bibir Bu Yuna hampir menyentuh bibir Mail, dan jika Rina dan Sayo terlambat 0,1 detik Mail sudah menjadi pasangan seumur hidup Bu Yuna.
"Bu Yuna mau ngapain" Rina yang langsung memeluk Mail.
"Cih, gagal kawin lagi" Bu Yuna.
"Yuk kita kembali lagi Rina" Sayo.
"Terus kalian mengangkatnya bagaimana" Bu Yuna.
"Sama seperti Bu Yuna" Sayo.
"Oh ibu minta bantuan orang lain" Bu Yuna.
"Oh Rina aku punya saran bagaimana mana kalo Mail kita suruh menggelinding" Sayo.
"Yang benar saja" Rina sembari memukul kepala Sayo menggunakan buku.
"Ya udah gini aja gimana" Sayo menaikan Mail di punggung nya.
"Terus kamu ngapain" Rina.
"Bantu doa" Sayo.
"Yang benar saja" Rina.
Tidak lama kemudian Mail bangun, Rina dan Sayo merasa lega karena tidak usah mengendongnya kembali ke ruangan klub. Cerita berbeda di antara Ren dan Asolani mereka berdua balapan untuk menemukan Rey karena alasan tertentu yaitu ingin berduaan dan setelah bertemu mereka berdua akan pura-pura amnesia agar bisa berjalan berdua lebih lama tetapi usaha mereka mencari Rey tidak menemukan titik terang, Ren Dan Asolani pun memutuskan untuk kembali ke ruangan klub dan ternyata Rey ada di ruangan klub dia sedang tidur dan kaleng cat warna putih dan coklat di samping pintu.
"Assalamualaikum kami kembali" Asolani dan Ren membuka pintu.
"Ternyata Rey selama ini berada di ruangan klub, hah terus tadi apa gunanya kita cari dia" Asolani.
"Iya benar juga kalo tau gitu sudah aja tunggu di ruangan klub" Ren.
Kemudian mereka berdua tertawa.
"Cih gabisa berduaan dengan Rey" dalam hati Asolani.
"Cih gabisa lama-lama berjalan dengan aa Rey" dalam hati Ren.
Dan yang sebenarnya terjadi oleh Rey setelah membereskan kelas selesai Rey langsung menggunakan skill teleport nya untuk ke toko material untuk membeli cat tembok plus cat kayu. Setelah Rey mendapatkan barangnya Rey mencari tempat sepi untuk menggunakan skillnya dan Rey pun memilih ruangan klub untuk tujuannya sesampainya di ruangan klub ruangan tersebut tidak ada siapa siapa dan keadaan ruangan terkunci dari luar dan pikir Rey semuanya telah pulang kerumah masing-masing, setelah itu Rey menyimpan belanjaannya terus tidur di meja dan berharap ada yang membukakan pintu.
Kembali lagi ke ceritanya Asolani pun duduk dan Ren ikut duduk di sebelah Rey sembari memeluk tangan kiri Rey, dengan dilihat Asolani dan Asolani pun tidak mau kalah dia duduk dan memeluk tangan Rey di sebelah kiri tidak lama kemudian Mail, Rina, Sayo, Yami dan Yani. Tiba di ruangan klub dan serentak mengatakan.
"Kalian sedang ngapain"