
Ketika malam harinya pukul 21.00 Rey dan Asolani masih terus berlatih memasak karena masakan mereka belum menyamai tapi hampir menyamai. Karena itu Rey dan Asolani terus memasak tidak terasa pukul 22.00.
"Rey, Asolani latihan kalian lanjut saja besok soalnya sekarang sudah sangat malam" pa Salman.
"Engga pa aku tidak akan berhenti sampai masakan saya melampaui masakan orang itu" Rey.
"Iya Asolani juga tidak akan berhenti memasak sebelum masakan Asolani menyamai masakan nya" Asolani.
"Ya udah gimana kalian bapa mau tidur dulu soalnya bapa sudah sangat lelah" pa Salman.
15 menit kemudian hp Rey berdering mau tidak mau Rey harus berhenti dulu untuk menjawab telepon ternyata Mail yang menelepon.
"Rey kamu mau ikut tahun baruan engga" Mail.
"Eeee gimana bilangnya ya maaf aku ga bisa ikut" Rey.
"Lah kenapa Rey, Rina juga ikut" Mail.
"Oh" Rey.
"Hah cuman oh doang katanya kamu suka Rina" Mail.
"Iya itu kemari ketika aku tau Rina suka pada mu Mail aku jadi aga najis kepadanya" Rey dalam hati.
"Hey Rey kok diam aja" Mail.
"Eh iya kenapa" Rey.
"Kamu jadi ikut ga" Mail.
"Ga" Rey.
"Jangan-jangan kamu sekarang lagi berdua bersama cewe" Mail.
"Ya seperti itu lah" Rey.
"Dia tau aku berdua bersama Asolani pasti dia sekarang lagi menggunakan skill nya" Rey dalam hati.
"Eh tadi aku ngomong bercanda loh Rey ternyata kamu benar sedang sama cewe siapa orang nya. Wah jangan-jangan kamu lagi praktek 18+" Mail curiga.
"Iya enggak lah gila masa seorang Rey melakukan hal menjijikan seperti itu" Rey.
"Terus kalian lagi apa dan di mana" Mail penuh curiga.
"Eeeee gimana bilangnya ya" Rey.
"Oh kalian sedang di sekolah ya" Mail menggunakan skillnya.
"Iya dan kita sedang memasak" Rey.
"Pasti dengan Asolani ya soalnya aku dengar suara nya walaupun aga samar" Mail.
Kemudian Mail menutup telpon nya dan memberitahu ke yang lain yang sedang bersamanya yaitu Yani, Yami, Megumi, Ren, dan Sri.
"Jadi gimana il Rey mau ikut" Yani.
"Eeeee katanya maaf ga ikut karena sekarang dia sedang ada di sekolah bersama Asolani" Mail.
"Hah malam-malam gini Rey mau apa di sekolah bersama Asolani jangan-jangan" Megumi senyum jahat karena tau Yani, Sri dan Ren menyukai Rey.
"Haha tidak mungkin Rey berbuat seperti itu" Sri.
"Mungkin saja" Megumi langsung meremas dada Sri.
"Iya bisa hayu cepat kesana" Yani panik.
"Iya-iya ayo cepat keburu kita terlambat" Ren Langsung lari.
"Hah sebenarnya Rey itu lagi berlatih memasak tapi apa boleh buat aku katakan yang sebenarnya ga bakal ada yang percaya" Mail
Yani, Yami, Ren, Sri, Megumi dan Mail bergegas menuju sekolah sesampainya di sekolah mereka bertemu pa Agus atau kepala sekolah mereka langsung menanyakan Rey dan Asolani ada di mana kemudian pa Agus memberitahu bahwa mereka berdua ada di ruang praktek boga kemudian mereka bergegas menuju ruang praktek ketika ada di depan ruang boga mereka bukannya langsung masuk tapi mereka malah menguping di samping pintu dan mereka mendengar suara.
"Rey sudah, aku sudah tidak kuat lagi"
"Ayo sebentar lagi"
Karena mereka mendengar itu khusunya Yani, Sri dan Ren Langsung membuka pintu dan mereka melihat.
"18+ dilarang di sekolah ini" Yani langsung mendobrak pintu.
"Kamu berani-beraninya main ce-" Sri malu dan marah.
"Aa Rey, juga mau di gi-" Ren.
"Iya kami minta maaf" Yani, Sri, dan Ren menyesal.
Setelah itu Megumi masuk dengan tertawa.
"Hahaha kalian ini memang menarik" Megumi.
"Ya aku takut Rey melakukan hal yang sama seperti mu ke Sri" Yani.
"Memangnya dia melakukan apa?" Rey penasaran.
"Oh tadi aku mere-" Megumi yang mulutnya langsung di tutup oleh Sri.
"Maksudnya yang dia lakukan adalah merendam kaki hehe" Sri tertawa kecil.
"Oh, kalo gitu aku kembali lagi melatih masakanku" Rey.
"Rey aku sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkannya" Asolani.
"Sebentar lagi aku masih belum bisa tidur kalo belum bisa melampaui masakan itu" Rey.
Kemudian mereka iseng-iseng memakan masakan yang telah di buat Rey dan Asolani.
"Rey kami boleh makan semua masakan ini" Yami.
"Iya Rey kebetulan kita lapar" Yani.
"Boleh saja tapi itu bukan hasil maksimal dari buatan ku" Rey.
"Ga apa-apa karena semuanya kelihatan lezat" Megumi.
Kemudian mereka mencoba 2 makanan yang Rey dan Asolani buat 15 menit yang lalu ketika suapan pertama mereka langsung merasakan kelezatan dari makan yang di buat Rey dan Asolani tapi mereka juga langsung merasakan kehampaan.
"Rey kok ini berbeda tidak seperti masakan mu yang biasanya" Mail.
"Maksud mu apa il" Rey.
"Iya biasanya masakan kamu itu biasa saja" Mail.
"Maaf saja kalo masakan ku biasa-biasa saja" Rey terkena demage.
"Iya walaupun biasa-biasa tapi dari masakan mu selalu seperti ada yang misterius jadi ke kitanya penasaran terus sedang kan yang ini. Jujur memang masakan ini lezat tapi tidak ada yang misterius kalo ibaratkan novel masakan kamu yang biasanya seperti novel misteri rate 9.9 susah ketebak sedang kan yang ini tingkat misterinya menurut sangat drastis seperti novel misteri rate 5.9 jadi bisa di bilang masakan yang ini sangat membosankan" Mail.
"Bang Mail kalo masakan ku ibaratkan apa" Asolani.
"Hmm" Mail mencoba makan Asolani.
"Ibaratkan seperti buku aja ya Asolani" Mail.
"Iya" Asolani.
"Masakanmu yang sebelumnya atau ketika kita shokugeki. Itu seperti novel romantis dan rate nya itu cuman 7.5 tapi masakan kamu yang sekarang seperti novel romantis rate 9.5 jadi bisa di bilang kamu meningkat sedangkan Rey menurun" Mail.
Kemudian Mail menyuruh Rey untuk memasak seperti biasa dan Asolani disuruh Mail untuk memasak seperti sekarang tetapi Mail menyuruh mereka berdua masak 1 hidangan aga banyak dan Mail mau 1 hidangan itu di buat bersama. Kemudian tantangan itu di terima oleh Rey dan Asolani ketika Rey dan Asolani mulai memasak. Yami menanyakan maksudnya mereka harus memasak bersama.
"Il kenapa kamu tantang mereka masak bersama" Yami.
"Karena masakan mereka pasti akan nikmat jika di santap sembari melihat kembang apa nanti" Mail.
Singkat waktu masakan Rey dan Asolani sudah jadi karena itu Mail langsung mengajak Rey, Asolani, Ren, Megumi, Yani, dan Yami. Untuk ke rooptop sekolah dan tidak lupa Mail membangunkan Bu Yuna, kak Sayo, pa Salman, dan mengajak pa Agus ke rooptop untuk menyaksikan kembang api yang menandakan pergantian tahun.
"Oh ternyata kamu menyuruh aku dan Asolani membuat makan yang aga banyak ternyata ini sebabnya" Rey.
"Hehehe iya, tapi aku juga punya alasan sebenarnya besok aku ceritakan alasan sebenarnya" Mail.
"Oh Mail kata kamu Rina ikut" Rey penasaran.
"Hehehe aku cuman berbohong, sebenarnya dia sudah aku ajak tapi dia tidak bisa ikut karena dia ada di kampung halaman orang tua ngajarnya" Mail.
"Aisah kamu juga ajak" Rey.
"Iya sudah tapi katanya dia ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya" Mail.
Tidak terasa jam telah menunjukan pukul 00.00 langsung langit dipenuhi dengan gemerlap kembang apa yang membuat semuanya terpesona ketika semua terpesona karena kembang api. Mail langsung memberikan makanan yang Rey dan Asolani masak.
"Liat kembang api nya nih sembari makan masakan buatan Rey dan Asolani" Mail.
Mereka semua langsung memakan dan menikmati kembang api dan ketika mereka merasakan masakan buatan Rey dan Asolani. Mereka semua langsung merasa seperti telah melewati 1 tahun dengan penuh bumbu cinta yang sangat misterius yang terus memanjakan tubuh mereka semua.
"Ini masakan siapa kok kita bisa merasakan misteri percintaan dan karena itu juga kami seperti muda kembali" Bu Yuna, kak Sayo, pa Salman, dan pa Agus secara serentak.