YESS OR NO

YESS OR NO
KELASMIT PART 11 DAN FEBBY DEBY



"Eh Asolani ini adalah kesempatan bagus untuk kamu mencoba skill yang aku berikan" Rey.


"Hah bukannya yang bisa memberikan skill adalah Aisah" Esa.


"Eee itu rahasia" Rey.


"Ok, skill terbang aktif" Asolani langsung melayang di udara.


"Wow kamu bisa tebang" Esa.


"Terbang woy" Bu Yuna dan Rey marah.


"Hah Asolani turun dulu sebentar" Rey.


"Ok" Asolani turun.


"Bukan skill yang ini" Rey menyentil jidat Asolani.


"Oh yang counter, maaf maaf, skill counter mutlak aktif" Asolani mengaktifkan skill.


Kemudian Asolani langsung mengingat kejadian sebelum ia pingsan. Kejadiannya ialah dia melihat Aisah di tutup mulutnya menggunakan elap yang sudah di beri racun dan karena Asolani melihat kejadian itu Asolani pun di buat pingsan oleh Febby dengan teknik Shinobi atau teknik ninjanya.


"Terus apa yang terjadi" Rey.


"Sebelum aku pingsan, astaghfirullah Aisah di culik oleh Febby" Asolani shock.


"Jangan bercanda kamu Asolani" Esa.


"Engga aku ga bercanda itu beneran terjadi" Asolani panik.


"Berati Guntur sudah tau bahwa aisah yang ia bawa cuman cloningnya doang" Rey.


"Hah cloning maksud mu apa Rey" Bu Yuna.


"Oh iya aku belum ngasih tau ibu ya saol ini" Rey.


"Hah maksud mu Rey" Bu Yuna.


"Ok Bu akan ku ceritakan dari awal sampai sekarang" Rey.


Kemudian Rey menceritakan semua nya mulai dari Rey bertarung bersama pa Lasut dan Rey di bantu oleh cloning Aisah ketika lagi asik bercerita Sayo langsung datang.


"Bu Yuna ibu ada di dalam, eh Rey, Esa, dan Asolani kalian sedang apa disini" Sayo.


"Sayo diam dulu sebentar Rey lanjutkan ceritamu" Bu Yuna.


"Hah cerita tentang apa kayanya asik aku boleh ikutan" Sayo.


"Iya boleh aja" Rey.


Sayo pun langsung duduk dan Rey mengulang lagi ceritanya dari awal dan ketika Rey akan masuk ke cerita soal menyelamatkan Esa, Asolani mendengar seperti suara langkah kaki. Ketika mendengar itu Asolani memberi tahu Rey ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mereka ketika Rey dan Esa akan memeriksa muncul lah Exka dengan membawa Febby yang sudah pingsan.


"Rey diam dulu sebentar aku mendengar suara langkah kaki yang ingin menjauh secara perlahan" Asolani.


"Ok terimakasih. Esa bantu aku" Rey waspada.


"Siap Rey" Esa bersemangat.


"Sini dulu sebentar" Rey memegang pundak Esa.


"Skill penghilang keberadaan aktif" Rey.


"Tuan aku bawa orang mencurigakan nih. Eh tuan dimana" Exka bingung sembari membawa Febby yang sudah pingsan.


"Oh maksudmu Esa tuh di belakang mu" kak Sayo.


Ketika melihat kebelakang Exka kaget dan langsung pingsan kemudian Exka di taruh di atas kasur sedangkan Febby di ikat di sebuah kursi agar tidak kabur.


"Rey ternyata skill satu ini sangat berguna sekali" Esa.


"Iya walaupun gitu kamu jangan menjahili Exka kasian dia" Rey.


"Iya maaf" Esa menyesal.


"Minta maaf nanti ke Exka saja jangan ke aku" Rey.


Tidak lama Febby bangun. Setelah itu Bu Yuna langsung mengintrogasi Febby.


"Hei lepaskan aku" Febby.


"Buat apa aku ngasih tau bocah ingusan seperti mu" Febby.


"Hah maksudmu apa dengan menyebut bocah ingusan kepada ku" Bu Yuna langsung melempar pisau bedah yang menyerempet telinga Febby.


"Aaaaaaa telingaku sakit" Febby menangis.


"Ops aku ga sengaja menjatuhkan pisau itu" Bu Yuna.


Setelah kejadian itu Rey, Asolani, Esa, Exka dan Sayo setuju tidak akan memanggil atau mengejek Bu Yuna dengan sebutan kecil.


"Jadi bisakah kamu jujur" Bu Yuna pandangan membunuh sembari menodongkan pulpen ke depan mata Febby.


"Iya iya aku akan jujur tapi lepaskan ikatan aku dulu" Febby ketakutan sekali.


"Tidak kamu harus mengatakan Aisah berada di mana" Bu Yuna dengan pandangan membunuh.


Kemudian Febby jujur setelah mengatahui lokasi Aisah di bawa ikatan Febby langsung di lepaskan oleh Bu Yuna karena sudah lepas Febby langsung kabur tetapi sebelum dia keluar dia langsung di buat pingsan oleh orang misterius dan orang misterius memberi aura hitam kepada Febby. Karena melihat itu Rey Langsung keluar Rey pun langsung kaget karena yang melakukan itu adalah Ucok Kamui.


"Mau apa kamu kesini lagi Ucok Kamui" Rey.


"Wei jangan marah marah dong aku ingin melihat persiapan lawan ku" Ucok.


"Kamu menggunakan rencana licik untuk mengugurkan Febby" Rey marah.


"Hah yang ada aku membebaskan dia dari pengendalian dari Guntur" Ucok.


"Untuk apa kamu lakukan semua ini" Rey.


"Aku tidak mau jika di pertarungan nanti kamu kalah dan alasan nya karena kurang orang" Ucok.


Setelah itu Ucok pergi dengan aura hitam setelah Ucok menghilang Esa dan Exka keluar.


"Rey yang tadi siapa kayanya kamu kenal banget dia" Esa.


"Oh dia adalah orang baik tapi menggunakan cara jahat untuk menyelesaikan masalah dan dia juga sangat ingin hak atas sekolah ini" Rey.


"Jadi dia itu jahat atau baik" Exka.


"Ya dia itu orang baik tapi caranya salah" Rey.


"Oh" Exka dan Esa.


Disusul oleh Bu Yuna, dan Asolani yang menanyakan orang tadi.


"Rey yang tadi siapa" Bu Yuna.


"Yang tadi Ucok" Rey.


"Terus Ucok sama orang yang kemarin mengasih makan ke kita" Asolani.


"Tidak dia datang sendiri" Rey.


Kemudian Sayo memanggil Rey, Asolani Esa, Exka, dan Bu Yuna kedalam karena Sayo ingin membahas rencana menyelamatkan Aisah. Setelah semua nya berkumpul mereka mencari cara untuk menyelamatkan Aisah.


"Jadi rencana kita bagaimana untuk menyelamatkan Aisah" Sayo.


"Bagaimana mana kalo kita sembunyi-sembunyi untuk menculik Aisah kembali" Asolani.


"Tapi kalo Aisah sudah di kendalikan Guntur gimana" Bu Yuna.


"Eee Bu kalo itu jangan khawatir soalnya Aisah" Rey.


"Jangan khawatir gimana dia itu mempunyai skill untuk mencuri skill orang lain dan pemberian skill yang telah iya curi ke salah satu orang dan bisa saja skill yang Aisah miliki udah ada di tangan Guntur" Sayo.


"Iya juga sih tapi aku percaya Aisah pasti sudah punya rencana" Rey.


"Iya walaupun seperti itu kita kan tidak tau bagaimana keadaan Aisah sekarang" Bu Yuna.


"Boleh aku bantu" Febby yang baru sadar.


"Bukannya kamu satu komplotan sama Guntur" Exka.


"Bukan malahan sekarang aku sangat dendam dengan Guntur karena dia berani-beraninya mengendalikan diri ku" Febby marah.


"Memangnya kenapa kamu bisa di kendalikan oleh Guntur" Esa.


"Sebenarnya begini ceritanya"