YESS OR NO

YESS OR NO
TERJEBAK




"Aisah Ren benar ini adalah jebakan sekarang aku sudah dikepung oleh 5 orang bersenjata lengkap dan sekarang kalian menjauh dari ruangan ini dan jalankan rencana yang tadi aku katakan" Rey menggunakan skill telepati ke Ren dan Aisah.


"Sekarang kamu tidak bisa kemana-mana"


"Eh kata siapa aku bisa kekanan 1 langkah" Rey.


"Hmm iya juga tapi itu akan menjadi langkah mu yang terakhir kalo selangkah lagi kamu bergerak akan ku tembak kau"


"Apa sekarang aku boleh berteriak minta tolong" Rey.


"Ya boleh lah siapa yang melarang"


"Tolong turunkan harga sembako" Rey.


"Ya jangan teriak seperti itu juga"


"Oh ga boleh ya, tolong hapus angka kemiskinan" Rey.


"Ya itu juga aga susah kalo di minta tolong karena kami juga masih miskin"


"Oh itu juga ga boleh ya" Rey.


"Ketua peluru kita hilang"


"Kok bisa, hah peluru ku juga tiba-tiba hilang"


"Apa yang kalian cari adalah ini" Rey mengeluarkan kotak peluru di sakunya.


"Hah bagaimana itu bisa berada di tangan mu"


"Cuman sedikit perpindahan doang" Rey.


Kemudian Rey menggunakan skill transparan dan teleport untuk melumpuhkan mereka semua


"Bangs*t kau dimana"


"Aku depanmu loh" Rey langsung melumpuhkan orang terakhir.


Setelah Rey melumpuhkan semua orang yang mengepung dia Rey kemudian Rey mencari kunci yang kemungkinan di pengang oleh salah satu mereka tetapi tidak ketemu kemudian Rey terpaksa menggunakan skill menembus dinding untuk keluar dari ruangan tersebut. Setelah keluar dari ruangan tersebut Rey menghubungi Ren dengan skill telepati.


"Ren Kamu sekarang ada di mana" Rey.


"Sekarang Ren ada di ruang bawah tanah dan tepat di aa Rey sekarang berdiri tetapi di bawahnya tapi aa Rey cepat kalo tidak ada yang akan menjadi korban" Ren.


"Hah apa yang kamu katakan" Rey kaget.


"Makanya cepat kesini" Ren.


"Ok tunggu aa di bawah" Rey yang langsung mengunakan skill penembus menuju ke bawah tetapi untuk menembus lantai tersebut Rey membutuhkan stamina yang banyak.


Sesampainya di sana Rey kelelahan dan lupa tidak mengnonaktifkan skill transparan nya.


"Hah hah hah cape juga menembus 4 lantai Ren aku minta minum" Rey.


"Hah siapa yang tadi ngomong tapi sepertinya suara aa Rey " Ren kaget.


"Iya ini memang aku" Rey.


"Aa dimana" Ren.


"Aku berasa di depanmu" Rey.


"Kok Ren ga liat" Ren.


Setelah menunjukan diri Rey langsung di beri minum oleh keluar ga Aisah yang sempat kaget juga dan hampir pingsan. Ketika meminum Rey melihat Aisah akan membunuh salah satu orang yang si sekap tempat yang sama kemudian sebelum ada korban Rey langsung beraksi menghentikan Aisah.


"Mati kau pembunuh" Aisah marah sekali.


"Aisah sabar dulu mari kita dengar penjelasan dia terlebih dahulu" Rey memengang tangannya Aisah yang di lanjut pelukan agar bisa meredam amarah Aisah tetapi tangan bagian atas Rey tergores beling yang sangat tajam.


"Nj(i)r sakit sekali rasanya pengen nangis tapi aku harus keliatan keren" Rey dalam hati.


Itu adalah cerita sebelum Rey menghentikan Aisah dan sekarang kembali ke cerita nya.


"Dah jadi jika kita bisa keluar dengan selamat kamu bisa memulai hidup yang baru" Rey.


"Terimakasih".


Tidak lama Aisah terbangun karena emosinya yang tidak bisa di kendalikan kemudian dia menanyakan orang yang tadi kemudian mereka semua menutupi keberadaan orang tersebut agar emosi Aisah bisa aga teredam.


"Orang yang tadi di sini kamana" Aisah masih marah.


"Oh orang yang tadi di sini dia sudah di bawa oleh mereka untuk di eksekusi mati" orang yang baru saja mukanya di ubah oleh Rey.


"Kamu siapa" Aisah mencurigai orang itu.


"Nama ku adalah Kim Kyung" Kim.


"Kenapa kamu bisa di sini" Aisah.


"Oh dia katanya dia adalah mantan orang yang pernah di manfaatkan oleh mereka dia juga di ancam jika dia tidak melaksanakan tugasnya istri dan anaknya akan menjadi korban, tetapi ketika dia sudah melaksanakan apa yang mereka inginkan mereka tetapi membunuh anak dan istrinya jadi tujuan dia juga sama seperti kita untuk balas dendam kepada mereka" Rey mengubah cerita dari versi aslinya ke yang Kw walaupun alur ceritanya sama.


"Oh kasian juga kamu, aku janji aku akan melindungi mu setelah kita berhasil keluar dari sini" Aisah.


"Terimakasih atas tawarannya tapi mending tidak usah aku ingin hidup dengan tenang sebagai seorang laki-laki" Kim.


"Nj(i)r lamun Aisah tau siapa dia sebenarnya mungkin dia akan langsung membunuh orang itu" Rey dalam hati.


"Udah udah jangan buang-buang waktu Aisah sekarang kamu bersama yang lain teleport mereka semua ke tempat yang sudah di kasih tau Yusha" Rey.


"Terus kamu gimana Shiro" Aisah.


"Nanti aku menyusul, aku punya beberapa urusan dengan tempat ini" Rey.


"Urusan apa a" Ren.


"Urusan agar kita semua kembali dengan keadaan baik-baik saja" Rey.


"Jangan bilang kamu ingin mensabotase senjata mereka" Aisah.


"Ehm lebih tepatnya mengubah peluru yang mereka gunakan dengan menjadi lebih soft atau peluru mereka akan di jadikan bola kecil yang sering anak kecil mainkan di senjata mainan mereka" Rey.


"Tapi kan itu bahaya aku akan ikut bersama mu" Aisah.


"Susah tidak usah mending sekarang kamu teleport mereka semua, aku janji 15 menit akan selesai dan jika misi ku berasil akan ku beri pesan" Rey.


"Ya sudah kamu harus janji akan kembali dengan selamat, tapi aku tidak mengharapkan kamu untuk kembali" Aisah tsundere.


"Ok ok aku akan baik-baik saja" Rey.


"A Rey aku akan ikut bersama mu" Ren.


Aisah pun mengteleport mereka semua ketika ingin pindah tempat Rey mendorong Ren agar berpindah tempat juga karena Rey ingin Ren selamat. Dan menyerahkan semuanya pada Rey.


"Ren maaf" Rey mendorong Ren ke Aisah.


"Aisah jaga adik tersayang ku itu" Rey