
"Ehm Rey bisa jelaskan ke teteh dan ibu kamu bawa siapa lagi" teteh Rey.
"Duh mati aku" Rey dalam hati.
"Ini temen aku kok teh, katanya dia ingin menginap untuk kerja kelompok" Ren.
"Oh yaudah kalo gitu kalian cepet mandi" teteh(kakak perempuan) Rey.
"Ok" Rey dan Rem.
"Hayu a Mandi bareng" Ren.
"Lah mandi sendiri sendiri, kan kamu udah besar kalo mau mandi bareng tuh kamu sama Sayo aja" Rey.
"Ahh" Ren.
"Cepat sana ke kamar mandi" Rey mendorong Ren dan Sayo.
Setelah itu Rey langsung mengeluarkan hp dan membuka game untuk menunggu mereka berdua selesai ketika Rey ingin saja masuk ke game Mail menelepon Rey untuk menanyakan kondisi dan situasi karena Mail iri sekali oleh Rey. Setelah itu Rey membalas ke irian Mail dengan mengajaknya bermain game dan benar saja topik pembicaraan mereka menjadi bertema game ketika mereka sedang asik membahas game Sayo memeluk Rey dari belakang dan mengatakan hal mesum di dekat kuping dan hp Rey yang sepontan memancing amarah Mail.
"Ne Anata Gohan ni suru o furo ni suru sore demo wa ta si" Sayo handukan sembari memeluk Rey dari belakang.
"Go-blok Rey sia musuh jeung aing mulai ayena" Mail lewat telepon.
(Rey kamu musuh sama aku mulai sekarang)
Yang langsung menutup teleponnya.
"Il tunggu dulu jangan di tutup teleponnya" Rey.
"S A Y O teme" Rey tersipu malu sembari menyentil jidat Sayo.
"Maaf tee-hee" Sayo.
"Tee-hee jidat mu aku besok harus menjelaskan ke Mail gimana" Rey marah.
Tidak lama kemudian Ren pun keluar dari kamar mandi.
"Kalian berdua lagi ngapain" Ren bingung.
"Oh tadi kami cuman berpelukan kok tee-hee" Sayo.
"Oh, HAH berpelukan kamu sama a Rey dengan handukan doang" Ren kaget.
"Ren aa(kakak laki-laki) bisa jelaskan" Rey berusaha ingin menjelaskan.
"Hentai" Ren Langsung masuk kamar dan mengunci pintu.
"Tuh kan Ren marah aku harus bilang apa lagi kalo Ren marah aku bisa bisa di coret dari kakak oleh teteh" Rey ketakutan.
"Sebegitu menakutkannya teteh mu" Sayo.
"Kamu belum tau aja kalo dia marah bisa bisa terjadi perang dunia ke 3 dimulai" Rey sangat ketakutan.
"Hah apa boleh buat aku akan jelaskan ke Ren" Sayo.
"Tapi bagaimana caranya pintunya aja di kunci" Rey.
"Kamu tidak sadar aku itu mahluk apa" Sayo.
"Manusia, sama seperti ku" Rey.
"Benar, Cotto matte aku ini roh pelindung mu Rey" Sayo tersipu malu karena baru kali ini dia di sebut sebagai manusia"(catatan : ketika menjadi roh di sekolah Sayo sering di sebut roh jahat bergentayangan)
"Lah kalo kamu roh mengapa kamu tidak menjadi tranparan aja" Rey.
"Kamu ini ya Rey ecchi gapuas liat aku cuman pake handuk doang" Sayo senyum jahat.
"Mmaaksuk ku bukan begitu" Rey.
"Terus" Sayo.
"Kenapa dari tadi kamu tidak mengikuti ku dengan wujud roh saja" Rey.
"Itu ga mungkin" Sayo.
"Lah kenapa ga mungkin" Rey.
"Karena kamu memandang aku sebagai perempuan pada umumnya bukan sebagai pelindung atau alat" Sayo.
"Karena aku ga mau kamu senasip sepertiku, karena aku sudah aga muak dengan kelasku karena aku di jadikan alat atau cuman di manfaatkan doang oleh mereka dan aku juga tidak tau Asolani, Mail, Rina, Yami, Yani dan Ren memandang aku seperti manusia pada umumnya atau mereka sama saja menganggap ku seperti sebuah alat yang ketika rusak langsung di buang" Rey.
Tidak di sangka Ren mendengar semua percakapan Rey dan Sayo. Sepontan saja membuat Ren membuka pintu kamarnya dan memeluk Rey dengan erat.
"Aku tidak menganggap apa Rey sebagai alat aku mengagap aa Rey sebagai kakakku yang terbaik" Ren memeluk Rey sembari menangis.
"Eh... Kenapa kamu tiba tiba memelukku Ren. Bukannya tadi kamu lagi marah" Rey yang heran.
"Iya tadi aku marah karena, em karena, karena apa ya" Ren bingung.
"Pikir sendiri nj(i)r" Rey aga ngegas.
"Tapi terimakasih Ren telah menganggap ku seperti manusia pada umumnya" Rey berbisik.
"Hah aa tadi bilang apa" Ren bingung.
"Bukan apa-apa kok" Rey.
"Ih apaan Ren penasaran" Ren.
"Bukan apa-apa" Rey.
"Apa cepat katakan jangan malu dong a Rey" Ren memaksa.
"Sudah ku bilang bukan apa-apa" Rey terus berusaha menutupinya.
"Dia cuman mau mengatakan terimakasih doang kok Ren" Sayo.
"Oh cuman itu"Ren.
Setelah itu Ren dan Sayo masuk ke kamar nya kakak perempuan nya Rey dan Ren untuk memilih baju yang cukup untuk Sayo. Tetapi kakak perempuan Rey dan Ren tiba-tiba menangis karena dia aga kenal dengan Sayo, setelah itu Sayo dan Ren meninggalkan kakak perempuan Rey dan Ren, kemudian Sayo disuruh menunggu di kamar Ren, Karena Ren mempunyai urusan yang harus di selesaikan dengan Rey, Ren pun menyelinap masuk ke kamar mandi dan untungnya Rey sudah beres mandi.
"A ada yang mau aku omongin" Ren sambil mendobrak pintu kamar mandi.
"Ren udah aa bilangin berapa kali pintu nya jangan di dobrak, kalo bisa ketuk dulu sebelum dobrak" Rey.
"Ah si aa mah bercanda aja" Ren.
Setelah itu Rey keluar dari kamar mandi.
"Ada apa" Rey.
"Entahlah tapi aku juga aga tidak asing dengan kak Sayo, kaya pernah liat gitu" Rey.
"Ah apa benar" Ren.
"Emm iya sering ketemu ketika aku masih kelas 4 SD" Rey mengingat-ingat.
"Tapi aku juga tidak tau pasti" Rey.
"Ini bisa menjadi kasus gimana kalo kita diskusikan dengan yang lain soal ini di klub kita" Ren semangat.
"Kan ruangan nya juga kita besok akan bangun" Rey.
"Oh iya" Ren.
Setelah perbincangan yang Ren kembali ke kamar nya. Dan Rey mampir dulu ke kamar kakak perempuannya untuk melihat keadaan dan untuk meminjam beberapa alat gambar di kamar kakak perempuannya.
"Teh Rey mau minjem penggaris, jangka, pengsil dan penghapus. Soalnya punya Rey ketinggalan di kelas" Rey.
"Ya sok sini masuk aja ga di kunci kok" kakak Ros (kakak perempuan Rey dan Ren)
"Teteh Naha cerik" Rey.
(Kakak kenapa nangis)
"Gandeng Rey, cokot weh sorangan" kakak Ros.
(Berisik Rey, ambil aja sendiri)
"Ok" Rey.
Ketika Rey sedang mencari barang yang ingin dia pinjam Rey tidak sengaja menemukan foto perpisahan kakaknya, tapi di foto itu ada yang aneh kaya ada 1 orang di foto itu muka nya seperti di blur, kemudian Rey menanyakan foto tersebut kepada kakaknya.
"Teh ini foto perpisahan teteh waktu SMK ya" Rey.
"Kamu nemu itu dimana" kakak Ros.
"Oh ini nyelip di antara meja belajar teteh" Rey.
"Cing coba sinihin" kakak Ros.
"Oh nih tapi di foto itu seperti ada yang diblur mukanya itu sengaja atau kebasahan" Rey.
"Oh ini adalah permintaan terakhir teman teteh, karena dia tidak ingin ada temannya yang mengingat dia tapi teteh sampai sekarang belum bisa melupakan dia dan ini yang ngeblur foto ini adalah teteh sehari sebelum dia menghilang dan sampai sekarang dia tidak di temukan" kakak Ros tak kuasa menahan tangis.
"Teteh yang sabar aja, oh ya teman teteh yang dulu sering kesini kan" Rey.
"Iya" kakak Ros.
"Terus dia namanya siapa" Rey.
"Kok kamu lupa sih padalah kamu dulu selalu nepel dengan dia" kakak Ros.
"Maklum atuh teh udah lama" Rey.
"Teteh juga lupa namanya tapi teteh cuman Ingan nama panggilannya saja" kakak Ros.
"Terus nama panggilannya siapa" Rey.
"Wota" kakak Ros.
"Loh kok wota" Rey.
"Karena dia selalu bermain game membaca manga dan menonton anime jadi teteh sebut dia wota dan dia juga sebenarnya adalah menyendiri yang teteh dekati karena asalnya teteh kasian ke dia karena di benci yang lain karena nilai dan sikapnya yang bertolak belakang" kakak Ros.
Ketika Rey ingin melanjutkan pembicaraan Ren memanggil Rey minta mengantarnya ke supermarket untuk membeli makanan. Karena Ren dan Sayo akan bergadang semalaman. Sesampainya di supermarket Rey melihat seseorang yang mencurigakan. Tetapi Rey bodo amat dengan orang yang mencurigakan tersebut, singkat cerita Ren pun sudah beres berbelanjanya kemudian mereka berjalan pulang di perjalanan pulang Rey merasa mereka di ikuti oleh seseorang. Dan Rey masih saja bodo amat.
Karena semakin lama semakin lama orang mencurigakan itu tidak menghilang Rey pun penasaran dan meminta Ren untuk menemani nya berjalan memutar bertujuan agar orang merterius itu kebingungan dan Rey juga bisa tau orang misterius itu siapa. Setelah itu Rey dan Ren jalan mereka aga di percepat untuk mencari tempat persembunyian tidak beberapa lama kemudian Rey menemukan tempat persembunyian dan kemudian Rey menarik dan menutup mulut Ren agar dia tidak berisik.
Benar saja orang mencurigakan itu kehilangan mereka, Rey aga mengintip di selah selah papan persembunyian mereka Rey melihat orang yang mengikuti mereka memakai jas lab berwarna hitam dan ada simbol salah organisasi.
"Boss aku kehilangan jejak mereka"orang misterius.
"Dia siapa mau apa dia mengikuti aku dan Ren" Rey dalam hati.
Setelah itu orang merterius itu pergi. Rey menanyakan kepada Ren apakah Ren mempunyai skill menghilangkan jejak dan menghilangkan tubuh dengan kata lain skill yang bisa membuat Ren dan Rey tidak terlihat agar aman mereka pulang kerumah karena Rey orangnya sangat berhati-hati.
"Ren kamu mempunyai skill untuk menghilang" Rey.
"Ga punya tapi kalo teleport aku punya tapi bisa di pake cuman 1x seumur hidup" Ren.
"Ga apa apa kita gunakan itu agar kita pulang dengan aman" Rey.
"apakah kamu akan mengunakan skill teleport YESS OR NO" Ren.
"YESS" Rey.
Rey dan Ren pun sampai di rumah tetapi ketika ingin masuk rumah Rey harus menjelaskan apa yang terjadi kepada kakak Ros karena mereka pergi sangat lama, setelah itu Ren Langsung kekamar nya dan Rey di suruh untuk menjelaskan semuanya 1 persatu.
"Rey kamu dari mana aja" kakak Ros.
"Dari supermarket kok" Rey.
"Kenapa kamu pulangnya lama sekali" kakak Ros.
"Ada urusan dulu bentar" Rey.
"Iya apa urusannya" kakak Ros.
"Rey ga bisa jelasin di sini" Rey waspada.
"Cepet jelasin sekarang" kakak Ros.
"Sebenarnya Rey sama Ren tadi ada yang mengikuti" Rey.
Kemudian Rey ditarik tangannya oleh kakak Ros untuk masuk ke kamarnya.
"Orang yang mengikutimu memakai baju jas lab hitam dan ada sebuah simbol aneh di punggungnya" kakak Ros serius.
"Iya kok teteh tau" Rey bingung.
"Sebenarnya teteh juga pernah di ikuti orang seperti itu seminggu sebelum temen teteh menghilang" kakak Ros ketakutan.
"Temen teteh yang bernama Wota itu bukan" Rey.
"Iya, dan kamu harus berjanji jangan jauh jauh dari Ren Dan kamu harus mempertaruhkan nyawanya demi melindungi dia, kemungkinan dia target selanjutnya yang akan di culik oleh organisasi tersebut" kakak Ros.
"Ok siap" Rey.