
sampai di ruangan klub mereka bertiga di ceramahi.
Setelah Yani dan Yami puas menceramahi mereka bertiga yaitu Asolani, Mail, dan pa Agus sorot pandang Yani dan Yami langsung menuju Rey dan Ren. Yang membuat Rey aga takut, dan benar Yani dan Yami langsung menghampiri Rey dan Ren.
"Ren aa punya perasaan ga enak" Rey.
"Sama a Ren juga" Ren.
"Rey Ren sekarang katakan apa yang kalian sembunyikan di buku ini" Yani menunjukan buku yang tadi tidak sengaja terlempar.
"Ehm anu isinya juga aku belum baca mana mungkin aku bisa tau isinya" Rey.
"Ehm benar juga nih baca dulu" Yami.
"Ehm ngomong-ngomong yang tadi sudah baca Mail" Rey melihat Mail kemudian menunjukan senyum jahat.
"Hey hey anda kenapa comel" Mail.
"MAIL maksudnya apa ini buku" Yani, dan Yami.
"Ehm bapak boleh kembali ke ruang kepala sekolah" pa Agus.
"Boleh"
Setelah itu pa Agus keluar ruangan klub.
"Ayo kita lanjut Mail maksud buku ini apa" Yani.
"Ya kalian kan sudah baca itu buku menceritakan tentang Deting (Dewi tikung)" Mail.
"Jadi kalian sudah tau Deting ini" Yami.
"Iya tapi kami masih belum yakin karena itu cuman kemungkinan Deting itu adalah kakak kami berdua" Rey.
"Iya tapi Ren juga belum pasti" Ren.
"Ok berati ini menjadi tugas kalian mencari informasi sebanyak-banyaknya Rey Ren" Yani.
"Ok"
"MANA SUARA NYA GA KEDENGARAN" Yani.
"YESS MAM" Rey dan Ren.
Setelah itu mereka bubar setelah di luar ruangan Mail di WhatsApp oleh Ravael untuk bertemu dan kebetulan Rey juga di WhatsApp oleh Aisah yang membuat Ren cemburu dan memaksa untuk ikut bersama Rey untuk bertemu Aisah.
Cerita beralih ke Mail yang di WhatsApp oleh Ravael setelah membaca pesan Mail langsung otw ketemuan dengan Ravael sesampainya Mail di tempat yang telah di tentukan Ravael langsung menceritakan dan menjelaskan rencana untuk menembak Shiro Megumi (Rey versi perempuan).
"Nah gimana il bagus kan ideku" Ravael.
"Ehm tapi Ravael mending jangan dulu karena kalo kamu menembaknya minggu sekarang kamu pasti menyesal karena sekarang klub kita sedang terancam bubar" Mail.
"Loh kok terancam bubar" Ravael bingung.
"Iya kan peraturan nya memang begitu klub yang tidak punya prestasi harus bubar, nah jadi sekarang kita lagi bingung dan kamu mau menembaknya minggu sekarang jangan harap dia mau" Mail.
"Ya terus aku menembak Shiro Megumi kapan keburu dianya kembali ke Jepang" Ravael.
"Ya ini mah saran dari ku mending kamu nanti ketika kelasmit tembak dia tapi itu sih setelah kamu mau di terima atau tidak" Mail.
"Ya tapi aku ingin cepat-cepat memacari Shiro Megumi" Ravael.
"Ya itu mah setelah kamu" Mail.
"Ehm sepertinya aku harus menurut" Ravael.
"Terus kamu mau kemana Ravael" Mail.
Cerita berpindah ke Rey yang di WhatsApp oleh Aisah.
"Eh ada wa" Rey.
[Rey temui aku di kantin](pesan Aisah)
"A yang nge wa siapa" Ren.
"Ehm bukan siapa-siapa" Rey aga kaget.
"Pasti perempuan barunya, Ren mau ikut untuk memastikannya" Ren.
"Duh gimana nih kalo aku tinggal dia bisa saja ngambek seminggu kalo aku ajak, eh apa aku ajak saja karena aku juga ingin bertemu dengan Aisah" Rey dalam hati.
"Ya hayu ikutin saja" Rey.
"Ga mau Ren maunya berjalan sambil memeluk tangan aa Rey" Ren Langsung memeluk tangan Rey.
"Ya sudah kalo itu mau mu hayu" Rey.
Kemudian Rey dan Ren datang ke kantin dan Rey aneh karena kantin sepi.
"Rey sini" Aisah.
"Aisah apa kamu tidak merasa aneh kok kantin sepi" Rey.
"Rey sekarang liat jam, sekarang jam berapa dan kalian mau berapa lama berpegangan" Aisah langsung memisahkan Ren dari pelukannya ke Rey.
"Ih kamu mah jahat Aisah" Ren.
"Eh iya ya sekarang udah jam setengah 5, pantas saja kantin sepi, nah sekarang apa yang kamu ingin katakan" Rey.
"Rey apa kamu ingin menjadi perempuan atau ingin kembali lagi ke wujud semula yaitu menjadi laki-laki" Aisah.
"Ya aku ingin ke wujud laki-laki ku lagi, memangnya kamu sudah tau bagaimana caranya" Rey.
"Bisa bilang begitu sih" Aisah.
"Beneran kamu tau bagaimana caranya aa Rey bisa kembali menjadi laki-laki" Ren.
"Iya tapi cara ini gatau bisa ga tau engga tapi kan apa salahnya kita mencoba" Aisah memberi kertas yang ada gambar bulan bersinar.
"Ok aku coba" Rey langsung melihat gambar tersebut.
Ketika melihat Ren Dan Aisah kaget karena cara itu berhasil tapi belum seratus persen karena masih ada yang aneh dari badan yaitu cuman menghilang nya oppai atau dada dari Rey.
"Wow Rey ternyata cara ini berhasil" Aisah.
"Iya a" Ren.
"Apa benar yang kalian katakan benar" Rey langsung memegang dadanya.
"Hah oppai ku jadi ga ada ye aku seperti semu" Rey yang asalnya semangat menjadi tidak lagi karena kelaminnya belum kembali.
Dan 15 detik kemudian oppai Rey kembali seperti sebelumnya yang membuat Rey tidak semangat kembali karena Ren dan Aisah melihat Rey seperti itu mereka berdua bermaksud untuk menghibur Rey dengan berbagai cara tetapi Rey masih lesu dan pasrah mungkin ini memang jalannya aku tidak bisa kembali menjadi diriku yang sebenarnya, karena mendengar kata itu Aisah berjanji untuk mencari cara untuk mengembalikan Rey seperti semula. Reypun berterimakasih setelah mereka bertiga pulang ke rumah mereka masing-masing.
Setelah sampai dirumah Rey dan Ren melihat keadaan rumah sepi dan cuman tertinggal sepucuk surat yang berisi{Rey dan Ren papah, mamah dan teteh pergi kerumah nenek paling nanti jam 9 kami pulang} setelah membaca surat itu Rey dan Ren Jadi memiliki kesempatan lebih banyak untuk memastikan bahwa Deting itu adalah teteh mereka.
"Ren gimana mau cari bukti bahwa Deting itu teteh Ros" Rey.
"Ya hayu kebetulan teteh sedang pergi" Ren.
Mereka berdua langsung masuk ke kamar teteh Ros untuk mencari bukti bahwa Deting itu adalah teteh Ros setelah masuk ke kamarnya teteh Ros mereka berdua kaget karena ke adaan kamar teteh Ros sangat berantakan seperti kapal pecah. Tetapi Rey tidak memperdulikan nya, kemudian Ren menawarkan kepada Rey untuk Ren mengaktifkan skill mencari barang yang hilang dan penggunaan skill itu langsung di setujui oleh Rey. Setelah menggunakan skill tersebut Ren Langsung tau keberadaan buku yang membuktikan bahwa teteh Ros adalah orang yang mereka sedang cari, setelah ketemu buku yang membuktikan bahwa teteh Ros adalah sosok Deting tersebut kemudian Rey membawa buku itu karena ingin menunjukan kepada yang lain bahwa tugas mereka berdua telah beres.