YESS OR NO

YESS OR NO
MURID BARU DAN KELASMIT



31 Desember hari Senin pukul 08.00 diruang klub Rey, Aisah, dan Sayo sedang saling bercerita Sayo menceritakan ada murid baru di kelas tiga dan kelas satu yang sangat pandai dan ketika Sayo bercerita Aisah dan Rey curiga itu adalah Esa Yusna.


"Kak apa kah orang yang kakak ceritain itu adalah seorang murid yang telah bangun dari koma" Rey.


"Loh kok kamu tau" Sayo.


"Rey apa kamu curiga orang yang dibicarakan kak Sayo adalah Esa Yusna" Aisah berbisik ke Rey.


"Iya entah kenapa kemungkinan aku juga mengarah ke dia" Rey berbisik ke Aisah.


"Kita harus menjadikan dia anggota di klub baru kita agar dana untuk klub ini bisa menaikkan" Sayo bersemangat.


"Terus kak namanya siapa" Aisah.


"Namanya adalah Esa Yusna" Sayo.


"Tuh kan benar dugaan kita" Rey dan Aisah dalam hati.


"Kalian kenapa kok bengong" Sayo.


"Ehh sebenarnya kita mengenal dia" Aisah.


"Apa lagi aku kak aku sangat kenal karena dia adalah saudara ku sendiri" Rey.


"Bagus dong kalo gitu kita mudah untuk mengajaknya masuk ke klub kita" Sayo.


"Tapi gimana ya kak dia itu aga susah kalo diajak ke klub gini" Rey.


"Boleh aku akan masuk klub ini" Esa yang tiba-tiba masuk.


Karena Esa masuk tiba-tiba Rey, Aisah dan Sayo langsung kaget.


"Ekspresi kalian ini terlalu lebay bisa aja kali, oh ngomong-ngomong ada satu orang lagi yang mau masuk klub ini Bu" Esa.


Ketika di panggil Bu ekspresi muka kak Sayo mendadak jadi berubah.


"Rey gimana ini kak Sayo akan marah jika di panggil Bu" Aisah berbisik kepada Rey.


"Iya aku juga gatau harus gimana" Rey berbisik kepada Aisah.


"Jadi gimana Bu saya boleh gabung" Esa.


"Hey Bang bang jangan di ulang lagi panggil Bu" Rey dan Aisah dalam hati.


"Boleh aja" Sayo.


"Lah kok ga marah" Rey dan Aisha.


"Buat apa ibu marah" Sayo.


"Tapi Bu" Rey.


Ketika Rey memanggil Bu kak Sayo langsung mencubit pipi Rey dengan amarah sedangkan Aisah memberitahu kepada Esa bahwa kak Sayo tidak suka disebut ibu guru. Setelah di cubit Rey meminta maaf kepada kak Sayo tidak lama kemudian anggota klub Mantuan lain masuk ke ruang klub dan mereka kaget karena di dalam sudah ada murid baru yang terkenal.


"Assalamualaikum" Mail masuk langsung terdiam karena melihat Esa.


"***-" Asolani terdiam.


"Ayo cepat masuk asola-" Yani langsung terdiam.


"Teh cepat ma-" Yami langsung terdiam.


"Hei kalian semua kok masih diam di pin-" Rina ikut terdiam.


"Kalian kok diam di depan pintu a Rey Ren da-" Ren ikut terdiam.


"Haduh ini kenapa lagi pada hobi diem di depan pintu, Eh Esa apa kabar" Megumi langsung masuk.


Ketika Megumi masuk Esa kebingungan karena melihat doppelganger Rey dan sepontan menutup mata Rey.


"Rey tutup mata kamu doppelganger mu" Esa.


"Aku bukan doppelganger aku adik kembarnya rey yang terpisah selama 16 tahun" Megumi.


"Aku terpaksa membohongi Esa agar dia tidak curiga" Megumi dalam hati.


"Oh pantas saja aku tidak pernah melihat mu" Esa.


Ketika melihat Megumi berbincang dengan santai bersama Esa membuat Asolani, Rina, Ren, Yani, Yami dan Mail. Heran karena Megumi dan Esa seperti sudah kenal dekat.


"Megumi kamu kenal dengan Esa di mana" Mail.


"Oh kita sodara" Megumi.


"Hah" Mail, Yami, Yani, Ren, Rina, dan Asolani kaget.


"Maksudnya kan kan Megumi adalah doppelganger ku jadi secara tidak langsung Megumi juga termasuk sodara Esa" Rey.


"Hey Rey katanya dia adalah adik mu yang terpisah 16 tahun tapi kok tadi kamu bilang dia E doppelganger mu bisa kamu ceritakan yang sebenarnya skill senjata legendaris aktif (Ulfberht sword)" Esa langsung mengarahkan pedang nya ke Rey.


"Iya akan ku ceritakan" Rey


Kemudian Rey menceritakan munculnya Ren dan Megumi setelah di ceritakan raut wajah Esa menjadi kesal.


"Seperti itu lah ceritanya Esa kamu tidak apa-apa" Rey aga ketakutan.


"Engga aku cuman kesal dan iri padamu kamu Rey sudah banyak berkembang dari terakhir kita bertemu sedang kan aku cuman bisa tertidur dan mempertahankan semua senjata legendaris agar tidak di curi" Esa.


"Tapi kamu juga berkembang Esa aku mengetahui perjuangan mu ketika koma semua di ceritakan oleh Exka" Rey.


Tidak lama Exka datang ke ruang klub.


"Tuan kamu tidak apa-apa" Exka panik.


"Loh memangnya kenapa Exka" Esa bingung.


"Tuan memanggil senjata berbahaya yaitu Ulfberht sword pedang itu sangat berbahaya karena memiliki ketajaman yang super dan ketahanan yang super kuat aku takut pedang itu melukai tuan" Exka.


Karena kemunculan Exka Yani langsung memeluk nya karena reflek karena di peluk Exka marah karena di anggap anak kecil dan ketika Exka marah mereka semua mengatakan hal yang sama.


"KAWAII"


"Tenang saja Exka aku baik-baik saja kok" Esa.


"Baka" Exka sembari memukul Esa.


Setelah itu Sayo menanyakan kepada mereka tentang Ke ikut sertaan mereka memeriahkan kemit.


"Kalian semua ikut lomba apa saja" Sayo.


"Mulai dari siapa dulu kak" Mail.


"Bebas" Sayo.


"Aku saja ya kak aku ikut basket bersama Rina, Megumi, Ren dan sahabat ku" Asolani.


"Hebat juga, terus Yani, Yami kalian ikut lomba apa" Sayo.


"Eee kami berdua ikut lomba main catur sih kak karena aku dan Yami suka dengan permainan yang bisa mengasah otak dan catur juga ga banyak makan waktu jadi kelancaran acara bisa kami pantau" Yani.


"Oh iya-iya kamu berdua itu anggota OSIS" Sayo.


"Oh kebetulan aku juga ikut lomba catur" Esa.


"Wow Yani dan Yami yang bertemu Esa kemungkinan menangnya kecil" Aisah.


"Kalo kamu ikut apa Exka" Esa.


"Oh aku ikut lomba lari" Exka.


Karena mendengar itu esa langsung memberi perintah ke Exka jika kamu berniat untuk menang kamu harus menang tipis agar tidak ada yang curiga.