
"Asolani buka matamu perlahan" Ren.
"Nnnyyyyyaaa" Asolani sangat terkejut dan kemudian pingsan.
"ASOLANI" Rey, Ren, Rina, dan mail terkejut.
"Ara" Yani.
"Tes tes tes 12, Asolani" Rey berusaha menyadarkan.
"Lu kira ini mic" Mail.
"Oh salah, Rey di sini ganti" Rey masih berusaha menyadarkan nya.
"Woy lu kira sekarang ini radio"Mail mulai kesal.
"Vik ini pingsan" Rey.
"Ya terus lu kira ini Asolani lagi ngedance mic drop" Mail kesal.
"Bagaimana kalo kita kasih nafas buatan" Ren.
"Udah biarin bangbang nanti bangun sendiri" Mail kesal.
Tak lama kemudian Asolani bangun dan ditanya oleh roh penunggu sekaligus pembimbing klub.
"Kamu tak apa" roh penunggu.
"Iya tidak apa apa cuman kaget saja melihat seseorang tidak Napak ke tanah" Asolani.
"Seperti ini" roh penunggu tiba tiba aga melayang.
"Iya, eeeeee jadi tadi bukan mimpi" Asolani mulai ketakutan.
"Perkenalkan nama saya Sayo Najwa roh penunggu dan pembimbing klub baru ini" Sayo.
"Nnnyyaaa" Asolani pingsan kembali.
Setelah Asolani pingsan kembali percakapan di lanjutkan yaitu tentang mengapa di tempat klub mereka terdapat roh penunggunya.
"Yami aku mau tanya sebenarnya Bu Sayo ini anak asli dari kepala sekolah ya" Mail menggunakan skill kemungkinan.
"Panggil aja dia Sayo atau Najwa dia suka marah jika di panggil Bu, ok kamu tau il" Yani bingung.
"Oh sebab aku tau karena skill saya bisa melihat segala kemungkinan seperti tempat ini tempat ini 1 menit lagi akan bubruk" Mail datar.
"Lu bukan bilang dari tadi bangs*t" Rey, Ren, Yani, Rina, dan Sayo ngegas.
Setelah itu Mail menggendong Asolani sedangkan Rey menarik tangan Sayo dan Ren agar bisa menyelamatkan mereka semuanya. Tetapi ada yang aneh yaitu karena seharusnya tidak ada yang bisa menyentuh/memegang Sayo kecuali Asolani karena dia mempunyai skill manusia kucing (yang dimaksud manusia kucing di cerita ini yaitu fisik Asolani ada yang bertambah yaitu Asolani memiliki penglihatan seperti kucing telinga seperti kucing, ekor kucing dan dapat berkomunikasi dengan kucing) dan dapat menyentuh makhluk tak kasat mata (roh). Untuk saja mereka semua dapat menyelamatkan diri tidak lama setelah itu benar saja bangun nya itu langsung ambruk.
Selain bangunan ambruk ada ke jadian aneh lagi yaitu seharusnya Sayo tidak dapat keluar dari ruangan itu karena dia sudah terkait atau terikat dengan ruangan itu tapi seperti ke ajaiban rantai yang mengikat Sayo di ruangan itu tiba tiba lepas. Mereka Yani pun merasa bingung karena dia sudah berusaha Beratus-ratus kali tetap saja tidak berasil tapi ketika ditarik oleh Rey rantai yang mengikat Sayo tiba-tiba hancur, setelah itu Yani menarik Rey dan membawa Rey ke ruangan kepala sekolah tampa sepengetahuan Mail, Ren, Rina dan Asolani yang sedang pingsan.
"Rey bisa ikut aku sebentar" Yani tatapan serius.
"Ga" Rey menjawab sepontan.
"Ah lu mah, Rey" Yani kecewa.
"Bercanda, memangnya kita mau kemana" Rey.
"Udah ikut saja aku" Yani langsung menarik tangan Rey.
"Ga bilang dulu ke semuanya" Rey.
"Udah ga usah nanti saja kita jelaskan ke mereka semua" Yani.
"Hahhh ini kan ruangan kepala sekolah" Rey terkejut.
"Iya hayyu masuk, ayah aku punya kabar gembira" yani mendobrak pintu ruang kepala sekolah.
"Yani udah Ayah bilang ketuk pintu nya bukan drobrak pintunya" kepala sekolah.
"Maaf" Yani.
"Iya, terus apa kabar baik yang kamu bawa" kepala sekolah.
"Rantai kak Sayo hancur yah" Yani sangat bahagia.
"Oh....HAH kamu ga bercanda kan Yani" kepala sekolah.
"Tunggu ayah, kak Sayo tolong siapa pun jelaskan apa yang sebenarnya terjadi" Rey bingung.
"Oh kamu tidak mengerti ya Rey, biar aku jelaskan seperti tadi yang saya ceritakan saya dan Yami adalah anak angkat kepala sekolah dan kak Sayo adalah anak nya kepala sekolah, dan yang menyadari ini cuman Ismail doang" Yani.
"Oh" Rey.
"Ya perkanalkan saya Agus Hasan ayah dari mereka bertiga, Yani apa benar yang kamu katakan rantai Sayo sudah lepas" pak Agus sangat bahagi.
"Iya ayah tapi aku tidak tau sebab nya kita kan sudah mencoba Beratus-ratus kali untuk melepaskannya tapi tetap saja tidak mau lepas" Yani.
"Oh rantai itu sebenarnya bisa di lepaskan oleh orang yang bisa membuat klepek-klepek hati Sayo atau dapat membuatnya tersipu malu akan perasaan" pak Agus.
"Jadi dengan kata lain aku berasil menaklukan hati kak Sayo" Rey.
"Pingpong benar sekali dan sekarang mohon bantuannya untuk kedepannya" pak Agus
"Hahhh....tapi pak maaf saya mempunyai orang yang saya cintai tapi saya juga belum mengutarakan nya dan saya tidak ingin mengecewakan bapa" Rey berbicara terus terang.
"Oh, dan siapa bilang kamu harus menikahi nya kan tidak mungkin kamu bisa menikahi roh Sayo pasti akan jadi pelindung mu karena jasa mu yang telah menghancurkan rantai yang mengikatnya selama 5 tahun dan saya sebagai ayah kandung dari Sayo bahagia sekali terimakasih Rey dan bapa yakin kamu pasti bisa membuat hidup Sayo lebih berwarna" pak Agus menangis sembari memeluk Rey yang telah menghancurkan rantai yang mengikat Sayo.
"Duh gimana ngejelasinnya sebenarnya itu tidak sengaja" Rey dalam hati.
"Siap pak saya tidak akan mengecewakan bapa" Rey mengatakan kata yang tidak sesuai dengan hatinya.
Setelah percakapan itu Rey dan Yani kembali ke ruang klub yang telah berantakan dan tidak di sangka Ren, Mail, dan Rina tidak ada di TKP yang ada cuman Sayo, Rey dan Yani pun menanyakan kemana mereka semua dan kata Sayo mereka semua sedang mencari kalian berdua, Rey dan Yani pun jadi berbalik mencari mereka bertiga dan Asolani di jaga oleh Sayo ketika Rey dan Yani mencari Ren, Mail, dan Rina. Mereka bertiga kembali ke TKP ruangan itu dan untung saja Rey dan Yani belum berangkat.
"Rey sia timana" Mail.
(Rey kamu dari mana)
"Geus ti cai" Rey.
(Udah dari WC)
"Naha te bebeja" Mail.
(Kenapa ga bilang)
"Kan ameh ciga Kuroko Tetsuya" Rey.
(Kan biar kaya Kuroko Tetsuya (tokoh utama dari anime Kuroko no basket))
"Hah siamah herey wae" Mail sembari memukul Rey.
(Hah kamu mah bencana aja)
"Gimana kalo kita bangun lagi aja" usul dari Rina.
"Emm tidak buruk juga tuh ide, tapi dana nya kita menang dari mana kemungkinan kita dapat membangun lagi ini ruangan adalah 70% dan itu juga bisa berubah menjadi 10% karena dana" Mail yang menggunakan skillnya.
"Eh bisa sederastis itu menurunnya" Ren.
"Tapi tenang saja urusan dana bisa di hendel oleh aku, aku bisa memberi dana lebih untuk klub ini kan aku ketua OSIS nya jadi semua urusan yang berhubungan dengan uang/dana bisa saja keluar asal aku setuju" Rina mensombongkan dirinya.
"Edan kekuasan OSIS sampai mana sih" Rey dalam hati.
"Kalo gitu mumpung besok hari Sabtu kita kumpul di sini jam 07.00 untuk membeli perkakas dan memperbaiki ruangan ini" Rey.
"Ok setuju" semua.
"Kak Sayo kamu mau ikut siapa" Yani.
"Kak di sini juga sudah cukup kan kakak juga ga bisa kemana-mana kan Yani juga tau" Sayo karena dipikir rantai itu masih mengikatnya.
"Kakak harus memutuskannya karena rantai yang mengikat kakak sudah hancur" Yani.
"Ah kamu jangan bercanda ga lucu" Sayo.
"Aku ga bercanda kak" Yani.
"Eeeeehhhhhh sejak kapan ini rantai hancur" Sayo kaget.
"Ternyata dia baru nyadar" Rey dalam hati.
"Ya kalo bisa aku ingin ikut dengannya" Sayo menunjuk Rey.
"Ndan aing ngiri pisan Rey, tinggal bersama 2 cewe sekaligus" Mail ngegas.
(Ndan aku ngiri sekali Rey, tinggal bersama 2 wanita sekaligus)
" 4 meren ibu dan kakak aing moal di hitung" Rey datar.
(4 mungkin ibu dan kakak aku ga di hitung)
"Oh heeh, nj(i)r ngiri sekali cu Rey gimana kalo buat sekarang aku meninap di rumah mu" Mail bersemangat.
"Em boleh, tapi sia kudu menta ijin heula indung atau bapa maneh ok" Rey.
(Em boleh, tapi kamu harus minta ijin dulu ke ibu atau ayah kamu ok)
"Ok ayena urang telepon indung heula" Mail.
(Ok sekarang aku telepon ibu dulu)
"Naha te nanya ka bapa maneh il" Rey.
(Kenapa ga nanya ke bapa kamu il)
"Ah Mun urang nanyakeun heula ka bapa pasti jawaban na tanyakeun ka di mamah, jadi mending langsung ka indung langsung" Mail.
(Ah kalau aku nanya dulu ke ayah pasti jawabannya tanyain ke ibu, jadi mending langsung aja ke ibu)
"Nya terserah sih eta mah" Rey.
(Ya itu mah terserah aja lah)
Setelah itu Mail menelepon ibunya setelah terhubung mereka malah debat dulu dan setelah beberapa lama berdebat akhirnya keluarlah keputusan dari Mail.
"Rey kumaha nya sebenerna urang te menangen ku indung mun rek mondok tah geus kitu ku urang paksa ameh menangen tapi jawaban na kumaha Dede weh, tah cek maneh urang mending nurut ka indung atau urang maksakeun mondok di Imah maneh" Mail kebingungan.
(Rey gimana ya sebenarnya aku tuh ga boleh hin sama ibu ku kalo mau nginep, udah gitu aku maksa biar boleh aku menginap tapi jawaban ibu akunya gimana Dede ajah, kalo kata kamu aku mending nurut ka ibu aku atau aku maksakeun untuk menginap di rumahmu)
"Mun cek urang mah il mending entong ari cek indung maneh te menang mah bisi terjadi hal yang tak diinginkan" Rey memberi solusi.
(Kalo kata aku mah il mending ga usah kalo kata ibu kamu ga boleh mah bisi terjadi hal yang tak diinginkan)
"Ok lah tapi aing iri nj(i)r" Mail.
(Ok lah tapi aku iri)
Setelah itu mereka semua pulang tetapi Rey seperti orang yang kebingungan karena dia ingin bilang apa ke orang tuanya tentang ini.
"Duh gimana aku ngejelasin ke orangtuaku" Rey dalam hati.
"A Rey jangan ngelamun tuh aa mau masuk selokan lagi" Ren memberitahu sambil menarik Rey
Karena Ren menarik Rey terlalu kencang sampai-sampai Rey terjatuh dan Rey tidak sengaja menarik dasi Ren sampai Ren pun jatuh di atas Rey.
"Duh, aa mah pake acara tarik dasi segala jadikan aku juga jatuh" Ren.
"Tapi kamu ga apa-apa Ren" Rey memalingkan pandangannya karena tersipu malu.
"Eeegga kenapa-napa kok" Ren memalingkan pandangannya juga karena tersipu malu.
"Ehm mau sampai kapan main romantis-romantisannya" Sayo.
Kemudian mereka berdua bangun tapi mereka berdua canggung karena kejadian tadi. Perjalanan pun berlanjut ketika di dalam angkot Ren yang duduk nya sebelahan bersama Rey tidak kuasa menahan kantuk.
"Udah jangan di paksain tidur aja nanti kalo udah sampai nanti sama aa Ren di bangunin" Rey.
Renpun tertidur di pundak Rey dan seluruh penumpang melihati mereka berdua.
"Nj(i)r malu sekali" Rey dalam hati.
Tidak lama kemudian Sayo yang berada di samping kiri Rey ikut tertidur juga dan semua penumpang dia angkot itu spontan melihat ke arah Rey.
"Woy Sayo kamu jangan ikutan juga dong"Rey dalam hati.
Tidak terasa mereka bertiga sampai di tujuan ketika Rey memberikan ongkos untuk angkotnya tukang angkotnya malah minta bayar 7x lipat dari harga asli. Rey pun bertanya kenapa ongkosnya bisa mahal sekali dan ternyata supir angkotnya juga ngiri kepada Rey. Dan mau tidak mau Rey pun bayar tapi Rey ga mengambil uang dari sakunya melainkan mengambil uang yang berada di saku Ren dan Sayo.
"Aa mau ngapain tangannya ke saku baju jas Ren" Ren malu.
"Rey kamu mau ngapain tangannya, aaahh" Sayo dengan *******.
"Dah Sayo jangan lebay aku ga menyentuk mu aku mau ngambil dompetmu yang ada di dalam tas mu" Rey.
"Aa mah jahat" Ren.
"Rey mah jahat" Sayo.
"Dah berisik" Rey.
Ketika Rey ingin memberikan ongkosnya supir tersebut langsung menolaknya karena dia sadar bahwa korupsi ongkos penumpang itu salah.
Sesampainya di rumah Rey langsung di interogasi oleh ibu dan kakaknya karena membawa lagi wanita.
"Ehm Rey bisa jelaskan ke kakak dan ibu kamu bawa siapa lagi" kakak Rey.
"Duh mati aku" Rey dalam hati.