
20 Desember hari Kamis jam 06.45 di kelas 11 MM 2, Asolani, Rina, dan Mail. Masih khawatir dengan keberadaan Rey karena kemarin mereka mencari Rey tidak ketemu dan mereka mencari Rey sampai pukul 21.00 masih saja belum ketemu. Mereka ditambah lebih khawatir karena Megumi atau Ren tidak mengabari mereka.
"Bang Mail kamu udah dapat kabar terkini tentang Rey" Asolani.
"Engga aku menghubungi Megumi dan Ren dari kemarin malem tapi sampai sekarang masih belum ada kabar dan pesan ku juga masih ceklis satu" Mail.
"Ya semoga saja mereka semua tidak apa-apa" Rina.
"Iya kita doakan saja semoga mereka baik-baik saja" Mail.
15 menit kemudian Ren datang dengan wajah khawatir. Karena khawatir Ren Asolani, Rina dan Mail menghampiri Ren.
"Ren Kamu kenapa kok kaya khawatir sekali" Mail.
"Iya mau gimana na lagi, suhu tubuh teh Megumi sekarang sangat tinggi dan sampai sekarang aa Rey masih belum ketemu" Ren.
"Tapi kenapa baru sekarang kamu mengabari kita kan aku sudah kirim pesan ke kamu dan ke Megumi tadi kemarin malam" Mail panik.
"Eeeeee kalo itu maaf kouta teteh Megumi dan aku habis dan lupa untuk mengisi ulang koutanya hehehe" Ren.
Tidak lama Bel masuk berbunyi dan mereka semua memulai pelajaran terkecuali Aisah yang sedang menjalani hukuman. Singkat cerita bel pelajaran terakhir pun berbunyi pukul 14.15, Mail, Asolani, Rina, dan Ren Langsung berlari ke ruang klub untuk melanjutkan pencarian Rey. Sesampainya di ruangan klub mereka kaget karena Aisah ada di sana.
"Hah Aisah kamu tidak apa-apa berada disini" Mail.
"Memangnya ga boleh dan aku terpaksa melanggar peraturan bukan karena aku khawatir Rey, hmph" Aisah.
"Bukan seperti itu maksudku itu dasi sama lonceng itu kan akan menyiksa mu kalo kamu melanggar peraturan nya" Mail.
"Oh kalo itu sudah aman tadi ada seseorang yang menghampiri ku dan mengubah sistemnya jadi control nya berada di tangan ku sepenuhnya" Aisah.
"Hah maksudmu tadi kamu bertemu Yosa" Yamada yang langsung menerobos masuk ruang klub.
"Yosa???" Mail, Asolani, Rina dan Ren bingung.
"Yosa itu siapa dan kamu siapa" Mail.
"Oh kalian belum tau aku ya perkenalkan nama aku Yamada Hori adik dari Kanzaki, salam kenal semua" Yamada.
"Salam kenal juga terus Yosa itu siapa" Rina.
"Oh Yosa itu teman kakakku yang tidak di ketahui keberadaannya dan dia memiliki skill pengotak atik semua sistem ga ada satupun sistem yang tidak bisa dia otak atik" Yamada.
"Dia sudah meninggal dan dia ada didepan ku tapi aku tidak bisa mengatakannya karena kak Sayo ingin dia di rahasiakan" Aisah dalam hati.
"Terus alasan kamu ingin mencari yosa itu kenapa" Sayo.
"Aku ingin membayar dosaku ke Rey dengan meringankan hukumannya" Yamada.
"Hah kamu kenal Rey di mana" Mail.
"Aku kenal Rey itu sebab ketika itu aku ikut menghajar dia dan aku juga yang memaksa Rey melihat sesuatu yang tidak mengenakan" Yamada terkena pukulan.
"Jadi kamu yang sudah menghajar sahabat terbaik ku" Mail reflek menghajar Yamada.
"Mail sabar kita dengarkan alasan nya dulu jangan main langsung hajar kami juga disini kesal tapi dia juga punya alasan untuk itu" Sayo meredam amarah Mail.
"Yamada kamu tidak apa apa" Asolani.
"Aku tidak apa-apa dan wajar aku di pukul seperti ini olehnya karena aku juga pernah merasakannya" Yamada.
"Terus kamu bisa jelaskan semuanya sekarang" Sayo.
"Iya aku ceritakan semuanya, sebenarnya ketika itu aku menghajar Rey juga sama seperti Mail yang tersurut emosi karena, Guntur menceritakan dia di bully habis-habisan oleh Rey karena itu aku dan geng ku menunggu dia di tempat sepi untuk menghajarnya walau ketika itu kami semua yang habis oleh seseorang nah setelah itu kami ke markas kami sendiri dan tidak sengaja mendengar perkataan Guntur dengan seseorang dan inti pembicaraan itu adalah Guntur menipu aku dan yang lain untuk kepentingannya sendiri dan seseorang yang sedang diajak berbicara" Yamada.
"Oh dengan kata lain kalian di manfaatkan doang" Ren.
"Iya tapi setelah mendengar itu kami mulai mencari kebenaran benar atau tidak Rey itu suka membully atau tidak dan setelah kami selidiki dan ikuti kami yakin bukan Guntur yang di bully oleh Rey melainkan Rey lah yang telah di bully oleh Guntur dan setelah itu kami mencari kesempatan untuk meminta maaf pada Rey tapi selalu saja gagal karena Rey selalu tau dia sedang di ikuti" Yamada.
"Ehh kami paham"
"Kami paham Rey selalu saja menghilang ketika sedang kita ikuti dan dia selalu sadar dengan kamera yang iseng ingin memotret"
"Terus kalian semua sudah minta maaf ke Rey" Rina.
"Alhamdulillah sudah kemarin ketika istirahat" Yamada.
"Terus kamu kemarin lihat Rey tidak" Ren.
"Oh iya itu juga alasan aku kesini aku kemarin lihat Rey di cul--" Yamada kaget karena Yami dan Yani menerobos masuk ke ruang klub.
"Teman-teman aku punya informasi yang penting" Yami dan Yani langsung menerobos masuk ke dalam.
Dan kerena itu seisi ruangan kaget karena Yami dan Yani menerobos masuk.
"Hah kalian semua kenapa kaya yang kaget" Yani.
"Ya iyalah karena kalian main nerebos aja" Sayo.
"Hehe maaf aku punya kasus baru" Yani.
"Hah kasus baru lagi yang ini juga belum selesai" Mail.
"Memangnya kalian sedang menyelesaikan kasus apa" Yani.
"Bukan kasus sih sebenarnya dari kemarin Rey belum kembali" Sayo.
"Hah Rey belum kembali" Yani dan Yami kaget.
"Iya"
"Kasus ini juga sepertinya berhubungan dengan Rey" Yami.
"Ehm bisa kita dengar lengkapnya gimana" Mail.
"Kasus yang sekarang kita mencari orang yang melakukan kekerasan di sekolah ini tapi sebelum itu kita harus temui orang yang menjadi korbannya dan orang itu adalah orang yang terlibat kasus Megumi yang coba melindungi Ren" Yami.
"Tapi tenang aku juga di beritahu oleh Ravael nama dari target pencarian kita adalah Ima Rosmiati dia adalah salah satu fans berat Hotaru Akane" Yani.
"Ya kalo dia fans berat Hotaru Akane kita akan lebih mudah menemuinya" Mail.
"Tapi masalah nya ketika aku minta bantuannya dia selalu menolak dan merasa bersalah" Yani.
Seketika seisi ruangan hening karena mereka bingung. Kemudian Sayo menyarankan sesuatu kepada mereka.
"Bagaimana kalo kita semua yang meminta bantuan nya" Sayo.
"Bisa di coba juga tuh" Rina.
"Tapi kalo kita semua yang meminta nya dia bisa saja menjauhi kita dan bisa bisa dia menjaga jarak dari kita" Mail.
"Kenapa kamu bilang seperti itu bang Mail coba aja belum" Asolani bingung.
"Aku bisa bilang seperti ini karena sifat Rey dan Ravael hampir sama mereka berdua nolep" Mail.
"Lah Ravael memang nya nolep aku dengar dia pernah menjadi ketua geng berbahaya semasa SMP nya" Rina.
"Rina kenapa kamu bisa tau" Mail.
"Soalnya ketika aku SMP aku di jual oleh orang tua sialan itu ke salah satu orang kaya berhidung belang dan di sana juga aku bertemu dengan Ravael yang sedang melapor sesuatu" Rina.
"Hah kamu di jual sama orang tua mu aku baru dengar kirain kamu itu adalah seorang wanita jalanan" Mail kaget.
"Iya dan ketika aku ketemu dengan mu dan di selamatkan mu Mail aku sedang di bawa oleh majikan ku ke sebuah studio gelap yang menyiarkan film 18+ dan setelah kamu menyelamatkan aku, hatiku yang gelap tiba-tiba merasakan sebuah kehangatan dan dari pandangan yang sebelum nya gelap aku juga langsung dapat melihat sebuah cahaya dari mu Mail setelah itu aku terus mengikuti mu karena kamu adalah satu-satunya cahaya bagiku di dunia yang gelap ini" Rina.
Setelah mendengar itu Mail langsung shock karena dia telah menyelamatkan lagi seseorang dari dunia kegelapan. Dan Sayo juga langsung memeluk dengan hangat Rina dan disusul oleh yang lain nya juga.