
"Ok aku akan menjawab".
"No".
[Apa kamu menjawab YESS, ok aku akan klik YESS].
"Hah Klik,vik ini warnet"Rey dalam hati.
"Woy wanita sialan gua bilang no".
Setelah wanita yang ada di alam bawah sadar Rey meng-klik YESS, Rey perlahan meninggalkan alam bawah sadarnya.
[Rey tunggu aku di dunia yang baru ya].
"Woy gua tadi jawab noo....".
Setelah perdebatan di alam bawah sadar Rey terbangun di UKS dan Rey berusaha mengingat mimpinya yang tadi.
"Hah...bie urang ngimpi naon".
(Hah....tadi aku mimpi apa)
Rey bersusah payah mengingat mimpinya itu, ketika Rey mengingat mimpinya masuk lah Bu Yuna.
"Rey kamu udah bangun"Bu Yuna.
"Engga saya masih tidur"Rey.
"Kamu jangan bercanda"Bu Yuna memukul kepala Rey dengan buku.
"Sakit Bu"Rey memegang kepalanya.
"Rey tuh ada yang menunggu mu di luar"Bu Yuna.
"Oh...Bu makasih udah merawat saya"Rey keluar ruangan.
"Rey kamu ga apa apa"Asolani.
"Engga kok, Alhamdulillah, makasih udah maksa saya ke UKS"Rey sedikit ngegas.
"Sama-sama, untuk suami masa depan...ups"Asolani menutup mulutnya dan tersipu malu.
"Hmm,maaf tadi kamu bilang apa aku ga dengar"Rey konsentrasi nya terlalihkan karena seperti melihat wanita yang ada di alam bawah sadarnya.
"Engga bukan apa apa"Asolani malu setengah mati.
"Baka baka baka bang Rey masa aku harus mengatakannya lagi malu tau"Asolani dalam hati.
"Yuk Asolani kita kembali ke kelas"Rey.
"Yuk"Asolani.
Mereka berdua kembali ke kelas dan ternyata pelajaran udah selesai semua, mereka berdua mengambil tas, terus pulang.
"Asolani kamu tadi nunggu aku di UKS berapa lama"Rey heran karena jam sekolah sudah beres.
"Ehm.kira kira 2 jam"Asolani.
"Oh, terus kamu ga apa apa ketinggalan pelajaran yang terakhir"Rey.
"Nga apa apa justru bagus tadi teman sekelas kita diarahin abis abis oleh guru yang terakhir ngajar kelas kita"Asolani.
"Hah, di marahi karena kenapa"Rey heran.
"Karena tadi tuh ada ulangan pelajaran Sistem operasi komputer dan teman teman kita ga ada yang dapet nilai atas KKM jadi mereka semua di marahin dan guru itupun setelah marah marah langsung meninggalkan kelas"Asolani tertawa jahat.
"Oh, untung saja"Rey.
Mereka berdua di tengah jalan berpisah Asolani keruangan OSIS karena dia adalah wakil ketua OSIS dan Rey ke masjid untuk melaksanakan shalat dan nongkrong bareng Mail di halaman sekolah
"Il udah lama nungguin"Rey.
"Iya,pingsannya kok lama sekali"Mail sedikit marah.
"Ini juga saya baru bangun tapi kata Asolani kelas di marahin memangnya kenapa"Rey pura pura tidak tau.
"Iya dan tadi Adit hampir di ajak berantem oleh guru yang tadi tapi sebenarnya salah sasaran"Mail menahan tawa.
"Lah kok bisa"Rey heran.
"Gini ceritanya tadi kan ulangan terus langsung di periksa sesudahnya di periksa ga ada satupun yang memenuhi KKM terus guru itu bicara'kelas ini kelas paling bodoh' terus Hendriana selebrasi dan mengatakan yes sepontan guru itu marah tapi marahnya salah sasaran malah ke Adit"Mail menahan tawa.
"Oh"Rey.
"Rey barusan kamu liat cewe ga ketika mau pulang pisan cewenya kawaii sangat dan berdamage"Mail semangat.
"Nggak liat. tapi siapa namanya"Rey.
"Saya juga ga tau, kalo bisa saya juga pingin kenalan sama cewe yang tadi dan ga tau kenapa hatiku berdebar kencang mungkinkah ini cinta pandangan pertama"Mail.
"Ya mungkin aja" Rey.
"Kuy ah balik Rey" Mail
"Kuy lah" Rey
Ketika perjalanan pulang Rey masih saja memikirkan apa yang tadi dia mimpikan sampai sampai dia hampir jatuh ke selokan yang lumayan besar dan lebar dan untung nya dia di tolong oleh cewe yang di lihat Mail.
"Oh terimakasih udah mau menarik ku kalo ga ada kamu mungkin aku tidak tau apa yang bisa terjadi selanjutnya"Rey.
[Rey sebelum kita bertemu kamu jangan dulu mati].
"Hah apa yang kamu bicarakan aku tidak akan mati semudah itu"Rey.
[Kalo gitu bye aku pergi dulu].
"Re itu tadi cewe yang saya ingin kenalan"Mail.
"Eh itu orang nya"ucap Rey.
"Rey tadi kamu menanyakan namanya ga"Mail.
"Boro-boro namanya mau di tanya keburu kabur duluan tuh cewe tapi dia mengatakan jangan dulu mati sebelum kita bertemu" Rey.
"Enak jadi kamu mah Rey, baru bertemu sudah dapat tunangan"Mail iri.
"Tunangan ibumu stand up,bisa jadi dia cuman menipu ku saja cewe model gitu biasanya banyak topengnya"Rey.
"Jangan kitu Rey pantes kamu masih single"Mail.
"Biarin gimana saya aja,yu ah pulang"Rey
"Kuy" Mail
"Hah cewe tadi seangkot sama Rey, tidak bisa di biarkan aku harus tau namanya melalu Rey " Mail.
Kemudian Mail mengirim pesan WA ke Rey.
{Rey kamu harus kenalan dengan cewe yang tadi menyelamatkan mu}(pesan Mail).
{Hah memangnya seangkot sama aku}(pesan Rey).
{Huuh}(pesan Mail).
Setelah Rey dan Mail balas balas pesan Rey langsung melihat sekitar dan dia tidak melihat wanita yang tadi menyelamatkan nya.
{Ah ga ada il imajinasi kamu aja mungkin}(pesan Rey).
{Engga asli aku melihatnya}(pesan Mail).
{Sok periksa lagi}(pesan Mail).
Rey langsung melihat sekitar lagi ternyata benar wanita tadi seangkot dengan Rey.
{Iya, ada di sebelah aku}(pesan Rey).
{Iri sekali aku, tau gitu saya ikut ke rumah kamu}(pesan Mail).
{Rey kamu harus tau namanya kalo engga liat aja besok}(pesan Mail).
{Huuh aku akan berusaha}(pesan Rey).
"Eh kamu yang tadi menyelamatkan ku bukan"Rey.
[Jangan sok kenal lu nolep].
" galaknya ni cewe"Rey dalam hati.
{Il kayanya tidak mungkin}(pesan Rey).
{Lah kenapa gitu}(pesan Mail).
{Mental aku sudah down}(pesan Rey).
{Weizz the silet juga bisa down}(pesan Mail).
{Hah the silet itu siapa}(pesan Rey).
{Oh itu julukan dari perempuan buat kamu}(pesan Mail).
{Weizz kok urang dapat julukan the silet}(pesan Rey).
{Karena omongan kamu setajam siluet}(pesan Mail).
{Silet}(pesan Rey).
{Nah itu}(pesan Mail).
Tidak terasa Rey sudah sampai di tempat tujuan pulang nya ketika Rey turun wanita itupun turun juga dan terus mengikuti Rey dari belakang, Rey pun sengaja berhenti dengan modus membenarkan tali sepatunya dan aneh nya wanita tersebut tidak melewati Rey. seperti dia juga sengaja berhenti.
"Kamu mau ngengikuti ku sampai mana"Rey kesal.
[Hah mengikuti mu, kamu yang mengahalangi jalanku].
"Sekarang kenapa kamu tidak menyusul ku"Rey.
[Berisik cepat kamu jalan].
"Lah kenapa kamu marah, katanya tadi kamu terhalang oleh ku, sudah ku beri jalan kenapa kamu masih dia saja"ucap Rey marah.
[Kalo aku jalan duluan nanti aku kesasar].
"Ah apa boleh buat nih pengang kabel casan ku biar kamu tidak tersesat"Rey.
[Ehm.aku mau pengang kabel ini karena kamu memaksa ya].
"maksa nya di mana"Rey dalam hati.
"Ngomong ngomong kamu mau ke mana"Rey heran.
[Kerumah mu Rey].
"Oh......HAH kamu ada urusan apa mau ke rumah ku"Rey tiba tiba kaget.
[Karena mulai besok kita akan menjadi adik kakak].
"Hah adik kakak yang benar saja apakah orang tuaku bercerai dan menikah dengan orang tua mu"Rey mulai panik.
[Hah orang tua aku tidak memiliki orang tua aku itu adalah wanita yang kamu bangkitkan dari alam bawah sadar yang kamu menjawab YESS].
"Oh...aku ingat sekarang ketika itu aku menjawab N-"Rey tangannya langsung ditarik oleh wanita tersebut.
[Mulai sekarang mohon kerjasamanya ya Rey].
Keadaan di rumah Rey ketika Rey pulang membawa wanita.
"Assalamualaikum Rey pulang"Rey.
"Itu siapa Rey yang kamu bawa pulang"Ayah Rey.
"Rey juga ga tau siapa di tau tau ingikut dan katanya dia ingin tinggal di sini"Rey.
"Oh ya udah"Ayah Rey.
"Lah ga dilarang"Rey heran
Kemudian ibu Rey datang.
"Assalamualaikum, hah Rey itu siapa yang kamu bawa pulang"ibu Rey
"Semoga mamah larang dia tinggal di sini"dalam hati Rey.
"Ga tau tadi ketemu di jalan" Rey yang belum selesai ngomong.
"Oh, Rey cepet siapin kamar untuk dia"ibu Rey
"Lah kok ga dilarang sih"teriakan dalam hati
Kemudian kakak perempuan Rey pulang kerja.
"Assalamualaikum Ros pulang, Rey ini siapa adik perempuan baru selamat datang di rumah kecil ini"kakak Rey semangat.
"Kumahon teteh jangan ikutan ngijinin dia"teriakan dalam hati.
[Mulai sekarang mohon kerja sama nya Rey].