YESS OR NO

YESS OR NO
KELASMIT PART 23 DAN PEMULIHAN KEADAAN PART 3



"Aku punya rencana" Rey.


"Terus aku harus ngapain" Aisah.


"Tugas kamu mudah kok kamu cuman berpura-pura takut dengan ancaman Guntur saja tapi ketika Guntur memerintahkan mu untuk membunuh aku atau siapapun kamu langsung tolak" Rey.


"Ok itu sangat mudah. tapi ketika kita keluar dari sini salah satu dari kita harus ada yang terluka" Aisah.


"Hmm Ada benarnya apa kata mu. Ok Aisah tunjukan dulu skill Heal yang sudah kamu curi dari ku" Rey.


"Lah memangnya skill mu tidak tercuri" Aisah bingung.


"Oh kalo soal itu aku juga kaget ternyata kamu cuman mencuri skill copyan ku saja" Rey.


"Maksudnya ga paham?" Aisah bingung.


"Maksudnya skill perfect copy ku tidak dapat di curi tapi skill mencuri mu bisa aku copy dengan mudah" Rey.


Setelah itu Aisah menunjukan skill Heal milik Yusha yang kemudian Rey copy.


"Kenapa kamu meminta aku menunjukan skill Heal?" Aisah.


"Soalnya aku saja yang terluka karena aku tidak mau melihat perempuan terluka karena laki-laki" Rey.


Karena perkataan Rey pipi Aisah langsung memerah karena tersipu malu. Setelah itu Aisah melepas skill ruang Tampa batas, ketika keluar Aisah sengaja melempar skill sinar yang berbentuk panah. Skill itu mengarah ke tangan kanan Rey tetapi Rey menghindari sinar panah tersebut karena Rey penasaran dengan sipat Guntur jika Aisah gagal menembak Rey. Karena meleset kepala Aisah langsung di pukul oleh Guntur.


"Dasar alat yang tidak berguna" Guntur sembari memukul kepala Aisah.


"Maaf tuan" Aisah.


Ketika Aisah di pukul oleh Guntur, Rey langsung marah tetapi Rey langsung di tenangkan oleh Ravael.


"Rey tenang kita jangan bertindak gegabah sedikit saja kita salah langkah kita nyawa kita berdua akan melayang" Ravael.


Setelah Rey tenang Rey berjanji dengan diri nya sendiri akan menghancurkan mental Guntur secara perlahan-lahan. Tidak lama kemudian Guntur memerintahkan Aisah untuk menyerang Rey dan Ravael dengan serangan tiba-tiba. Ketika serangan itu hampir mendekati Rey, Ravael langsung menarik Rey ke belakangnya untuk sinar kail milik Aisah tidak mengenai Rey karena jika mengenai Rey bisa saja Rey langsung tertarik ke hadapan Aisah dan Guntur.


Karena serangan dadakan itu tidak mengenai Rey ataupun Ravael Guntur langsung memerintahkan Aisah untuk membuat cloning dirinya sebanyak-banyaknya tetapi sebelum Aisah menggunakan skill cloning Ravael Langsung ada di depan Aisah dengan wujud perempuan. Ravael sudah memprediksi semua pergerakan Aisah dengan sangat tepat dan Ravael mengubah dirinya menjadi perempuan atau menggunakan skillnya karena dia ingin bertarung secara adil dengan Aisah.


Ketika Ravael sedang menyibukkan Aisah Ravael menyuruh Rey untuk menyerang Guntur tidak menunggu Rey langsung menyerang Guntur dengan cepat karena kecepatan nya Guntur kaget karena seharusnya Rey tidak bisa menggunakan skill.


"Hah bukannya skill mu sudah di curi oleh Mite?" Guntur kaget.


"Jangan berpikir naif dulu skill ku tidak akan bisa di curi karena si pencuri skill harus mencari dengan benar skill asli pada tubuh ku" Rey sembari mengeluarkan aura demon lord untuk menggertak Guntur.


(Ctt Rey mengorbankan lagi sebanyak 10 jiwa untuk mengaktifkan skill aura demon lord dan Rey juga mengorbankan 15 jiwa untuk mengaktifkan skill acelerasi atau di singkat ace Jadi sisa jiwa yang di miliki Rey sebanyak 895 jiwa)


Upaya itu lumyan efektif menggertak Guntur karena ketakutan Guntur memerintahkan Aisah untuk membunuh Ravael dan Rey. Ketika Guntur memerintahkan Aisah untuk membunuh Rey langsung mengeluarkan ekspresi senang karena Guntur telah masuk jebakan.


"Tidak mau kenapa aku harus membunuh teman ku" Aisah.


"Kamu tidak takut dengan ancaman ku" Guntur ketakutan sekali.


"Kenapa dia harus takut" Siti.


"Hah bagaimana kalian bisa lolos bukannya kalian seharusnya sudah hangus terbakar" Guntur.


"Berati benar kamu berniat untuk membunuh keluargaku" Khodijah.


Ketika mendengar suara Khodijah Guntur langsung kaget.


"Hah siapapun kamu jangan berani-berani meniru suara Khodijah" Guntur marah.


"Dasar bodoh ini benar-benar aku" Khodijah.


"Tidak mungkin bukannya kamu sudah mati karena aku tidak berani untuk menegakan keadilan" Guntur.


"Itu bukan salah mu ini salah ku sepenuhnya aku sudah salah mengambil langkah dengan langsung menyerang lab itu karena satu alasan"


"Tidak. itu salah ku aku karena ketika itu aku kurang kuat dan aku tidak mau menggunakan skill ku andai saja ketika itu aku mempunyai keberanian untuk menggunakan skill ku" Guntur menangis menyesali perbuatannya.


Ketika Guntur menyesali perbuatannya khodijah langsung mendekati Guntur untuk menghiburnya.


"Sudah-sudah kamu sudah berjuang selama ini di jalan kegelapan dan sekarang kamu bisa istirahat" Khodijah.


"Tapi aku sudah membuat banyak dosa dan pasti dosa ku pasti akan sulit untuk di maafkan" Guntur sembari menyesalinya.


"Ya walaupun sulit pasti seorang Guntur pasti bisa menyelesaikan semua masalah yang ia buat" Khodijah.


"Iya bagaimana caranya" Guntur tidak tau harus berbuat apa.


Karena Guntur mengatakan itu Khodijah langsung mengendalikan sapu tangan punya adiknya yaitu Aisah yang langsung menghamparkannya ke wajah Guntur. Tidak lama Guntur tersadar, ingat kejadian sebenarnya dan tujuan balas dendamnya karena sudah sadar Guntur langsung melepaskan semua skill pengendali yang mengendalikan anak-anak yang sedang di lawan Yusha dan Sri. Tetapi Guntur meminta maaf karena tidak bisa melepaskan kendali terhadap orang-orang yang ada di kapal mewah.


"Kalo itu tenang saja wahai adik tersayang" Ucok.


Ketika mendengar itu Guntur langsung menghampiri kakaknya dan memeluknya dengan erat.


"Kakak maaf kan aku karena aku tidak ingin mendengar apa yang kakak katakan" Guntur menangis karena menyesalinya.


"Iya tidak apa aku mengerti" Ucok.


Tidak lama Ucok melihat ada sebuah katana yang melayang menuju mereka berdua kemudian Ucok mendorong adiknya kebelakang untuk melindunginya.


"UCOK"