YESS OR NO

YESS OR NO
TERANCAM BUBAR PART 7 DAN JANJIAN



15 Desember hari Sabtu pukul 11.00 Rey menghubungi Asolani, Rina, Mail, Yani dan Yami untuk berkumpul karena Rey dan Ren ada hal yang ingin mereka sampaikan soal sosok Deting yang sedang mereka cari.


[Kumpul yu ada yang ingin aku sampaikan ni]{pesan Rey}


[Males ah panas]{pesan Mail}


[Yuk yuk aku juga lagi gabut ni di rumah]{pesan Yani}


[Iya ih ayo]{pesan Asolani}


[Rek ngumpul di mana yeh]{pesan Mail}


[Gimana kalo di sekolah aja]{Yami}


[Iya kebetulan aku Yani dan Yami ada di sekolah ni]{pesan Asolani}


[Ya udah ayo di sekolah aja]{pesan Rina}


[Ya udah yuk kita jalan sekarang]{pesan Rey}.


Setelah janjian mereka semua langsung otw ke sekolah sesampainya di sekolah mereka langsung ke ruang klub tetapi Mail masih belum terlihat.


"Bang Mail kemana bang Rey" Asolani.


"Ehh palingan dia ngaret" Rey.


"Coba wa Rey" Yami.


"Iya sebentar aku wa Mail" Rey


[Il sia di mana keneh]{pesan Rey}


(Il kamu masih dimana)


[Urang moal kadinya cigana]{pesan Mail}


(Aku mola ke situ)


[Ah sia mah pasti moal Kadie]{pesan Rey}


(Ah kamu mah pasti ga akan kesini)


[Nah apal kan]{pesan Mail}


Dan sebenarnya ketika Mail ingin ke sekolah Mail bertemu dengan Ravael.


"Mail mah katanya ga akan datang" Rey.


"Kenapa" Yani.


"Si eta mah pasti menemukan hal yang lebih menarik" Rey aga kesal.


(Dia mah pasti menemukan hal yang lebih menarik)


"Terus apa Rey yang ingin kamu bicarakan" Rina.


"Oh iya sosok Deting yang kita sedang cari cari dia adalah kakak ku sendiri" Rey.


"HAH"


"Kamu tidak bercanda kan Rey" Yami.


"Engga benar kalo tidak percaya ayo kita kerumah ku atau janjian dimana" Rey.


"Ya mending kita janjian saja kalo kita semua datang kerumah mu nanti kita dikirain mau merampok rumah mu" Yami.


"Ya udah nanti aku buat janji sama kakak ku" Rey.


Setelah itu Rey langsung menghubungi kakak perempuan yaitu teteh Ros untuk ketemu.


[Teh nanti bisa ketemuan ga temen temen aku katanya mau ketemu teteh]{pesan Rey}


[Iya sok nanti jam setengah tiga di kafe deket sekolah kamu Rey]{pesan teteh Ros}


Setelah itu Rey memberitahu kepada mereka untuk ketemuan jam setengah 3 di kafe dekat sekolah, kemudian Rey keluar ruangan untuk bertemu kak Sayo dan Rey mengetik pesan kak Sayo mau ikut sebenarnya adalah tipu dia agar teteh Ros mau ketemuan. Tapi ketika baru saja keluar Rey bertemu Aisah yang memang telah menunggunya di luar.


"Eh Aisah mau cari kak Sayo" Rey.


"Aku ikut ya" Aisah langsung memeluk tangan kanan Rey.


Dan kejadian itu terlihat oleh Ren, Asolani dan Yani yang membuat mereka bertiga marah.


"Ehm bagus katanya mau cari kak Sayo malah mesra mesraan sama Aisah"


"Terus apa salah nya aku kan memang mencintai Rey" Aisah.


"Mana mungkin dia bisa mencintai perempua--, eh dia malu" Yani kaget.


"Bbbeerisik kalian sssiapa yang malu" Rey menahan malu.


"Kawaii sangat nj(i)r" Asolani, Ren, dan Yani dalam hati.


"Itu buktinya woy" Asolani, Ren, dan Yani marah.


"Ya mau gimana lagi baru kali ini ada yang bilang suka dengan ku" Rey masih malu.


"Ren selalu bilang mencintai aa Rey tapi kenapa responnya beda" Ren ngambek.


"Ya itu beda kan kita adalah adik kakak" Rey.


"Kalo aku yang ngomong gimana Rey" Yani.


"Ya pasti aku tolak karena itu pasti bercanda" Rey.


"Kalo aku serius gimana" Yani.


"Ehm" Rey langsung pingsan karena tidak kuasa menahan malu.


"Bang Rey jangan pingsan dulu aku belum mengutarakan perasaan ku juga" Asolani.


"Oh jadi kalian juga mencintai Rey" Aisah.


Ren, Asolani dan Yani mereka bertiga mengangguk kan kepala setelah itu mereka menjadi rival cinta untuk mendapatkan Rey. Tetapi yang mengetahui Rey mencintai orang lain selain mereka adalah Mail. Setelah itu Rey di bawa ke UKS setelah di UKS Rey ingin di tidurkan dia tiba-tiba bangun.


"Aku di mana" Rey.


"Kamu di UKS" Sayo.


"Oh, iya kak Sayo kakak bisa ikut aku nanti jam setengah tiga" Rey.


"Iya ayo kan aku ini adalah roh pelindung mu Rey" Sayo.


Setelah itu Rey kembali ruangan klub ketika di ruangan klub Rey merasakan hawa perang dunia. Yang menjadikan Rey tidak jadi masuk ke ruangan tersebut dan memutuskan kembali ke UKS.


"Loh kok Rey balik lagi kesini" Bu Yuna.


"Ya mau saja karena di ruang klub aku merasakan hawa perang dunia" Rey.


"Apa yang kamu katakan itu benar" Bu Yuna.


"Iya Bu" Rey.


"Rey ibu nitip ruangan UKS bentar" Bu Yuna langsung pergi.


15 menit kemudian kemudian Bu Yuna kembali ke ruang UKS.


"Gimana Bu seru" Rey.


"Boro boro yang ada disana hening, tapi Rey coba kamu ke sana sekarang pasti akan seru" Bu Sayo.


"Engga ah Bu pasti bakal repot" Rey.


"Tah nya kamu mah, cepet kamu ke ruangan klub" Bu Yuna marah.


"Iya Bu" Rey.


Setelah itu Rey ke ruangan klub dan Bu Yuna menyuruh Rey ke ruang klub karena dia tau akan lebih menarik jika Rey ada di sa