
Di hari yang sama atau Minggu 7 Januari pukul 03.00 setelah kejadian ledakan. Megumi langsung mengunakan skill pengubah ingatan dan pelebar jarak yang pernah di pakai Rey ketika kejadian Rey tertukar dengan Rey penakut/Rey jahat. Megumi cuman menggunakan kedua skill untuk orang-orang yang berada di kapal pesiar mewah kecuali Rere, Asolani dan Ravael karena jika mereka bertiga di ubah ingatannya akan jadi gawat kalo mereka mengetahui kebenarannya. Setelah itu Megumi kembali menuju mereka dengan keadaan sangat bersalah karena tidak bisa menyelamatkan orang yang menyelamatkan dirinya.
Sesampainya Megumi dia langsung ditampar oleh Asolani.
Plak
"Aku akan menerima semua pukulan dan hinaan dari mereka karena aku gagal melindungi Rey" Megumi dalam hati.
"Aku sebenarnya kesal karena tidak bisa melindungi Rey tapi aku lebih kesal lagi kamu menyalahkan dirimu sendiri" Asolani sembari menangis karena melihat bayangan muka Rey di Megumi.
"Iya Megumi kita juga di masalah ini mengambil peran bersalah juga" Ravael menyemangati Megumi.
"Andai saja rencana ku tidak dipakai mungkin kejadian ini tidak akan terjadi" Rere menangis.
"Tidak apa-apa Rere malahan rencana mu lah yang menyelamatkan ribuan nyawa di kapal pesiar ini. kalo kita tadi menggunakan rencana Rey mungkin saja tidak akan ada yang selamat" Ravael.
Megumi langsung kaget karena bukannya dia dipojokan atau disalahkan malah disemangati oleh yang lain. Kemudian Asolani mendekati Megumi dan mengatakan.
"Megumi aku boleh meminta 1 permintaan" Asolani.
"Iya itu apa" Megumi.
Megumi menerima 1 permintaan dari Asolani karena Megumi sangat mengetahui bahwa Asolani lah yang sangat kehilangan Rey. Kemudian Asolani meminta Megumi untuk menggunakan skill Ravael untuk mengubah dirinya menjadi laki-laki setelah itu Asolani sangat sedih sembari tetapi Asolani berusaha untuk menahannya tapi masih tidak bisa. Setalah itu Asolani menyuruh Megumi untuk duduk di sebuah kursi panjang setelah itu Asolani meniduri paha Megumi sembari menangis dan mengatakan.
"Megumi aku boleh mengatakan sesuatu kata yang aku tidak bisa katakan selama ini" Asolani.
"Iya apa itu" Megumi.
"Aku mencintaimu mu Rey dari pertama kita bertemu" Asolani langsung tertidur.
"Aaaaappppaaaaa" Megumi kaget karena Megumi juga adalah Rey dari dunia/garis takdir yang lain.
Setelah itu Megumi berubah lagi menjadi perempuan karena skill Ravael yang dimiliki Megumi sangat berbeda dengan yang Rey miliki karena skill Megumi mempunyai batasan waktu sedangkan Rey tidak memiliki batasan waktu. Karena mendengar asolani menembak Rey, Megumi langsung sangat sedih karena perasaan Asolani tidak bisa tersampaikan tidak lama mereka semua tertidur karena sudah sangat lelah.
Pukul 09.00 kapal pesiar yang mereka naiki sampai di pelabuhan yang menjadi tempat tujuan mereka. Setelah itu Kimi, Ravael, Asolani dan Megumi bangun ketika Asolani bangun dia langsung bertatapan dengan Megumi. Tetapi Megumi langsung membuang pandangan nya karena ingan kejadian Asolani menembak Rey.
"Megumi eh kok kamu melihat ke yang lain sih" Asolani.
"Berisik" Megumi malu mengingat kejadian yang tadi.
Tidak lama pipi Asolani juga ikut memerah karena dia juga mengingat kejadian penyataan cinta. Ketika melihat Megumi dan Asolani menahan malu Rere dan Ravael tertawa karena mereka tertawa Asolani langsung bangun dari paha Megumi. Ketika Asolani bangun dari paha Megumi kaki Megumi langsung kesemutan.
"Megumi kamu kenapa" Asolani.
"Engga cuman kesemutan Heal" Megumi mengobati kakinya yang kesemutan.
Kemudian mereka turun dari kapal pesiar ketika mereka turun mereka langsung di sambut oleh Sri dan Yusha. Ketika mereka turun Sri dan Yusha kebingungan karena Rey tidak ada.
"Ketua Rey mana" Sri.
Karena di tanya Rey Ravael langsung membisu lebih tepatnya tidak ingin membahasnya.
"Hei kemana Rey" Sri aga khawatir.
Masih tidak ada yang ingin menjawab.
"Sri sebenarnya Rey adalah aku" Megumi menggunakan skill Ravael.
"Bagus Rey" Ravael, Rere dan Asolani dalam hati.
"Aku tau kamu bukan Rey yang sebenarnya" Sri.
Karena itu Megumi membatalkan skill yang baru ia gunakan.
"Kok nyerahnya cepet banget" Rere dan Ravael dalam hati.
"Dasar sifat buruk Rey" Asolani dalam hati.
"Ehh ternyata benar kamu bukan Rey yang sebenarnya" Sri awalnya asal nebak.
"Dia asal nebak aja dong" Megumi dalam hati.
"Sri kamu berjanji jangan marah dan jangan dendam" Megumi sangat mengetahui sifat Sri.
"Iya aku janji" Sri.
"Sungguh" Megumi.
"Iya aku sangat sungguh" Sri.
"Sebenarnya Rey sudah tiada" Megumi.
"Hehehe dia sudah ke sekolah lagi" Sri berpikiran positif.
"Dia gugur" Ravael.
"Ketua ini apaan sih galucu bercandanya" Sri.
Setelah mengatakan itu Ravael, Rere, Asolani, dan Megumi tidak ada yang berani melihat Sri.
"Kalian bercandakan, pasti bercandakan, iya kan" Sri mulai menangis.
Ketika melihat Sri hampir menangis Yusha langsung memeluk Sri dengan erat.
"Yusha tolong katakan ke mereka berita ini bohong" Sri.
Yusha memeluk sangat erat Sri dan tidak mengatakan apa-apa.
"Kalo tidak ini mimpi kan Yusha" Sri masih tidak percaya.
"Ket-ups Sri kamu harus menerima semua ini" Yusha menegaskan.
"Tidak mungkin Rey tidak mungkin tewas" Sri mulai aga percaya.
"Sri kamu harus tegar" Yusha membentak.
Ketika Yusha membentak Sri. Sri langsung memeluk sangat erat Yusha dan di iringi dengan tangisnya Sri yang sudah tak terbendung. Tidak lama Sri teringat kenangan bersama Rey dari mulai mereka bertemu sampai mereka tertawa bersama di event dan moments terakhir ketika mereka berkomunikasi dengan skill telepati setelah itu Sri pingsan seketika karena tidak ingin menerima kenyataan. Yusha pun membiarkan Sri untuk istirahat setelah itu mereka semua membahas bagaimana menjelaskan ini semua kepada yang lain. Kemuadian mereka mulai berdebat dan dari berdebat itu mereka semua sepakat untuk tutup mulut tetapi ketika ada siapa saja yang ingin tau kebenaranya mereka akan mengatakan apa adanya/jujur.
Kemudian mereka kembali ke sekolah dengan skill teleport tetapi skill teleport mereka seperti ada yang mengganggu jadi yang asalnya mereka ingin teleport ke sekolah tapi mereka malah berteleport ke taman dekat balai kota. Kemudian mereka semua langsung bubar Tampa ada yang curiga tetapi Megumi curiga mungkin saja Rey masih hidup dan terteleport ke tempat entah berantah karena skill teleport yang Megumi gunakan terganggu oleh salah satu penghalang karena rencana Megumi ingin menteleport mereka semua ke sekolah tapi malah berteleport ke taman dekat balai kota. Tapi karena belum tentu tentang kebenarannya Megumi pun merahasiakannya sendiri dan mengatakan bahwa Rey sudah tewas, hal itu di lakukan agar Megumi mudah menyelidiki kasus ini tampa halangan dan mencari pelaku dibalik semua insiden yang sudah terjadi.