
"Rey Kamu udah pakai bajunya" Aisah.
"Udah tapi ini ada jepit rambut yang ada loncengnya harus di apain" Rey.
"Mungkin di pake" Aisah.
"Tapi engga ah malu masa nanti jalan ada suara loncengnya" Rey sembari keluar ruangan.
"Aku masuk dulu, tapi kalo kamu berani mengintip akan kubunuh kau" Aisah.
Aisah setelah selesai tetapi bingung dengan lonceng dan dasi yang ada di dalam kotaknya ketika Aisah mengambil dasi dan lonceng yang aga besar Aisah melihat sebuah surat dan memanggil Rey.
"Rey di kotak kamu ada surat ga" Aisah.
"Ga tau lah kan kotak nya ada di dalam sedangkan kamu lagi ganti baju kalo aku masuk sekarang yang ada aku ke isekai" Rey.
"Ternyata ada Rey cepat kamu kesini" Aisah.
"Kamu udah beres belum pake bajunya" Rey.
"Udah makanya cepet sini" Aisah.
"Iya aku masuk" Rey masuk ke ruang klub.
Kemudian Rey dan Aisah membaca surat hukuman mereka masing-masing dan isi surat hukumannya.
-TUGAS HUKUMAN UNTUK REY.
Pakailah semua yang ada di kotak termasuk jepit rambut yang ada loncengnya, rambut palsu dan lipstik yang ada di dalam kotak.
Model rambut harus di ikat dua.
Kamu harus memanggil murid dan guru dengan sebutan tuan dan nyonya.
Datang ke sekolah 1 jam sebelum yang lain.
Dilarang untuk mengikuti pembelajaran selama hukuman berlangsung.
Jangan melawan.
Lama hukuman cuman 4 hari.
Jika melanggar 7 peraturan di atas masa hukuman akan di tambah sebanyak berapa kali kamu langgar. Contoh jika kamu melanggar 1 peraturan masa hukuman akan bertambah 1 Minggu.
Selama masa hukuman kamu harus bersih-bersih, menjadi tukang suruh, dan kamu harus cepat kalo di panggil oleh siapapun.
Berdandan secantik mungkin
Jika melanggar hukuman no 9 kamu akan di DO dari sekolah.
-TUGAS HUKUMAN UNTUK AISAH.
Pakailah semua yang ada di kotak termasuk lonceng, telinga kucing, ekor kucing dan lipstik hitam.
Gaya rambut bebas.
Setiap kamu bicara akhiri dengan Nyan.
Kamu harus memanggil murid dan guru dengan sebutan tuan dan nyonya.
Datang ke sekolah 1 jam sebelum yang lain.
Kamu harus mengikuti perintah dari semua murid atau guru yang ada di sekolah tetapi hal yang wajar saja.
Kamu di perbolehkan melawan jika yang memberi perintah memberikan kontak fisik.
Lama hukuman 4 hari.
Jika melanggar 8 peraturan di atas masa hukuman akan di tambah sebanyak berapa kali kamu langgar. Contoh jika kamu melanggar 1 peraturan masa hukuman akan bertambah 1 Minggu.
Setelah di baca Rey tidak bisa mengikat dua rambutnya dan kemudian Aisah membantu Rey untuk mengikat dua rambut palsunya.
"Sehentai apa sih ini guru BK" Aisah marah.
"Udah lah ini yang kita harus terima lagi pula cuman 4 hari doang" Rey.
"Iya tapi" Aisah.
"Duh ikat dua maksud nya apa" Rey.
"Udah sini sama aku bantu kamu cuman cukup duduk diam aja Rey" Aisah.
"Ehm iya makasih Aisah udah mau bantu" Rey tersenyum.
Kemudian Aisah mendandani Rey ketika telah selesai Aisah memberikan cermin.
"Nih udah gimana menurut mu" Aisah.
"Hah yang di cermin siapa" Rey kaget.
"Kamu ngejek aku ya tapi tunggu gaya rambut ini kaya tidak asing" Rey mengingat-ingat.
"Iya gaya rambut icigaya Arisa" Aisah.
"Oh iya pantas saja aku kaya tidak asing" Rey.
"Sekarang giliran kamu memilih gaya rambut yang cocok untuk ku dan menjelaskan maksud dari no. 3 ini akhiri dengan nyan maksudnya apa" Aisah bingung.
"Ok kalo gaya rambut yang kamu biasanya udah cantik kok, dan yang maksudnya akhiri dengan nyan itu setiap kamu bicara atau setiap kalimat yang kamu bicarakan akhiri dengan kata nya seperti kucing" Rey.
Setelah itu Aisah mukanya memerah karena tersipu malu akibat pujian Rey tentang gaya rambut.
"Kok diam aja Aisah, woy Aisah" Rey.
"iiiyah ada apa Rey" Aisah tersipu malu.
"Wajah mu kenapa merah kamu sakit" Rey langsung menempelkan jidatnya ke jidat Aisah.
"Dekat dekat dekat terlalu dekat" Aisah dalam hati dan rasa malunya semakin menjadi.
"Tuh kan kamu panas udah jangan di paksain mending sekarang kamu ke UKS sekarang" Rey khawatir.
"Aku panas bukan karena demam aku panas karena malu" Aisah.
"Malu kenapa" Rey.
"Udah ah diem mending kita selesaikan tugas di hari pertama ini" Aisah.
Kemudian Rey dan Aisah menjalani tugasnya masing-masing. 07.15 pa Lasut memanggil semua murid termasuk Rey dan Aisah untuk ke bawah/ ke lapang upacara. Sesampainya di lapang upacara Rey dan Aisah tidak di ijinkan untuk berbaris bersama murid yang lain mereka berdua di suruh tunggu di panggil. Kemudian pa Lasut memberikan pengumuman untuk ulangan yang akan berjalan Senin depan dan sebelum para murid di bubarkan pa Lasut menyuruh mereka untuk tidak bubar karena pa Lasut mempunyai pengumuman.
"Tentang UAS yang di jelaskan Yani udah pada paham" pa Lasut.
"Sudah pa" murid yang lain.
"Sebelum bubar bapa punya pengumuman yang lumayan penting, Rey Aisah segera ke sini ke" pa Lasut.
"Rey mending kita kabur pa Lasut ingin kita di hina dan direndahkan terus" Aisah.
"Kalo aku kabur nanti masa hukumanku akan di tambah kamu juga kan sudah baja apa yang menjadi hukuman ku jangan melawan kamu mah aga enak bisa melawan karena kamu punya hak untuk melawan sedangkan aku engga jadi biar aku saja yang di hina dan di maki mereka" Rey.
"Ya kalo itu mau mu aku akan ikut" Aisah.
"Udah jangan di paksain soalnya kalo soal di hina dan di maki aku sudah biasa dari kelas 1 awal semester 2 aku oleh 1 kelas MM 2 udah di musuhi di jauhi dan di maki jadi ini udah biasa" Rey.
"Engga aku akan ikut kamu" Aisah.
"Yakin" Rey.
"Iya aku yakin" Aisah.
Kemudian Rey dan Aisah menghampiri pa Lasut.
"KENAPA KALIAN DI SURUH KESINI LAMANYA MINTA AMPUN" pa Lasut marah.
"Maafkan kami tuan" Rey.
"Iya maaf kan kami tuan-nyan" Aisah menahan malu.
Ketika Rey dan Aisah mengatakan itu seluruh murid mulai ramai karena kebingungan.
"Kalian diam dulu bapa cuman mau kasih peringatan jika kalian tidak upacara kalian akan bernasib seperti mereka, dan bapa akan memberi satu bonus buat kalian yang ada di lapang dan para guru yang mungkin mendengar suara ini mulai sekarang sampai 4 hari ke depan Muhamad Rey dan Aisah Arum akan menjadi pelayan di sekolah ini dan Kalian bebas untuk menyuruh mereka apa pun tapi untuk hal yang wajar" pa Lasut.
Setelah itu mereka semua pun bubar dari lapang upacara ketika para murid sudah bubar pa Lasut menyuruh mereka untuk menyapu lapangan yang telah di gunakan tersebut. Sebelum meninggalkan lapangan pa Lasut memberi tau sesuatu kepada mereka.
"Kalian bersihkan lapangan ini harus kaya semula bersih tanpa sampah" pa Lasut.
"Baik tuan" Rey.
"Baik nyan" Aisah.
"Dan satu lagi sebelum meninggalkan kalian bapa cuman mau kasih tau kalian lonceng yang kalian pakai sebenarnya bukan lonceng biasa" pa Lasut.
"Maksud tuan apa" Rey.
"Lonceng itu akan mensetrum kalian jika kalian memberikan kesan buruk terhadap yang lain dan ketiga lonceng itu akan aktif jika bapa tekan remote ini" pa Lasut langsung mentekan remote control tersebut.
"Aaaaaaaaa tolong hentikan tuan" Rey kesakitan.
"Nnnnyyyyyaaaaaannnn tuan sakit nyan" Aisah kesakitan juga.
Ketika Rey melihat Aisah pun di perlakukan sama Rey langsung bangkit dan ingin menghajar pa Lasut tetapi sebelum pukulan Rey mengenai pa Lasut dasi yang di pakai Rey tiba tiba ikatannya menjadi kencang yang membuat Rey tercekik oleh dasi tersebut.
"Sialan lu beraninya sama perempuan akan ku hajar kau" Rey marah.
Sebelum pukulan Rey sampai Rey langsung terjatuh.
"Sialan ini dasi kok mendadak jadi sesak" Rey dalam hati dan menahan rasa sakit.
"UPS bapa lupa bilang bahwa dasi yang kalian pakai bisa mencekik diri kalian jika kalian mempunyai niatan untuk memukul saya tapi tidak akan berguna ke murid yang lain kecuali dasi mu Rey dasi itu akan mencekik mu jika kamu berani melawan majikannya" pa Lasut.
"Ingat saja ini akan ku balas kau" Rey dalam hati.