
30 menit kemudian semua murid di sekolah itu dipanggil dan semua guru PPL yang sedang praktek di sana untuk berkumpul di lapang upacara tetapi Rey, Sri, Ravael, Aisah, Yami dan Yusha. Masih berada di UKS untuk memastikan Ren dan Megumi baik-baik saja tetapi Rey menyuruh Ravael, Sri, Aisah, Yami, dan Yusha untuk kelapang upacara karena Rey merasakan perasaan yang ga enak jika mereka berlima tidak turun ke lapangan upacara.
"Ravael, Sri, Aisah, Yami, Yusha, kalian cepat kebawah karena aku merasakan perasaan ga enak jika kalian berlima di sini" Rey.
"Oh jadi kamu ga suka kita ada di sini" Yusha.
"Eee bukan seperti itu maksudku" Rey terpojok.
"Iya kami paham kamu ga mau kita terlibat masalah kan" Yami skillnya aktif tidak sengaja.
"E maaf aku ga paham loh" Sri polos.
"Maksudnya tadi aku tidak sengaja mengaktifkan skill aku melihat Megumi dan Ren akan terkena masalah yang lebih besar jika kita semua masih ada di sini" Yami.
"Oh ya udah yuk kita kebawah" Sri.
"Tapi bentar bentar bentar bentar siapa pelaku nya yang akan memberatkan masalah mereka" Aisah.
"Ehm kalo itu aku tidak tau, yang tau cuman kakak ku" Yami.
"Ayo cepat keburu guru itu menegur kita semua dan menumpahkan amarahnya ke Megumi dan Ren" Ravael.
"Yuk"
"Rey Kamu ga ikut kebawah" Aisah.
"Engga aku ingin menunggu mereka berdua siuman" Rey.
"Oh ok kami duluan ya Rey" Sri.
"Rey jika mereka sudah siuman langsung tarik oleh mu mereka berdua untuk kebawah" Yami.
"Hah apa maksudmu" Rey.
"Nanti akan aku ceritakan selengkapnya di ruang klub" Yami.
"Mhhah ok aku akan nurut apa yang kamu katakan Yami tapi kamu janji akan menjelaskan semuanya di ruangan klub" Rey.
"Iya aku janji" Yami.
Setelah itu Ravael, Sri, Aisah, Yami, dan Yusha kelapang upacara. 5 menit kemuadian Megumi dan Ren Bangun secara bersamaan kemudian Rey langsung menarik mereka berdua untuk langsung ketempat yang jarang di lewati orang karena Rey akan menggunakan skill teleport dan berteleport ke tengah tengah kerumunan di lapang upacara. Setelah Rey menemukan tempat yang terasa sepi Rey langsung menggunakan skill teleport dan langsung berteleport kelapang upacara lebih tepat nya di belah kanan Aisah.
"Hah lelah sekali memindahkan kalian berdua" Rey lelah sekali.
"Hah kamu ini apa apaan sih langsung menarik kita berdua" Megumi.
"Aku cuman mengikuti perkataan Yami" Rey yang masih lelah.
"Hah kalian sejak kapan di sini" Aisah kaget.
"Dari tadi" Ren.
"Dan kenapa kalian berpindahnya di sini bukan ketempat lain" Aisah.
"Ehm karena di sampingmu adalah tempatnya lebih nyaman" Rey.
"Hah Rey nyaman berada di sampingku" Aisah dalam hati.
"Ehm lebih tepatnya di sini adalah tempat yang tidak di sadari oleh orang lain" Rey.
"Rey liat suasananya bangbang" Megumi dalam hati.
"Aa Rey liat suasananya" Ren dalam hati.
"Oh jadi kamu pindah tempat disini bukan karena ku ya" Aisah marah.
"Tapi bisa di bilang kamu adalah orang yang bisa di percaya" Rey.
Setelah mendengar itu muka Aisah memerah karena malu.
"Baka" Aisah dalam hati.
"Sekian pengarahan dari bapa dan yang namanya di sebut segera kesini, Shiro Megumi dan Ren segera kesini" pa Lasut.
Setelah mendengar panggilan itu raut wajah Megumi langsung ketakutan dan raut wajah Ren Langsung kosong seperti seseorang yang melihat kematian berada di depannya.
"Ah hayu Ren kita terima nasib kita" Megumi Langsung menarik Ren.
"Apa kalian mau menerima ketidak adilan ini atau kalian akan melawannya" Yani.
"Hah Yani sejak kapan kamu ada di sini" Rey dan Aisah shock.
"Ehm sejak kalian berpindah tempat" Yani.
"Kenapa kamu tidak bilang berada di sana dari tadi" Rey.
"Ehm soalnya aku tidak ingin menggangu kalian" Yani.
"Sekali lagi panggilan untuk Megumi dan Ren SEGERA KEHADAPAN BAPA KALO KALIAN MASIH TIDAK ADA KALIAN SEMUA YANG ADA DI SINI TIDAK AKAN DI BUBARKAN" pa Lasut.
Karena hentakan itu Megumi dan Ren Langsung menghadap pa Lasut setelah menghadap Megumi dan Ren Langsung di hina oleh pa Lasut di depan para murid yang lain. Karena tidak bisa melawan Megumi dan Ren diam dan menerima semua hukuman yang akan di berikan tetapi sebelum Megumi dan Ren di beri hukuman. Rey langsung mendatangi pa Lasut dan berkata.
"Pa aku akan menanggung hukuman mereka berdua karena aku yang bertanggung jawab atas mereka" Rey yang langsung menghadap.
"KAMU INI SIAPANYA MEREKA BERDUA" pa Lasut membentak.
"Aku adalah kakak Megumi dan Ren Jadi aku berhak bertanggung jawab atas apa saja pelanggaran yang telah di lakukan adik-adik ku" Rey.
"YA GABISA GITU MEREKA KAN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN KENAPA KAMU YANG HARUS TANGGUNG JAWAB CEPAT KAMU KEMBALI KE BARISAN" pa Lasut.
"Saya tidak akan kembali ke barisan sebelum bapa setuju untuk memindahkan hukuman Megumi dan Ren ke saya" Rey ngotot.
"BAPA BILANG GA BISA YA GA BISA. CEPAT KAMU KEMBALI KE BARISAN" pa Lasut.
"Tidak akan sebelum bapa mengabulkan permintaanku" Rey.
"AING BILANG SIA TEKUDU NGABELA PARA PELANGGAR, BURU SIA KEMBALI KE BARISAN KALO TIDAK MAU INI MELAYANG" pa Lasut menggempalkan tangan.
(Saya bilang kamu ga usah ngebela para pelanggar, cepet kamu kembali ke barisan kalo tidak mau ini melayang)
"Tidak akan" Rey.
"KAMU BENAR MELAWAN SAJA" pa Lasut langsung ingin melayangkan pukulan
Sebelum pukulan itu sampai ke Rey kepala sekolah langsung menghentikannya dan langsung memberi perintah kepada pa Lasut untuk menumpahkan hukumannya ke Rey.
"Tunggu kalian, kenapa pa Lasut harus marah sampai segitunya apa susahnya turuti apa yang dia inginkan" pa Agus.
"Tapi pa" pa Lasut.
"Jangan pake tapi" pa Agus.
"Iya pa kamu Muhamad Rey setelah ini kamu ke ruang BK" pa Lasut.
Ketika pa Lasut akan meninggalkan lapang upacara Aisah datang dan langsung menghampiri pa Lasut dan berkata.
"Pa tidak adil kalo hukuman untuk 2 orang bapa limpahkan ke satu orang aku akan membantu Muhamad Rey menyelesaikan hukumannya dan jika tidak boleh aku akan melakukan apa yang tadi Rey lakukan" Aisah yakin.
"Iya gimana kamu aja, setelah ini kamu dan Rey ke ruang BK" pa Lasut.
"Aisah apa kah kamu udah gila bisa saja kamu diperlamukan oleh guru itu" Rey marah.
"Terus apa salahnya jika aku membantumu kamukan udah menyelamatkan aku sekaligus keluargaku jadi aku melakukan ini sebatas cuman balas Budi saja" Aisah.
"Lah kenapa kamu bawa bawa si Budi" Rey.
"Bukan Budi itu nj(i)r yang aku maksud jasa" Aisah sebal.
"Iya aku juga tau aku cuman khawatir kepada mu itu aja" Rey.
"Baka baka baka" Aisah sembari memukul dada Rey dengan pelan.