YESS OR NO

YESS OR NO
TERANCAM BUBAR PART 39 DAN RENCANA



"Dia adalah Ren" Mail.


"Hah kamu ga bercanda kan Mail" Rey.


"Ga lah dia yang bilang" Mail.


"Berati kita tinggal tunggu tanggal mainnya" Rey.


"Tanggal main apa Rey" Aisah.


"Main PS" Rey.


"Eh nubener" Mail sembari mukul kepala Rey.


(Eh yang benar).


"Ya tanggal main kita beraksi menjebak target kita" Rey.


Setelah itu mereka bubar dan mereka cuman di suruh nunggu pesan dari Rey untuk melancarkan rencananya. 2 hari berlalu yaitu tanggal 26 Desember hari Rabu pukul 15.30 Rey meminta Mail, Aisah, dan Ren untuk berkumpul di perpustakaan setelah mereka semua berkumpul. Rey langsung memberikan dan menjelaskan rencananya untuk menjebak target tentu saja Rey membuat rencananya dengan menggunakan skill analisa, tetapi setelah melihat rencana yang di buat oleh Rey, Mail langsung bilang tidak setuju dengan rencananya.


"Nah jadi gitu rencana nya" Rey.


"Tapi Rey aku sangat menantang nya" Mail.


"Loh kok kamu tidak setuju il" Aisah.


"Iya kan ini rencananya udah kompleks" Ren.


"Aku tidak setuju karena rencana ini presentasi keberhasilan nya cuman 80%" Mail.


"Bagus dong presentase keberhasilan nya besar" Aisah.


"Iya tenang aja kita pasti berhasil" Rey.


"Ga ini pasti gagal rencana kemarin saja presentase keberhasilan nya besar masih saja gagal aku mau presentase kita 100% berhasil atau kalo kurang aku juga tidak mau ikut dalam rencana ini" Mail.


Karena Rey tidak mau Mail tidak ikut berpartisipasi dalam rencananya Rey memutuskannya untuk membuat ulang rencananya tetapi rencana kali ini Rey meminta bantuan dari semuanya untuk membuat rencananya. Kemudian mereka setuju untuk membuat rencana bersama tidak tanggung-tanggung mereka langsung membuat rencana di situ juga karena mereka kebingungan karena rencana yang mereka bikin kurang pas menurut Mail. Tetapi mereka tidak menyerah untuk membuat rencana sampai di setujui oleh Mail.


Tetapi sampai pukul 18.00 rencana mereka masih belum ada yang di setujui oleh Mail karena mereka terlalu serius memikirkan rencana sampai tidak terasa hari sudah gelap karena sudah gelap mereka memutuskan untuk pulang tetapi sebelum mereka berpisah Ren tidak sengaja mengatakan bagaimana kalo aku jadi umpan. Ketika Ren mengatakan seperti itu presentase dipandangnya Mail naik menjadi 98% karena itu Mail memutuskan untuk ikut ke rumah Rey untuk melanjutkan membuat rencana karena Mail ikut Rey ke rumahnya Aisah pun memutuskan untuk ikut karena Aisah tidak mau tau beres Aisah mau ikut terlibat membuat rencana menjebak target.


Tetapi Rey meminta kepada Mail dan Aisah untuk meminta ijin ke orang tua mereka. Mail dan Aisah langsung menelepon orang tuanya masing-masing kemudian Mail dan Aisah di ijinkan oleh orang tua mereka masing-masing setelah di ijinkan mereka mampir dulu ke supermarket untuk membeli makanan setelah dari supermarket Mail tidak sengaja melihat Rey yang lain yang menjadi target penangkapan kemudian Rey yang ingin mereka tangkap menghampiri Mail dengan cepat dan Rey ini mengatakan kepada Mail.


"Dasar penghianat"


Karena mendengar itu Mail langsung ketakutan karena Mail melihat skill Rey yang menjadi target berkembang sangat pesat dan jika Mail menggunakan Ren sebagai umpan bisa saja nyawa Mail terancam. Setelah sampai di rumah Rey Mail langsung mengatakan.


"Rey mending kita menggunakan rencana yang kamu buat dari awal" Mail.


"Loh kok jadi berubah tadi kamu yang sangat menentang nya Mail" Aisah.


"Iya tapi ketika tadi aku bertemu dengan Rey satu lagi pikiranku tiba-tiba berubah dan lebih percaya dengan rencana yang Rey buat dari awal" Mail.


"Hah tadi kamu bertemu Rey" Rey.


"Iya dan dia mengatakan 'dasar penghianat' setelah mendengar itu aku merasakan aura membunuh yang sangat besar dari Rey dan dari situ juga aku merasa bahwa rencana awal yang kita punya presentase kegagalan nya kecil juga" Mail.


"Jadi kamu takut dengan perkataan yang Rey target" Aisah.


"Hah Rey target" Mail, Rey dan Ren.


"Iya lah jadi kita tidak bingung membedakan Rey ini dan Rey yang ingin kita tangkap" Aisah.


"Setuju" Mail, Aisah, dan Ren.


"Ih apa sih kok kita jadi bahas itu udah serius dulu. Mail jadi kamu takut dengan perkataan Rey target" Aisah.


"Iya lah itu bisa jadi faktor hidup dan mati ku" Mail.


"Jadi gimana deal rencana yang aku buat dari awal" Rey.


"Tidak masalah" Mail, Aisah, dan Ren.


Setelah mereka setuju dengan rencana awal Rey langsung mengajak mereka untuk belajar untuk ulangan besok. Dan ketika Rey ingin mengajak belajar Mail, Aisah, dan Ren Langsung membubarkan diri.


"Masalah kita sudah beres bagaimana kalo kita belajar untuk ujian besok" Rey.


"Eeee maaf aku sama Aisah udah ngantuk benarkan Aisah" Ren.


"Eee engga kok aku ga ngantuk malahan aku ingin ikut belajar dengan Rey" Aisah.


"Ah lu mah ya udah yuk kita belajar" Ren.


"Tapi maaf Rey, Aisah, Ren aku tidur duluan karena aku terlalu memaksakan menggunakan skill ku" Mail.


"Iya iya aku juga ngerti kok" Rey.


"Iya il selamat malam" Aisah.


"Selamat malam kak Mail" Ren.


"Iya selamat malam juga" Mail sembari menguap.


Setelah Mail masuk kamarnya Rey, Aisah dan Ren bersaing untuk mengambil hatinya Rey karena mereka berdua pikir Rey yang satu pemikiran sangat demokratis. Jadi Aisah dan Ren bisa mengetahui mana yang lebih unggul. Mereka mendekati Rey dengan modus menanya pertanyaan.


"Rey aku ga ngerti sama soal yang ini" Aisah.


"Yang mana Aisah" Rey.


"Yang ini" Aisah.


"Dekat dekat dekat muka kamu terlalu dekat Rey" Aisah dalam hati dan mukanya sangat merah karena malu.


"Aisah kamu tidak apa-apa, muka kamu merah loh mending kamu segera tidur besok kan masih ada ujian" Rey.


"Eeee ngga aku masih kuat untuk belajar" Aisah menahan malu.


"Aku ga boleh kalah juga. A Ren mau nanya soal yang ini" Ren.


"Ren sebelum nanya liat dulu posisi bukunya" Rey.


"Eh kebalik maaf, maksud Ren yang ini gimana Ren ga ngerti" Ren malu.


"Ehem Ren ini penjelasan bukan pertanyaan" Rey.


"Eh Ren salah lagi tehe" Ren salting karena dia sudah malu banget.


Karena Ren salah tingkah dan sudah tidak kuat menahan malu Ren Langsung menarik Aisah untuk masuk ke kamar.


"A Ren sudah lelah Ren mau tidur dulu Aisah hayu kita tidur" Ren berlari sembari menarik Aisah.


"Areeee" Aisah yang di tarik Ren.