YESS OR NO

YESS OR NO
WAKTUNYA BERAKSI



12 Desember hari rabu pukul 12.00 Aisah sudah di telepon oleh orang yang kemarin setelah orang itu menelepon Rey. Rey disuruh oleh Aisah untuk mengcopy skill telepati yang iya dapatkan dari salah satu anggota yang ada di organisasi yang memanfaatkan Aisah.


"Rey kamu copy skill ini" Aisah memperlihatkan skill telepati.


"Rey kamu sudah mengcopy skill ini" Aisah menggunakan telepati.


"Em mungkin sudah" Rey.


"Coba kamu berkomunikasi dengan orang yang kamu kenal" Aisah.


"Ok" Rey.


Kemudian Rey langsung memperaktekan skill tersebut kepada Sri.


"Ting tong pang pong hallo Sri kamu bisa dengar" Rey menggunakan skill telepati.


"Hah ini Rey kenapa suara mu tiba-tiba ada di kepalaku" Sri.


"Jangan kaget aku cuman mengetes apa ini berfungsi apa tidak" Rey.


"Ok berfungsi tapi coba kamu menghubungi langsung 2 sampai 4 orang bisa atau tidak" Sri.


"Ting tong pang pong hallo apa kalian mendengarnya, jangan kaget kalo dengar jawab iya dan jika kalian bingung nanti akan di jelaskan oleh Sri" Rey mengunakan skill telepati ke 4 orang.


"Dasar ga mau ribet" Ren.


"Woy siapa yang bilang itu" Rey.


"Ravael kamu bisa dengar" Rey.


"Ya" Ravael.


"Yusha kamu bisa dengar" Rey.


"Ya" Yusha.


"Ok berati kalo seperti itu aku berhasil mengcopy skill telepati" Rey.


"Kok Ren ga ditanya sih" Ren.


"Udah ga usah karena kamu bisa membalas perkataan ku" Rey.


"Ting tong pang pong terimakasih" Rey langsung memutuskan hubungan telepati nya.


Kemudian Rey menanyakan sebab mengapa Rey harus mengcopy skill ini kemudian dijawab oleh Aisah skill ini bisa saja berguna nanti setelah itu Rey tidak menanyakannya lebih lanjut. Tidak lama Aisah mendapat pesan yang berisi video pembunuhan yang dilakukan oleh organisasi itu kemudian raut wajah Aisah seperti gelisah dan sedih. Ketika itu Rey memaksa untuk melihat video yang di lihat oleh Aisah karena Aisah tidak mau menggagalkan rencana Aisah merahasiakannya terhadap Rey tapi Rey kekeh ingin tahu tetapi Aisah pun kekeh agar Rey tidak melihat video yang dia sangka adalah video orang tua Aisah satu telah di bunuh karena kesal tidak di berikan kemudian Rey menggunakan skill teleport tingkat lanjut ya itu menteleport benda setelah menteleport hp Aisah ketangan Rey ketika hp Aisah di masukan ke sakunya dan Rey melihat video tersebut dan betapa kesalnya karena Rey pikir juga itu adalah video pembunuhan orang tua nya Aisah dan setelah itu Rey juga bersiasat ingin menghancurkan markasi itu sehancur-hancurnya.


Setelah itu Rey mengtelepati Ravael tentang kesiapan menghancurkan organisasi tersebut dan jawab Ravael paling cepat bisa di laksanakan malam ini dan paling lama paling jam 05.00 karena Ravael belum selesai membuat peledak dan gas air mata untuk kabur nantinya. Dan tidak lama Yusha datang dan menyuruh Aisah untuk mengikutinya tapa pertanyaan Aisah mengikuti Yusha ke tempat yang aman yaitu Aisah di bawa oleh Yusha ke ruangan kepala sekolah dan Yusha juga sudah mengetahui bahwa Aisah kemungkinan memiliki skill yang sama seperti Rey dan Yusha juga sudah mendengar dari Rey Aisah dapat menguasai skill teleport.


Singkat cerita malam pun tiba pukul 00.57 dan kebetulan sekali peralatan yang di butuhkan oleh semua telah selesai di buat oleh Ravael yaitu gas air mata, gas penidur, peledak sekala kecil, senjata karet dan lain-lainnya.


"Nah sekarang pilih yang kalian inginkan" Ravael.


"Aku bawa senjata karet ini karena aku pasti membantu kalian dari belakang" Yusha.


"Aku bawa gas penidur dan air mata karena aku berencana untuk menyelamatkan kalian" Ren.


"Pedang kayu tidak buruk juga" Sri.


"Shiro kamu akan mengambil senjata apa" Ravael.


"Oh tidak usah pake saja oleh kamu Aisah nih karena kamu pasti membutuhkannya" Rey mengambil posion penyembuh buatan Yusha.


"Kenapa kamu tidak mengambil salah satu senjata ini banyak loh, cepat kamu ambil satu" Sri marah.


"Ok aku akan ambil ini" Rey mengteleport pedang kayu yang ada di pinggang Sri.


"Loh kok muncul pedang di tanganmu" Sri.


"Sekarang coba liat di pinggang mu ada yang kurang tidak" Rey.


Setelah melihat-lihat ternyata Sri menyadari bahwa pedang yang di pegang Rey adalah pedangnya.


"Sejak kapan kamu mengambil pedang kayu ku" Sri mengambil dan memukul Rey karena baru pertama kali ia tercolongi.


"Ya jangan pukul juga sakit tau, dan ini sebab nya aku tidak akan mengambil apapun yang ada disini karena aku ingin melawan mereka dengan senjata yang mereka pegang" Rey.


"Bukan pilihan yang buruk, baik sekarang kamu Aisah kamu ingin yang mana" Ravael.


"Ya sudah aku ambil acak saja aku ambil stik ini" Aisah.


"Yakin menggunakan itu bisa saja menjadi senjata makan tuan loh" Yusha.


"Tidak apa karena aku juga bisa mengendalikan angin dan aku akan mengalami senjata ini seperti bumerang" Aisah.


"Maksudmu di lempar" Rey.


"Yap" Aisah.


Setelah semua memegang senjata masing-masing kecuali Rey mereka semua berangkat menuju markas organisasi itu setelah sampai Rey dan Ren kaget karena penjagaannya sungguh ketat sampai-sampai Rey tidak melihat celah untuk masuk ke sana.


"Waw penjagaannya sungguh ketat bagaimana kita bisa masuk" Rey.


"Aku tidak sangka penjagaannya banyak yang bolong" Sri.


"Lah kok banyak yang bolong" Rey.


"Iya ih jelas-jelas ketat begitu kok di bilang bolong" Ren.


"Diam dan perhatikan" Yusha.


Setelah mengatakan itu ada salah satu anggota organisasi itu yang keluar setelah aga jauh orang itu di buat pingsan oleh Ravael. Setelah Ravael membuat pingsan Yusha mengubah muka orang itu dengan memegang orang itu terus mengucapkan heal karena yusha ingin tau bentuk wajah orang itu dan agar dia masuk dengan mudah. Setelah menganalisa bentuk wajahnya kemudian Yusha mengubah wajahnya seperti orang yang tadi di buat pingsan kemudian Yusha memerintahkan agar sambungkan terus skill telepati nya ke Yusha karena yusha akan menidurkan para penjaga di pintu belakang.


Setelah masuk dan tidak ada yang curiga kemudian Yusha menuju ke pintu belakang markas organisasi tersebut s sampainya di pintu belakang ada seorang anggota yang menyadari bahwa itu penyusup dengan gerak cepat Yusha langsung melumpuhkan orang tersebut dan menyembunyikan nya setelah itu Yusha melanjutkan kembali perjalanan ke pintu belakang dan di pintu belakang memang ada yang menjaga sebanyak 2 orang, Tampa pikir panjang Yusha melemparkan gas penidur setelah gas itu aktif dan para penjaga disana tertidur Yusha mengirim pesan melalui suara kepada Rey keadaan sudah aman sekarang kalian Tim penyelamat bisa masuk.


Kemudian Rey, Ren, Aisah memasuki markas tersebut dan Yusha mengubah lagi wajahnya ke wajah semula, keluar markas tersebut untuk membantu penghancuran markas bersama Ravael dan Sri, masih meminta Rey untuk memberi pesan melalui telepati jika tugasnya selesai, kemuadian Aisah berlari ke tempat orang tua dan adik-adiknya disekap oleh mereka setelah sampai di ruangan tersebut Rey merasakan ada yang aneh karena didalam ruangan itu sepi sekali kemudian Rey menyuruh Ren dan Aisah untuk tunggu di luar.


"Ren Aisah kalian tunggu di sini aku aga merasa aneh terhadap ruangan ini" Rey.


"Tidak aku ingin bertemu dan memastikan orang tuaku masih hidup" Aisah ngotot ingin masuk.


"Udah diam saja bisa saja ini cuman jebakan, dan Ren jika aa masuk ruangan ini terus pintunya seperti tertutup sendiri kamu langsung aktifkan skill pencarian agar kalian langsung mengetahui orang-orang yang disekap di sini di pindahkan kemana" Rey.


"Baik" Ren.


Rey masuk seorang diri dan benar saja di tempat itu adalah jebakan yang sengaja mereka buat untuk menjebak mereka, setelah mengetahui itu jebakan Rey meminta Aisah dan Ren berlari menjauhi tempat itu dan mengaktifkan skill pencarian dengan menggunakan pesan telepati.


"Aisah Ren benar ini adalah jebakan sekarang aku sudah dikepung oleh 5 orang bersenjata lengkap dan sekarang kalian menjauh dari ruangan ini dan jalankan rencana yang tadi aku katakan" Rey menggunakan skill telepati ke Ren dan Aisah.


"Kita harus menyelamatkan Shiro Megumi" Aisah.


"Sudah kamu ikuti perintah Shiro Megumi tadi, sekarang Aisah apakah kamu ingin mengaktifkan skill pencarian YESS OR NO" Ren.


"Itu tidak penting yang penting kita harus selamat bersama sama" Aisah ngotot ingin menyelamatkan Rey.


"Udah kita percayakan yang di dalam kepada aa Rey sekarang kamu jawab YESS OR NO" Ren.


"Iya iya YESS aja" Aisah.


"Jawaban di terima mengaktifkan skill pencarian di mulai, Aisah aku sudah tau lokasi orang tuamu di culik ayo kita lari kesana" Ren.


"Percayakan saja pada dia, dia pasti selamat kok" Ren.


Ren dan Aisah berlari menuju orang tuanya dan adik-adiknya di sekap tetapi ketika di perjalanan Ren menanyakan hal yang janggal.


"Aisah apakah orang tua ples adik mu itu ada 5 orang" Ren sambil berlari.


"Mana mungkin mereka semua cuman ada 4 orang saja karena kakakku sudah di bunuh oleh mereka" Ren.


"Atau mungkin itu adalah bos terakhir kita" Ren.


"Mungkin bisa jadi jangan bahas masalah game serius dulu ni" Aisah aga tertawa karena Ren.


"Nah gitu jadikan kamunya lebih rileks" Ren.


"Iya makasih Ren" Aisah.


Sesampainya di tempat orang tua dan adik-adiknya Aisah disekap mereka melihat ada 2 orang penjaga di pintu masuk ruangan tersebut tetapi para penjaga tersebut terlihat malas malasan, kemudian Ren menunggu ketika para penjaga itu lengah.


"Aisah tunggu tuh liat ada dua orang yang menjaga ruangan itu dan aku yakin mereka sedang di sekap di sana" Ren.


"Tapi kamu melihat yang aneh" Aisah.


"Aneh apa" Ren.


"Para penjaga itu seperti malas-malasan" Aisah.


"Eh iya juga" Ren.


"Berati sekarang kita gampang untuk masuk" Aisah.


"Tapi tunggu dulu aku ingin beraksi sedikit" Ren.


Ren melempar batu ke salah satu penjaga untuk menjaga itu menghampiri nya setelah dilempar penjaga itu marah dan berlari menuju Ren yang aga terlihat bajunya dan itu memang sengaja Ren lakukan.


"Anjing yang lempar batu siapa"


"Ah palingan orang iseng"


"Wah itu orang yang telah meleparkan batu itu, gabisa di biarkan dia harus tau dengan berurusan dengan siapa"


Ketika penjaga itu mendekati Ren, Ren Langsung menyemprotnya dengan semprotan cabe yang tepat terkena mata penjaga yang terpancing oleh jebakan Ren, ketika penjaga itu ingin teriak kepedihan Ren Langsung menyemprotnya lagi dengan gas penidur yang sepontan mengundang perhatian penjaga satunya lagi untuk menghampiri dan benar saja penjaga yang satunya lagi menghampiri Ren Aisah ketika sudah mendekat Ren Langsung menyemprotnya dengan semprotan cabe tetapi gagal karena penjaga satunya lagi dia berkacamata yang membuat hasil Ren di tangkap tapi sebelum titangkap Aisah sempat melemparkan jarum yang telah di lumuri obat bius tepat di bagian leher penjaga tersebut.


"Makasih Aisah telah menolongku" Ren.


"Ah tidak apa kok aku juga ingin beraksi sedikit" Aisah.


Ren dan Aisah pun masuk keruangan tersebut dan benar orang tua dan adik-adiknya selamat semua tetapi ada satu orang yang misterius dan usut punya usut dia adalah orang yang membunuh kakaknya Aisah di hadapan nya Tampa sepengetahuan orang tua Aisah.


"Ibu Ayah adik-adik tercinta ku aku bahagia kalian selamat" Aisah.


"Iya kami juga bahagia kamu belum diapa-apain" ibu dan ayah Aisah.


"Memangnya Aisah akan di apain" Aisah.


"Kata dia kalo kamu gagal atau berhasil mereka akan menjadikanmu budak seks selamanya dan kami semua takut kamu masuk jebakan mereka" ayah Aisah.


Ketika Aisah menengok ke orang yang yang memberi tau itu Aisah langsung marah karena dia lah penyebab kakaknya meninggal kemudian Aisah mengambil botol bekas kemudian dia pecahkan hanya untuk membunuh orang yang telah membunuh kakaknya itu ketika Aisah ingin melakukannya Aisah juga sempat ditahan oleh Ren Dan keluarga Aisah agar tidak membunuhnya tetapi Aisah tetap kekeh ingin membalaskan dendamnya.


"Aisah sudah jangan kau lakukan" Ibu dan Ayah Aisah.


"Kakak jangan lakukan" adik-adik Aisah.


"Aisah jangan kamu lakukan hal memalukan ini" Ren.


"Diam kalian nyawa harus di bayar nyawa itu udah lumrah terjadi di jalan kegelapan" Aisah.


Ketika sudah tidak ada yang bisa meredam emosi Aisah mereka semua langsung memalingkan pandangan karena mereka tau emosi yang tersulut di dalam diri Aisah sangan banyak dan kemudian Ayah Aisah menutup mata Ibunya Aisah dan adik yang paling tua Aisah menutup mata adik mudanya. Ketika pecahan beling hampir Sampai ke sang pelaku pembunuhan kakaknya, Rey langsung datang tepat waktu dan kemudian langsung memegang tangan yang kemudian dilanjut dengan pelukan oleh Rey ke Aisah sambil menahan pecahan beling itu supaya dia tidak kena ke sang pembunuh kakak Aisah tetapi dia harus mengorbankan tangan bagian atasnya tergores beling yang sangat tajam itu.


"Mati kau pembunuh" Aisah marah sekali.


"Aisah sabar dulu mari kita dengar penjelasan dia terlebih dahulu" Rey memengang tangannya Aisah yang di lanjut pelukan agar bisa meredam amarah Aisah tetapi tangan bagian atas Rey tergores beling yang sangat tajam.


"Nj(i)r sakit sekali rasanya pengen nangis tapi aku harus keliatan keren" Rey dalam hati.


"Shiro Megumi lepaskan aku dia yang telah membunuh kakakku aku harus bisa membalaskan derita yang aku alami" Aisah.


"Iya sabar dulu kita tanyakan mengapa dia tega membunuh kakak mu di hadapanmu" Rey.


"Tidak mau aku harus membunuhnya sekarang juga" Aisah.


"Sudah nurut saja dulu" Rey.


"Tidak dia harus mati sekarang" Aisah kekeh ingin membunuhnya.


Tidak ada pilihan lain Rey langsung mengambil jarum yang ada di sakunya Aisah untuk menidurkan Aisah.


"Aisah maafkan ku kamu sekarang harus tidur tenang dulu" Rey sembari menyuntikan jarum di leher Aisah agar tertidur.


Kemudian Rey mengaktifkan skill presentase milik Mail supaya sang pembunuh kakak Aisah ketahuan bohong atau tidaknya.


"Apa sebab mu membunuh kakaknya dia" Rey sembari menahan rasa sakit di pundaknya.


"Sebenarnya aku juga di ancam oleh mereka semua kalo aku tidak mengikuti apa yang mereka inginkan anak dan istri ku menjadi korban mereka dan kebetulan ketika itu aku di suruh untuk membunuh kakaknya di hadapan nya"


"Kenapa kamu ingin melakukannya" Rey.


"Karena beberapa orang dari mereka sudah menunggu di rumah ku dan akan membunuh keluargaku jika aku tidak bisa membunuh kakaknya saat itu juga".


"Tapi sekarang istri dan anak mu pada selamat" Rey.


"Tentu saja".


"Jika kau masih ingin hidup Jangan berbohong aku bisa melihat kamu berbohong atau tidak" Rey serius.


"Iya akan ku jelaskan semuanya setelah aku membunuh kakaknya para orang-orang itu mengingkari janjinya, ketika setelah itu aku pulang mereka semua sudah berada di rumah ku dan kemudian mereka mengikat ku di sebuah kursi dan di hadapkan ke istri dan anakku yang sedang diracuni oleh mereka dan lebih kesalnya lagi aku juga tidak bisa melindungi mereka berdua karena aku sedang di ikat di kursi sedang kan jika aku ingin kabur menggunakan skill ku aku harus menyentuh orang nya baru orang itu agar bisa ikut aku kabur"


"Ngomong-ngomong skillmu apa" Rey.


"Skill ku adalah teleport oleh karena itu aku sering di jadikan oleh mereka kendaran untuk merampas uang dari bank, tetapi setelah aku melihat kejadian anak dan istriku di bunuh oleh mereka skill ku tiba-tiba tidak bisa di gunakan dan kemudian aku di sekap bersama mereka"


"Sejauh ini dia berkata jujur tidak ada kebohongan, dan aku curiga skill Aisah bukanlah perfect copy melainkan pencuri skill orang lain, em overpower juga ni skill seperti MC anime Charlotte" Rey dalam hati(dan Rey juga tidak menyadari bahwa skill dia juga overpower juga)


"Apa kamu ingin memulai hidup baru atau kamu masih ingin di jalan kegelapan" Rey.


"Yang kalo boleh jujur saya juga ingin menuju jalan yang benar"


"Ok permintaan mu akan aku segera kabulkan" Rey sudah melihat memang tidak ada kebohongan lagi.


"Beneran iya" Rey.


Kemudian Rey coba-coba menggunakan skill Yusha ke tangannya yang terlukanya dan benar tangannya sembuh dan itu berati Rey juga pernah mengcopy skill Yusha. Setelah di luka Rey sembuh ke mudian Rey mengubah wajah sang pembunuh kakaknya Aisah agar tidak dikenal oleh Aisah tetapi menjadi rahasia keluarga Aisah yang lain.


"Dah jadi jika kita bisa keluar dengan selamat kamu bisa memulai hidup yang baru" Rey.


"Terimakasih".