
"Em baik lah kalo itu keinginan kakakku dan kamu memaksaku untuk bercerita".
"Yang maksa siapa nj(i)r" Rey dalam hati.
"Sebenarnya aku melakukan ini karena dipaksa oleh seseorang yang telah menyekap dan membunuh kakakku dan kakakku di bunuh karena aku tidak bisa melakukan tugas dengan baik setelah itu adik ku yang berumur 16 tahun diambil ke perawannannya oleh mereka karena salah ku juga karena aku yang sembunyi dari mereka dan mereka memaksaku untuk keluar dari persembunyian dengan perilaku keji tersebut dan sekarang jika aku tidak bisa menjebak Ravael ke tempat yang mereka inginkan adik ku yang bungsu dan berumur 14 tahun akan di ambil juga keperawanannya ples salah satu orang tuaku akan mati"
"Oh jadi kamu terpaksa melakukan ini biar adik dan orang tuamu selamat ya" Rey.
Kemudian penculik itu menganggukkan kepalanya.
"Kenapa tidak bilang dari tadi aku akan membantumu untuk menyelamatkan orang tuamu" Rey.
Tidak lama Ren, Asolani, Rina, Mail, Yani, Yami, Sri, Yusha dan Ravael datang karena Ravael menyangka akan ada banyak orang yang menjaga ketat ruangan tersebut tetapi nyatanya penculik yang menculik Rey salah memberi informasi.
"Woy penculik cepat lepaskan Rey" Ravael mengetok pintu.
"Iya beraninya kamu ke wanita" Yusha menahan tawa.
"Woy penculik mending kamu cepat lepaskan ikatan ini terus kamu pura-pura kalah agar kamu selamat dan cerita kan sebab kamu menculik ku agar mereka tidak salah paham" Rey.
"Tapi kalo mereka membawa polisi gimana"
"Mereka tidak akan membawa polisi kesini percaya kepada ku cepat lepaskan ikatan ini" Rey.
Setelah itu penculik itu melepaskan ikatan yang mengikat Rey setelah Rey lepas dari ikatan itu kemudian Rey mengikat balik sang penculik agar terkesan dia menang setalah Rey mengikat sang penculik dan untung saja dia tepat waktu jika terlambat sedikit keadaan bisa saja gawat.
"Woy kamu penculik angkat tangan" Sri yang sedang cosplay menjadi polisi.
"Hahaha kamu penculik telah kalah" Rey.
"Woy beraninya kamu menipuku katanya tidak bakal ada polisi tapi nyatanya itu ada"
"Ini bukan penculik cuman teman ku yang sedang cosplay jadi polisi" Rey langsung membuka topi Sri.
Ketika membuka topi tersebut raut wajah sang penculik menjadi seperti orang dendam.
"Woy kamu ga apa-apa" Rey.
"Sebab dia kakakku di bunuh dan sebab dia juga adik ku di ambil keperawanannya" penculik marah besar dan menunjuk Yusha dan Sri.
"Hah jadi 2 misi yang gagal itu kamu membawa Sri dan Yusha" Rey.
"Bisa ceritakan lebih lanjut kepada kami apa yang sebenarnya terjadi kepadamu" Yusha sembari membuka topeng sang penculik.
"Hah Siti" Yusha.
"Bukannya nama dia Risma" Sri.
"Lah kok terus ganti-ganti nama sebenarnya namamu siapa sih" Rey.
"Aisah Arum"
"Aku kira kamu laki-laki ternyata cewe" Rey dan Sri.
"Oh jadi ini orang yang sering kamu bicarakan ya dan bisa di sebut ini adalah cinta pertama mu kan Hime" Sri.
"Ketua bilang apa sih dan jangan panggil aku Hime" Yusha.
"Terus sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada mu" Ravael.
Setelah itu Aisah menceritakan yang sebenarnya kepada mereka setelah mendengar cerita itu Sri, Yusha, dan Ravael sangat marah. Mereka bersiasat untuk menghancurkan markas mereka sampai tidak tersisa setelah itu Sri, Yusha, dan Ravael memerintahkan kepada Mail, Rina dan Asolani agar kasus ini di tutup rapat-rapat karena ini bukan kasus mereka melainkan kasus mereka bertiga ples Rey dan Ren yang sudah terlanjur ikut campur kemudian Ravael memerintahkan Mail, Rina dan Asolani untuk kembali ke sekolah.
Setelah mereka bertiga kembali ke sekolah. Rey, Ren, Yusha, Sri, Ravael, dan Aisah merancang sebuah rencana untuk menghancurkan markas mereka sampai hancur selebur-leburnya dan menyelamatkan anggota keluarga Aisah.
"Terus apa rencananya" Rey.
"Kita bagi 2 tim 1 tim untuk menyelamatkan keluarga Aisah 1 lagi untuk memancing perhatian pihak lawan" Ravael.
"Terus tim yang menyelamatkan keluarga Aisah siapa saja" Ren.
"Kalo soal menyelamatkan mending aku aja karena aku pernah tidak sengaja mengcopy skill teleport"
"Yang benar kamu punya skill teleport" Ravael.
"Ok Tim penyelamat kamu Shiro Megumi untuk menyelamatkan mereka semua dengan skill teleport, terus kamu yusha menjadi support Shiro, dan satu lagi adalah Aisah karena kan keluarga dia yang akan di selamatkan dan sisanya akan menjadi tim pengalih perhatian aku akan membuat ke hebohkan di pintu depan dengan menggunakan bom rakitan dan Sri nanti kamu boleh mengamuk sesuka hatimu. Terus Ren Kamu menyorong suasana di sana dan jika misi penyelamatannya selesai beritanda dengan alat yang nanti aku buat" Ravael.
"Nj(i)r ni orang kalo dibiarkan di jalan kegelapan mungkin dia akan menjadi buronan kelas kakap" Rey, dan Ren, dalam hati.
"Tapi tidak ada waktu lagi sampai waktu yang telah ditentukan aku tidak membawa Ravael keluarga ku mungkin akan di bunuh semua" Aisah.
"Terus sisa waktunya merapa hari lagi" Ren.
"Em Kira kira doki doki" Aisah.
"Jangan sok jadi Katsumi lu" Rey marah.
"Ya ya sorry, sisa waktunya cuman 2 hari lagi kalo dua hari lagi aku tidak menyerahkan mu ke mereka mungkin keluarga ku akan mati semua" Aisah.
"Jangan di bolak-balik kata aku juga paham, tapi jika kamu berhasil membawaku kepada mereka aku tidak yakin mereka akan melepaskan keluargamu begitu saja dan bisa jadi mereka akan membunuh keluarga mu di hadapan mu" Ravael.
"Kenapa kamu tau" Aisah.
"Karena aku adalah mantan pemimpin mereka" Ravael.
"Hah jadi kamu mantan ketua mereka" Aisah shock.
"Iya. Tetapi aku ketika menjadi ketua mereka, aku lebih suka langsung menangkap orangnya secara langsung ketimbang mengunakan cara keji macam ini. Jadi kalo seperti ini jadinya mending kita langsung ancurkan markasnya ketimbang harus menuruti kemauan mereka" Ravael.
Setelah itu mereka berencana untuk melancarkan penyerangan nya di 2 hari kedepan karena Ravael harus menyiapkan alat alat dan senjata untuk penyerangannya atau untuk rencananya berhasil. Dan Ravael meminta untuk Rey pura-pura diculik dan di sekap oleh Aisah karena Ravael mempunyai pirasat bahwa orang yang menginginkan Ravael pasti akan datang ke sana pada malam hari. Dan Sri berpesan dia harus merekam setiap kejadian yang akan Rey alami di sana dengan skill Sri yang pernah tidak sengaja ke copy.
Ren, Sri, Yusha, dan Ravael kemudian mereka langsung pulang singkat cerita malam pun tiba dan benar apa yang telah di katakan Ravael seseorang yang menginginkan Ravael kejalan kegelapan datang juga dia ingin melihat perkembangan misi nya Aisah.
"Terus kamu melakukan apa untuk membawa Ravael ke hadapanku"
"Aku telah membawa pacarnya dan menyekapnya disini dan Akau mengancamnya jika dua hari lagi kamu tidak menyerahkan diri pacarmu akan menjadi korban" Aisah.
"Boleh aku liat orangnya mana"
"Kesini tuan" Aisah membawa orang itu menemui Rey.
"Oh jadi ini pacarnya Ravael cantik juga jadi sayang kalo di bunuh begitu saja"
"Lepaskan aku" Rey.
"Jangan galak-galak gitu dong"
Kemudian orang itu memegang kepala Rey.
"Nanti muka cantik kamu akan rusak"
"Berisik kau" Rey sembari meludah ke muka orang tersebut.
"Beraninya ya kamu" memukul perut Rey dengan keras.
"Tuan sudah jangan memukuli dia" Aisah.
"Ost mainan masa depanku jadi rusak"
"Kalo kau berani menyentuh ku, pacarku akan membalasnya 10x lipat" Rey pura-pura ketakutan.
"Ost jangan galak-galak dong dan jangan jual mahal" sembari menggunting baju Rey sedikit demi sedikit.
"Tuan sudah jangan berlebihan" Aisah.
"Berisik kau bidak tidak berguna seharusnya aku merusak mu dulu sebelum adikmu" sembari memukul Aisah.
"Sampai mana tadi kita oh aku baru sampai menggunting bajumu sekarang gunting bagian mana ya"
"Aku jamin kamu akan menyesalkan perbuatan mu ini" Rey dengan tatapan membunuh.
Ketika orang itu melihat tatapan Rey seperti itu dia seperti ketakutan dan tidak mau melanjutkan nya karena dia merasakan aura membunuh dari Rey.
"Semoga kamu tidak gagal lagi kalo kamu gagal kembali terima saja akibatnya"